NovelToon NovelToon
Sebuah Ikatan Hati

Sebuah Ikatan Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Cintamanis / Patahhati / Hamil di luar nikah / Rumah Tangga-Anak Genius / Tamat
Popularitas:216.5k
Nilai: 5
Nama Author: black_smile

Ini hanya sebuah kisah klasik nan sederhana. Dengan sedikit bumbu cinta dan intrik-intriknya sebagai pelengkap.

Naina Andini. Gadis cantik nan ceria dan baik hati, harus menerima kenyataan pahit dalam hidupnya. Ia mengandung anak dari seorang cassanova yang tak ia ketahui identitasnya dan wajahnya.

Bagaimanakah Naina menjalani hari-harinya yang dipenuhi cemooh dan cibiran dari orang-orang karena kehamilannya? Akankah ia bisa menemukan sang Cassanova dan mengatakan bahwa ia telah memiliki anak?

Dan akankah sebuah ikatan hati bisa menyatukan sebuah keluarga kecil yang tak saling tahu menahu posisi mereka?

Atau bagaimana pula ketika Sang Takdir seolah mempermainkan kehidupan Naina dengan sangat tak terduga?

Yuk ikuti kisah Naina! 😉

Silahkan tinggalkan jejak readers tercintah 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon black_smile, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perhatian Kecil

Waktu terus berlalu. Terkadang terasa lambat, tapi terkadang juga terasa cepat. Mengalir dan terus berjalan mengikuti arus.

Kondisi Naina perlahan membaik setelah meminum obat. Ia pun sempat tertidur karena reaksi obat yang ia minum. Tamu Naina pun belum pulang hingga sore menjelang. Mereka menemani Rissa selagi Naina beristirahat.

"Sin,," Panggil Naina saat ia keluar dari kamarnya.

"Iya Bu'." Sahut Sinta sembari menoleh ke arah Naina.

Semua orang sedang asik bercengkrama di ruang keluarga. Semua pun menoleh pada sumber suara.

"Mommy,,"

Gadis kecil itu langsung berlari menghampiri ibunya. Naina pun menyambutnya dan langsung menggendongnya.

"Sudah lebih baik Na?" Tanya Dean seraya berdiri hendak menghampiri Naina yang sudah menggendong Rissa.

"Sudah. Makasih ya." Nada bicara Naina mulai melembut pada Dean.

Dean tersenyum padanya. Naina pun berjalan menghampiri semua tamunya. Ia ikut duduk dan mengobrol sejenak. Rissa pun kembali bermain dengan Sinta.

"Na, Mama boleh tanya?" Tanya Lita.

"Iya Ma."

"Jadi, sebenarnya pekerjaan kamu apa Na?"

"Eh, maaf Ma tentang itu." Sahut Naina seraya tertunduk tak enak hati.

"Jadi??"

"Naina mengelola usaha yang Naina rintis bersama Rissa Ma." Jujur Naina.

"Usaha apa?"

Naina masih diam dan berfikir. "Mommy punya lima kafe Oma." Sahut Rissa.

"Oh ya? Berarti yang bekerja di perusahaan properti itu?"

"Bu Naina juga mengelola sebuah usaha propertinya sendiri."

Lita menutupkan keempat jarinya ke mulutnya. Ia tak percaya atas ucapan yang baru ia dengar.

"Apa ada lagi?" Tanya Lita lagi.

"Saham. Apa Bu Naina juga bermain saham? Sinta pernah bertanya itu pada saya." Sahut Niko.

Naina melirik ke arah Sinta. Sinta hanya mendelikkan wajahnya dan bersikap polos seolah tak tahu menahu.

"Apa itu benar Na?" Tanya Dean.

Naina menoleh pada Dean. "Kenapa langsung terbongkar semua?"

Naina menghela nafas panjang. "Iya."

"Kamu wanita yang hebat ternyata." Puji Dean.

Pipi Naina merona mendengar pujian Dean. Ah entah kenapa, hati Naina serasa berbunga-bunga hanya karena sebuah pujian sederhana dari Dean.

Naina memang menutup rapat semua itu dari orang. Bahkan para karyawannya, tak banyak yang tahu bahwa Naina memiliki beberapa bidang usaha. Karena memang, Naina memisahkan bidang usahanya dengan rapi. Naina akan menjadwalkan laporan masing-masing bidang usaha dihari yang berbeda. Hingga tak ada yang saling tahu tentang usaha lain sang atasan. Hanya Sinta-lah yang tahu semua itu.

"Bukan aku yang hebat. Tapi putriku, Clarissa-ku."

Ya, Rissa-lah yang selalu membantu Naina, hingga bisa seperti saat ini. Saham, Naina hanya menuruti semua yang diucapkan Rissa. Rissa kecil, malah lebih paham perkara saham dibanding Naina.

Bisnis properti Naina, Rissa yang akan menentukan tempat dan lokasi yang menguntungkan. Ia bisa sangat lihai membaca prospek suatu lokasi meski hanya melalui peta digital. Lantas, Naina yang akan berunding perkara harga dengan orang yang bersangkutan.

