NovelToon NovelToon
POCONG FAMILY

POCONG FAMILY

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Fantasi / Horor
Popularitas:77k
Nilai: 5
Nama Author: Jo doang

cerita ini hanya lucu lucuan saja. jangan pernah pakai logika untuk membaca cerita ini.

kisah Pocong yang jadi pakboy di dunia hantu. berjuang demi istri istrinya, yaitu Kuntilanak dan beberapa hantu cantik dari teror manusia

Rumah Kosong menjadi tempat hunian mereka. Namun semenjak kedatangan Bodong Family. Pocong Family mulai tidak tenang. Keributan mulai terjadi antara Pocong Family dan Bodong Family.

akan kah mereka bisa damai.

Baca Kisahnya...

WARNING...!

JANGAN GUNAKAN LOGIKA UNTUK MEMBACA CERITA INI. AGAR TIDAK MENIMBULKAN PRO DAN KONTRA DI JIWA KALIAN.

SELALU TERSENYUM DAN TERTAWA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jo doang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

Sejak pabriknya hangus terbakar, Pak Bodong memutuskan untuk membuka usaha jualan sembako. Untuk itulah Pak Bodong keluar rumah untuk mencari lapak untuk jualan sembako. Sedangkan anak anak, Putra dan putri Bodong. Mereka mengurus keperluan masing masing.

Putra Bodong, sedang mengurus calon gebetannya. Putri Bodong mengurus pendaftaran kuliahnya

Sekarang Bu Bodong hanya tinggal sendiri di rumah, dia menyibukkan diri dengan ngopi - ngopi didepan kompor yang diatasnya ada sebuah kuali kecil berisi sayur kangkung tumis yang masih dalam proses pematangan.

#masak sambil ngopi.

Aroma bumbu kangkung tumis menguap memenuhi ruangan dapur, membuat siapa saja yang menghirupnya akan mengalami gatal gatal di lubang hidung yang akan berujung bersin.

Setelah kangkung tumisnya matang, Bu Bodong menyeruput kopinya setelah kangkung di tiris ke sebuah piring.

"Hmmmmmmm... Mantap..!!" Bu Bodong tersenyum puas setelah merasakan aroma khas masakannya.

Setelah menata rapi semua masakannya di atas meja makan. Bu Bodong bersantai ria di ruang tamu menunggu anak dan suaminya pulang dengan hanya memakai daster.

Tanpa dia sadari, Pocong yang berwajah rupawan di antara Pocong pocong lain, sedang duduk di samping Bu Bodong. Tatapan mata Pocong, sangat terlihat jelas kalau dia terpesona akan kecantikan Bu Bodong yang mulai pudar.

Pocong mendekatkan hidungnya ke tubuh Bu Bodong dan menghirup dalam dalam aroma keringat yang keluar dari tubuh Bodong akibat uap panas dari masakannya.

DEGGGG...   DIGGHH....DUGHHH...

Seandainya jantung Pocong masih berdetak. Mungkin seperti itulah suara jantungnya saat ini. Pocong akhirnya melupakan peraturan yang telah dibuatnya bersama Kuntilanak, agar tidak menggangu Keluarga Bodong. Dia mencolek pinggang Bu Bodong

"Awww..........!"

Bu Bodong menjerit lirih saat dia merasakan sebuah colekan di bagian pinggangnya. Kepala Bu Bodong langsung bergerak ke kiri dan ke kanan, berharap kalau harapannya tentang seseorang yang mencolek pinggangnya ada di sampingnya, sehingga bisa di tabok karena telah berani membuatnya terkejut.

Selain Bulu keteknya. Seluruh bulu di tubuh Bu Bodong berdiri seketika saat merasakan colekan kedua mendarat didadanya. Dan setelah membaca dan menimbang situasi yang ada, dia mulai paham kalau hanya sendiri di dalam rumah. Tak ayal membuat hati Bu Bodong didera rasa ketakutan yang tidak bisa di kontrol.

"mmmmm.... mmmm.....!"

Suara Bu Bodong tertahan ketika dia ingin berteriak menyebut nama SETAN. mulutnya tidak bisa terbuka, hanya suara mmmm....mmmmm...saja yang keluar. Bu Bodong bahkan merasakan ada bibir yang nyelip di bibirnya, bukan hanya itu saja. Bu Bodong juga merasakan ada beban berat di pangkuannya dan nafasnya mulai terasa sesak.

