NovelToon NovelToon
Khanza

Khanza

Status: tamat
Genre:Teen / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:33.5k
Nilai: 5
Nama Author: cawica

Di sarankan untuk membaca novel "2 bunga setangkai" terlebih dahulu, karna novel ini adalah kisah lanjutan dari novel tersebut.

Adalah sebuah kisah tentang kehidupan Hanafi dan Insha yang penuh kebahagiaan karna di kelilingi oleh anak-anak mereka.

Sampai pada suatu saat, Alsa seorang wanita dari masa lalu Hanafi, membantu Khanza mengungkap tabir siapa ibu kandungnya yang sebenarnya. Dan kisah apa yang pernah terjadi di antara kedua orang tuanya.

Khanza membuka kembali luka lama yang sudah lama terlupakan oleh Insha.

Juga ada Hafsah yang sudah tumbuh dewasa, dia mencintai seorang wanita dan ingin menikahinya. Tapi kisah cintanya di buat rumit oleh saudaranya sendiri. Kira-kira siapakah dia? penasaran? ikuti trus kelanjutan kisahnya dalam novel "Khanza"

Jangan lupa berikan author semangat lewat dukungan kalian berupa vote, coment, like dan favoritnya.
Selamat membaca semoga suka....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cawica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sakit yang sama

Masih dengan perasaan sakitnya, Insha menatap Khanza yang masih tertunduk. Dia menghampirinya, berjongkok di depannya dan menaruh kedua tangannya di wajah Khanza.

"Khanza tatap aku..."

kata Insha sambil menatap lekat-lekat mata Khanza, di lihatnya sepasang mata yang menahan air mata.

"Apa benar yang di katakan mereka..."

kata Insha lagi.

Khanza tak menjawabnya, dia berusaha menghindari tatapan Insha langsung, Khanza memandang ke arah bawah menghindari tatapan Insha.

"Maaf bu..."

kata Khanza lirih.

"Sayang katakan...kenapa kau minta maaf...katakan bahwa semuanya tak benar..."

kata Insha meyakinkan.

"Maafkan aku bu..."

Kini Khanza berkata dengan berderai air mata.

Insha melepaskan begitu saja tangannya dari wajah Khanza, dia berdiri menatap Zidan.

"Kenapa kalian bisa melakukan ini..."

kata Insha dengan suara bergetar menahan tangis.

"Bukankah kalian tahu hubungan ini tidak pantas...ada Hafsah dan Zoya yang akan hancur di antara kalian...."

imbuh Insha dengan airmata yang sudah menetes di pipinya.

Hanafi menarik Insha duduk di sampingnya, memeluk Insha dengan satu tangannya.

"Sudah sayang...kita akan selesaikan ini baik-baik...."

kata Hanafi sambil mengusap air mata Insha.

"Bagaimana dengan Hafsah sayang...dia sangat mencintai Zoya...apa yang akan aku katakan pada mereka nanti..."

jawab Insha sambil menaruh kepalanya di bahu Hanafi.

"Tenanglah dulu..kita akan bicarakan ini dan mencari solusinya..."

kata Hanafi lagi mengelus kepala Insha.

"kenapa ini bisa terjadi..."

tanya Hanafi kepada Zidan dengan suara dinginnya.

"Maafkan saya om...ini memang salah saya...ini terjadi di malam pesta Khanza waktu itu.."

Zidan pun menceritakan semua yang terjadi dengan sangat terperinci pada semua yang ada disana.

"Maafkan saya om....saya akan bertanggung jawab atas ini om.."

kata Zidan di akhir ceritanya.

"Bukan itu masalahnya...aku tau kau harus bertanggung jawab atas ini semua...tapi bagaimana dengan pernikahan Hafsah dan Zoya...ini tak bisa di batalkan..."

kata Insha terpancing amarahnya lagi, Hanafi mengusap-usap bahu Insha berharap dapat meredakan amarahnya.

"Saya rasa ini hanyalah sebuah ketidak sengajaan nyonya Insha....mereka bahkan di bawah pengaruh alkohol waktu itu..."

kata Abimana mencoba membela.

"Benar nyonya....kita sebagai orang tua harus mengambil jalan tengah untuk semua ini...melakukan yang terbaik untuk anak-anak kita..."

kata Maira menambahkan.

"Apa maksud ucapan anda nyonya..."

kata Hanafi masih bingung dengan penjelasan Maira.

"Kita harus segera menikahkan keduanya....sebelum perut Khanza mulai membesar nantinya...kehamilannya kini sudah berjalan 6 minggu...tentu kita tak akan membiarkan orang-orang tau tentang ini bukan..."

jawab Maira dengan yakin.

"Apa mereka Hafsah dan Zoya telah mengetahui semua ini..."

jawab Hanafi lagi.

"Belum tuan Hanafi...saya rasa, saya baru akan bicara pada mereka setelah kita bersepakat untuk mengambil jalan yang mana untuk anak-anak kita..."

ungkap Abimana lagi.

Bagaimana dengan perasaan Hafsahku nanti....dia pasti tak akan terima dengan semua ini...dia sangat berharap bisa hidup bersama Zoya....bahkan aku bisa melihat cinta yang besar di antara mereka berdua....

batin Insha dengan perasaan berkecamuk.

Tak mengatakan apapun Insha beranjak dari sana dan pergi begitu saja menuju kamarnya.

Hanafi tak dapat mencegahnya, ia berbicara sebentar dengan keluarga Abimana, menyuruh pelayan untuk menjamu mereka, lalu menyusul Insha ke dalam kamarnya.

"Sayang..."

kata Hanafi sambil memeluk Insha dari belakang, ia bisa merasakan getaran tubuh Insha karna tangisnya.

"Kita tak bisa melakukan ini pada Hafsah sayang...."

kata Insha sambil berusaha mengusap air matanya.

"Kita harus bersikap bijak sayang sebagai orangtua..."

kata Hanafi yang sedang beralih ke depan Insha dan menatapnya.

"Apa maksudmu dengan berkata seperti itu..."

"tuan Abimana dan nyonya Maira benar... kita harus segera menikahkan mereka karna sudah ada kehidupan di dalam rahim Khanza...sedangkan Hafsah dan Zoya harus bisa mengerti dengan keadaan ini mereka harus mengalah...."

"Kenapa ini harus terjadi pada Hafsahku....apa yang akan aku katakan padanya nanti...aku tak sanggup menatap matanya dan mengatakan semuanya.."

"Mau bagaimana lagi...ini adalah sebuah kecelakaan...mereka tak bersalah untuk semua ini...mungkin ini takdir dari yang kuasa....bahwa Hafsah dan Zoya tidak di takdirkan bersama...tuan Abimana dan Nyonya Maira juga tak tega melakukan ini...tapi mereka benar sebagai orangtua kita harus bersikap bijak menyikapi anak-anak kita..."

"Aku bahkan merasakan sakit yang akan di rasakan Hafsah ketika dia harus mengetahui ini semua...dan harus rela menukar kebahagiaannya dengan Khanza..."

kata Insha dengan airmata yang kembali menggenang.

"Aku merasakan rasa sakit yang sama seperti sebelumnya...Dia adalah orang yang sama...dia memiliki darah yang sama bukan...dan dia menciptakan rasa yang sama lagi.."

imbuh Insha lagi dalam isaknya.

Seakan tau arah pembicaraan Insha, Hanafi pun berlutut di Hadapan Insha.

"Jangan mengulang lagi kisah itu sayang..bukankah sudah lama kita melupakannya..."

"Kalau begitu...jangan mengulang cerita yang sama untuk anak-anakku....gugurkan kandungannya...aku tak mau Hafsah merasakan sakit yang pernah aku rasakan...."

jawab Insha tegas menatap Hanafi.

Seketika Hanafi berdiri.

"Kita tak mungkin melakukan itu Insha...kita juga orangtua...apa kita harus membunuh cucu kita untuk kebahagiaan anak yang lainnya..."

"Mungkin itu juga yang kau lakukan dulu...kau enggan untuk membuangnya hingga menciptakan sebuah rasa sakit yang besar kepadaku....lalu kau sekarang akan mengulang rasa sakit yang sama untuk Hafsahku....aku tak akan membiarkan itu....Dan ingatlah....Hafsah adalah anak kita...anak yang kita tunggu-tunggu kehadirannya...apa kau dengan mudahnya menghancurkan kebahagiaannya setelah dia dewasa..."

jawab Insha berdiri di belakang Hanafi.

"Aku tak pernah menginginkan itu sayang...tapi keadaan slalu mendesakku....melakukan tindakan yang tak di inginkan hatiku..."

Hanafi menoleh dan menatap Insha.

"Maka gugurkan dia..aku tak menginginkannya...biarkan Hafsah kita bahagia...."

"Apa kita benar-benar akan membunuhnya...dia tak memiliki dosa atas semua ini.."

