NovelToon NovelToon
Menikahi Nona Muda Galak

Menikahi Nona Muda Galak

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:866.9k
Nilai: 5
Nama Author: adek siska

Harap bijak dalam memilih bacaan.

Nona muda menikahi dokter muda yang tampan. Dia melakukan segala hal untuk bisa lepas dari pernikahannya. tapi tidak berhasil membuat Juno si dokter muda menyerah, dia membalas kelakuan nona muda dengan tingkah konyolnya, akankah nona muda bisa mencintai dokter muda.

Tidak di sarankan bagi kalian yg penganut jiwa mafia...😌😂👍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adek siska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan malam yang kaku

Makan malam itu Juno masih tampak kaku di rumah barunya ini. Ibu Amora tampak sangat telaten menyajikan makanan ke piring putri kesayangannya itu tanpa menyapa Juno sedari awal kedatangannya tadi siang. Juno hanya diam menyaksikan keakraban ibu dan anak itu sambil meminum air putih. Tidak lama ayah Amora pun ikut bergabung bersama mereka.

"Eh, iya! Jidat kamu nggak apa-apa, kan?" tanya ayah Amora sambil memasukkan nasi ke piringnya. Juno menoleh pada mertuanya seraya memegang keningnya. Amora di yang berada di samping Juno tampak khawatir jika Juno mengadu pada ayahnya apa yang sebenarnya terjadi.

"Oh, ini .... Udah nggak apa-apa kok, Pah" ujar Juno menatap Amora yang tengah menatapnya seraya menggigit bibir bawahnya karena takut dan khawatir Juno akan menceritakan semuanya. "Biri-biri di sana galak-galak, apalagi yang betina," ujar Juno menyindir Amora, dia melirik Amora sekilas dengan senyum jahilnya, Amora langsung menatap tajam ke arah Juno. Juno sekali lagi memanggilnya dengan sebutan biri-biri lagi. Ia tampak menahan nafas kesal mendengar Juno masih saja menyebutnya biri-biri.

"Kok bisa? Emang kalian ngapain?" tanya ayah Amora masih bingung.

"Nggak ngapa-ngapain! Cuman main-main aja, Pah. Mungkin lagi sial aja aku waktu itu," ungkap Juno sopan sambil menikmati makan malamnya. Amora bisa bernafas sedikit lega kerena Juno tidak mengadu perihal yang terjadi di Swiss.

"Untung ketemu sama mahasiswa Indonesia disana, Pah. Dia yang nolongin kita, makanya kita bisa pulang cepat dan bisa telfon Papa juga. Amora di sana hampir mati kedinginan tiap malam gegara musim saljunya di sana dingin banget," ujar Amora mengadu, ia mulai berani angkat suara. Juno hanya tertawa kecil melihat Amora yang sudah bisa mencair dan tidak ketakutan lagi.

"Kan ada Juno masak masih dingin saja?!" goda ayahnya yang membuat Amora malu, yang lainnya hanya terkekeh begitupun Juno.

'Karena malam hangat itu dia ke getok pakek vas bunga keramik,' gumam Amora menatap Juno yang tengah menyunggingkan senyum padanya.

"Kalian itu harus rukun berumah tangga, ribut dikit jangan di perbesar. Sama-sama harus belajar saling memahami. Kalian berdua itu sama-sama anak tunggal. Terutama Juno, kan," ujar ayah Amora yang membuat Juno tersenyum kecut seraya tertunduk karena teringat jika dia memang hanya miliki seorang nenek di dunia ini.

"Jangan sedih. Mulai sekarang kamu sudah punya ayah dan ibu, yaitu kita berdua. Papa hanya minta kamu perlakukan Amora dengan penuh tanggung jawab sebagai seorang suami dan pemimpin keluarga kecil kalian," nasehat ayah Amora. Juno tersenyum seraya mengangguk.

"Iya, Pah!" ujar Juno tulus.

Amora menatap tatapan tulus itu. Tapi tetap saja Juno Menyebalkan di mata Amora.

"Ya sudah. Sekarang kita nikmati makan malam ini," ujar ayah Amora lagi. Dona tampak diam saja sedari tadi, dia tidak terlibat obrolan mereka sama sekali. Juno melihat sekilas kearah ibu Amora itu, dia tampak dingin sedari tadi, terutama pada Juno.

***

Selesai dengan makan malam mereka, mereka juga sempat mengobrol sebentar di ruang keluarga tapi berhubung Juno dan Amora baru sampai, mereka masih merasa lelah dan kurang istirahat. Sehingga mereka pamit untuk beristirahat lebih dulu.

Sesampai di kamar Amora segera melemparkan selimut dan bantal kepada Juno. Juno yang kaget hampir saja kehilangan keseimbangannya karena ulah Amora. Ia memungut selimut dan bantal yang berserakan di lantai hadapannya dengan tatapan yang tak lepas pada Amora.

"Kamu tidur di kursi panjang itu mulai sekarang. Aku nggak mau adegan rudapaksa itu terulang lagi," ujar Amora santai seraya menarik selimutnya bersiap akan tidur lagi. Juno menyunggingkan senyumnya, dan mulai berpikir.

"Kamu nggak liat sama ulah kamu ini?" tunjuk Juno pada keningnya yang terluka. Amora hanya cuek masih pura-pura tidur, Juno mendekatinya dan menarik selimut Amora yang membuat Amora bangkit dan duduk di ranjangnya. "Aku masih keliyengan kamu paksa buat pulang dalam keadaan terluka. Di pesawat aku sampe muntah nahan perih sama pusing karena ngilu sekaligus sakit kepala karena ulah kamu. Terus sekarang kamu suruh aku tidur di kursi panjang yang nggak nyampe 1,5 meter itu? Kamu mau bunuh aku emangnya?" sewot Juno tidak terima, Amora hanya bisa menekuk wajahnya. Kali ini dia bergelut dada dan menatap menantang Juno.

