Raras menjual diri diacara pelelangan dimana yang hadir adalah kalangan atas demi melunasi hutang keluarga. Hidupnya setelah bersama dengan Ivan tidak sama seperti yang dipikirkan
Jadwal Update = Tiap hari
ig = _lilisabeth
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elizabeth 79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12
"Terima kasih bi, ini emang sudah seharusnya menjadi tugas saya! melayani juga melakukan apa yang tuan muda perintahkan" Kata Raras dengan sok akrab.
"Haha, ternyata nona rajin juga ya."
"Perlukah aku buatkan makanan?" Terlihat dari wajah Raras yang pucat membuat bibi merasa tidak enak hati membiarkannya mati kelaparan.
"Tidak perlu bi. Saya malah lebih suka makanan yang saya masak sendiri. Selain ibu saya, tidak pernah ada orang yang memasak makanan untuk saya"
"Oh begitu ya. Saya mohon pamit dulu ya. Jika ada kepala pelayan melihat saya santai seperti ini sudah pasti dipecat" Dia tersenyum ketika membisikkan kata itu ditelinga Raras.
"Hehe baiklah bi" Ternyata bibi itu lucu juga! beruntung ada orang yang seperti itu dirumah ini. Jika tidak aku pasti tidak akan bertahan dengan baik.
Dia mulai menggesekkan sebuah spatula ringan itu kepenggoreng
Beberapa menit kemudian,Raras menghidangkan sebuah makanan spesial beserta minumnya.
Dia duduk sendiri dimeja makan setelah itu menyantap makanan yang sangat menggoda.
---
Ditengah kesibukannya, Daniel disuruh tuannya untuk datang kerumahnya dengan cepat. Terpaksa tidur siangnya hari ini terganggu dalam kesibukan.
Ngapain lagi nihh... lagi asyik asyiknya tidur siang Batin Daniel
Saat dia melangkahkan kaki,terlintas wajah Raras yang sedang makan didapur.
Daniel ketika melihat Raras mengunyah makanan, tersenyum pulas seperti dirinya Ingin mengganggu dan menghampiri Raras.
Daniel datang kemudian menepak meja dengan sangat kuat sehingga membuat Raras sangat terkejut ketika menggigit ayam.
Mata Raras tertuju pada Daniel dengan ekspresi marah.
"Wajahmu sangat jelek ya saat makan" ledek Daniel
Namun Raras tidak memperdulikan Daniel setelah itu melanjutkan memakan.
Pria yang berada didepannya sangat kesal melihat tingkah Raras.
"Untung saja aku yang lihat kau makan,coba saja jika tuan muda yang lihat dia langsung membunuhmu lho"
Yang kedua kalinya Raras tidak memperdulikan perkataan dari Daniel.
"Beneran mau jadi kekasihnya tuan muda, apa kau tidak tahu dia punya banyak wanita diluar sana"
"Aku tidak perduli akan hal itu,asal mendapatkan uang darinya itu sudah lebih dari cukup"kembali Raras melahap makanan
"Karena kau sendiri belum menyaksikannya makanya berlagak songong. setiap wanita yang berhubungan dengannya akan hamil. jika wanita itu hamil tuan muda memaksanya untuk menggugurkan bayinya lho"
Dia mulai memandang Daniel. Padahal dia berpikir dari awal, jika tuan muda melakukan hal itu kepadanya dan ketika dia hamil anaknya akan dibawa pergi jauh. Ternyata tuan muda tidak menyukai orang yang hamil anaknya.
"Tentu saja,makanya jangan sesekali kau mencintainya.wanita sepertimu tidak pantas"
Lagian siapa juga yang mau mendekati Ivan. siapa suruh dia membeliku dan mempunyai banyak uang.yang aku butuhkan sekarang hanya uang tuan mudamu bukan hatinya.
"Aku mengerti"Setelah selesai makan, Raras menaruh sisa makanan dan piringnya ke wastafel cuci piring.
Heh,tentu saja tuan muda Ivan tidak seperti itu. dia tidak pernah memaksa wanita, hanya mereka sendiri yang datang untuk menggodanya. menakut-nakuti gadis polos seperti Raras emang mengasikkan.
Daniel baru saja ingat bahwa dirinya dipanggil oleh tuan muda Ivan untuk berbicara.
Dia mengingat akan hal itu dan bergegas pergi dari dapur kelantai atas tanpa berpamitan.
Hari ini adalah hari yang berat bagi Daniel, padahal siang ini dia cuti kerja tapi keasyikannya selalu terhalang dengan adanya tugas yang tuan muda berikan kepadanya.