Ini bukan kisah nyata tapi imajinasi author aja sebagai hiburan untuk kaum mager
Kisah dari keluarga Andalas pembisnis kaya raya di semua bidang mereka hidup dengan tradisi turun menurun .Perjuangan keadilan serta kasih sayang
Nama nya Alinda Andalas gadis cantik ceria dan juga sangat baik di umur nya 25 tahun dia harus menikah dengan anak sahabat keluarga nya .Adik Alinda yg bernama Ananda berbeda dengan kakak nya dia hidup sesuai naruli hati nya meski mama dan papa nya mengekang tapi dia tetap pada pendirian nya tapi meski begitu dia sangat penyayang berbeda dengan Alinda yg sangat penurut melakukan segala hal yg orang tua nya katakan
Alinda harus menikah dengan pria bernama Daren Damusa .Daren pria tampan kaya raya bisnisnya melambung tinggi semenjak kakek buyut nya keluarga Damusa sudah lama bersahabat dengan keluarga Andalas mereka menunggu keturunan mereka berbeda jenis namun tidak juga mendapatkan itu sampai sekarang ini mereka menemukan itu. Daren menerima pernikahan itu karna merasa Alinda cocok untuk nya apa lagi Alinda cantik dan terpelajar
Tapi setelah mereka menikah rasa kagum Daren sirna timbul rasa benci dan masalah keluarga Andalas mulai muncul setelah kematian Alinda rahasia Alinda mulai muncul karna Ananda sendiri yg membawa rahasia itu merasa tidak sanggup berjuang sendiri hingga dia memutuskan untuk di bantu dengan keluarga Damusa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebenaran
Di alam bawa sadar
Di bawa alam sadar Amanda dia berada di suatu tempat dia lelah tersesat di tempat itu lalu dia melihat sosok di ujung sana Amanda berlari mengejar nya
"Kakak tolong aku"suara itu sangat nyata di telinga Amanda
"Alinda kamu di mana"teriak Amanda
"Hiks hiks tolong kak"ucap nya lagi
"Kakak"teriak nya lalu dia bersitatap dengan Amanda
"Kak Aman"ucap Ananda heran
"Ananda"ucap Amanda bingung
"Kakak tolong kak"
"Itu suara Alinda"ucap Amanda
"Kak Alin kakak di mana"ucap Ananda mencari sosok itu
"Aku di sini"ucap Alinda membuat kedua nya menoleh
"Aghhh"teriak Ananda dan Amanda kaget
"Kamu kayak sih manis saja memakai baju merah itu"ucap Amanda mengusap dadanya
"Aku rindu kakak"ucap Alinda memeluk kedua nya
"Sama aku juga"ucap Amanda tersenyum mengusap kepala Alinda
"Darah"ucap Ananda melihat tangan nya berdarah
"Kak aku butuh keadilan beri aku keadilan aku tidak terima sih iblis Danur itu masih hidup selama ini dia yg menodai ku"ucap Alinda memegang bahu Amanda
"Aku tau kakak dan Ananda bisa karna kalian kuat ngak kayak aku lemah"ucap Alinda tersenyum mengecup kedua nya
"Alinda kamu kenapa Alinda"ucap Amanda panik saat bayang Alinda mulai menghilang
"Kak Alin"teriak Ananda saat tubuh Alinda menghilang
"Aghh"teriak Amanda kesakitan
"Aww kepala ku"ucap Ananda kesakitan mereka teringat masalah lalu
Flashback
Sepuluh tahun lalu
Saat itu umur Amanda mengijak usia hampir 16 tahun Amanda dan Alinda hanya berbeda satu tahun dan dengan Ananda berbeda 2 tahun mereka bertiga selalu bersama saling bahu membahu.Kakak mereka Danur saat itu berusia 20 tahun dia hidup bebas tanpa bimbingan orang tua
Danur masuk ke kamar Alinda di tatap nya adik perempuan nya bau alkohol sangat pekat di tubuh Danur lalu dia memegang tangan adik nya lalu mencium nya Alinda yg tengah tertidur terbangun
"Kakak"ucap Alinda yg masih sangat polos
"Alinda kakak sayang pada mu mau ngak kakak ajarkan sesuatu"ucap Danur menyeringai
