NovelToon NovelToon
Perjalanan Cinta Abizar

Perjalanan Cinta Abizar

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua / Paksaan Terbalik / Tamat
Popularitas:958.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: nuriya_hwa

PERJODOHAN? Sempat terpikirkan olehnya namun tidak pernah membayangkan jika wanita itu sangat jauh dari wanita yang di idamkan nya

"Abah kan tau kalau Abizar mau punya istri yang sholeha sebagai madrasah utama untuk putra putri Abi nanti"

"Abizar!.. kamu jangan menilai semuanya dari penampilan nak"

Abizar yang mendengar penuturan abahnya pun terdiam, dia tidak tahu bagaimana cara menolak perjodohan dengan wanita yang bukan tipe nya sama sekali

~ Sejatinya semua manusia ingin mencari pasangan yang sempurna untuk berjalan tertatih menuju ridho dan surga nya, namun kembali lagi bahwa tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini, jika kamu hanya mencari kesempurnaan maka tidak akan ketemu.. namun jika ingin melengkapi kesempurnaan maka ridho Allah dan surga lah balasan mu.

Muhammad Abizar Al Hafidz

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nuriya_hwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Kecupan dahi

SAH..."

Entah darimana, Abizar yang mendengat kata sah itu seketika meneteskan air mata, ia tidak menyangka bahwa status nya kini sudah menjadi suami seseorang, dimana tanggung jawab nya juga akan semakin besar

Dengan segera Abizar mengusap pipi nya sendiri, ia tidak mau di katai cengeng nanti

"Baarakallahu likulii wahidimmingkumaa fii shaahibihi wa jama'a bainakumma fii khayrin" ucap penghulu

( mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik dalam suka maupun duka dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan )

Sedangkan badan Fifin gemetar mendengar kata sah di ruang tamu itu menggema sampai terdengar di kamar nya, hati nya pun juga ikut bergetar sampai bingung ia harus apa sekarang

"Ya Allah... hamba sudah menjadi istri seseorang, buatlah hamba berbakti padanya ya Allah" Ucap Fifin lirih sambil menunduk ke bawah

"Selamat ya sayangku" Ucap Lia yang sedari tadi menemani Fifin di kamar, ia ikut terharu dengan akad nikah sahabat nya kali ini

Fifin mengangguk sambil menatap Lia, ia juga berterimakasih karena Lia lah yang menghilangkan kegugupan nya tadi

Tok tok tok!

Bu Risma dan umi Rida masuk dengan senyum merekah saat melihat Fifin, mereka kemudian mengapit Fifin di masing masing sisi untuk berjalan ke depan

Detik kemudian semua mata yang hadir tertuju pada kecantikan Fifin, walau gaun yang ia pakai tidak mewah tapi tetap elegan bahkan sangat anggun saat Fifin memakai nya

"Ma Syaa Allah, istri nya gus Abi cantik sekali ning" Ucap Silvi pada Aina yang mengangguk sambil tersenyum untuk membenarkan ucapan Silvi barusan

Fifi kemudian di tuntun untuk duduk menghadap Abizar, orang yang sudah menjadi suaminya itu juga menatap mata Fifin, dimana hanya ada kepolosan disana

Umi Rida dan bu Risma memasang cincin di jari mereka sebagai tanda pengikat bahwa mereka sudah menikah

"Permisi" Fifin menunduk saat tangan Abizar bergerak menyentuh ubun ubun nya, sedangkan yang satu lagi digunakan untuk mengadahkan do'a

"Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa 'alaih. Wa a'udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha 'alaih"

( Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya )

Setelah itu Abizar memberikan tangan nya pada wanita yang sudah menjadi istri nya tersebut, Fifin yang juga mengadahkan tangan agak maju mundur sebelum memegang tangan Abizar

Akhirnya dengan sangat gugup ia cium tangan itu sampai mengenai bibir dan hidung nya

"Tolong bimbing saya agar menjadi lebih baik dan tegur saya apabila sudah berbuat kesalahan" Ucap Fifin lirih dan hanya terdengar oleh suaminya saja

"Akan saya usahakan" Ucap Abizar yang mendekatkan wajah nya pada wajah sang istri, bagi Abi ia memang cantik sekali, lantas perlahan Abi memejamkan mata dan mengarahkan bibir nya pada dahi sang istri

Tes

Air mata Fifin meluncur begitu saja dan sudah tidak bisa ia tahan begitu bibir sang suami sudah berlabuh di dahi nya, ia ikut memejamkan mata... air mata nya keluar bukan karena sedih, melainkan ada rasa haru sendiri yang menyeruak di dalam hati nya

Begitupun orang tua mereka yang ikut terharu, ada beberpa tangis kebahagiaan disini

"Maaf" Ucap Abizar menyudahi kecupan nya lalu melihat ada air mata yang meluncur di pipi istri nya itu, dalam hati ia bertanya tanya apakah Fifin belum bisa menerima pernikahan mereka hingga menangis seperti itu

"Tidak apa a-" Ucap Fifin terhenti karena kaget saat Abizar mengusap air matanya

Sontak Fifin menatap wajah Abizar juga, masih tidak menyangka bahwa gus Abi, orang yang di depannya kini menjadi suami nya

"Ehem.."Ucap pak Yahya berdehem yang membuat Fifin sadar dan mengalihkan pandangan nya, sedangkan para keluarga juga tertawa melihat pengantin ini romantis tanpa disadari

Pak penghulu hanya menggelengkan kepala, ia lalu meminta kedua mempelai ini untuk menandatangani surat pernikahan dan mendapat buku kecil berwarna merah dan hijau