"Kamu pikir vas itu bakal aku lempar gitu aja kalo kamu nggak ngapa-ngapain? Kamu itu ngelecehin aku. Sadar nggak?!" geram Amora tidak mau kalah masih dengan tatapan menantangnya.

"Pertama, waktu itu aku mabuk. Yang kedua, itu karena kamu nyebelin, dan yang ketiga, aku halal buat lakuin itu sama kamu, yang ada kamu yang dosa kalo kamu nolak," elak Juno tidak mau kalah. "Yang jelas aku nggak mau tidur di kursi itu, tinggi aku 184 cm, dan sofa itu 1,5 meter. Aku nggak kuat kalo musti nekuk badan tidur. Badan aku, kepala dan hati aku masih sakit. Kalo kamu mau, silahkan kamu yang tidur di sana," ujar Juno yang langsung melempar kembali selimut dan bantalnya ke atas ranjang. Ia pun segera berjalan menuju ke atas ranjang, tanpa peduli kepada Amora lagi. Amora menatap Juno dengan tatapan tidak percaya. Betapa sulit baginya menyingkirkan laki-laki ini. Amora menendang kecil tubuh Juno yang tetap tak bergeming itu malahan ia menanggapinya dengan senyuman.

"Udah, tidur. Mau aku lakuin lagi?" ancam Juno masih di posisinya memejamkan mata seraya membelakangi Amora dengan senyuman nakalnya. Amora langsung ciut nyalinya. Ia pun kembali berbaring dengan nafas yang tak beraturan menahan kesalnya.

Amora jelas kalah debat dengan Juno. Jika dia keraskan sekalipun pasti kalau ketahuan orang tuanya yang ada dia akan di salahkan lagi. Akhirnya ia pun mengalah untuk diam dan membiarkan Juno, mereka pun tidur dengan saling membelakangi satu sama lainnya.

Sesekali Amora terbangun mewaspadai Juno yang tampaknya memang sudah terlelap. Tidak ada hal aneh tampaknya yang akan lelaki ini lakukan malam ini. Mungkin dia memang sedang butuh istirahat. Amora pun kembali berbaring walau masih dengan perasaan was-was. Dia menatap sekali lagi punggung Juno dan kembali mencoba untuk tidur lagi. Hingga perlahan ia pun tertidur.

BERSAMBUNG...

1
Nur Syamsi
😭😭😭
Nur Syamsi
😭😭😭 kasian Juno yg ditinggal neneknya
Nur Syamsi
Saudah cocokmitu, klaw amorah tinggal dirumah nenek Juno, spya Junonya Tdk Tdk kepikiran kalaw Amorah tinggal dirumah mamamnya
Nur Syamsi
klaw bisa Amora ma Juno tinggal dirumah nenek dulu, untuk ketenangan Juno dan Amora yg hamil mudah
Nur Syamsi
akhirnya ketahuan tu simertua arogan
Nur Syamsi
😭😭😭
Nur Syamsi
nenangin diri dulu dirumah nenek Juno, ntar Amoranya mrsa kehilangan pasti dia mencarimu dan klaw sudah baikan tinggal sja dulu dirumah nenekmu dmi menghindari mama mertuamu
Nur Syamsi
ya balik dulu ke rumah nenekmu Juno untuk nenangin diri.....biar Amorahnya sadar diri....
Nur Syamsi
bagaimna Amira maw bersikap layaknya seorang istri klaw mamanya yg mendukungnya, kecuali Ros dan pelayan lainnya
Nur Syamsi
makanya jgn permainkan pernikahan, pa lgi yg kau harap ada istri dan anaknya yg menanti,
Nur Syamsi
jaga sikap Sinta, walaupun pernikahan dr Juno didasari dg perjodohan berarti itu sdah jodonya dr Juna, makanya nenek Widya selalu menekankan cari laki, Krn mgkin nenek Widya tau bahwa Sinta ada hati ma Juno
Nur Syamsi
mama mertua matre papa .....
ReeNo AdiIrwansyaah
semua mental orang itu emang berbeda beda tapi juno memiliki mental yg tipis yg sabar junn jangan ikutan tren budir
Dandelion Kecil: itu yg saya maksud karakternya masih lemah, karna penjabaran konflik masih sangat minim. itu di sebabkan dulu saya di kejar target up. jika harus revisi banyak sekali yg harus saya rombak. ini bukan karya terbaik saya tapi malah terlanjur rame yg baca 🙏
total 1 replies
RithaMartinE
luar biasa
Mng Icut
istri tak tau sopan santun,harusnya di buang aja,masik banyak cewe yng bisa menghargai suami
Hadimulya Mulya
menyerah katanya,tapi msh di pertahan kan rumah ttg nya,berarti kan munafik
Suhar Suharsoyo
kurang greget,seharusnya kasih Amora pelajaran sampai semenyesal mgkn,biar betul2 kapok dia,kasihan kunonya SPT lelaki pecundang aja
Dandelion Kecil: banyak yg bilang gitu. kayaknya iya. Karakter Juno terlalu lemah.
total 1 replies
Lisa Icha
kayaknya ceritamu ini seru Thor n aku mampir ya
Dandelion Kecil: 👍😘😘😘😘
total 1 replies
tististis
asyek kayak nya bang Juno.
Lea Octa
Lanjut baca ...bikin penasaran alur ceritanya
Dandelion Kecil: 🤗🤗🤗😘😘
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!