Untuk bisnis kuliner Naina, itu adalah salah satu bentuk penyaluran hobinya pada awalnya. Naina memang memiliki hobi memasak. Ia dulu juga terbiasa membantu warung makan milik Hera dan Lea. Sehingga, ia pun ingin memiliki rumah makannya sendiri.

Tapi karena seiring perkembangan jaman, Naina memilih membuka kafe bernuansa modern tapi dengan konsep kehangatan keluarga dan kebersamaan. Hal yang selalu Naina ridukan, kehangatan keluarga.

"Oh iya Sin, kamu ada apa kesini? Mau ngenalin Niko?" Tanya Naina berusaha mengalihkan pembicaraan.

"Iya Bu'. Dan saya mau minta izin, besok nggak bisa menemani Ibu ke lokasi syutingnya Rissa." Jujur Sinta.

"Kamu nggak papa kan tapi?"

"Nggak papa Bu'."

"Rencananya kita tunda saja Yang. Kasihan Bu Naina harus pergi sendiri besok kalau kamu nggak ada." Sahut Niko tulus.

"Nggak papa Ko, aku sudah mendingan. Kalian punya rencana apa memangnya?" Jawab Naina.

"Nggak papa Bu'. Bener kata Mas Niko, rencananya kita tunda saja. Kasihan Ibu harus nyetir sendiri ke puncak besok." Ucap Sinta.

"Kalian punya rencana apa?" Tanya Naina lagi.

"Niko mau ngenalin Sinta ke orang tuanya di kampung halaman." Sahut Dean.

Naina menoleh pada Dean karena terkejut. "Kalau itu, nggak boleh ditunda. Harus segera dan secepatnya kalau memang kalian berdua sudah serius menjalin hubungan." Tegas Naina.

"Tapi Bu',,"

"Nggak pakai tapi Sin! Kamu nggak boleh nunda rencana itu, oke?"

"Iya Bu'. Tapi besok Ibu bagaimana?"

"Besok pasti udah baikan Sin. Aku pasti minum obatnya, tenang aja!" Ucap Naina berusaha meyakinkan Sinta.

Naina sebenarnya tak yakin dengan kondisinya. Ia tahu pasti, jika kondisinya memburuk, pasti perutnya tak akan bersahabat dalam beberapa hari kedepan. Dan itu akan menyulitkan semua rutinitasnya. Karena badannya akan menjadi lebih lemah dari biasanya.

Apalagi ia esok harus mengantar Rissa syuting di puncak, sebagai lokasi syuting pertama. Ia ragu, bahwa ia bisa pulang dengan lancar setelah syuting.

"Maaf Bu', Ibu mau makan sekarang apa nanti? Biar Atun siapkan." Tanya Atun tiba-tiba.

"Nanti saja Mbak Atun." Sahut Naina santai.

"Mommy,,"

"Naina,,"

"Ibu',,"

"Nona,,"

Semua menatap tajam pada Naina. Deg. Naina terpaku mendapat tatapan tajam dari semua orang. Naina sudah terlupa bahwa ia baru saja pingsan dan membuat panik semua orang.

"Maaf semuanya, hhehe. Iya Mbak Atun, tolong siapkan!" Ucap Naina canggung.

"Biar aku yang siapkan." Dean segera beranjak dari kursinya. Ia lalu berjalan ke arah dapur.

"Nggak usah De,," Cegah Naina.

Dean tak menghiraukan ucapan Naina. Ia tetap berjalan ke arah dapur. Semua orang menatap Dean dengan acuh. Mereka sudah tahu sifat keras kepala Dean, kecuali Naina. Rissa pun kembali menonton acara kartun kegemarannya. Sedang yang lain, kembali mengobrol.

Naina berdiri dan membuntuti Dean. Ia merasa tak enak hati jika Dean kembali menyiapkan makanan untuknya. Mengingat, sikapnya yang selalu ketus selama ini pada Dean. Tapi Dean selalu bersikap manis padanya.

"Tolonglah De! Kamu tak perlu melakukan ini. Biar Mbak Atun yang menyiapkannya." Ucap Naina saat ia sampai di dapur bersama Dean.

"Hanya memasak sayuran dan lauk sedikit, tak akan lama. Kamu tunggulah di sana, aku segera menyelesaikannya." Ucap Dean lembut sembari menunjuk ke arah meja makan.

Atun yang berdiri di dekat meja makan, hanya tersenyum melihat tingkah dua manusia yang hampir sama keras kepalanya itu. Ia akhirnya melangkah pergi menuju halaman belakang hendak mengambil jemuran yang telah kering. Ia tak ingin mengganggu momen uwu sang majikan yang terjadi tanpa mereka sadari.

"Cukup De! Ini rumahku, tolong hargai aku sebagai tuan rumahnya!" Bentak Naina seraya bergerak menutupi kulkas dengan tubuhnya. Karena Naina yakin, Dean pasti akan mencari bahan makanan di kulkas.

Bukannya Dean mundur dan mengalah, ia malah mendekatkan tubuhnya dan memepet tubuh Naina di kulkas. Satu tangannya meraih handle pintu kulkas untuk membukanya.

