Menceritakan kehidupan pernikahan Dokter cantik Rinjani Mahisa dan Mita pramesti yang di peristri oleh Om Ceo tampan.
Bagaiman kelanjutan rumah tangga mereka menghadapi tingkah laku manja dan possesif dari suami mereka.
Sedikit di bumbuhi
konflik rumah tangga yang ringan namun menguras emosi, saat sang mertua menghadirkan wanita untuk menghancurkan rumah tangga anak nya sensiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewiwitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kucing nakal
Leonardo membawa Lucy ke apartemennya, dia sengaja menempatkan Lucy di rumah yang berbeda dengan nya.
"Leon kenapa aku tidak tinggal di Mansion mu saja?"Ucap Lucy.
Leonardo mengerutkan keningnya,"Bagaiman kamu tau jika aku memiliki Mansion?"Tanya Leonardo.
Sebelumnya Leonardo belum pernah bercerita kepada Lucy jika dia memiliki Mansion.
"Mama Serena yang bilang."Ucap Lucy.
"Sebaiknya kamu di sini dulu, lagi pula kita tidak bisa tinggal bersama karena kita belum menikah."Ucap Leonardo.
Lucy mendekati Leonardo,"Sayang kenapa kamu jadi sealim ini, bukankah sudah biasa jika wanita dan laki-laki tinggal di satu rumah tanpa ikatan."Ucap Lucy.
"Maaf Lucy ini di negara beragama, bukan di negara barat yang bebas melakukan apapun. Aku tetap tidak bisa tinggal satu atap dengan mu."Ucap Leonardo.
Leonardo menuju kamar utama untuk meletakkan barang-barang Lucy.
"Leon kenapa kamu marah, bukankah dulu kamu sering meminta tinggal bersama?"Tanya Lucy.
"Maaf Lucy itu dulu dan sekarang pandangan ku telah berubah."Ucap Leonardo.
"Maaf kalau aku membuat mu marah."Ucap Lucy, Lucy memasang wajah bersalah.
"Sudahlah jangan di bahas, aku harus pergi karena ada meeting."Ucap Leonardo.
Belum juga Lucy menjawab, Leonardo sudah pergi meninggalkan Lucy sendiri.
"Sial! aku tidak menyangka Leon bisa berubah sikap dengan ku."Gumam Lucy kesal.
"Tapi tenang saja, aku akan bisa mengusai Leon lagi seperti dulu. Aku percaya dia masih mencintai ku."Ucap Lucy dengan tersenyum licik.
Sementara itu Leonardo baru saja mendapat pesan dari Dean, Dean selama ini tidak terlihat karena Dean mendapat tugas khusus dari Leonardo.
"Bagaimana?"Tanya Leonardo.
Dean memberika sebuah amplop kepada Leonardo,"Semua sudah ada di dalam amplop pak."Ucap Dean.
Leonardo membuka amplop tersebut dan betapa terkejutnya dia saat melihat isi dari amplop itu.
"Dean, sepertinya ada yang ingin bemain dengan kita."Ucap Leonardo dengan menaikan sudut bibir sebelah kirinya.
"Pak Leon kalau ngamuk serem euyy."Gumam Dean dalam hati.
"Dean lakukan rencana kita, kita harus membuat kucing nakal itu keluar dari sarang nya."Ucap Leonardo.
Deon yang mendapat perintah dari Boss, langsung pergi dan menjalankan pritah dari Leonardo.
"Jika aku sesibuk ini bagaiman aku bisa dapat jodoh, ohh.. Astaga bahakan ku saja kalah dengan anak SD."Gumam Dion saat melihat anak SD tengah bergandengan tangan.
Leonardo berjalan menuju apartemen Lucy dia akan membicarakan rencana pernikahan mereka.
"Lucy..."Panggil Leonardo saat sudah sampai di apartemennya.
"Leon kenpa kamu kembali lagi, apa urusan mu sudah selesai."Tanya Lucy.
Leon mendekati Lucy lalu memeluk tubuh Lucy,"Aku merindukan mu."Bisik Leonardo.
"Benarkah, aku juga merindukan mu."Lucy membalas pelukan Leonardo.
"Dugaan ku memang tidak salah, Leon memang masih mencintai ku."Gumam Lucy dalam hati.
"Aku juga mau membicarakan rencana pernikahan kita, aku ingin kita segera meresmikan pernikahan kita."Ucap Leonardo.
Lucy nampak gembira saat mendengar perkataan Leonardo tentang rencana pernikahan mereka.
"Bagaimana jika kita kerumah Mama dan Papa."Ucap Lucy.
"Boleh, kita akan bahas semuanya dengan Mama dan Papa."Ucap Leonardo.
