NovelToon NovelToon
Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:34k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Dikhianati sahabat dan kekasihnya, Clarissa Anggreni mati dengan membawa dendam.

Takdir memberinya kesempatan kedua dalam tubuh Alisha Kirana Maharani, seorang istri culun yang direndahkan keluarganya sendiri.

Mereka mengira Alisha lemah.

Mereka tidak tahu bahwa jiwa yang kini menghuni tubuh itu adalah seorang ratu mafia yang siap membalas semuanya.

Apakah ia akan berhasil membalas dendam??Atau kembali kehilangan segalanya??

⚠️ Cerita ini adalah karya asli Alia Chans. Dilarang keras menyalin, menjiplak, mengunggah ulang, atau mengambil sebagian maupun seluruh isi cerita tanpa izin penulis. Hormati karya dan hak cipta penulis. ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terpesona

Bruk.

Alisha kembali menjatuhkan tubuhnya di atas kasur Giovan dan tertidur pulas, sedangkan Giovan tak henti-hentinya memanggil nama Alisha untuk membukakan pintu yang sudah gadis itu kunci.

"Alisha, buka pintunya!"

"Alisha!"

"Ahhk, sialan!" desis Giovan dengan kesal.

Giovan duduk di sisi atas bathtub yang kosong. Ia memerhatikan celah-celah jendela kamar mandinya.

"Aku harus keluar dari sini, tapi lewat mana?" gumam Giovan.

---

Dua jam berlalu...

"Ugh..."

Alisha membuka kedua matanya. Ia sempat bengong sebentar untuk mengumpulkan semua nyawanya, barulah dia turun menginjak lantai.

Krukk.

"Duh, lapar lagi!" gumamnya.

Ia mengambil jepit rambut di atas meja dan mencepol asal rambut panjangnya itu. Lalu berjalan ke arah kamar mandi. Namun, Alisha sempat dibuat heran karena pintu kamarnya tidak bisa terbuka.

"Kok enggak bisa kebuka, ya?"

Ia segera memutarkan kunci yang menggantung di pintu dan barulah pintu terbuka.

Krek, krek.

Ceklek.

Alisha tersentak kaget saat melihat Giovan. Suaminya itu sedang duduk di lantai kamar mandi dengan kedua lutut yang dia tekuk.

"Astaga, Gov! Maafkan aku, aku lupa kalau kau masih terkunci di dalam sini," ucap Alisha dengan raut wajah yang tak merasa bersalah sedikit pun.

Giovan mendongakkan kepalanya lalu berdecak. "Kau tahu, aku hampir saja mati kedinginan, Alisha?!"

"Kau tidak akan mati jika hanya terkurung di kamar mandi ini saja!"

Mata Giovan melebar mendengar perkataan istrinya.

"Maksudmu?"

"Kau akan mati jika kau masuk ke ruangan pendingin. Mau aku kurung kau di sana?" tanya Alisha.

"Tidak! Tidak mau," jawab Giovan.

"Sial, kenapa istrinya ini jadi menakutkan seperti psikopat?" batin Giovan.

Giovan memerhatikan Alisha yang sedang mencuci mukanya menggunakan sabun muka bermerek.

"Sejak kapan kau memakai perawatan wajah?" tanya Giovan.

Alisha melirik Giovan sekilas lalu membasuh wajahnya dengan air yang mengalir.

"Sejak kusadar, bahwa cantik itu segalanya!" jawab Alisha membuat Giovan mengerutkan alisnya.

"Jadi kau ingin cantik untuk membuatku tertarik, hm?" tanya Giovan.

Alisha menaikkan satu alisnya, lalu terkekeh. "Aku cantik pun bukan untukmu! Melainkan untuk diriku sendiri. Ah, iya. Lagian jika aku sudah cantik, seleraku bukan kau lagi, Giovan Salvatore Vizcaya!" jelas Alisha.

Brak.

Alisha kembali menutup pintu kamar mandi dan membuat Giovan segera berdiri untuk keluar.

"Alisha, jangan dikunci!" seru Giovan.

"Ciih, siapa juga yang mau ngunciin!" ucap Alisha.

Gadis itu berjalan mendekati meja riasnya dan mengambil sebuah toner lalu mengaplikasikannya di wajahnya yang tampak mulai putih.

Pergerakan Alisha tak luput dari perhatian Giovan.

"Lihat, sekarang dia punya banyak sekali produk skincare di meja riasnya. Padahal dulu hanya ada bedak bayi saja di sana," batin Giovan.

Mata Alisha melirik ke arah Giovan. "Apa?!" tanya Alisha menatap tajam suaminya.

"Tidak!"

Giovan pura-pura mengalihkan tatapannya lalu berjalan untuk mengambil ponselnya.

"Ahhk, ini gara-gara kau, Alisha! Elena jadi marah kan kepadaku!" ucap Giovan setelah melihat pesan yang dikirimkan kekasihnya.

