NovelToon NovelToon
5 DUDA SOMPLAK

5 DUDA SOMPLAK

Status: tamat
Genre:Komedi / Misteri / Cintamanis / Fantasi Urban-Mafia / Tamat
Popularitas:268.6k
Nilai: 5
Nama Author: Wina

Reyhan, Hasby Nugraha, Dera, Nanda dan Baron. Mereka bersahabat sejak kecil, tumbuh bersama, menikah dan berstatus duda bersamaan.

Siapa sangka, di balik keceriaan dan kekonyolan mereka. Tersimpan misteri masa lalu yang rumit.

Siapa menduga, salah satu diantara mereka putra salah satu jutawan. Siapa yang mengira, salah satu diantara mereka putra seorang mafia yang di takuti dan telah membunuh salah satu ibu sahabat kelima duda tersebut.

Akankah persahabatan mereka tetap abadi hingga maut memisahkan? atau misteri masa lalu akan terkuak dan memecah belah persahabatan mereka?

Kunci dari jawaban itu semua terletak pada orang tua masing masing.

Bagaimana kisah selanjutnya yang akan mewarnai perjalanan mereka? asmara, wanita, dan pertengkaran diantara mereka akan menjadi batu sandungan persahabat kelima duda tersebut.

Semua tokoh terinspirasi dari member grup chat. Yuk ikuti kisahnya, jangan lupa vote, like dan komen ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kalah taruhan.

Pagi pagi sekali kafe sudah di buka tim duda bekerja keras merenovasi kafe menjadi kerajaan kuno ala kekaisaran jepang, tim duda menyewa pekerja untuk melakukannya secara cepat.

Hanya dalam waktu dua jam kafe berubah ke jaman dulu, terdapat kolan buatan di dalam kafe dengan berbagai macam bunga warna warni.

Baron dan Reyhan dengan malas mengganti pakaiannya menjadi pendekar sun go kong. Begitu juga Hasby dan Nanda.

Setelah mereka selesai mengganti pakaian, Nanda memberikan tugas masing masing. Dera bagian kasir, Reyhan dan Baron menjadi pelayan kafe yang nantinya mendapatkan ciuman dari pelanggan setiap membeli tiga kopi, sedangkan Hasby dan Nanda bagian sesi pemotretan di depan kafe.

Hasby segera mengganti papan pengumuman untuk menarik pelangga. Belum sampai sepuluh menit, satu persatu pejalan kaki mulai melirik. Sementara tim cewek yg berada di dapur memperhatikan dengan cemas.

"Rin, liatin deh. Satu, tiga, lima ... sepuluh .. lima belas. Gila bener, belum juga satu jam kafe buka udah pada ngantri tu pelanggan." Ucap Risfa memperhatikan pelanggan wanita mulai berdatangan memperhatikan Hasby dan Nanda yang menyambut ke datangan mereka.

"Gimana dong Ris? Bisa gawat kalau pelanggan terus berdatangan." Timpal Rini ikut khawatir.

"Tenang, tarik napas terus hembuskan perlahann." Risfa mengajak dua sahabatnya itu untuk tetap tenang. "Kita lihat belum lihat bagian yang paling ditunggu pelanggan, sesi cium."

"Haaaaa, cium???" Tanya Rini dengan terkejut.. "Itu serius beneran, mereka bakalan di cium?"

"Aq ga bisa bayangin ini bakal gimana..blm sesi cium aja..mereka udah segini banyak Rin, Ris"

"Wah wah wah pantas saja banyak yang datang, ternyata ada promo yang menarik.. Kalau gitu aku pengen jadi pelanggan juga, biar dapat ciuman gratis."

"Rin..please deh..jangan becanda..klo sampe closing mereka menang taruhan gimana," ucap Tyas semakin khawatir.

Sementara Nur tetap enjoy memperhatikan Reyhan, bagi Nur kalah atau tidak dia tetap jadi cleaning service.

Sementara Risfa semakin gelisah, pengunjung semakin membludak, dan pemasukan jafe menjadi 5x lipat.

