Menceritakan tentang seorang wanita yang menyesal karena telah mengkhianati suaminya.
Penyesalannya berujung membuat dirinya mengejar kembali cinta mantan suaminya.
Bagaimana kisah selanjutnya? ayo ikuti terus ceritanya.
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ༂𝑾𝒊𝒚𝒐𝒍𝒂❦ˢQ͜͡ᵘⁱᵈ༂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13. Bercerai?
"Cih....jaga ucapan mu, kenapa kau meneduh istriku seperti itu." Sambung Rama.
"Aku serius, apa kamu perlu bukti agar bisa percaya?" Tanya Tiara.
Brian dan Sania yang mendengar itu seketika berkeringat dingin.
"Tiara, hentikan." Bentak Brian.
"Mengapa? kamu takut bukan?"
Brian menarik nafasnya dalam-dalam.
Sementara Sania seperti orang yang gelagapan, tak tahu ingin berbicara apa.
Tiara mulai menyalakan ponselnya lalu menunjukan sebuah rekaman pada Rama dimana Sania sedang berjalan mesra dengan Brian masuk ke sebuah Apartemen dengan begitu mesra.
Sontak membuat mata Brian dan Sania membola saat melihat rekaman tersebut.
"Mas Rama.....mas itu salah paham mas!" Ucap Sania pada Rama.
Rama yang naik pitam langsung saja bangun dari duduknya. Begitupula Sania jua bangun dari duduknya.
Plaaak......
Satu tamparan keras mengenai pipi Sania. Membuat semua orang yang ada disitu fokus memandangi mereka.
"Ah....." Lirih Sania merintih kesakitan sambil memegangi pipinya.
"Kurang ajar kamu ya, selama ini aku capek-capek kerja eh kamu malah selingkuh di belakangku." Pekik Rama sambil menunjuk wajah Sania.
"Mas...kamu salah paham. Itu....itu...."
"Jelas-jelas sudah ada bukti tapi kamu masih mengelak?" Rama semakin emosi.
"Aku nggak nyangka kalau kamu seperti itu Sania," Ucap Rama lalu melangkah pergi sambil mengendong buah hatinya.
"Mas....tunggu....mas...." Sania melangkah menyusul kepergian suaminya.
Sekarang tinggallah Brian dan Tiara di meja itu. Brian meraih lengan Tiara dan membawanya ke tempat sepi.
"Tiara, apa-apaan kamu? kamu bikin malu saja! apa kamu tida lihat orang-orang pada ngelihatin kita!" Ujar Brian.
Mendengar ucapan Brian yang malah memarahi dirinya, Tiara langsung merasa jengkel. Dia juga melayangkan satu tamparan keras ke wajah suaminya.
Plaaak......
"Itu salah kamu mas, karena kamu telah mengkhianati rumah tangga kita dengan berselingkuh." Kata Tiara.
"Tapi Tiara, itu tidak seperti yang kamu pikirkan." Ucap Brian terus membantah.
Plaaak....
Lagi-lagi Tiara memberikan sebuah tamparan yang kedua kalinya untuk Brian.
"Masih saja tidak mengaku, apa kau ingin kita bercerai saja?" Tanya Tiara dengan berlinangan air mata.
"Apa katamu, bercerai?" Brian kaget mendengarnya.
"Em...bercerai. Lebih baik kita bercerai saja." Kata Tiara dengan wajah serius.
Mata Brian memerah, dia tertunduk lesu sambil bersimpuh di bawah kaki Tiara untuk memohon agar Tiara tak menceraikannya.
"Tiara, aku mohon jangan. Jangan ceraikan aku." Ucap Brian.
"Kenapa kau bersimpuh!" Lirih Tiara.
"Aku tidak mau bercerai darimu. Apa kau tidak memikirkan anak kita kalau kita bercerai?" Tanya Brian.
"Apa katamu? ku ulangi lagi, saat kau berselingkuh apa kau memikirkan aku atau anak kita?" Tanya balik Tiara.
"Maaf Tiara, tolong maafkan aku. Aku tahu aku salah, tapi tolong jangan ceraikan aku." Ucap Brian penuh penyesalan.
"Ayah.....ibu....." Terdengar suara Talisa yang memanggil kedua orangtuanya.
"Bangunlah, ada Talisa. Apa kau tidak malu!" Ujar Tiara sambil menyeka air matanya.
Brian kemudian berdiri lalu menyeka air matanya.
Bria dan Tiara lalu tersenyum memandangi putrinya itu.
Talisa melangkahkan kakinya lebih dekat lagi dan menatap heran kedua orang tuanya.
"Apa ayah ibu bertengkar?" Tanya Talisa.
Sontak keduanya menggeleng.
"Tidak sayang, ayah ibu baik-baik saja." Bohong Tiara.
"Yang benar, tapi kenapa mata kalian seperti orang yang habis menangis?"
"Tidak apa-apa sayang, ayah dan ibu baik-baik saja." Ucap Brian menyakinkan Talisa, lalu mengendongnya.
*murahan dan menjijikan
mereka membela istri selingkuh dan berhubungan badan dengan lelaki lain dengan alasan2 menjijikan
*munafik
dinovel2 suami selingkuh, mereka laknat habis2an suami selingkuh dan tidak ada pembenaran sama sekali
tapi giliran di novel istri selingkuh mereka bela mati matian dengan alasan munafik dan menjijikan
fakt koment kalian membuktikan siapa kalian sebenarnya
wanita baik2 dan normal akan melaknat kelakuan Sania dan tidak ada pembenaran sama sekali
wanita menjijikan dan munafik mereka akan membela dan membenarkan kelakuan menjijikan Sania alias kalian membenarkan kelakuan menjijikan kalian sendiri
...membosankan
kasih sania kebahagiaan dan jgn buat sania jadi kahat thor...kalau pun ada penyesalan jgn sania aja thor..rama juga harus ada penyesalan