*NOVEL TAMAT!!!
jangan lupa Follow IG cerita ini:
Caiyo_03.horelalalay
Mey gadis 17 tahun memiliki wajah baby face. Dia tidak memiliki body gitar spanyol atau pun bermata biru, dia hanya gadis polos,lugu namun memiliki daya tarik sendiri.
sampai ia di pertemukan oleh tuhan dengan Breyen wijaya seorang miliader berusia 25 tahun, Ceo muda sekaligus tuan sempurna dengan harta melimpah ruah.
"aku mencintaimu," bisik Bryen ketelinga Mey
"om adalah ketidak mungkinan yang selalu Mey harapkan"jawab Mey lirih
hanya untuk bersenang-senang maaf apa bila ada kesalahan baik di sengaja mau tidak di sengaja terimakasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iza cans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13
**JANGAN LUPA LIKE,KOMEN,AND VOTE
FOLLOW JUGA IG AUTHOR
riyaferizap
HAPPY READING ALL**Dua pemuda tampan sedang berbicara mengenai rencana mereka menyewa pacar pura pura untuk dikenalkan kepada Rani mama Breyen.
"setidak lakukah itu seorang Tuan muda wijaya sehingga harus memakai jasa seorang pacar pura pura" ledek david
"mending diam" kesal Breyen karana david selalu saja meledeknya
"aw atut aa breyen malah" ucap David yang semakian membuat breyen kesal
"bacot"
*Sedangkan di tempat lain
"Mey, jadi cewe itu jangan repot."
"zaman sekarang hidup semua serba praktis. Makan tinggal pesan, pakaian tinggal di laundry. Malah sekarang laundry pun antar jemput,untung berak gak di cuci" terang Vois pada Mey pagi itu
"iya kalo ada duit kalo gak ada gimana" sekatmat vois hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"ya kalo duet mah udah jadi ehem ehem" jawab vois lagi
"terserah kamu aja, aku mau ketoilet bentar"
"mau gue temenin gak?" tanya vois yang diberi gelengan oleh Mey
saat Mey akan menuju Wc Mey langsung disudutkan oleh orang yang sama ke gudang sekolah
Tangan Mey mulai melemah, tubuhnya lemas tak bertenaga, karana pukulan dan beberapa tamparan bertubi tubi yang diberikan olah Jingga dan kedua antek anteknya.
Pandangan Mey mulai buram kepalanya pusing hingga iya tak sadarkan diri. barulah ketiga gadis gila itu tersenyum sambil berjalan meninggalkan Mey dengan tubuh yang lunglai.
Mey membuka matanya. Dia melihat suasana serba putih dan tercium wangi obat-obatan. Mey melihat sekeliling ruangan. Dia berada di rumah sakit tubuhnya lemas tangannya di infus. Seseorang masuk ke dalam ruangan dengan senyum manisnya.
"Kamu sadar? Maaf aku belum mengabarkan orang tuamu. Aku tidak tahu nomer telepon mereka meskipun aku tau mereka tetap tidak akan peduli,"ucap
William menjelasakannya.
Mey hanya diam membisu, ia hanya memandang keluar jendela. Perasaannya muak melihat keadaannya yang begitu miris.
"Willi Ini rumah sakit pelita kan?" tanya Mey dengan suara serak
"iya, kamu tunggu disini aku panggil dokter bentar buat priksa kamu" ucap William lalu meninggalkan Mey
selang beberapa menit william kembali dengan seorang dokter muda dengan setelan jas putih kebanggannya, Mey cukup tenang karana dokter dihadapannya ini adalah dokter yang selalu menangani Mey.
"kamu keluar sebentar saya mau periksa pasien" ucap dokter Ria yang di angguki oleh william
"dok__''
"kamu tenang aja william gak tau soal penyakit kamu, beruntung hari ini saya tidak jadi pergi ke singapura" ucap dokter Ria yang membuat Mey tersenyum
"kamu istirahat jangan terlalu kecapeaan animia disertai penyakit jantung kamu bisa kambuh kemungkinan akan berakibat fatal" pringat dokter Ria sambil memerikaa kondisi Mey
"iya bu dokter"
dokter Ria hanya tersenyum simpul membalas ucapan Mey tadi, lalu pergi untuk memeriksa pasien lain.
selang beberapa menit dokter ria keluar William masuk dengan tatapan yang sangat tidak bersahabat
"siapa?" tanya william singkat padat dan sulit untuk di mengerti
Mey cukup paham dengan perubahan sikap william 180° dari dia yang menyenangkan menjadi sedingin ini
"Kak jingga" jawab Mey lirih tanpa memandang william
mendengar hal itu membuat emosi william seketika memuncak. hampir 3 tahun ini dia mendengar segala gunjingan dan hinaan bahkan mey sempat Menjadi korban bullying
"kenapa gak lawan."
"MEY JAWAB KENAPA GAK NGELAWAN ,!" tanpa sadar william sudah membentam Mey hingga gadis itu mengeluarkan benih benih keristal dari mata sipitnya
mey tersentak akan bentakan william kepadanya, apalagi melihat tatapan william yang kini begitu menakutkan dimata Mey.
"MEY GUE GAK HABIS PIKIR SAMA LO, UDAH DI BULLY UDAH DI JADIIN BAHAN GOSIP MASIH AJA NGALAH" bentak william yang kali ini semakin membuat Mey manangis
"karana dia kakak prempuanku, karana kita lahir di rahim yang sama, karana dia masih ada hubungan darah sama aku" lirih Mey
jeblek
William langsung Memeluk Mey yang kini berlinang air mata kala tersadar bahwa dia sudah membentak dan menggores hati gadis dengan hati kapas ini.
"maapin aku, aku refleks maaf udah buat kamu nangis" bisik william yang masih memeluk Mey
"maapin aku juga ya gak bisa ngalawan mereka" jawab Mey sambil mempererat pelukannya dengan william
BERSAMBUNG
top dokter intan 👍🏼👍🏼👍🏼 susah utk legowo 😉💪😁
sekali baca langsung nyesek di dada kaya ketimpa batu besar😭😭😭