NovelToon NovelToon
Gejolak Asmara Setelah Perceraian

Gejolak Asmara Setelah Perceraian

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Selingkuh / Cerai / Janda / Tamat
Popularitas:119.8k
Nilai: 5
Nama Author: alya aziz

Saling mengenal, nyaman, jatuh cinta hingga akhirnya memutuskan untuk menikah, semua itu adalah proses yang di lalui dua insan yang di pertemukan oleh semesta untuk saling melengkapi satu sama lain.


Kehidupan rumah tangga yang penuh suka duka terlewati dengan canda tawa, nyatanya tidak menjadi jaminan bahwa pondasi yang terbangun akan terus kokoh. Milda Anggraini, harus menelan pil pahit karena mendapati sang suami mempunyai wanita idaman lain.
Sakit dan sudah tidak sanggup untuk menjalani pernikahan yang telah hancur Milda meminta untuk diceraikan, tetapi di saat yang bersamaan ia dinyatakan hamil. Terjebak dalam situasi yang rumit akhirnya Milda tetap bertahan meski sulit.

Sampai pada suatu hari seorang pria bernama Dewa kembali datang di kehidupannya dan membantu ia untuk melewati masa-masa sulit. Bagaimana kisah mereka selanjutnya akankah Milda tetap bertahan menjadi istri Devan atau meminta cerai dan menerima Dewa menjadi pria pengganti Devan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alya aziz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.13

Bab.13

Malam semakin larut ketika Rania baru saja sampai di unit apartemennya. Lampu ruang tamu dan juga ruang tengah sudah mati. Langkah menuju kamar sang sahabat dan langsung membukanya.

"Aku pikir kamu sudah tidur." Dia melangkah masuk ketika melihat Hilda masih duduk di atas ranjang sambil memainkan ponselnya. "Kak Dewa tadi lama di sini?"

Milda menoleh dengan malas. "Lumayan lama, tadi asam lambungnya kumat. Jadi dia beristirahat sebentar di sofa terus aku masak sayur sup setelah selesai makan dia langsung pulang."

Rania melangkah mendekat langsung duduk di samping Milda. "Ternyata tidak salah aku banyak jadwal hari ini. Kamu dan Kak Dewa jadi bisa berduaan di sini."

Sudah Milda duga, Rania akan bicara seperti itu. "Hus, kamu bicara apasih. Lebih baik sekarang kamu bersih-bersih lalu tidur. Biar nanti pagi aku tidak susah membangunkanmu."

"Baiklah. Hari ini aku memang sangat lelah, kalau begitu aku kamar dulu. Selamat malam." Rania melambaikan tangan lalu berlalu pergi meninggalkan kamar tersebut.

***

Keesokan paginya, Milda sudah selesai membuat sarapan seperti biasa. Setelah selesai bersiap-siap dia pergi ke kamar Rania, artinya hari ini dia tidak perlu susah payah membangunkan sahabatnya itu.

"Baru saja aku mau membangunkan kamu, tapi ternyata Kamu sudah bangun dan sudah siap untuk ke rumah sakit. Ada jadwal penting ya?" Milda menyandarkan tubuhnya di ambang pintu kamar Rania.

Setelah selesai bersiap-siap, Rania meraih tas kerjanya lalu melangkah mendekati Milda. "Sama seperti kemarin hari ini pun aku akan sangat sibuk. Ayo kita sarapan, setelah itu aku akan mengantarkan kamu ke kantor."

Milda dan Rania melangkah beriringan menuju ruang makan apartemen. Semakin hari kedua sahabat itu terlihat kompak, seolah kembali kemasa putih abu-abu.

***

Setelah selesai sarapan bersama Hilda dan Rania keluar dari gedung apartemen menuju basement. Namun langkah kedua wanita itu terhenti ketika melihat seorang pria menghadang langkah mereka.

Raut wajah Rania terlihat kesal. Bagaimana tidak pria yang menghadang langkah mereka adalah Devan. Dia sempat berpikir setelah sidang perceraian itu sahabatnya tidak akan lagi diganggu oleh mantan suami tetapi ternyata dia salah.

Rania membawa Milda untuk berdiri di belakang tubuhnya. "Untuk Apa lagi kamu datang ke sini? Sekarang kamu tidak punya hak untuk menemui Milda lagi."

