Ini hanyalah cerita fiksi
Rate 21+
Menceritakan tentang Alexa seorang gadis yang harus berjuang untuk menjalankan hidupnya setelah kepergian kedua orang tuanya untuk selamanya.
Setelah kedua orang tuanya meninggal , Alexa baru bisa memimpin perusahaan yang ditinggalkan oleh kedua orang tuanya setelah dia berumur 25th.
Masalahnya sekarang Alexa berumur 20th dan dia tidak mengerti satu pun tentang perusahaan yang dijalankan oleh kedua orang tuanya karena yang dia bisa hanyalah bermain biola.
Cara satu-satunya supaya perusahaan yang ditinggalkan oleh kedua orang tuanya bisa berjalan , Alexa harus menikah dengan pria yang bisa dipercaya untuk menjalankan usaha kedua orang tuanya.
Dan pria yang bisa dia percaya hanyalah Charlie sang asisten kepercayaan papanya.
Apakah Alexa mau menikah dengan Charlie untuk mempertahankan perusahaan kedua orang tuanya?
Yuk....ikutin kisahnya di Gadis Biola Dibawah Sinar Rembulan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nov De, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 13
Alexa yang sudah puas memainkan biolanya meletakkan biolanya di atas kursi.
"Bagus sekali Alexa" , ucap Charlie.
"Terima kasih kak", jawab Alexa.
"Ini dagingnya sudah matang non" , ucap mbok Siti.
"Iya mbok" , jawab Alexa sambil berjalan menuju ke meja yang ada di taman dan duduk di sebelah Charlie.
Setelah itu Alexa , Charlie dan mbok Siti makan bersama sambil mengobrol santai.
"Kak , besok jadi kakak mau menemani aku ke kantor pak Carren?" , tanya Alexa.
"Iya jadi Alexa" , ucap Charlie.
"Apakah di kantor gak sibuk kak?" , tanya Alexa.
"Sebenarnya sejak kepergian tuan , kita sudah jarang mendapatkan orderan Alexa , jadi kerja aku sudah tidak banyak lagi" , ucap Charlie.
"Kenapa kakak tidak memberitahukan aku sebelumnya?" , tanya Alexa.
"Karena aku tidak mau menambah beban pikiran kamu Alexa" , ucap Charlie.
"Tapi kalau seperti itu terus , lama-lama perusahaan pasti akan tutup kak" , ucap Alexa.
"Aku sedang mencoba untuk mengusahakan yang terbaik untuk perusahaan...dengan kondisi keuangan yang terbatas Alexa" , ucap Charlie.
Yang sebenarnya Charlie sendiri ragu , sampai kapan perusahaan bisa bertahan dengan kondisi keuangan yang menipis.
"Kalau aku menunda-nunda terus , perusahaan pasti akan tutup , kak Charlie gak akan bisa mendapatkan klien baru , karyawan juga akan terancam di PHK" , ucap Alexa dalam hatinya.
"Kak Charlie" , panggil Alexa.
"Iya Alexa" , jawab Charlie.
"Aku sudah membuat keputusan kak , aku lihat hanya kakak yang bisa menjalankan dan mengerti semua tentang perusahaan papa , jadi aku akan menikah dengan kakak" , ucap Alexa.
Charlie pun langsung terkejut dan berdiri , lalu berlutut dengan sebelah kakinya di depan Alexa.
"Apakah itu benar Alexa?" , tanya Charlie sambil menatap mata Alexa.
"Iya kak , aku gak mau perusahaan papa ditutup dan karyawan terancam di PHK" , ucap Alexa.
"Terima kasih Alexa , tapi harusnya kata-kata ini aku yang mengucapkannya Alexa" , ucap Charlie.
"Maksud kakak?" , tanya Alexa.
"Sebenarnya dari dulu aku sudah suka sama kamu Alexa dan harusnya akulah yang mengatakan maukah kamu menikah denganku" , ucap Charlie sambil memegang tangan Alexa.
"Untuk sekarang aku hanya berpikir kita menikah untuk menyelamatkan perusahaan papa dan mama dulu kak , kalau untuk masalah perasaan , apakah kakak bisa memberikan aku waktu sampai aku bisa mencintai kakak?" , ucap Alexa.
"Iya , aku bisa Alexa , aku pasti akan selalu menunggu sampai kamu benar-benar bisa menerima aku" , jawab Charlie.
"Terima kasih ya kak" , ucap Alexa.
"Iya Alexa , aku yang harusnya berterima kasih sama kamu karena mau menikah dengan aku" , jawab Charlie.
"Iya kak" , ucap Alexa sambil tersenyum.
"Mbok senang deh lihat den Charlie dan non Alexa akan menikah" , ucap mbok Siti.
Alexa pun hanya tersenyum sambil melihat mbok Siti.
"Semoga nanti rumah ini akan kembali penuh kehangatan seperti dulu lagi , setelah non Alexa dan den Charlie menikah" , ucap mbok Siti dalam hatinya.
Setelah itu Alexa dan Charlie melanjutkan makannya sambil memandangi bulan yang bersinar dengan indah pada malam itu.
Tidak lama , hari pun semakin larut dan angin mulai berhembus dengan kencang , Alexa , Charlie dan mbok Siti mulai masuk ke dalam rumah.
Mbok Siti berjalan ke dapur sambil membawa piring-piring kotor dan membersihkannya di dapur.
Alexa dan Charlie berjalan menuju ke atas.
