jika memilih orang tua bisa dilakukan.. aku akan memilih dilahirkan oleh kedua orang tua yang saling menyayangi.
dilahirkan dalam lingkup keluarga yang kaya raya. dan tak memikirkan uang sepeserpun.
kehidupan yang sangat bahagia.. aku ingin memilikinya. kasih sayang dari kedua orang tua.. aku pun ingin mendapatkannya.
Bagi para pembaca yang suka genre novel perjuangan hidup boleh mampir ke karya receh "BUKAN SALAHKU"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon azqila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kekecewaan cahaya..
"assalamu'alaikum... " ucap papa Rian
" Wa'alaikumsallam.. " jawab Ratna sembari membuka pintu..
" taraaa... papa bawakan sate ayam.. pesanan mama.. " ucap Papa rian sembari tersenyum
" waahh.. makasih pa.. , tapi kita baru aja selesai makan, papa kelamaan si" ucap Ratna,
" kan buat nanti juga bisa ma. lagi pula papa nyuruh pelayan supaya memisahkan bumbunya, jadi sampe sore ga bakal basi. " ucap Papa rain.
"pa.. papa.. kita jalan jalan yuk.. aku ingin main pa." teriak cahaya sembari bergelayut manja
" main... anak.. papa mau main apa..? " tanya papa rian yang langsung menggendong cahaya kecil.
" mau main apa ya..? " tanya balik Cahaya yang bingung akan keinginannya sendiri.
" hayooo... mau main apa? " tanya papa rian
" aaahhh.. aku ingin main komedi putar pa.. aku ingin naik kuda" jawab cahaya semangat
" baik.. tapi tunggu papa ganti baju dan makan dulu ya... perut papa keroncongan " ucap Papa rian sembari mengusap perut nya.
" baik.. cahaya tunggu ya pa.. " jawab cahaya yang turun dari gendongan ayahnya.
Setelah berganti pakaian santai, papa rian langsung duduk di meja makan dan seperti biasa Ratna dengan sigap menyajikan nasi dan lauk pauk, tak lupa Ratna mengayajikan minum untuk sang suami.
" pa... papa ayo... makan'nya jangan lama lama.. " rengek cahaya
" iya iya.. papa sudah selesai ko.. " jawab papa rian sembari meminum air putih yang disajikan sang istri.
Dengan cekatan cahaya menarik ayahnya memasuki mobilnya, dan dibuntuti oleh Ratna yang tersenyum melihat kebahagiaan kecilnya.
" tunggu.. laela mana..? " tanya papa rian ter'ingat akan bidadari kecilnya.
" pa.. laela ga bisa ikut, biarkan dia dirumah" jawab Ratna
" jangan gitu dong ma.. laela juga masih kecil dia juga harus bermain juga" jawab Papa Ratna yang langsung turun dari mobilnya
" hore... kaka laela ikut... " teriak cahaya
Sedangkan Ratna yang melihat suaminya tengah menggandeng laela langsung mendengus kesal.
" duduk didepan, dibelakang sempit" ucap Ratna yang tak ingin duduk didekat laela.
laela yang belum sempat membuka pintu langsung menunduk kepalanya, dengan sekuat tenaga laela menahan air matanya.
" tak apa.. laela kau duduk di samping ayah.. " ucap Papa rian membesarkan hati anaknya supaya tak sakit hati.
"ya.. pa.. " jawab laela sambil tersenyum dan menganggukan kepalanya.
Sedangkan Ratna langsung menutup kaca mobil dengan hati yang berkecamuk.
" cahaya.. kamu duduk dibelakang ya sama mama" ucap papa rian pada malaikat kecilnya.
" tapi pa.. cahaya ingin duduk didepan, cahaya ingin duduk disamping papa" jawab cahaya
" cahaya.. anak papa.. malaikat papa, ga papa ya, duduk dibelakang sama mama, kasian tuhhh mama duduk sendirian. " ucap papa rian membujuk cahaya, sambil melirik istrinya yang masih cemberut.
Seketika cahaya yang melihat raut wajah ibunya, langsung berpindah kebelakang.
" laela.. masuk" ucap papa rian
dengan tersenyum laela masuk kedalam mobil, dan dengan tenang laela duduk di samping ayahnya yang mengendarai mobil.
Rian yang terus bercanda tawa dengan laela selama perjalanan, membuat cahaya kecil melihat laela tak suka.
" seharusnya aku yang duduk disana, dan bercanda dengan papa" batin cahaya kecewa.
" sayang.. kau lelah tidak.. sini tiduran dipangkuan mama" ucap Ratna pada cahaya.
Tanpa ragu cahaya langsung merebahkan kepalanya diatas pangkuan ibunya.
Dan dengan penuh kasih sayang Ratna membelai rambut anaknya.
Tanpa Ratna dan cahaya sadari, laela kecil melihat kearah kursi belakang, melihat ibunya yang tengah membelai sang adik. hatinya terasa tercubit melihat adiknya begitu disayangi oleh sang ibu.
" laela.. " ucap papa rian, mengalihkan pandangan laela
" ya pa.. " jawab Laela yang langsung melihat kearah sang papa yang tengah asik mengemudi.
"nanti kau.. mau main apa? " tanya papa rian
" main apa ya pa? laela bingung.. laela ngikut cahaya main aja deh pa.. " jawab laela dengan tersenyum.
.
.
.
Bersambung... 😊😊
jangan lupa tinggalkan jejak ya akak akak
like..
komen...
vote...
favorit.. juga ya kaka...
Dan jangan lupa berikan hadiah walau hanya sekuntum bunga mawar🌹💐
ada salam dari novel ZANN 🙏🙏
ini aku baca nyicil dulu ya 🙏🙏