NovelToon NovelToon
Dua Mata Hati

Dua Mata Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis
Popularitas:156.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rose noor

Sekuel Istrinya Ustadz?

Ustadz Afkha atau Adzraffa Khayru Al-jaris tidak pernah bermimpi untuk menikah lagi, apalagi memiliki niat berpoligami. Terlebih usia pernikahannya dengan Shanum atau Rhaishanum Almahyra Qurby baru beberapa bulan saja.

Akan tetapi suatu insiden, membuat Ustadz Afkha di minta bertanggung jawab oleh sang Istri untuk menikahi Zeeta Alghiz atau Zeetasha Umaiza Alghiz. seorang model cantik. Namun, seusai insiden tersebut, kehidupannya menjadi tak memiliki arti. Ia buta dan juga mengalami kelumpuhan pada kakinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Amazing mereka berdua.

"Itu mobil milikku," ucap Lintang, saat Afnan dan Hasna menceritakan tentang Aftha yang kini sedang berada di sirkuit.

Lintang, Ubaydillah dan Arsya baru sampai di rumah sakit beberapa waktu lalu.

"Ya Allah, maafkan dek Aaf Neng." ujar Afnan.

"Tidak mengapa A, tadi ia mengambil kunci sekenanya, tanpa melihat itu kunci mobil yang mana dan milik siapa." Balas Lintang.

"Koq bisa Lin?" tanya Hasna.

"Ya bisa, namanya juga Dek Aaf. Slebor, biasa, efek CINTA LAMA BELUM KESAMPAIAN." ucap Lintang dengan nada lucu, membuat semuanya tertawa kecil.

"Mereka terlibat percekcokan lagi?" tanya Hasna.

"Tidak sampai cek-cok sih, hanya bibir pedas level dua puluh milik Dek Aaf, komentarin Dek Ky yang lagi di gendong kak Ubay." Terang Ubaydillah dan menjawab pertanyaan Hasna.

"Subhanallah, anak itu. Betul-betul jiwa muda sekali." Afnan menggelengkan kepalanya, sembari tersenyum miris.

"Ada kabar lagi, dari sirkuit By?" tanya Hasna.

"Belum, Sayang." Jawab Afnan.

"Hem, aku pikir dengan Dek Ky sekolah di Jakarta. Dek Aaf akan sedikit melunak karena rindu," ucap Hasna.

"Ternyata belum Na! tahu sendiri 'kan?" tanya Lintang.

"Hooh Lin, masih ingat dong hal yang menggegerkan pesantren?" tanya balik Hasna.

"Tentu itu hal yang tidak akan pernah terlupakan sampai kapanpun. Sampai pengurus pesantren kelimpungan 'kan." jawab Lintang.

"Itu ... membuat Aa Bro harus mengeluarkan dana tak terduga, untuk membuat pernikahan massal dadakan." sambung Ubaydillah membuat Afnan terkekeh dan juga yang lainnya ikut mengekeh.

Sementara Afkha, Shanum dan Arsya hanya mesem-mesem sendiri, menyimak pembicaraan orang tua mereka yang sedang menggibahi Aftha. Mereka masih ingat bentul sang Adik membuat kekacauan di pesantren karena ingin menikahi Kyra dengan membawa iring-iringan seserahan yang entah ia dapatkan dari mana.

Suatu hari, sekitar sepuluh bulan yang lalu.

Sore hari menjelang Ashar suasana pesantren yang biasanya hiruk pikuk dengan kajian, kini terdengar sedikit berbeda. Beberapa tabuhan rebana dan juga arak-arakan dari pemain rebana serta beberapa yang tidak dikenal pihak pesantren, mereka masuk ke area pesantren dengan percaya dirinya.

Rombongan tersebut, mirip rombongan seserahan, lengkap dengan bingkisan yang biasa dibawa untuk melamar seorang perempuan ketika hendak menikah.

Nampak Aftha dengan gagahnya berada di antara mereka berjalan paling depan, diapit dua orang yang sepertinya guru dari sekolahnya. Afnan sendiri kala itu belum pulang dari bekerja.

Hasna sedang berkegiatan di luar bersama Lintang dan juga beberapa pengurus pondok pesantren tersebut.

"Stop!" ucap Aftha kencang menghentikan arak-arakan dari berjalan juga dari tabuhan alat rebana.

"Dimana calon mempelai wanitanya, Jang?" tanya salah seorang yang berdiri disebelah Aftha.

"Ada di dalam aula sepertinya." jawab Aftha santai dan ia meninggalkan begitu saja rombongan yang berdiri memanjang tersebut. Aftha menghampiri beberapa orang santri putra dan putri lalu ie seperti berbicara dan tak lama, ia kembali bergabung dengan rombongan berdiri di barisan paling depan dengan gagahnya, stelan kemeja dengan celana denim Hitam.

"Tunggu sebentar ya, calon istri saya sedang di panggil untuk datang kemari," ujar Aftha.

"Baik, Jang." jawaban serempak dari mereka.