Alisha mengangkat kedua bahunya seolah-olah tak merasa bersalah sama sekali.

"Lalu aku harus apa?"

"Kau pasti iri, kan, pada Elena? Makanya sikapmu seperti itu!"

Alis Alisha bertautan lalu tak lama dia tertawa. "Puft, hahaha... Iri? Aku iri pada kekasihmu yang mirip ikan asin itu?"

Alisha menggeleng tak percaya. "Ciih, menjijikkan sekali! Aku dengan pacar ikan asinmu itu jelas berbeda!"

Alisha bangkit dari kursi meja riasnya dan berjalan mendekati Giovan.

"Lihat aku, Giovan. Aku cantik! Kulitku mulus, bibirku seksi, mataku indah, bodyku beuhh... tobrut nih, senggol dong!"

Giovan memalingkan wajahnya ke arah lain lalu berdecak. "Masih cantikan Elena!"

"Wah, buta nih orang!"

"Giovan, hei, Giovan, buka matamu besar-besar! Kekasihmu itu krempeng, bibirnya yang dower, matanya yang belo seperti ikan louhan! Jidatnya yang seperti lapangan bola, lebar dan besar! Juga..." ucapan Alisha tiba-tiba saja terhenti.

"Juga apa, Alisha?!" tanya Giovan.

Alisha merapat ke arah suaminya. "Payudaranya yang kecil seperti anggur!" bisik Alisha.

"Hahaha, kau sungguh memalukan, Giovan. Kalau kau ingin berselingkuh dariku, minimal carilah wanita yang jauh lebih cantik dariku, bukan yang lebih jelek di bawahku!"

"Cukup, Alisha! Kenapa mulutmu sangat jahat mengomentari orang lain?!"

"Lah, kenyataannya kok! Kekasihmu yang mirip ikan asin itu memang jelek, Giovan!"

Yang Alisha katakan itu memang benar adanya. Elena, kekasih Giovan tersebut, tak secantik yang kalian bayangkan. Dia tidak seperti putri-putri kerajaan pada umumnya. Padahal selama ini Elena sudah mengeluarkan uang yang banyak untuk biaya operasi wajahnya, namun tetap saja di mata Alisha, Elena itu jelek.

"Ahh, terserah kau saja, Alisha!"

"Ya memang terserah aku, masa terserah kamu?!"

Giovan menatap sinis Alisha lalu keluar dari kamarnya dan diikuti oleh Alisha.

"Jangan ikuti aku!" seru Giovan.

"Ciih, geer sekali! Aku lapar, ya!"

"Sama!"

Mereka berdua sama-sama memasuki lift dan turun untuk makan di lantai bawah.

---

Di meja makan, anak-anak dari keluarga Vizcaya sedang menunggu kedatangan Giovan.

Ting.

Giovan dan Alisha keluar dari lift bersamaan dan berjalan mendekati meja makan.

Di meja makan, hanya ada Fabian, Rayhan, Arshaka, Kayla, dan Cerys saja. Tidak ada orang tua mereka.

"Ke mana yang lain?" tanya Alisha.

"Mereka sedang ke pesta lelang," jawab Fabian.

"Ohh." Alisha menganggukkan kepalanya lalu menarik satu kursi untuk duduk.

"Pesta lelang apa?"

"Senjata."

"Oh, senjata!"

Alisha melirik ke arah Giovan. "Kau tidak ke pesta lelang, Gov?"

"Nanti, aku akan datang akhir pekan."

Senyum Alisha mengembang. "Kalau begitu, aku ikut!"

"Hah? Untuk apa?"

"Ikut saja, aku ingin tahu pesta lelang itu seperti apa!"

Giovan melirik sepupunya yang lain, lalu mengangguk.

"Oke, aku akan ikut!"

Mereka semua mulai menikmati makan malam bersama. Makan malam hari ini cukup pedas hingga membuat Alisha kepedasan.

"Huft, pedas sekali!" gerutu Alisha sambil mengipas-ngipasi wajahnya.

Yang lain memerhatikan wajah Alisha yang terlihat memerah. Gadis itu seperti benar-benar kepedasan.

Dengan gercep, Fabian segera menuangkan air putih untuk Alisha.

"Ini, minumlah," ucap Fabian.

Alisha segera mengambil gelas tersebut dan meneguknya.

Glek. Glek. Glek.

Jakun Giovan, Fabian, Rayhan, dan Arshaka dibuat naik turun saat melihat Alisha minum. Gadis itu tampak seksi dan menggoda, apalagi saat air minum itu tak sengaja tumpah.

"Ahhk, sial, pakai tumpah!" gerutu Alisha sambil mengelap lehernya sendiri.

Ia mencopot jepit rambutnya dan kembali mengulung rambutnya untuk dicepol asal, hingga membuat leher jenjangnya terlihat jelas.

Aksi Alisha tak luput dari perhatian para pria di meja makan. Alisha yang sadar dirinya tengah diperhatikan tentu saja merasa bingung.

