Rumah tangganya yang harmonis tiba-tiba menjadi kacau semenjak kehadiran Sharon yang tak lain adalah mantan kekasih Mizi.
Desahan seorang perempuan mengalihkan fikiran Syani yang berada diujung anak tangga, dengan rasa penasaran Syani mendekati asal suara itu.
Betapa terkejutnya Syani melihat adegan didepan matanya, bagai disuguhi sebuah film dewasa, syani terpaku ditempatnya.
"Air mataku mengalir tak terbendung, aku terisak seorang diri, istri mana yang tidak sakit hati melihat suaminya bercinta dengan perempuan lain."
Mampukah Syani mempertahankan rumah tangganya?
(harap bijak memilih bacaan)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sutradilla Muis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 13
#QursyaniPov
Kulihat sharon membuka tasnya dan mengambil sesuatu didalam sana, lalu menyodorkannya kepadaku, kuambil kotak itu lalu perlahan kubuka, aku bingung dengan isi kotak itu, isinya adalah sebuah testpeck, lantas apa maksud sharon memberinya padaku testpeck ini.
"apa maksudnya ini? " ketusku pada sharon,
"aku hamil," balas sharon dengan enteng,
"terus?" kataku tak kalah enteng,
"mas mizi harus bertanggung jawab", kata sharon, sejenak aku mencerna kata-katanya,
"berapa usianya?" kataku datar berusaha menghilangkan keterkejutan diwajahku,
"dua minggu, dan suamimu harus bertanggung jawab", jawab sharon
"apa maksudmu? Kamu adalah orang paling murahan yang aku temui, dan aku yakin laki-laki yang menidurimu bukan hanya suamiku, sekalipun suamiku pernah menidurimu itu tidak mungkin menjadi anaknya karena kalian sudah tidak bersama selama sebulan" semburku dengan emosi,
"dimatamu kami memang sudah tidak bersama, tapi pada kenyataannya aku dan mas mizi saling mencintai, meski mas mizi sangat mencintaimu tapi dia juga tidak bisa mencampakanku begitu saja" ucap sharon dengan setenang mungkin,
"Jadi maksudmu dibelakangku kalian masih melanjutkan hubungan terlarang kalian? " ucapku dengan penasaran,
"maafkan aku syani, tapi itulah kenyataannya, aku mencintai suamimu, sekalipun aku harus menjadi simpanannya" ucapnya dengan enteng, mendengar perkataannya membuatku tidak bisa menahan amarahku, hingga tanpa sadar kutarik rambutnya, kucakar wajahnya
"dasar murahan, perempuan an****, ular, pelakor, dasar" makiku tapi tetap mempertahankan posisiku menjambak rambutnya, kudorong sharon hingga dia terjatuh kelantai, lalu kunaiki tubuhnya kuserbu dia dengan tamparan, bisa kulihat dia meronta kesakitan tapi aku tidak peduli, dan akhirnya bisa kurasakan seseorang menarikku dan memelukku,
"hei ada apa ini, tenang sayang, apa yang kau lakukan pada sharon?? Cerca mas mizi, kutatap dia dengan tatapan tajam
"kenapa? Apa kamu juga akan membela perempuan ini?? " semburku dan membuat mas mizi terkejut dengan makianku,
"sabar sayang, apa yang terjadi sebenarnya, coba jelaskan, dan kamu sharon, apa yang kamu lakukan disini? Bukankah sudah kukatakan bahwa hubungan kita telah selesai??" ucap mas mizi dengan tegas, tanpa menunggu sharon menjawab, kulepaskan pelukan mas mizi, lalu kulemparkan kotak milik sharon,
"coba mas jelaskan maksudnya ini?" ucapku dengan berteriak, kulihat mas mizi memungut kotak itu, dan dia terkejut.
"apa maksudnya ini syani? Kamu memang hamilkan? Dan tentu saja aku sudah tau itu," bujuk mas mizi kepadaku,
"hahaha kamu kira benda itu milikku?" kataku dengan menyindir,
"terus ini milik siapa?" tanya mas mizi, rasanya ingin kulempar wajahnya dengan sekarung kotoran,
"tentu saja milik selingkuhanmu, selamat mas sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ayah" ucapku dengan sarkasme,
"apa maksudnya semua ini?' tanya mas mizi dengan sedikit emosi, namun aku hanya menatap sharon dengan tajam, bisa kulihat dia tersenyum kecil dalam kesakitan ditubuhnya karena perbuatanku, dan aku muak melihat wajah mereka berdua hingga akhirnya aku memutuskan untuk masuk kedalam rumah.
kunaiki tangga yang mengarah kekamarku, kumasuki kamarku, dan tanpa sadar aku memegang perutku sehingga air mataku jatuh bagai air hujan, hatiku yang tadinya menghangat karena perlakuan suamiku kini kembali berubah menjadi dingin, rasanya mustahil jika suamiku kembali menduakanku, tapi kalimat sharon terus berputar diotakku, sesak didadaku tidak dapat kutahan, ada sesuatu disana yang membuatku meraung kesakitan, aku menangis sejadi-jadinya, aku terisak bagai menguras laut, sungguh hatiku sangat terluka harus menerima semua ini, ditengah isakanku tiba-tiba otakku memutar adegan dimana mas mizi memohon untuk diberi kesempatan kedua.
#flashbackonn
"maafkan aku, beri aku kesempatan sayang, aku akan memperbaikinya, semuanya hanya kesalahan, aku khilaf sayang, tolong maafkan aku", ucap mas mizi memohon, aku tidak tau harus berkata apa lagi, aku terluka dengan kejadian saat ini, tapi aku lebih terluka melihat ayah dari anakku kelak memohon maaf atas kesalahannya,
"apa jaminannya jika mas kembali melakukan hal menjijikan itu lagi??" ucapku dengan sedikit suara parau,
"sekali ini saja sayang, maafkan aku, beri aku kesempatan kedua, jika aku kembali menyakitimu kamu boleh melakukan apapun, sekalipun harus meninggalkanku," ucap mas mizi meyakinkanku, tanpa menunggu lama aku memeluk mas mizi.
#Flashbackoff
lanjutkan, Thor 🚴🚴🚴💦
lanjutkan aksimu, Thor.
sehat" & sukses slalu
namun dg pikiran yg berbeda..
ditunggu lanjutannya, Thor
sehat" slalu
tuh kn ... emang dasarnya Rifqa jiwanya pelakorr. demen banget mengagumi laki orang 😒😒😒
- meminta balas budi ke arkam atas kontribusi mba ifqa yang PERNAH membersamai usaha arkam dari 0
atau
- meminta cinta dan perhatian arkam KEMBALI yang dulu pernah terputus karena kesalahan mba ifqa sendiri
atau
- ingin menghancurkan rumah tangga dan kedamaian arkam ??
atau
- mba ifqa hanya sedang terobsesi karena arkam saat ini sudah mempunyai awak kapal dalam nahkoda yang dia kayuh???