Setelah menunggu beberapa menit. Munculah seorang gadis belia yang diapit beberapa santri putri dan kecantikan gadis belia tersebut lebih menonjol dari beberapa santri putri yang berada di sekitarnya.

(penasaran sama Cast Aftha dan Kyra? cuss lihat Ig-nya Author ya @rosenoor_193)

"Assalamualaikum. Kak Aaf panggil aku?" tanya gadis belia tersebut, dia adalah Kyra.

"Iya. Loh kamu belum siap-siap?" Aftha malah balik bertanya membuat Kyra kebingungan.

"Maksud Kak Aaf apa?" Kyra pun malah balik bertanya.

"Dik Ky! kamu keterlaluan. Hari ini 'kan seharusnya menjadi hari pernikahan kita. Mengapa kamu malah bertanya kembali! apakah kamu melupakan-ny?" tanya Aftha lagi dengan sedikit decihan efek kesal.

"Astagfirullah ... Kak Aaf, aku 'kan tidak mengatakan pernikahan kita akan terjadi hari ini. Aku pernah mengatakan nanti. Setidaknya setelah kita sama-sama lulus dari perguruan tinggi dan aku ingin menikah di hari Jum'at dengan diiringi rombongan rebana." Penjelasan dari Kyra panjang lebar.

"Hai Dik Ky, aku meralat perkataanmu waktu itu. Dimana kita sama-sama berdoa agar mampu menjawab soal ujian dengan mudah dan mendapatkan kelulusan dengan nilai terbaik. Setelahnya aku mengatakan, semoga setelah lulus nanti kita bisa segera menikah. Agar saat kita berdekatan, tanpa harus bertabur dosa karena ber-khalwat lebih sering dan kamu MENGAMIINKAN akan hal itu, ku anggap kata AAMIIN itu adalah sebuah jawaban." Terang Aftha lebih lengkap.

"Kak Aaf, tidak seperti itu loh konsepnya. Aku hanya meng-Aamiinkan bagian doa pertama dan untuk doa selanjutnya aku tepis didalam hati, dengan mengatakan, Aamiin ... tapi nanti setelah lulus dari Universitas." Bela Kyra.

"Salah sendiri ngomong dalam hati. Kamu 'kan tahu pada saat itu, bukan hanya Allah yang kamu ajak bicara, tetapi ada aku didekatmu. Kamu pikir aku tukang nguping bahasa kalbumu!" dengus Aftha dengan bibir merengut lucu.

"Kak Aaf, tolong jangan begini. Kita masih terlalu kecil untuk berbicara tentang pernikahan."

"Lagi pula rencana kita nikah itu sudah terencana dari kita sama-sama kecil loh! ingat ya. Waktu kecil, kamu pernah main nikahan sama aku. Sampai sekarang kita lupa belum bercerai. Itu artinya, kita belum bercerai dan sekarang aku meminta hak-ku untuk menjadi suami kamu yang betulan. Mari Ijab qobul betulan!"

Aftha menyilangkan kedua tangannya di dada. Ia tersenyum penuh kemenangan, ketika melihat wajah Kyra berubah panik.

"Astagfirullah ... Itu dulu, masa dimana ketika kita belum mengerti apa itu pernikahan." Tukas Kyra.

"Tak peduli. Sekarang aku menuntut hak-ku sebagai suami mainan, untuk menjadi suami sungguhan," ujar Aftha teguh dengan keinginannya.

"Loh Kak Aaf 'kan belum melamar aku secara resmi kepada kedua orang tuaku." Kyra tidak hilang akal untuk menunda pernikahan yang telah dijanjikan.

"Sudah. Aku sudah melamar kamu pada Om Dad's dan Aunty Mom's, bahkan aku sudah minta izin pada Biyya dan Mimma. Mereka saudah setuju Dik Ky!" seru Aftha.

Kyra menghela napas berat. Bagaimana-pun ia harus menahan langkah Aftha agar mau berhenti mengajaknya menikah saat ini. Mereka baru saja lulus dari Madrasah Tsanawiyah dan baru masuk Madrasah Aliyah.

"Baik kalau Kak Aaf memaksa. Tunggu sebentar aku mau panggil beberapa orang untuk memeriahkan acara ini dan tentunya orang tua kita harus dikabari dong!" ujar Kyra.

"Sebagai calon suami yang baik, aku menghargai keputusanmu untuk hal ini, silakan. Aku menunggu, jangan lama ya. Sore ini kita harus SAH sebagai suami istri. Aku sudah menghubungi penghulu dan juga orang tuaku. kita hanya akan menikah secara Agama terlebih dahulu, nanti setelah lulus Aliyah baru menikah secara negara dan tentunya mengadakan resepsi pernikahan seperti pernikahan pada umumnya."

Aftha berbicara panjang lebar, memberi keputusan yang begitu mudah baginya. Namun, begitu rumit bagi pemikiran Kyra.

***

"Ahahaha dan setelahnya seisi pesantren geger." Arsya tiba-tiba saja tertawa sedikit kencang, membuat orang tuanya menoleh kearahnya.