"Iya Alinda juga kak emang kakak mau ajarkan apa"ucap Alinda tersenyum Danur tersenyum menyentuh benda Alinda
"Kakak apa yg kakak lakukan kata kak Aman ngak boleh"ucap Alinda menolak
"Sebentar saja ya ya"ucap Danur memaksa Alinda melayani nya bahkan Danur tak segan menampar Alinda dan mengancam nya malam itu Danur merengut kehormatan adik nya sendiri
🌞🌞🌞
Alinda menangis apa lagi area bawa nya terasa sakit dia menangis tidak mengerti apa yg terjadi pada nya Alinda menemui orang tua nya untuk bicara
"Ma pa Alinda mau bicara"ucap Alinda menunduk
"Nanti saja ya sayang mama sama papa ada pekerjaan penting berangkat sekolah nya barang kakak kamu aja ya"ucap mama Anggun mengecup kening Alinda lalu pergi dengan suaminya
"Hiks hiks aku harus apa"ucap Alinda menangis
"Lho Alin kenapa nangis hah"ucap Amanda datang dengan seragam sekolah nya membawa buku
"Hiks hiks kakak"ucap Alinda memeluk Amanda menangis menumpahkan kesedihan nya
"Sssttt jangan nangis dong ayo duduk dulu cerita sama kakak ada apa"ucap Amanda mengusap air mata Alinda
"Alinda mau bicara pada mama tapi mama udah pergi"ucap Alinda
"Kan ada kakak sini kakak peluk emm kenapa jadi nangis"ucap Amanda mengecup kening Alinda dan memeluk nya
"Kakak Alinda tidak sekolah ya Alinda sakit"ucap Alinda manja
"Lho kenapa sakit kita ke rumah sakit ya"ucap Amanda cemas
"Ngak Alinda mau bicara"ucap Alinda menarik tangan kakak nya ke kamar lalu memperhatikan seprey yg tergeletak
"Kamu datang bulan pertama dan menangis aduh Alinda kenapa harus nangis sih"ucap Amanda terkekeh pelan
"Ngak kakak semalam kak Danur memasuk kan ****** ke dalam punya Alinda sampai berdarah dan perih ini aja masih sakit"ucap Alinda bagai di sambar petir seprey yg di pegang Amanda terjatuh dia tidak bisa mencerna perkataan adik nya otak nya masih sangat polos tapi Alinda mengucapkan dengan polos apa yg di lakukan kakak nya hingga Amanda bisa mencerna
"Mari sini kakak lihat"ucap Amanda ingin memastikan siapa tau dia salah paham
"Alinda malu ngak mau"ucap Alinda
"Kakak lihat ya"ucap Amanda lembut sampai Alinda menurut Amanda memeriksa punya adik nya yg lecet tanpa sadar air mata Amanda mengalir apa lagi memperhatikan badan Alinda memar dan merah
"Ya udah kamu istirahat kakak berangkat dulu ingat kunci pintu nya jangan keluar kecuali aku yg mengetuk pintu"ucap Amanda mengecup kening adik nya lalu dia pergi Amanda menangis tidak percaya apa yg kakak nya lakukan
"Kak Aman ayo kita udah terlambat"teriak Ananda kesal
"Iya iya"ucap Amanda menghapus air mata nya segera menghampiri adik nya
Amanda tidak pokus belajar dia tidak sabar pulang mencemaskan adik nya selama di sekolah Amanda gelisah dia akan bicara pada mama dan papa nya
Sepulang sekolah
"Kak Aman mau kemana kok buru buru"ucap Ananda mengejar kakak nya naik ke lantai atas
"Anan...."ucap Amanda menutup mulut nya tidak percaya melihat adik nya sedang di borgol dan Danur menyetubuhi nya dengan berg****** bahkan Ananda menangis sudah lemas tidak berdaya
" Ananda"tidak tau malu nya Danur menikmati adik nya sendiri
"Kak Danur"teriak Amanda menarik Danur paksa sampai terpisah dan berbunyi
Plak
"Kak Alin"ucap Ananda memeluk kakak nya yg menangis
Plak
"Berani kamu menampar ku Amanda"teriak Danur menampar Amanda setelah Amanda menampar nya