Devan memutar bola matanya malas. "Maaf jika aku mengganggu. Tapi aku harus bicara berdua dengan Milda sebentar." Dia beralih melihat Milda yang berdiri di belakang Rania. "Mil, apa kita bisa bicara sebentar?"

"Boleh dan tidak akan pernah,"sahut Rania dengan kesal. Sorot matanya begitu saja seolah mengisyaratkan kebencian yang teramat dalam. Dia adalah salah satu orang yang melihat langsung bagaimana menderitanya Milda atas penghianatan Devan.

Helaan napas panjang terdengar lirih dari mulut Milda. Dia melangkah ke depan sambil menepuk pundak Rania. "Sudah, Ran. Kamu tunggu aku di mobil aku akan bicara dengan dia sebentar."

Rania tak percaya kenapa sahabatnya itu masih saja memberi kesempatan untuk bicara dengan orang seperti Devan. "Ya sudah aku tunggu kamu di mobil, jangan lama-lama bicara dengan orang toxic ini."

Setelah kepergian Rania, Devan mendekati mantan istrinya. Penampilan Milda pun tidak luput dari penglihatannya. "Sepertinya sekarang kamu sudah mulai bekerja ya, di mana?"

"Aku rasa semua itu tidak penting untuk kamu ketahui. Sekarang langsung ke intinya saja, Apa yang ingin kamu bicarakan denganku?" Sikap mudah terlihat begitu cuek, dia beberapa kali melihat jam di tangannya karena memang pagi ini dia ada rapat penting bersama Dewa.

Sejenak Devan kembali tertegun, baru kali ini dia melihat sikap Milda yang begitu acuh kepadanya. Istri yang dia kenal dulu adalah orang yang lembut perhatian. "Aku hanya ingin meminta nomor telepon kamu yang baru. Jangan salah paham dulu, ibu yang meminta agar aku menanyakan ini."

Tadinya Milda sudah hendak menjawab tidak tetapi ketika mendengar kata ibu akhirnya dia kembali diam. "Baiklah, kamu tenang saja nanti aku akan menghubungi Ibu, nomor ponselnya masih aku simpan. Aku harus sekarang kita tidak usah saling bertemu lagi. Kamu tahu menyembuhkan luka setelah penghianatan yang kamu berikan bukanlah hal yang mudah, dengan kamu muncul seperti ini malah semakin merusak kehidupanku, permisi."

Milda melanggar pergi meninggalkan Devan yang masih terdiam di posisinya. Sepertinya Devan mulai merasa kehilangan tetapi tidak bisa untuk mengungkapkan.

Tentu saja sulit, Milda adalah satu-satunya orang yang berjuang bersamanya membangun perusahaan. Namun karena keserakahan, Devan telah kehilangan wanita hebat yang mungkin tidak akan dia temukan dalam diri Soraya.

***

Sesampainya di depan halaman kantor, Milda buru-buru turun dari dalam mobil karena sudah telat untuk rapat pagi ini. "Kalau begitu Aku masuk dulu. Sampai jumpa di rumah nanti sore."

Rania melambaikan tangannya sambil memandangi kepergian sang sahabat. "Dia bersemangat sekali. Semoga saja pekerjaannya berjalan dengan lancar."

Saking terburu-burunya Milda hampir terjatuh ketika memasuki wilayah lobi kantor. Ketika hendak naik ke lantai dua, dia semakin panik karena begitu banyak orang yang mengantri di depan lift.

"Sepertinya tidak sempat menunggu lift,lebih baik aku naik tangga darurat saja." Tanpa menunda waktu meledak pun segera berlari ke arah pintu tangga darurat. Sebelum hidupku bahagia menaiki tangga ia terlebih dahulu melepas sepatu high heels nya.

Saat menaiki tangga dengan langkah terburu-buru bayangan tentang kemarahan Dewa kepadanya mulai muncul dalam pikiran. Kembali mengingat ucapan Rania tentang sikap disiplin sang kakak.

Tidak butuh waktu lama untuk Milda sampai ke lantai dua gedung perkantoran tersebut. Bisa memasuki ruangan CEO dia mencoba untuk mengatur nafas dan merapikan penampilannya yang berantakan karena terburu-buru.