"Bahkan kami menjadi salah satu korban dari kelakuan Dik Aaf!" sambung Afkha dengan mengekeh, mengingat kekacauan itu berlangsung hingga keesokan harinya.

"Ya, kita dikejar-kejar nenek-nenek. Di sangka berondong peserta nikahan masal gratis. Amazing mereka berdua." Arsya mengingat Kembali kejadian dimana hari itu adalah kekacauan terbesar di pesantren akibat ulah Aftha dan Kyra.

"Adik kalian itu anak-anak hebat 'kan. Mana ada yang berani membuat kekacauan di pesantren sampai seperti itu." Ubaydillah menimpali.

"Subhanallah, mereka itu lucu." Afnan ikut mengekeh.

Shanum sungguh tidak tahu dengan apa yang sedang mereka bicarakan. Pada saat itu, dirinya sudah tidak pernah datang lagi ke pesantren. Hingga Aftha menghalalkannya baru ia kembali ke pesantren.

"Nanti kamu akan mengerti cinta. Apa yang sedang kita bicarakan ini. Cerita Dik Aaf yang mau menikahi Dik Ky. Aku lupa belum cerita padamu. Maaf ya!" Aftha mengelus lembut tangan sang istri, tatkala melihat Shanum mengerutkan dahi, berusaha memahami apa yang sedang mereka bicarakan sehingga menimbulkan tawa kelucuan.

"Ah, Ia Albie. Tak perlu meminta maaf." Bisiknya

Afkha tersenyum lembut. "Ya harus meminta maaf. Karena aku lupa menceritakan part ini, maka saat ini, kamu jadi bengong tak mengerti 'Kan, saat mereka membahas hal ini," ujar Afkha lagi dengan berbisik saat Arsya sudah berlalu dari sisinya dan ikut bergabung duduk dengan orang tua mereka.

"Terima kasih Albie, Sayang!" Shanum sungguh merasa bahagia dengan hal kecil seperti ini, suaminya sampai minta maaf.

Shanum menjengit kaget, saat suaminya baru saja selesai berbisik mesra, ia berbuat nakal dengan mencuri kecupan di telinganya dan sedikit menyapukan lidah hangatnya di luar pashmina yang ia kenakan dan saat ini sedikit basah oleh Saliva Afkha.

"Nakal! sempat-sempnya nakal ya." protes Shanum dengan tersenyum malu.

"Kesempatan langka Cinta. Nakalin kamu itu ternyata enak ya." Afkha malah mengekeh dan sukses mendapatkan cubitan di pahanya.

"Aduh!" pekik Aftha tanpa sadar dengan meringis, sepertinya cubitan Shanum agak kencang.

"Aa kenapa?" tanya Hasna khawatir, melihat kearah sang putra yang nampak meringis menahan sakit.

"Ah, em ... ini Mimma. Ada kepiting!" jawab Afkha asal dan mendapatkan tatapan horor dari Shanum.

"Oh kepiting ...." Hasna nampak santai dalam menanggapi perkataan si sulung, "eh mana ada kepiting disini. Memangnya di laut!" pekik Hasna kemudian saat menyadari salah menanggapi. Sehingga semua orang ikut menoleh kearah Afkha dan Shanum serta menatap tajam keduanya, membuat mereka berdua gelagapan.

Bersambung ...

1
ulpah sayidah
kapan update lagi
Tinie Ndutz
KK, kapan up nya 🙏
Sefri Lubis
kapan lanjutnya tour?
Sefri Lubis
kelanjutannya ada g?
Maulana Akbar
good
Maulana Akbar
lanjuut
alnino
buku ini dr thn 22 sampek thn 25 g kelar"/Frown//Frown//Frown/
Tinie Ndutz
kpn up lagi, pleaseeee
نور✨
seru,lucu, menghibur, ada pelajaran dan ilmunya juga...
Nazwaputri Salmani
Ada ada aja deh ah.. kelakuan para bapak ini
نور✨
🤣🤣🤣
نور✨
Masya Allah rinduuuu nya, suasana keluarga Afnan & Hasna bikin heboh🤩
♨ˢᶜ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦zc❖ ༄༅⃟𝐐🍁Henny❣️
bakalan heboh ama duo ganteng 🤣🤣🤣
Nazwaputri Salmani
Apa bakalan selamanya begitu atau nanti shanum meninggal ya
♨ˢᶜ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦zc❖ ༄༅⃟𝐐🍁Henny❣️
firasat Zeta benar klu shanum menyembunyiin sesuatu.

ah coba Afka dengar
🤎Rahmaara⁴³💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
kangen dengan cerita mereka
🤎Rahmaara⁴³💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Aamiin ya rabbal alamiin 🤲
🤎Rahmaara⁴³💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
betul banget 😁
🤎Rahmaara⁴³💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Sebenarnya Zethasa ini siapa, seperti nya mereka pernah bertemu
Nazwaputri Salmani
Alhamdulillah akhirnya up juga kak rose
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!