"Ada apa?" tanya Alisha, membuat yang lain mengalihkan tatapannya kecuali Giovan yang masih terpesona dengan kecantikan Alisha.

Alisha menatap Giovan yang masih saja melongo.

"Giovan, ada apa?" tanya Alisha.

"Cantik..."

"Hm?"

"Kau cantik, Alisha," ucap Giovan tanpa sadar.

Alisha menarik senyuman di bibirnya. "Aku tahu aku cantik. Memang selama ini kau saja yang buta!" ujar Alisha membuat Giovan tersentak.

---

Bersambung

1
Memyr 67
𝗂𝗇𝗂 𝖿𝗅𝖺𝗌𝗁𝖻𝖺𝖼𝗄 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝖾𝗉𝗎𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗍𝖾𝗋𝖻𝖺𝗅𝗂𝗄
Alia Chans: itu cerita berlanjut kk, kalo baca dari awal tanpa skip pasti nyambung😉
total 1 replies
Memyr 67
𝗆𝖺𝗂𝗇 𝗆𝖺𝗂𝗇 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗋𝖺𝗍𝗎 𝗆𝖺𝖿𝗂𝖺. 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗆𝗂𝗇𝗍𝖺 𝖽𝗂𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁 𝗌𝖺𝗇𝗀 𝗋𝖺𝗍𝗎
Memyr 67
𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽. 𝗂𝗍𝗎 𝖼𝗅𝖺𝗋𝗂𝗌𝗌𝖺. 𝗁𝖾𝗁𝖾
Memyr 67
𝖺𝗒𝗈 𝖿𝗂𝗈𝗇𝖺. 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗆𝖺𝗎 𝗇𝗀𝖾𝗋𝗃𝖺𝗂𝗇 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺? 𝗌𝗂𝖺𝗉 𝖽𝗂𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺 𝗒𝖺?
Memyr 67
𝗄𝖺𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗇𝖾𝗆𝖻𝖺𝗄 𝗉𝗂𝗋 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝗍𝖺𝗍𝖺𝗉 𝖺𝗉𝖾𝗅? 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗎𝗅𝖺𝗉 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗂𝗁𝗂𝗋 𝖺𝗉𝖺?
Memyr 67
𝖻𝖺𝗌? 𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂𝗆𝖺𝗇𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝖻𝗋𝖺𝗆𝖺𝗇𝗍𝗒𝗈 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖽𝗂𝗉𝖺𝗇𝗀𝗀𝗂𝗅 𝖻𝖺𝗌?
Memyr 67
𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗏𝗂𝗓𝗄𝖺𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗇𝗍 𝗅𝖺𝗀𝗂. 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗅𝗂 𝗅𝖺𝗀𝗂 𝗍𝗒𝗉𝗈 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗇𝖺𝗆𝖺𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒
Memyr 67
𝖺𝗄𝗎 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝖻𝖺𝗂𝗄 𝗂𝗇𝗂. 𝗆𝖾𝗆𝖻𝖾𝗋𝗂 𝗅𝗂𝗄𝖾 𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗂𝗇𝗂. 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗍𝖺𝗎 𝗇𝖺𝗇𝗍𝗂 𝗇𝖺𝗇𝗍𝗂
Memyr 67
𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗍? 𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗏𝗂𝗓𝗄𝖺𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗇𝗍? 𝖻𝖺𝗋𝗎 𝗆𝗎𝗅𝖺𝗂 𝖽𝖺𝗁 𝗍𝗒𝗉𝗈
Alia Chans: pliss, kecepatan ngetik kk /Smile/
total 1 replies
Memyr 67
𝖻𝗂𝗇𝗀𝗎𝗇𝗀 𝖺𝗄𝗎. 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽 𝗂𝗍𝗎 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗀𝗂𝗈𝗏𝖺𝗇𝗂? 𝗄𝖾𝗇𝖺𝗉𝖺 𝗉𝖾𝗋𝗎𝗌𝖺𝗁𝖺𝖺𝗇 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽 𝖽𝗂𝖻𝖾𝗋𝗂𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖾 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺?
Alia Chans: Kan mereka pasutri kk🤭😉
total 1 replies
nia_minyoongi
sukses selalu yaa.... makasih sudah mampir di novelku 😊
nia_minyoongi
suka yang alurnya mafia gini, 😍😍
nia_minyoongi
hi... aku mampir...
😍😍
nia_minyoongi
hi... aku mampir...
😍😍
Alia Chans: thank you😉
total 1 replies
Liflow White
bukannya prabu sudah mati kok hidup lagi, aku gak faham.
Alia Chans: blum mati kk🤭

mereka di bab sebelumnya kabur😉
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
ada ya racun itu beneran gt
Alia Chans: ada mungkin🤭
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
bikin cinta lalu hempaskan gt
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
bener tuh di catok biar lurus mulutnya eh sekalian otaknya di catok
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
NNT jadi pekara kalau gio ketemu El ya kan
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!