Tak lupa Dia memakai kembali sepatu high heels nya dan langsung memasuki ruangan Dewa. "Selamat pagi, Pak Dewa. Maaf saya terlambat, di pagi saya ada sedikit urusan mendesak kemudian di jalan sangat macet."

Dewa mengerutkan keningnya ketika melihat sang sekretaris datang dengan wajah panik dan nafas tersengal seperti orang yang baru saja mengikuti lomba lari. Dia berdiri dari posisi duduknya lalu melangkah menghampiri Milda.

"Satu jam yang lalu aku mencoba untuk menghubungimu, rapat pagi ini ditunda nanti siang."

"A-apa?" Mila mengambil ponselnya dari dalam tas kemudian langsung di cek. Pantas saja dia tidak dengar karena ponselnya mati. "Aduh maaf, Pak. Lupa mengaktifkan ponsel saya pagi tadi."

"Lain kali kamu harus tetap mengaktifkan ponsel ketika jam kerja. Untung saja rapat ini ditunda bagaimana kalau rapatnya sampai maju?" Dewa menggelengkan kepalanya karena kecerobohan Milda.

Dengan kepala tertunduk Milda hanya bisa menyesali semua kesalahannya pagi ini. "Lain kali tidak akan saya ulangi, Pak. Kalau begitu saya permisi keluar."

Perlahan dia memutar langkah dan beranjak menuju pintu keluar.

"Tunggu."

Bersambung 💕

1
Deswita
🙏🙏🙏
Shifa Burhan
perbedaan pelakor dan pebinor

*pelakor, dia akan menunjukkan sifat aslinya dengan rayuan menjijikan dan mengunakan tubuhnya untuk menjerat mangsa dan merusak rumah tangga orang

*pebinor ini yang bahaya, lelaki licik, dia tidak akan menunjukkan sifat asli tapi dengan liciknya dia akan datang sebagai pahlawan menjijikan dia akan menunjukkan sifat palsu sok baik, sifat buruknya dia sembunyikan, dia dengan licik mendekati istri yang sedang ada masalah rumah tangga dan sok beri saran tapi sebenarnya dia dengan licik menghasut supaya istri bercerai, sesudah bercerai baru dia melancarkan aksinya,

faktanya pebinor lebih licik dari pelakor

tapi karena author dan reader rata wanita labil jadi mereka kebaperan dengan kebaikan lelaki lain alias pebinor
Yanti Turus
Aku suka karakter Milda yg Tegas & Tegar. Kuat Milda km pasti bisa. Lbh baik pergi drpd bersama tp terluka selamanya.
Dan utk Devan ada saatnya km menyesal. Menyesali semua yg tlh trjd kemudian kecewa, kecewa berkepanjangan. Slmt menikmati kebahagiaan sesaatmu Devan yg pd akhirnya penyesalanmu tak ada gunanya lg
Dewa Dewi
banyak salah2 kata bikin bingung bacanya
Dewa Dewi
dasar laki ga tau diri 🤬🤬🤬🤬
Lusiana Serly
cerita bagus, tapi tipo banyak
Putri Minwa
jahat banget ya
Putri Minwa
mantap thor
Patrish
Najwa yang bijak... yangbaik... tidak menaikkan ego.. ❤❤❤❤
Patrish
yah.. Karin lagi🥴
Patrish
lha mbok ya sudah lah Najwa... buka hati untuk pria lain... daripada sakit sekali lebih baik sakit gigi...😀😀😀
Patrish
lhah.. Karina... ada pemain baru nih.. 😀😀😀😀...
Patrish
baru se-macam Milda... sayang kamu tidak mendengarnya.... 😩
Patrish
parah thor typo nya..., 🥴🥴🥴🥴
Patrish
banyak typo.... untung masih bisa nyambung
Patrish
ya.. sadar kan Devan... serakah... nafsu... kurang ajar...
Patrish
lha wong edan....
dwie
cara ampuh balas dendam ma suami tukang selingkuh gak tau diri adalah bangkit dan menjadi sukses
ema
novel menarik ceritanya singkat dan padat . tidak perlu beratus ratus episod untuk sebuah novel.saya sangat suka❤
Rosmawati/jnr
Bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!