"Huaaaaa! ganteng sekaliiii...gemes deh!" salah satu pelanggan wanita dan kawannya mencubit gemas pipi Nanda dan Hasby.

"Sial, konsep lu merugikan gue," bisik Hasby kesal di telinga Nanda.

"Udah diem aja lu, dari pada kita kalah." Balas Nanda berbisik, kemudian mereka berpose menggemaskan untuk menarik pelanggan lebih banyak lagi.

Semakin siang, semakin rame. Dera kewalahan di kasir. Namun dia selamat dari serbuan para wanita yang menjadi pelanggan kafe.

Sementara Reyhan dan Baron terlihat kelelahan selain itu mereka harus membawa tisu setiap kali ada lipstik yang menempel di pipi.

"Awas lu Nanda, gue balas!" ucap Reyhan menatap horor Nanda.

"Gue mending di marahin bokap dari pada di ciumin kaya gini, Beh, babehh." Gumam Baron tak kalah menyedihkan.

Sementara di luar kafe.

Bintang yang baru saja main tinju bersama kawan kawannya berhenti di depan kafe. Terlihat keramaian, yang tak biasa. Bintang melebarkan matanya saat melihat sosok Rafa tengah duduk di dalam kafe dekat jendela kaca.

"Ehehe si manja lagi ngapain di sana? gayanya masuk kafe masih bocah juga," ucap Bintang bertolak pinggang sambil menenteng sarung tinju. Kemudian ia masuk ke dalam kafe langsung menghampiri Rafa yang tengah menikmati secangkir es kolang kaling.

Bintang masuk ketengah tengah kerumunan para ladies yang ingin berpoto ria dengan Baron.

"Rafa!!" panggil Bintang mengejutkan.

Rafa menoleh ke arah Bintang sambil mengusap dadanya.

"Bintang! bisa tidak? sehari tidak ganggu aku?!" sahut Rafa kesal.

"Bodo amat!! wee!!" Bintang langsung mengambil bola basket milik Rafa di atas meja lalu ia bawa lari keluar kafe.

"MOMIIIIIIIII....!!!! teriak Rafa lantang dan berdiri sambil menutup kedua telinganya menggunakan tangan.

"MOMIIIIII....!!!"

hasby yang tengah berpose mendengar suara teriakan adiknya yang khas langsung mencari sumber suara.

"Rafa?"

"MOMIIIII....!!"

Semua pengunjung memperhatikan Rafa yang teriak. Salah satu pengunjung melihat ke arah Rafa dengan gemas menghampiri.

"Utututuuuu anak siapa ini kasian amat," ucap salah satu wanita paruh baya alias tante tante genit.

Rafa yang tengah di goda tante tante genit langsung berlari keluar kafe ketakutan.

Sementara Patma dan Amoy yang menyaksikan pengunjung kafe yang membludak membuat Patma panas ati, di tambah Reyhan putranya ikut membantu.

"Anak kurang di ajar, bukannya bantuin kafe makknya malah bantuin kafe musuh! awas lu ye, rasain bogem mentah mak lu!" umpat Patma masuk ke dalam kafe sambil menggulungkan pakaiannya.

"Reyhan!!

Reyhan yang tengah melayani pengunjung terkejut, takut mak nya bikin rusuh. Reyhan menarik tangan Patma masuk ke dapur.

"Apa apaan lu hahh?? lu mau bikin usaha mak lu mati??" rutuk Patma sambil menjewer kuping Reyhan.

"Makkk tenang dulu," kata Reyhan. "Makk mau duit kagak??"

"Duit?" Mata Patma membulat membayangkan kertas berwarna merah. "Lu jangan bujuk makk lu, duit dari mana lu? gajian juga belum!" bentak Patma.

"Makk tenang saja,selesai di kafe aku kasih mak sepuluh juta mau??" tawar Reyhan.

"10?" Jari jemari patma di rentangkan. "Sepuluh juta Rey?" tersenyum lebar sambil matanya berputar ke kiri dan ke kanan.