Setelah selesai dengan urusan surat, pak penghulu juga memulai do'a sebagai penutup dan mendo'akan pengantin juga agar menjadi keluarga yang samawa

Fifin dan Abizar hanya mengaminkan dan meresapi do'a kali ini dengan baik

Penghulu kemudian berpamitan karena hari juga sudah semakin sore, sekali lagi ia mengucapkan selamat pada pengantin baru kali ini

"Ayo gus kita foto ya" Ucap Eko siap siaga memegang kamera dan sedari tadi yang merekam serta memotret acara akad nikah ini juga dia

Mereka berfoto seadanya saja karena ini pun hanya akad nikah, mulai dari pose duduk bersandingan serta tersenyum di depan kamera, menunjukkan cincin di tangan masing masing juga buku pernikahan

Kemudian berfoto dengan keluarga masing masing lalu berfoto semuanya, tidak lupa Lia yang meminta tolong pada Eko untuk memotret nya dengan Fifin

"Satu... dua... tiga" Ucap Eko memberikan jempol nya karena hasil foto tadi bagus

Lia kemudian memeluk Fifin dengan erat

"Semawa ya bestie ku" Ucap Lia sambil menangis, senang sih sahabat nya menikah tapi seperti ada rasa kehilangan juga

Fifin tersenyum dan membalas pelukan itu dengan erat juga, mungkin karena mereka sudah lama menjadi sahabat, jadi tali persaudaraan mereka pun juga lebih erat

"Iya.. terimakasih ya, aku do'a in kamu juga cepat nyusul" Ucap Fifin yang di angguki oleh Lia

"Eh itu yang namanya mas Wawan ganteng juga ya, mas Abdul, sama Bima juga ganteng sih... bilangin ke suami kamu, kali aja mereka mau sama aku" Bisik Lia pada telinga Fifin

Plak! Fifin memukul pelan lengan sahabat nya "Kamu ini... iya nanti ku sampai in kalau aku udah berani" Ucap Fifin tergelak

"Aku juga dong mau foto mas" Ucap Bima dengan tangan nya merangkul pundak Abizar

Mas Eko juga memotret mereka, dua sahabat yang entah kenal nya dari kapan Eko juga tidak tahu

"Gus, ayo saya foto diluar" Ucap Eko menawarkan karena halaman diluar sangat luas

Ya Silvi juga sempat kaget ternyata gus Abi tidak menikah dengan anak kyai lain nya, rumah Fifin juga satu atap minimalis dengan halaman yang luas di depan, tapi tidak apa...Silvi berpikir mungkin ada sesuatu yang spesial dari mbak Fifin, seperti sifat atau apapun yang membuat gus Abi memilihnya

Pengantin ini kemudian menuju halaman depan, dimana mereka berdua berdiri sejajar untuk pemotretan ala Eko

Eko juga menggelengkan kepala dan menahan tawa kala melihat bagaimana kaku nya gus Abi, bahkan setelah sah ia belum berani memegang tangan Fifin

Sedangkan Abi yang di potret hanya diam, bukan tanpa alasan melainkan teringat air mata Fifin tadi membuatnya berpikir, apa Fifin belum bisa menerima dia dan pernikahan ini? apa juga yang harus Abi lakukan agar mereka bisa menerima satu sama lain?

Bima yang juga ikut ke halaman sampai heran dengan Abizar, kaku banget kalau sama cewek

"Abizar... dipegang dong tangan nya mbak Fifin"

Fifin yang mendengar ucapan Bima lantas menoleh heran pada suami nya, tadi saja berani mengecup kening nya, masa iya memegang tangan nya sekarang tidak berani?

"Pegang saja tidak apa apa" Ucap Fifin memberikan tangan nya

Lantas Abizar juga menggapai tangan itu walau sempat ragu

"Nahh begini kan bagus gus" Ucap Eko tersenyum ke arah Bima, karena foto ini tercipta atas kerja sama dengan Bima

Karena hari sudah semakin petang, mereka akhirnya masuk kembali ke dalam rumah, berbincang dengan seluruh keluarga sambil menunggu waktu maghrib datang.

1
Mami Pihri An Nur
Biar lah kak,, aku suka ko crtanya, smngt 💪 💪
Riki DuaTujuh
luar biasa karyanya, alur ceritanya bagus diselipkan ilmu ilmu yang bermanfaat, semoga berkah dan menjadi amal jariyah
Riki DuaTujuh
2025 numpang lewat ya
Yanti Octavia
Ya Allah Thor kisahnya terasa sangat nyata dan bikin meleleh membacanya
Yanti Octavia
Tetep semangat thor di karyamu sungguh luar biasa ⭐⭐⭐🥰🥰
Yanti Octavia
Biasa
Aisyah Aisyah
Kecewa
Aisyah Aisyah
Buruk
Sue Salmi
double*
Supry Atun
kacian yang jomblo untung aye sudah nikah hehehhe.tinggal praktekkan 🤭🙏🏻😜🤣😛
Supry Atun
Luar biasa
Supry Atun
bingung thor mau komen apa hhehehehe
Supry Atun
jangan 2 masalah pakai celana seragam rumah sakit di permasalahkan hehehe sama orang2 pondok 🤭
Supry Atun
temennya fifin thor klo ga salah lia ya namanya 🤭🤪
Marilyn Claira
Kisah cinta Gus Abi sama Fifin keren pokok nya, sama sama mau belajar dengan kekurangan masing masing
Rahma Inayah
jd mau mu wanita yg spt apa abi ..bidan jg pekerjaan mulia .
Rahma Inayah
bgus ceritanya
Maurid Tambunan
udah hamil
Maurid Tambunan
semoga silvi bukan pelskor
Maurid Tambunan
jgn remehkan profesi seseorang abizar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!