Mereka bedua pergi menuju Mansion orangtua Leonardo.
Sementara itu Rinjani tengah menjalani pemeriksaan kandungan.
"Dokter Jani, bayinya sangat sehat dan lincah sekali."Ucap Dokter kandungan.
Rinjani menatap kearah monitor yang menunjukkan gambar bayi di dalam rahim Rinjani.
"Lihat lah Om, bahkan bibir dan hidungnya sangat mirip dengan mu."Gumam Rinjani dalam hati.
Setelah melakukan pemeriksaan kandungan, Rinjani pergi menuju ke ruangannya.
Rinjani menatap foto USG anaknya,"Sayang maafkan Mama, kali ini mungkin kita tidak akan pernah bertemu Papa. Kita doakan Papa bahagia selalu disana ya sayang."Ucap Rinjani.
Sementara Rinjani sedang duduk santai di ruangannya, tiba-tiba pintu ruangannya di buka paksa dari luar oleh seseorang.
"Ya!! kau bocah nakal!!"Teriak Mita.
Rinjani yang terkejut milihat kedatangan sahabat bar-barnya membeokan mulutnya.
"Mita..."Ucap Rinjani.
"Iya! ini aku Mita sahabat yang kamu tinggalkan selama 3 bulan."Ucap Mita kesal.
Rinjani berdiri dari duduknya lalu berjalan kearah Mita.
"Mita..."Rinjani merentangkan tangan nya ingin memeluk Mita.
Namun Mita menghentikan langkahnya seketika saat melihat perut Rinjani yang membuncit.
"Jani kamu cacingan?"Tanya Mita.
Sontak saja Rinjani langsung menggeplak kepala Mita,"Sembarangan bilang aku cacingan, ini ada anaknya Om Leon tau."Ucap Rinjani.
"Kamu hamil!"Ucap Mita terkejut."Udah tau hamil kenapa masih aja nekat buat kabur dari rumah, emang dasar anak badung."Ucap Mita, Mita memeluk tubuh Rinjani, sahabat yang di rindukannya.
"Kamu bagaiman bisa tau kalau aku disini?"Tanya Rinjani.
"Tentu aku tau, kamu jika mau kabur selalu menyebutkan negara ini dan kota ini untuk pelarian mu kan."Ucap Mita.
"Ahhh, kamu masih ingat itu."Ucap Rinjani.
"Tentu aku ingat itu, Rinjani maaf aku tidak bisa lama karena aku datang kesini sendirian. Aku kesini mau kasih kamu rekaman ini."Mita memberikan sebuah rekaman kepada Rinjani.
"Ini apa?"Tanya Rinjani.
"Kamu lihat saja nanti, satuhal jika kamu mau kembali aku akan dengan senang hati menjemput mu demi keamanan calon keponakan aku."Ucap Mita.
"Aku tidak akan kembali."Ucap Rinjani.
"Aku yakin kamu akan kembali."Ucap Mita.
Rinjani bingung kenapa Mita percaya diri sekali bahwa dirinya akan kembali.
"Kalau begitu aku pamit ya Jani, jaga baik-baik keponakan aku dan ingat saat kamu sudah lihat rekaman itu cepat hubungi aku."Ucap Mita sebelum pergi.
Seperginya Mita, Rinjani menatap pada kotak hitam yang katanya adalah sebuah rekaman.
"Sebenarnya apa isi dari rekaman ini."Gumam Rinjani.
Rinjani sangat penasaran dengan isi dari rekaman itu.
"Apa ini rekamn selamat ulang tahun, tapi ulang tahun ku kan masih 4 bulan lagi."Gumam Rinjain.
Rinjani membuka kotak itu lalu mengambil Flashdisk dan menyambungkan nya pada laptop.
Rinjani memperhatikan rekaman itu dengan sangat teliti, sampai pada akhirnya rekaman itu memutar adegan yang membuat darah nya mendidih.
"Leonardo Evans!!"Ucap Rinjani penuh penekanan.
Rinjani lantas menekan nomor Mita lalu dia mengatakan bahwa dia akan kembali.
"Awas saja kau Om Leon, saat aku tiba nanti aku akan membuat perhitungan dengan mu."Ucap Rinjani dengan penuh amarah.
Rinjani telah memikirkan dengan cara apa dia akan memberikan peringatan pada suami mesumnya itu.
Sementara itu Mita di dalam pesawat tengah tertawa terpingkal-pingkal membayangkan bagaiman wajah emosi milik Rinjani.
"Maafkan aku teman, jika tidak begitu kamu tidak akan kembali. Aku tidak ingin rumah tangga Jani hancur berantakan apalagi sekarang ada seorang bayi di tengah-tengah mereka."Ucap Mita.