Siapa lagi yang bisa membuat Bu Bodong ketakutan dengan nafas ngap-ngapan.

Benar...... Dialah Tokoh kesayangan kita... Atau mungkin kesayangan Thor, dialah Sang Pocong, yang sok Cool, sok lucu dan yang paling tampan dari pocong yang lain.

Si Pocong sudah berada dipangkuan Bu Bodong. Dengan gaya cabe - cabean yang duduk nyamping di boncengan motor antik. Bibir hitamnya yang karatan terus mengecup bibir Bu Bodong yang tanpa karat. Tapi naas bagi pocong, bagai buntut merindukan kepala. Pocong tidak bisa mendekap tubuh Bu Bodong yang empuk.

"Hmmmm...hmmmm....!"

Suara lirih tertahan terus keluar dari mulut Bu Bodong. Tubuh Bu Bodong mulai mengeluarkan keringat dari setiap pori pori kulitnya, sehingga membuat Pocong semakin kesem sem terhadap Bu Bodong.

"Ahhhhhhhhh....... !"

Suara sesak Bu Bodong begitu nyaring ketika Pocong melepaskan bibirnya dari bibir Bu Bodong, ia terpaku dan takjub melihat raut wajah Bu Bodong.

"Gila ni Mak - Mak. Sesak nafas aja masih terlihat keren abis.!"

Pocong turun dari pangkuan Bu Bodong dan jongkok dihadapannya. Alangkah mau copotnya ikatan tali Si Pocong kala melihat sepasang kaki kecil diantara kaki Bu Bodong.

Pocong langsung melompat kecil untuk menginjak kaki Kecil tersebut.

"Aw... Atiiiiit....!"

Terdengar suara dari dalam daster bu Bodong. Kaki kecil itu bergerak mundur.

"Tuyullllll.....!" Jerit Pocong Syok. Karena yang keluar dari dalam bawahan daster Bu Bodong adalah si Tuyul. "Ngapain kau di dalam... Nggak sopan ganggu kebahagiaan orang tua... Sana... Tidur magrib dulu...!"

ZZZEEEEEBBBBBBB....

Sosok seragam putih muncul tiba - tiba bersamaan suara musik yang begitu keras dari rumah tetangga. Bukan hanya Pocong, bahkan Bu Bodong sangat terkejut dan ketakutan karena melihat penampakan sosok seragam putih tersebut. Bahkan Tuyul kecipratan efek ketakutan dari Bu Bodong.

Akibat rasa takut yang tidak direncanakan, Bu Bodong pingsan dengan sebuah aliran air kekuningan mengalir deras disela kakinya. Seketika itu juga aroma Pesing menyeruak ke seluruh ruangan.

"Bre ngsek... Penghianat cinta!" Bentak Kuntilanak, wajahnya terlihat begitu menyeramkan.

Tuyul yang melihat wajah Kuntilanak yang begitu menakutkan, langsung sembunyi di belakang Pocong.

"Kun Kun.... Dengar dulu, ini tidak seperti yang kau pikirkan, aku bisa menjelaskannya seterang mungkin, kamu salah paham Kun.!" Ucap Pocong dan langsung melompat mendekati Kuntilanak.

BRAAAKKKKK!!!

"AAAAAAAAHHHHKKK!"

Pocong terjatuh, dia tidak sadar kalau kakinya di pegang oleh Tuyul yang sedang bersembunyi di belakangnya.

Semarah marahnya Kuntilanak terhadap Pocong, dia tidak tega juga melihat Pocong yang kesakitan karena jatuh. Dia ingin membantu Pocong berdiri, namun segera diurungkannya. Ada rasa gengsi dalam dirinya, dia tidak ingin terlihat mudah luluh dihadapan Pocong.

"aku harus bisa jaga image galak di hadapan Pocong!" Batin Kuntilanak.

"Bantu kenapa sih Kunti sayang!" Bujuk Pocong yang merasa telah di cuekin, Padahal Dia sedang kesakitan, apalagi penyebabnya adalah Tuyul, yang notabennya adalah anak Kuntilanak. Dimana seharusnya Kuntilanak merasa sedikit bersalah.