"Iya makk, sekarang mak diem. Biarkan aku bekerja, nanti kalau sudah selesai tu duit sudah di kantong makk, oke?" bujuk Reyhan.

"Oke oke, kalau lu boong awas lu ya!" Patma mengepalkan tangan ke wajah Reyhan lalu keluar dari kafe menyeret paksa Amoy yang hendak berbuat rusuh.

Waktu terus berlalu, jam tutup kafe tinggal tersisa sepuluh menit. Nanda dan Hasby menghampiri Risfa yang sudah duduk lemas di kursi.

"Lihat!" Nanda meletakkan uang di dalam kantong dalam jumlah besar omset hari ini di atas meja.

Risfa hanya diam memperhatikan uang di atas meja. Ia tidak menduga akan kalah telak

"Tentu saja sesuai kesepakatan, kau harus menjadi pelayan kafe dan ikuti semua perintah kami selama tiga bulan, dan jangan coba coba ingkari janji."

"what?? Pelayan cafe? Apa aku tidak salah dengar, bekerja sama dengan para duda, dan menjadi pelayan." Rini Protes namun hati kecilnya dia senang bisa dekat dengan Baron.

"Risfaaa...yang benar kamu..aq ga mau ya 3 bulan dibawah perintahh para duda itu" timpal Tyas pura pura menolak.

"Kalian tenang, yakin deh mereka nggak bakalan berani macem-macem sama kita. Kita pasti bisa lalui ini semua, yang penting kita kompak. Ingat, susah senang kita sama-sama." Risfa memeluk kedua sahabatnya itu.

"3 bulann Riss...3 bulannn...kamu lihat sendiri..sekarang aja sikap mereka seperti itu." Tyas membayangkan bekerja di bawah pimpinan duda yang di anggap paling galak.

"Tiga bulan nggak lama, say. Anggap saja kita lagi magang di perusahaan yang pimpinannya galak." Risfa terus meyakinkan Tyas.

"Hmmm baiklah..aku percaya kamu..kita pasti bisa melewati ini dan kembali seperti semula" ucap Tyas menyerah.

"Good, besok aku dan Hasby atasan kalian," ucap Nanda menunjuk kedua matanya dengan dua jarinya lalu di arahkan ke wajah risfa sebagai kode keras.

1
jeonlaila141💐🥀
Mak keknya aku pengen ketawa tapi jangan marahin ya makkkk😭😭😭
jeonlaila141💐🥀
wah wah wah kenapa harus Momy aku yang bayar Reyhan sini kauuu lawan aku duluuu
jeonlaila141💐🥀
ide yang bagus reyyy 😑
jeonlaila141💐🥀
ikuttttt Tanteee, aku bosen nih di rumahh 😭😭
jeonlaila141💐🥀
aduh Mak gak jadiiii aku takut di semprot kalau Gituuu gak jadi 😭😭
jeonlaila141💐🥀
kenapa Mak patmaa,makkk kamu mau gak aku jadi menantu muu👻
Intan Ellis
Luar biasa
@yra
la suee
baru baja udah srek Ama bahasenye
top markotop dah
🐊вαⷦнͣαᷟиͧ gαͨвͧυᷟтͣ
Luar biasa
Mbah dun3
beneran somplak thoorrr ..aouto ngakak
Mbah dun3
emaknye muannteep thoor
Rahmad Fauzi
RT kelakuanya kayak begitu
jeonlaila141💐🥀: terserah author nya lah 🤭
total 2 replies
Rahmad Fauzi
kok emaknya reyhan kasar banget sama si hasby, kan dia bos nya reyhan?
Randa kencana
ceritanya sangat menarik
abdan syakura
🤣🤣🤣🤣✌️💪
abdan syakura
Poor,Hasby.....
abdan syakura
wahhh....
B...
Msh muda bgt dah men'Duda'??
abdan syakura
Hayuk Thor..
Ikutan nimbrung ma Mas mas Duda
🙏🤺🏃🥰
Ika Nur
aq mau kok jadi bininya si reyhan
Ika Nur
ank perawan lagi dipingit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!