Cerita seorang anak yang membalas kematian ayahnya karna perebutan gelar terhebat dia bercita cita menjadi pendekar terkuat. Dan kisah romantis dengan rini teman masa kecilnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sulton Mubarok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 13 kedekatan mereka 2
Ali , tersadar dari tidurnya dia kaget melihat seseorang di sebelahnya, di seperti linglung dalam beberapa detik ali baru tau kalau dia bukan berada di kamarnya, dia ingat betul dengan dekorasi dan barang barang ruangan tersebut, ali mengusap lembut rambut rini, terima kasih pasti kamu yang merawatku lirihnya dalam hati, ali mengingat ingat kejadian setelah duelnya, dia ingat pingsan di pelukan gurunya, dia masih merasakan sakit di kepalanya.
"Istirahatlah nak, kau baru sembuh, setelah peredarn darahmu tersumbat karna pukulan lawanmu".
Ali memberi hormat pada gurunya, maaf kan muridmu yang lemah ini guru, murid tidak bisa menahan tubuh murid sehingga membuat guru kerepotan, rouf tersenyum "kau tidak merepotkan bahkan ada yang senang dan berantusia"sambil menggaruk kepalanya ali paham dengan yang di katakan gurunya.
Rouf membawa gadis muda yang tidur di samping ali tersebut membopongnya bak tuan putri, kau sudah besar lirihnya dalam hati, putri satu satunya dari mendiang istri tercintanya tersebut iya angkat sampai kamarnya, ali yang melihat satu satu sahabat dekatnya di pindah masih duduk terdiam karna mengingat momen paling berharga buatnya.
Sampai rembulan berganti siang, ali bangun dan mencium aroma sedap dia mencari sumber aroma tersebut di lihat diam diam, ternyata ada seorang gadia muda yang sedang memasak di dapurnya, dia memper matikan perangainya seperti tidak asing.
"Kresek..."
Suara pintu tersebut membuat gadis muda menoleh terkejut, mereka saling membalas senyum dan saling sapa.
"Pagi rin... "
Rini merubah expresi wajahnya menjadi cemberut , ali yang melihat tingkah aneh rini membuatnya bingung sambil menggaruk pipinya, rini mengangkat suara.
"Kenapa pas waktu pulang ngak nemuin aku dulu.. "
"Soalnya.. "
Braaak!!
Ali menundukan kepala dan menaruh tangannya seakan siap buat di marahi habis habisan, karna dia paham dengan sifat rini rini lantas memeluk pemuda di hadapanya dan ali membalas pelukanya tersebut, rini menangis kecil di pelukanya , ali mendekatkan mulutnya ke telinga rini , "aku pulang rin".. "Yah al selamat datang..".
"Ehem"..
Deheman seseorang membuat mereka panik dan saling melepaskan diri, ali berbalik dan mencari suara tersebut ali kaget melihat tatapan pembunuh gurunya, " kau sudah siuman " tanya Rouf sedikit kesal, rouf emang sudah mengetahui kedekatan anaknya tapi dia seakan acuh saja karna kejadianya berhubung di depan matanya dia juga berkewajiban menegur anak dan muridnya, tapi Rouf menampik rasa seperti itu dia segera menyuruh putrinya segera menyiapkan sarapan pagi buat mereka.
Selesai mereka makan, Rouf menanyakan hal penting kepada putrinya "Apakah kamu menyukai ali ndok.. " wajah rini memerah setelah mendengar pertanyaan ayahnya, " kalau kau memang menyukai dia aku akan menunangkanmu denganya dia juga terlihat menyukaimu, " hati rini berdesir kencang seakan itu memang yang ia nanti " Tapi maaf kan ayah nduk, kalau pun ia mau juga serius dengan mu, sebagai cikal pewaris perguruan ini bapak harus membiarkan dia mengembara mengasah kemampuanya lagi, selain itu sebagai ajang mengasah kemampuanya dia pun akan bertemu dan belajar dari pendekar yang ia temui, itu sudah tradisi cikal seorang pemimpin perguruan karna banyak aliran beladiri di Nusantara ini dia harus bisa mengimbnagi kemajuan global setiap perguruan.. " rini seakan serius menatap omongan ayahnya " aku siap ayah buat menunggu dia.. "
"Kalo begitu ayah akan menanyai nya langsung, dan dia juga harus mengabari keluarganya"....
tujuh belas tahun berlalu tapi masih jadi bocah kecil yg lincah?????