"Ya kak aku berani di mana otak kakak melakukan itu ingat kak Alinda adik kandung kakak"ucap Amanda marah
"Kamu mengacaukan kesenangan ku Alinda"geram Danur mendorong Amanda lalu pergi
"Kakak hiks hiks"tangis Alinda pecah seketika Amanda memeluk Alinda erat dengan menangis sesegukan
"Ssstt kakak akan melindungi mu jangan takut"ucap Amanda hati nya hancur dan pilu tidak tersisa
"Kak kesenangan yg di maksud kak Danur tadi apa"tanya Ananda penasaran Amanda memeluk Ananda tidak bicara hati nya terlalu sakit untuk bicara
🌙🌙🌙
Amanda menyelesaikan tugas nya dia tidak bisa menahan diri dan membiarkan masalah ini berlarut dia akan bicara pada orang tua nya .Amanda menunggu orang tua nya pulang tapi sudah larut belum juga datang Amanda memutuskan menelpon
"Hallo ma"ucap Amanda menempelkan ponselnya di telinga
"Ada apa Amanda mama sibuk dan juga mama ngak pulang kamu baik baik ya jaga adik adik mu"ucap mama Anggun memutuskan sambungan sepihak
"Hallo ma mama"ucap Amanda menghela nafasnya
"Kenapa mau laporin sama mama "ucap Danur baru pulang
"Sudah kak aku ngak mau bicara sama kakak"ucap Amanda malas
"Ohh ya masalah Alinda jangan ikut campur ya dia kesenangan ku jangan sampai aku berbuat nekat aku tidak menyesal menyentuh nya malah aku menikmati nya kamu masih bocah tidak akan ngerti"ucap Danur berlalu
"Aku tidak akan tinggal diam"ucap Amanda tajam
"Kakak keterlaluan Alinda masih di bawa umur"ucap Amanda
"Ala tau apa kamu jangan sok dewasa deh Amanda kita bebas serah aku mau menyentuh nya kamu atau pun Ananda jadi kamu jangan ikut campur atau tidak kamu akan bernasib sama"ucap Danur mengancam
"Demi adik adik ku aku ngak akan takut sama sekali kak emang aku masih bocah tapi tidak jika menyakut adik adik ku aku peringat kan kakak jangan mengulangi atau aku laporkan polisi seharus nya kakak sebagai kakak laki laki melindungi adik adik nya bukan malah melukai nya"ucap Amanda
"Kamu mengancam ku hah"ucap Danur mencekik Amanda
"Makan nya jangan berani berani"ucap Danur mendorong Amanda lalu pergi Ananda yg mengintip menatap Danur tajam anak usia Ananda akan mengerti melalui ponsel Ananda demi menghilangkan rasa penasaran Ananda mencari rasa penasaran di ponsel
Satu minggu kemudian
Amanda tidak mempunyai kesempatan bicara pada orang tua nya karna kesibukan mereka Amanda memantau adik nya hampir 24 jam bahkan nilai nya jadi menurun drastis karna memperhatikan adik nya.Setelah lama tidak libur orang tua Amanda mengadakan liburan di puncak
"Kak buat apa kita ikut sih jika nyatanya nanti mama dan papa sibuk dengan pekerjaan"ucap Ananda tidak suka
"Ananda masih syukur mama dan papa masih mau meluangkan waktu untuk kita"ucap Amanda mobil mereka menuju ke tempat tujuan ketiga gadis itu riang gembira karna menonton film kartun lucu sopir mereka hanya tersenyum meski tanpa orang tua senyuman mereka masih menghiasi bibir mereka
"Kakak kan selalu jagain kami dan kami janji kami akan selalu menyayangi dan menjaga kak Aman"ucap Alinda tersenyum
"Tentu saja kita akan hidup bahu membahu dan saling menyayangi"ucap Amanda merentangkan tangan adik adik nya masuk ke pelukan nya
###
3 hari berlibur orang tua mereka sibuk dengan pekerjaan di laptop di sana juga ada paman dan bibi mereka yg menemani mereka.Sore ini Amanda mencari Alinda yg tidak ada di fila Amanda bergeges turun
"Anan apa lihat Alin"ucap Amanda pada Ananda yg lagi main ponsel