"Kak , apa boleh kita bicara sebentar di kamar aku" , ucap Alexa.
"Iya boleh Alexa" , jawab Charlie.
Charlie mengikuti Alexa masuk ke kamarnya.
Sampai di dalam kamar Alexa , Charlie dan Alexa duduk di kursi sofa yang ada di kamar Alexa.
"Kak , aku kan tidak ada wali , maka aku akan meminta pak Budi untuk menjadi wali aku , kalau kakak...apakah kakak bisa memanggil orang tua kakak kesini?" , tanya Alexa.
"Besok aku akan menelpon kedua orang tua aku , untuk menyampaikan kabar bahagia ini" , ucap Charlie.
"Iya kak , setelah menikah...kakak gak akan masalah kan kalau kita belum bisa hidup seperti pasangan suami istri yang sebenarnya" , ucap Alexa.
"Iya gak apa apa Alexa , aku akan menunggu kamu sampai kamu siap menerima aku" , ucap Charlie.
"Iya...terima kasih kak , nanti supaya mbok Siti tidak mencurigai kita , maka setelah menikah kakak tidur di kamar aku aja ya , tapi untuk barang-barang kakak...sementara di kamar sebelah dulu , karena barang-barang aku sudah banyak disini" , ucap Alexa.
"Iya , aku gak masalah Alexa" , ucap Charlie sambil tersenyum.
"Baiklah kak , berarti besok pagi kakak yang akan mengantarkan aku ke kampus?" , tanya Alexa.
"Iya Alexa" , jawab Charlie.
"Besok aku kuliahnya sampai jam 2 siang ya kak" , jawab Alexa.
"Baiklah , kalau gitu kamu istirahat dulu , jangan banyak berpikir lagi malam ini" , ucap Charlie.
"Iya kak" , jawab Alexa.
Charlie pun berdiri dan meninggalkan kamar Alexa menuju ke kamarnya yang ada disebelah kamar Alexa.
Charlie yang sudah sampai di kamarnya , langsung masuk ke kamar mandi untuk mencuci mukanya , setelah itu dia pun naik ke atas kasur.
"Terima kasih Alexa , akhirnya kamu mau menikah denganku , aku pasti akan mengusahakan yang terbaik buat kamu dan perusahaan orang tua kamu , dan aku pasti akan selalu menunggu sampai kamu benar-benar bisa menerima dan mencintai aku" , ucap Charlie dalam hatinya.
Setelah itu Charlie pun tidur dengan nyenyak pada malam yang indah dalam hidupnya itu.
Alexa yang sudah mencuci mukanya , naik ke atas kasurnya.
"Apakah nantinya aku akan bisa mencintai kak Charlie , setelah melihat Felix yang hanya menginginkan uang aku saja , sudah membuat aku sangat kecewa..."
"Apakah kak Charlie benar-benar mencintai aku seperti yang dia katakan , bukan karena menginginkan perusahaan orang tua aku saja?"
"Tapi didalam mimpi papa mengatakan kalau hanya Charlie yang bisa membantu aku , semoga saja keputusan yang aku buat ini adalah keputusan yang paling tepat dalam hidup aku , aku tidak mau lagi dikecewakan oleh laki-laki , cukup Felix yang sudah membuat aku kecewa" , ucap Alexa yang berkutat dengan pikirannya sendiri.
Karena rasa lelah sudah menyelimuti dirinya , maka Alexa pun mulai tertidur pada malam itu.
********
Felix yang sudah selesai makan , mulai menelpon Vio.
Terdengar suara sambungan masuk disana , tapi tidak ada tanda-tanda suara masuk , sampai bunyi suara sambungan terputus sendiri.
Akhirnya Felix memutuskan untuk mendatangi Vio di rumahnya.
Sampai di depan rumah Vio , Felix langsung mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan chat.
"Vio...aku ada di depan rumah kamu".
-(Pesan dikirim)-
"Kamu pulang saja , aku gak akan mau menemui kamu lagi".
-Vio-
"Kenapa kamu seperti ini? Aku merindukan kamu , ayo kita pergi ke kostan aku".
-(Pesan dikirim)-
"Kamu urus aja keinginan kamu sendiri".
-Vio-
"Jangan gitu Vio , ayolah....aku sudah tidak tahan lagi".
-(Pesan dikirim)-
"Tadi aku sudah berdiri di depan kamu dengan tubuh polos aku , tapi kamu tidak menghiraukan aku , kamu kira aku cewek murahan".
-Vio-
"Tadi aku kan lagi keasikan main game".
-(Pesan dikirim)-
"Kamu minta aja game kamu yang urusin keinginan kamu".
-Vio-
"Jangan gitu sayang....ayolah....maafin aku sudah cuekin kamu tadi , ayolah kita pergi sekarang....kamu keluar ya....aku mencintai kamu...."
-(Pesan dikirim)-
Beberapa waktu tidak ada balasan dari Vio.
Lalu Felix mulai menelpon Vio.
Terdengar suara dari sana...
Nomor yang anda tuju tidak bisa dihubungi.
"Pasti Vio sengaja matiin ponselnya" , ucap Felix.
Akhirnya malam itu Felix memutuskan pulang kembali ke kostan nya.
"Masa aku harus main sendiri , mau gak mau deh kalau begini , biasanya juga Vio yang setiap hari melakukannya" , ucap Felix sambil telentang di atas kasurnya.