Tentunya harapan Pocong tersebut mustahil. Karena Kuntilanak masih terlihat dengan wajah marahnya, walau tidak seseram tadi.

"Kun, please.!" Pocong memasang wajah penuh kasihan.

"Berdiri sendiri!" Ujar Kuntilanak dengan tegas "Tuyul, sini sayang, sama mama!"

Kuntilanak memanggil Tuyul dengan lembut. Dia tau kalau anaknya tersebut ketukan melihat dirinya yang sedang marah terhadap Pocong. Mendengar suara Kuntilanak memanggilnya dengan lembut, Tuyul akhirnya menghampiri Kuntilanak.

Kuntilanak memalingkan wajahnya dengan jutek saat bertatapan dengan Pocong. Dan kemudian Kuntilanak dan Tuyul menghilang dari hadapan Pocong.

Dengan susah payah, Pocong akhirnya berdiri sendiri tanpa bantuan siapapun. Sejenak dia memandangi tubuh Bu Bodong yang tergelatak pingsan di lantai dengan pesing yang berceceran.

Pocong pun kemudian menghilang, dia ingin menemui Kuntilanak untuk membujuknya.

ClIIINGGGGGG!

"Kunti sayang!" panggil Pocong saat dia muncul di kamar mandi. tidak ada sahutan.

CLLIIINGGGGG!

"Kunti sayang!" Pocong berada di kamar Bu Bodong. Kosong.

CLLLLIIIINGGGG!

"Sayang!" Di kamar Putra Bodong. Kosong juga.

CLLLIIIINGGGGG!

Di kamar Putri Bodong. Kosong lagi.

CCLLLIIINGGGG.!

Di genteng juga tidak ada. Pocong lemas karena tidak menemukan Kuntilanak dan juga Tuyul.

"hmmm. Kemana kamu sayang. maafin aku, aku hanyalah setan biasa yang mudah tergoda. Jangan pergi sayangku. aku butuh kamu!" Batin Pocong galau. Dia kemudian berbaring di genteng dengan wajah lesu.

✓✓✓✓✓[✓✓✓[

Hati hati keluarga pocong datang.. untuk itu tinggal like, comen, gif and vote.. maka keluarga Bodong akan menghadang keluarga Pocong untuk mengganggu kalian.

selalu bahagia dan tersenyum.

1
Dede
andai ini november yang paling horor
lady daisy
lgi thorr....
lady daisy
kapan dong kuntilanak sama tuyul dijumpai oleh pocong...
White Snake
Bang Novelmu akan selalu aku kenang
Tyara Lantobelo Simal
Selamat jalan sob.. semoga amal ibadah mu di tempat Jannah....amin
Terakhir liat postingan engkau telah pergi 😭😭😭😭😭
Tyara Lantobelo Simal: Jo Doang
total 2 replies
Konglomerat Sejati
dipanggil papa pingsan si ocong🤣
Konglomerat Sejati
seru tor👻👻
Konglomerat Sejati
ngakak woi.🤣🤣
Senajudifa
kutukan cinta
mampir thor
Senajudifa
mw dipanggil gmnpun panggilannya tetap lucu...kutukan cinta hadir thor
Senajudifa
hai thor salken dr kutukan cinta y mampirlah jika betkenan
Santai Dyah
up dong thor
Santai Dyah
ayo up thor
Santai Dyah
lnjjut thor
Ahmad Chris Sevin
saran walaupun untuk lucuan tapi beri penjelasan kalau yg hantu/setan itu bukanlah Arwah melainkan dari Golongan Jin baik jin biasa atau Jin khorin.

yg biasa berperan menjadi hantu yg fenomenal seperti kunti pocong dllnya
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™
weh.. pasti keliatan bokongnya
BANG Jo GANTENG🤭
ijin baca kak
Yen Lamour
Next bang 😊
Yen Lamour
Laku bgt sih 😂😂😂
Hai kak, aku mampir lg, msh dicicil bacanya, semangat terus ya kak💪
Salam dari silence 🤗
Yen Lamour
Ngakak sampe sakit perut🤣🤣🤣
Hai kak, aku mampir lagi nih kasih dukungan utk kakak. Masih di cicil dulu bacanya😊
Semangat terus ya💪salam dari silence🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!