"Tidak kak dari tadi Ananda sendiri"ucap Ananda menatap kakak nya cemas
"Ayo kita harus cari Alinda"ucap Amanda berlalu di ikuti Ananda
"Aku ngak mau kak lepaskan aku hentikan sakit"rintih Alinda menangis
"Diam Alinda aku sangat menikmati nya "ucap Danur terus menhentak kan milik nya pada Alinda
"Hiks hisk ngak mau sakit hiks hiks"tangis Alinda memukul Danur tapi Danur malah mengeluarkan suara erotis dia lagi menjamah adik nya sendiri di semak semak belakang rumah
"Kak Danur"teriak Amanda emosi nya memuncak tanpa aba aba Amanda menendang Danur sampai terpental dengan cepat Amanda memakai kan baju adik nya dan memeluk Alinda yg ketakutan
"Jangan berani menyentuh kakak ku"bentak Ananda melihat Danur berdiri mengenakan celananya
"Kakak hiks hiks aku takut"lirih Alinda menangis
"Sstt jangan khawatir ada kakak"ucap Amanda mengecupi Alinda
"Kalian masih bocah tunggu saja giliran kalian"ucap Danur tertawa emosi Amanda tidak bisa di tahan
"Danur"teriak Amanda menunjuk Danur
"Kalian itu hanya anak ingusan aku sang penguasa dan aku akan menghancurkan kalian semua"ucap Danur tertawa
"Iblis"ucap Ananda emosi menendang Danur sampai terpental di pinggiran jurang tidak jauh dari mereka
"Kak Danur"ucap Amanda mengulur kan tangan nya membantu Danur
"Ayo kak pegang tangan ku"ucap Amanda cemas
"Ananda ayo bantu kakak yg ada kak Danur jatuh"ucap Amanda dengan menyeringai Ananda mendekati kakak nya
"Lepaskan tangan nya kak"ucap Ananda memegang tangan Amanda
"Tidak Ananda ayo bantu kakak"ucap Amanda
"Tarik aku jika tidak lihat saja aku akan membalas kalian"ucap Danur kesal
"Dia tidak pantas jadi kakak kita kak lepaskan tangan nya"ucap Ananda tertawa lalu mengambil kayu memukul tangan Amanda
"Aghh"teriak Amanda kesakitan
"Kak Danur"teriak Amanda melihat Danur jatuh kebawa sedang kan Ananda ketakutan
"Ananda kenapa kamu lakukan"ucap Amanda menangis
"Kak aku takut"lirih Ananda ketakutan meringkuk di pelukan Amanda hilang sudah amarah Amanda melihat adik nya dia merangkul adik adik nya
"Amanda apa yg terjadi"ucap mama Anggun datang bersama tuan Andalas
"Kak Danur jatuh ma aku ngak sengaja melepaskan pegangan nya"ucap Amanda pelan menceritakan jika Danur hampir terjatuh dan tidak sengaja dia melepas pegangan nya
"Apa"ucap kedua orang tua mereka mulai berteriak memanggil Danur
Pencarian Danur di lakukan tapi Danur tidak di temukan sama sekali Ananda di rawat karena tidak sadarkan diri Alinda hanya mampu menatap kakak nya rasa takut
"Kamu musnah kan semua nya Amanda kamu emang anak pembawa sial"murka mama Anggun
"Maaf ma"hanya kata itu yg keluar dari mulut Amanda
"Pergi kamu dari sini mulai sekarang kamu bukan lagi anak dari keluarga Andalas mulai detik ini kamu bukan lagi anak kami"ucap tuan Andalas menampar Amanda serta menyiksa Amanda sedikit Amanda pergi dia sedih dan meninggalkan keluarga nya saat dia tidak jauh dari rumah tiba tiba ada yg menyuntikkan sesuatu di leher Amanda membuat Amanda pingsan Ananda yg tidak mau di tinggal kakak nya diam diam mencari kakak nya dan menemukan kakak nya yg tergeletak dengan sopir mobil mereka membawa Amanda dan saat Amanda sadar dia sudah kehilangan kewarasan bahkan Amanda sering memukul orang sedang kan Ananda saat sadar dia lupa apa yg terjadi
Flashback and
"Aghh sakit"teriak Ananda mengingat semua nya bersama Amanda mereka pingsan di alam bawa sadar