Steven adalah seorang pria Psychopath di mana masa lalunya yang kelam terlebih ada keturunan psychopath dari ke dua orang tuanya membuat perasaan Steven mati.
Hingga dirinya dipertemukan oleh seorang gadis yang bernama Leona Alexander putri dari pasangan Jessica Alexander dan Lemos Alexander yang juga ternyata keturunan psychopath.
Akankah mereka bersatu dalam ikatan pernikahan mengingat Steven sudah merusak Leona akibat dirinya salah menuduh Leona.
Ikuti novelku yang ke 32
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Serba Hitam
Tiba-tiba ponsel milik Steven berdering dan tanpa melihat Steven menggeser tombol berwarna hijau kemudian menempelkan ponselnya ke telinganya.
("Leona sayang, kenapa ponsel kakak kamu matikan?" tanya Steven dengan nada kesal namun matanya kembali ke awal tidak merah lagi).
("Oh kekasih Tuan Steven sekarang bukan Debora lagi, kalau begitu targetku adalah Leona kekasihmu baru dirimu," ucap pria di seberang).
("Siapa kamu?" tanya Steven sambil menahan amarahnya).
("Kamu tidak perlu tahu Tuan Steven tapi yang pasti tunggu saja kematian kekasihmu," ucap pria tersebut).
Tut Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh pria tersebut.
"Hallo ... Hallo ... Si*l ... Siapa pria itu?" tanya Steven dengan mata kembali memerah.
Tiba-tiba ponsel milik Steven berdering kembali namun bukan panggilan biasa namun panggilan video call membuat Steven menatap ke arah ponselnya.
"Apakah pria itu lagi?" tanya Steven pada dirinya sendiri.
Karena penasaran Steven mengangkat menekan tombol berwarna hijau kemudian menatap layar ponselnya.
("Hallo kak Steven," panggil Leona sambil tersenyum manis).
("Kak Steven, kenapa mata kakak berwarna merah?" tanya Leona tanpa jeda).
Steven memejamkan matanya untuk menenangkan dirinya setelah beberapa saat barulah Steven membuka matanya dan matanya kembali seperti semula berwarna biru.
("Mungkin salah lihat," jawab Steven).
("Mungkin, Kak Steven kenapa tidak pakai baju?" tanya Leona ketika melihat tubuh polos Steven).
Leona memalingkan wajahnya ke arah samping dengan wajah memerah membuat Steven tersenyum melihat betapa imutnya Leona.
("Kalau mau tidur, Kakak hanya memakai boxer," jawab Steven).
("Pakai baju dulu Kak," pinta Leona).
("Baik sebentar," jawab Steven).
Baru kali ini Steven mengikuti permintaan seorang gadis dan gadis itu bernama Leona karena selama ini dirinya tidak pernah mengikuti atau menuruti permintaan seorang gadis atau wanita termasuk Debora.
Walau Debora dulu kekasihnya, Steven jarang ada waktu dan jarang memperdulikan Debora dikarenakan Steven kadang jenuh melihat keluarga dari Debora yang selalu membenci Debora.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Cerita tentang Debora dengan Steven dapat di baca di Novelku dengan judul : Terpaksa Menikah Dengan Pria Amnesia.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Setelah selesai memakai pakaian Steven menatap kembali ponselnya sambil tersenyum menatap Leona.
("Tadi kenapa pas kita telepon sambung telepon terputus?" tanya Steven).
("Maaf Kak, tadi pas Kakak bilang di telepon : Baik Kakak akan makan tapi Kakak ingin melihat wajahmu terus aku sengaja memutuskan sambungan komunikasi untuk panggilan video call bersamaan pintu kamarku di ketuk sama kak Julia, kakak sepupuku,'' jawab Leona).
("Terus kenapa tadi kakak hubungi balik ponselmu tidak aktif?" tanya Steven).
("Karena pas aku membuka pintu Kak Julia memintaku untuk makan bersama. Akhirnya ponselku aku matikan dan sekalian di cass karena tinggal lima belas persen," jawab Leona).
("Pantas saja, terus kamu makan bersama keluargamu dan baru sekarang menghubungi Kakak," tebak Steven).
("Tepat sekali tebakan Kakak, Kak Steven memang pintar," puji Leona sambil masih tersenyum dan menatap kamar Steven).
("Itu kamar Kakak?" tanya Leona).
("Benar, mau melihat kamar Kakak?" tanya Steven).
("Boleh," jawab Leona singkat).
Steven memperlihatkan kamarnya yang berwarna serba hitam membuat jantung Leona berdetak kencang bukan karena jatuh cinta melainkan dirinya baru menyadari kalau Steven seorang psycophath.
Leona bisa mengatakan hal itu karena Leona sempat melihat sepasang mata Steven berubah merah, awalnya Leona mengira mungkin dirinya salah melihat namun ketika melihat kamar Steven berwarna serba hitam membuat Leona merasa yakin kalau Steven seorang psycophath.
Leona bisa tahu karena Leona mendengar cerita dari Mommynya yang bernama Soraya kalau Daddynya yang bernama Lemos seorang psycophath namun berkat perhatian dan kasih sayang serta kesabaran Soraya membuat Lemos sadar dan mau berubah untuk tidak menjadi psycophath.
("Leona kenapa wajahmu mendadak berubah?" tanya Steven setelah selesai memperlihatkan kamarnya yang serba hitam).
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :