" Kau , tidak kah kau tahu tentang harga diri". Ucap Daniel sembari menunjuk wajah cantik Maura.
Semula Daniel yang di temani Alex asisten sekaligus sahabat baik nya. Hendak menikmati makan siangnya di salah satu restauran terkenal di sebuah perkotaan di pinggiran jalan .
Namun sayang , saat semua telah di pesan , kedatangan Maura yang tiba-tiba membuat Daniel enggan berlama-lama.
Bagiamana tidak ,dengan tidak malunya . Ditengah keramaian di sebuah ruangan Maura memeluk tanpa merasa bersalah.
Saat acara pertunangan nya sedang berlangsung , Maura malah memilih pergi bersama laki-laki simpanannya.
Daniel beranjak keluar tanpa perduli teriakan Maura yang meminta untuk kembali.
Daniel mengemudi dengan kecepatan tinggi.Teriakan Alex tidak di hiraukan .
Hingga tepat di jl. Melati . Tidak bisa di hindari saat mobilnya menyerempet pengendara roda dua yang berlawanan arah.
___
Ada adegan + di bagian bab tertentu.
Happy reading.
Salam kenal :
Mama kecil ❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama_kecil017, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ice capuccino untuk pria dingin
Lex, apa ada perkembangan di proyek B kemarin" . Tanya Daniel dengan kedua tangan yang ia masukkan ke dalam saku celananya, tampak begitu elegan dan berwibawa .
Setelan jas berwarna navy , berpadu dengan celana hitam yang begitu pas di pinggang yang terlihat begitu kuat , tidak lupa dengan dasi bergaris hitam dan sepatu yang selalu terlihat bersih mengkilap .
Sempurna , itulah gambaran sosok Presdir DAM GROUP .
" Irfan semalam kasih info . Semua sudah di tangani masalah biaya dan upah karyawan, kemarin memang sempat mengajukan demo tapi untungnya tidak berlangsung lama, sebagai data juga udah gue cek kemarin, memang cukup banyak kerugiannya " . Ucap Alex dengan rinci memberikan penjelasan .
" Dan ini". Alex menyodorkan laporan dari dalam tab yang ia bawa kemana saja.
" Seperti nya memang ada unsur kesengajaan , ada yang memprovokasi di bagian keuangan di sana ". Ucap Alex.
" Ok, biarkan saja selagi masalah ini selesai dan dia tidak membuat ulah lagi, kita biarkan saja".
" Kita tidak boleh terpancing". Ucap Daniel .
" Iya , " . Alex membukakan pintu untuk Daniel, lalu menuju meja yang sudah tertata rapi berkas yang harus ia koreksi .
" Oh iya Nil , tadi Mommy telfon , mau ajak makan siang , Mommy bilang kita yang ke sana atau Mommy yang datang".
Sembari melepaskan jas nya Daniel menjawab.
" Kita saja yang ke sana , Apa jadwal hari ini? ".
" Ok . Ga ada hari ini kita kosong . Apa ada yang perlu di bantu lagi?". Tanya Alex.
Daniel hanya menggeleng kan kepalanya.
" Kalau gitu gue keluar dulu".
" Hemm" .
Alex menutup pintu dengan hati-hati.
_____
" La , apa kamu sibuk ?" . Tanya pak Heru sembari menenteng dua berkas di sisi kiri dan kanan tangannya.
" Engga kok pak, ada yang bisa Lala bantu pak". Lala bangkit dari kursinya.
" Ah iya, saya mau merepotkan mu ". Ucap pak Heru dengan nada yang sedikit ragu.
" Saya minta tolong antar kan berkas ini ke ruang Presdir , ruangan nya ada di lantai dua puluh delapan , apa kamu bisa". Sembari menunjukkan berkas yang ada di tangan kanannya.
" Saya sedikit ada urusan " . Imbuhnya.
" Presdir, berarti si Om stres itu". Batin Lala.
Lala menoleh ke kiri dan ke kanan , Ayu dan Doni masih sibuk dengan layar monitor nya. Tapi tidak dengan Sinta yang menunjukkan ketidak sukaan nya terhadap Lala.
" Emm , boleh pak, biar saya yang mengantarnya". Ucap Lala.
" Terima kasih Lala". Ucap pak Heru .
" Sama-sama pak , tidak perlu sungkan ". Seru Lala sembari menerima berkas dengan senyum manisnya.
" Cihh dasar anak baru , lihat saja bertahan sampai jauh mana dia ". Ucapnya lirih namun masih terdengar di telinga Lala.
Lala hanya menoleh sebentar lalu tidak menghiraukan lagi.
" Sabar la, dia benar kamu memang anak baru, pendidikan juga dia di atas rata-rata".
" Huufff , semangat Lala". Ucap Lala lalu pergi dengan tangan yang memeluk berkas.
______
Masih sibuk dengan tumpukan dokumen yang berada di atas mejanya, dengan 1 tangan memegangi pena mahal berwarna hitam.
Daniel mengetuk-ngetuk mejanya sembari memutar-mutar kan kursi nya . Dengan pikiran yang menerawang jauh entah ke mana.
Tidak lama setelah itu.
Tok tok tokkk..
pintu ruangan Presdir di ketuk.
" Masuk" . Ucap sang empu.
Lala menghembuskan nafasnya sejenak sebelum membuka pintu.
" Hufff, semangat La " Ujarnya.
" Permisi pak maaf saya membawa laporan keuangan yang bapak minta pada pak Heru, kebetulan pak Heru sedang sibuk maka sayang mengantarnya". Ucap Lala sedikit takut.
" Hemm, letakkan di sana" Ucap Daniel menunjuk ke arah mejanya.
Mata yang masih memandang tajam ke arah Lala .
" Hey kamu". Ucap nya.
" Lala pak ". Jawab Lala sembari mengangguk.
" Hemm , apa kamu bisa membuat kopi?". Tanya Daniel.
" Bisa pak , bapak mau saya buatkan kopi? ". Tawar Lala.
" Hemm, jangan terlalu manis ".
" Baik pak". Lala berlalu meninggal kan ruangan .
Lala berjalan menyusuri ruang demi ruang, tapi nihil dia tidak menemukan di mana pantry untuk membuat kopi.
Setelah cukup lama Lala mencari alhasil sama saja .
" Hufff , ini kantor segede ini ga ada orang yang bisa di tanya apa ". Dengkus kesal Lala.
" Ya udah deh gue keluar aj , beliin kopi di luar aj kali ya". Ucap Lala memberi ide .
Sesampainya di depan toko , Lala kembali berfikir .
" Dingin atau panas ya , sudahlah yang mana saja, dingin juga bagus lumayan buat naikin mood biar ga terlalu stres tu orang.
" Tidak terlalu manis kan , Nahh ini baru cocok.
" Lala , kenapa di sini bukannya kamu bekerja" . Ucap Gio yang melayani.
Kebetulan ia bekerja di cafeyangvtidak terlalu jauh dari gedung bertingkat itu .
" Lho bang Gio, ngapain di sini". tanya Lala balik.
" Iya Abang di pindah ke sini baru tadi pagi Abang di sini''.
" Ooo'' . jawab Lala dengan ber oh ria.
" Mau pesan apa? ".
" Ic capuccino satu kak oles Boba yang banyak". Ucapnya.
" Tumben biasanya juga rasa coklat". Tanya Gio bingung.
Pasalnya Lala memang pecinta manis dan pedas , untuk minuman ia sangat menggemari rasa coklat.
" Hehehee, iya bang , ini bukan buat Lala tapi buat bos Lala.
" Jangan terlalu manis ya bang " . ucapnya lagi.
" Ok , tunggu sebentar ya".
Lala memesan satu cup Ice capuccino dengan gula sedikit di tambah toping boba di dalamnya.
"Tara , sudah selesai". Ucap nya dengan semangat.
" Ice capuccino boba untuk pria dingin ". hihihii
" Biarin aja , biar dia ngerasain di kerjain tu ga enak". Ucapnya lagi.
" Sudah nabrak dua kali tapi tidak sekalipun minta maaf ".
_____
Tok tok tokk....
Kembali di ketuk pintu ruang sang Presdir.
" Apa kamu membuat kopi di negara tetangga, kenapa lama sekali".
" Mana kopinya". Ucap Daniel dengan ketus.
Lala menyodorkan kantong plastik lengkap dengan sedotan.
" Maaf pak , tadi saya sudah mencari di mana Pantry tempat membuat kopinya , tapi tidak ketemu, saya cari orang yang bisa di tanya juga tidak ada , ya udah pak jadi saya berinisiatif membeli ini di luar". Ucap Lala dengan polos.
" Astaga kau ini". Ucap Daniel dengan geram.
Alex tidak sengaja mendengar teriakkan Daniel dari luar , karena pintu yang tidak di tutup rapat jadi suara dari dalam bisa terdengar.
" Maaf , ada apa ya". Tanya Alex.
" Maaf pak , ini saya tadi di suruh bikin kopi , tapi saya ga tahu dimana tempatnya, jadi saya belikan ini dari luar". Ucap Lala dengan menunduk.
" Saya mintanya kopi La , kopi , K O P I " . Daniel berbicara sembari mengeja.
" Maaf pak , setahu saya ice boba bisa ngembaliin semangat, saya liat tadi bapak seperti sedang pusing , jadi saya berinisiatif membelinya untuk bapak". Ucap Lala dengan tubuh yang bergetar.
Alex menahan tawanya agar tidak terdengar . Baru pertama kalinya seorang Tuan Presdir habis dijahili anak 18 tahun .
" Sudah sana". Ucap Daniel dengan ketus .
Lala pun berlalu dari hadapan Daniel.
________
Happy reading teman Mama kecil ❤️
Semoga suka ya .
Salam sayang 💌 semoga harimu menyenangkan 🥰