Hanafi menatap lekat pada Insha.

"Apa kau tega membunuh bayi kecil yang masih suci ...dia tak tau apa-apa tentang semua ini..."

imbuhnya lagi.

"Lalu bagaimana dengan Hafsah..."

kata Insha dengan airmata yang mulai berjatuhan lagi, dia memikirkan kata-kata Hanafi yang memang ada benarnya.

"Pelan-pelan kita akan memberitahunya...aku yakin mereka akan bisa mengerti dengan keadaan ini..."

Mereka berdua pun berpelukan dengan tangis Insha yang semakin pecah.

Sementara pagi itu keluarga Abimana harus pergi meninggalkan kediaman mewah Insha, tanpa membawa keputusan bagaimana kehidupan anak-anak mereka selanjutnya.

Baik Insha maupun Hanafi masih harus berdiskusi bagaimana mereka menyikapi kehamilan Khanza, sekaligus pernikahan Hafsah yang akan di gelar sebentar lagi.

Bersambung.....

1
Nurliana Saragih
Aku bingung sama cerita ini?!
Hafsah katanya cinta sama Khanza tapi yang mau di nikahi Hafsah adalah Zoya?!
Pening kepala!!!
Karena aku baca di bab sebelumnya ceritanya gitu kan???
Cawica: hehe lebih teliti lagi ya kak bacanya....Khanza menikah sama Zidan adik dari Zoya..bukan sama Hafsah...
total 1 replies
Atun
kita bisa belajar dr cerita ini bahwa keluarga segalannya
Nurliana Saragih
Satu Ayah kandung bukan tiri!!!
Walaupun Ayahnya nikah berapa kali tetap kandung!!!
Banyak orang yang terlalu bodoh masalah ini, menghilangkan nasab dari yang jelas 2 kandung itu HARAM!!!
Nurliana Saragih
Menikah???
Sedangkan mereka kan kandung walaupun bayi tabung?!
Thor buat cerita yang masuk akal dong, walaupun sekarang zaman edan tapi jangan di buat cerita gila kayak gini?!
Cerita awal aku suka walaupun menguras air mata tapi masih masuk akal,lah ini?!
Cawica: yang menikah Khanza dan Zidan kak dalam cerita...bukan sama Hafsah yaa...karna Hafsah masih satu keluarga....
total 1 replies
Xyylva Xyylva
lanjut dong thor....gantung banget thor....masak khanza sampai akhir gak ada pendamping🙏
Cawica: hehe kyak x cerita end smp disini aja deh kak....terimakasih ya sudah setia baca..
total 1 replies
Arini Hidayati
lanjut season 2 thor...jodohnya kanza belum ada
Cawica: hehe ..kayak x cerita habis smp disini aja deh kak...terimakasih ya kak selalu setia baca karya author...
total 1 replies
Arini Hidayati
next thor
Endah Sri Rahayu
hati insha memang baik, seperti apa pun tetep bisa memaafkan khanza, yg merasa malu it harus hanafi
Endah Sri Rahayu
lanjut thor
Arini Hidayati
lanjut thor...
Xyylva Xyylva
ada apa dengan saka...apakah anaknya christian berhianat sama ayahnya sendiri
Xyylva Xyylva
sedikit sekali thor...kenapa up nya lama thor...🥺
Endah Sri Rahayu
yg d tempati khanza ,vila yg dulu buat sembunyi insha kabur pas ngetahui salma hamil anak hanafi
Endah Sri Rahayu
kayakny khanza mau d jd kan wanita penghibur sama cristian.dendam k kanza karna sering d tolak kasar dan.mau bertanggung jawab d hina sama kanza
Arini Hidayati
nexr thor
Arini Hidayati
next thor semoga berakhir bahagia
Vhat Ima
jijik ama sifat Khanza,gak sadar diri udah di besarkan insha dgn kasih sayang,,, perasaan didikan Anshar ma Hanafi bagus dech to kok setelah dewasa jadi kyk gitu ya padahal adik adiknya akhlaknya bagus dech,,, c Khansa jg gak berhijab padahal insha berhijab
Xyylva Xyylva
ya thor jgn kasih ampun sama khanza... khanza sama salma bodoh suka mutusin kehidupan sendiri padahal masih bisa di bicarakan baik baik dengan insha
Endah Sri Rahayu
penderitaan khanza d bikin sendiri, mungkin ini hukuman salma dulu d tanggung khanza karna melakukan suatu hal tidak d pikirkan lebih dulu
Arini Hidayati
next thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!