"Tentu, aku menghargaimu sebagai tuan rumah. Anggap saja,,"

Dean mendekatkan wajahnya ke wajah Naina. Naina yang terkejut, ia terpojok ke kulkas, dan hanya bisa mematung kala wajah Dean mendekat. Dean menyeriangai melihat ekspresi Naina yang ketakutan dan malu.

"Anggap saja, layanan plus-plus dari tamumu." Dean lantas menarik pintu kulkas. Naina pun refleks berjalan menyamping menghindari Dean.

Dean menyeringai puas karena berhasil menggoda Naina. Ia lalu memilih beberapa bahan mentah yang ada di kulkas Naina.

Sedangkan Naina, masih berusaha menguasai dirinya. Ia berdiri mematung di samping kulkas. Jantungnya mendadak berdegup kencang. Ia merasa gugup, malu, takut, dan entah apa itu. Semua bercampur menjadi satu seketika. Pipinya merona dan ada perasaan aneh yang tiba-tiba menghampirinya.

"Kamu berdiri disitu terus nggak capek Na?"

Ucapan dean menyadarkan lamunan Naina. Ia segera beringsut menjauh dari dapur. Ia berjalan ke arah teras belakang. Ia masih berusaha menetralisir perasaannya.

"Ada apa denganku?" Batin Naina.

"Ibu nggak papa?" Tanya Atun yang telah selesai mengambil jemuran baju yang sudah kering.

"Nggak papa Mbak." Sahut Naina ramah.

Atun pun masuk ke rumah. Ia melirik ke arah dapur, dimana Dean sedang sibuk dengan hobinya. Memasak. Dean memang memiliki hobi memasak. Resto dan kafe yang ia kelola adalah bentuk dari penyaluran hobinya dan juga bentuk kasih sayangnya pada almarhumah adiknya.

Naina akhirnya duduk dan bersantai di teras belakang. Menetralisir perasaannya sembari menikmati suasana sore dengan badan lemasnya.

"Sudah selesai Nona. Silahkan dimakan!" Ucap Dean seraya berjongkok dihadapan Naina.

Naina yang matanya terpejam karena menikmati semilir angin, terkejut dengan ucapan Dean. Ia beringsut membenarkan posisi duduknya kala melihat Dean berjongkok di hadapannya dengan sebuah nampan yang berisi sepiring nasi lengkap dengan sayur dan lauknya dan segelas teh jahe hangat.

"Dean?"

"Makanlah!" Ucap Dean tulus.

"Perlu aku suapi?" Goda Dean.

"Tak perlu, aku akan makan sendiri. Terima kasih." Sahut Naina sembari menerima nampan yang di bawa Dean.

Naina lantas meletakkan nampan itu dimeja. Dean pun ikut duduk di kursi kosong yang ada di sebrang Naina. Naina mencicipi teh jahe yang dibuat Dean.

"Hati-hati panas!"

"Sudah hangat." Sahut Naina sembari tersenyum. Ia pun mulai mencicipi masakan Dean.

Hati Dean berbunga-bunga karena mendapatkan senyuman tulus dari Naina. Senyuman yang sudah lama ia nantikan.

Dean memperhatikan Naina yang sedang menikmati makanannya diam-diam. Seperti selama ini, ia memperhatikan Naina secara diam-diam.

Awalnya Dean merasa mungkin hanya ketertarikan sesaat ketika melihat Naina pertama kali di kafe lima bulan lalu. Tapi Dean segera menyadari, perasaan itu bukanlah perasaan yang sesaat, setelah melihatnya untuk yang kesekian kalinya di kafe yang bersebelahan dengan resto miliknya.

Dean akhirnya sadar, ia telah jatuh cinta pada gadis yang tanpa sengaja ia lihat itu. Ia mulai memperhatikannya diam-diam tanpa berani menyapanya.

"Apa enak?"

"Ya, ini enak. Kamu pandai memasak?" Tanya Naina.

"Tidak. Hanya sekedar iseng saja." Sahut Dean malu-malu.

"Ehem,,"

1
murniati cls
padahal wkt itu ktnya Mr dD,Delvin BKN Mr D,jd mgkn Romo waktu itu tak ingat SM Mr Dnya
murniati cls
itu anaknya Dean,bkn Delvin,waktu ktmu depan hotel aja Delvin blg,bila ia tau adanya nrawanin bs dbnh dia
Saeful Anwar
pembantu nya di panggil mbk, anak majikan nya di panggil mbk juga aneh
C I W I
semangat berkarya trus Thor
C I W I
semangat Thor
list_tyo: terima kasih kak 🙏😊
total 1 replies
Ninik Rahayu
Naina terlalu bar bar....kasar ..
Iqlima Al Jazira
yach.. kok tamat sich thor🙁
di tunggu bonchap@ ya
list_tyo: iya kak, lanjut next story 😊🙏
total 1 replies
Iqlima Al Jazira
akhirnya up juga thor.. 🙂
di tunggu kelanjutan@
Iqlima Al Jazira: ya thor..
semangat ya nulisnya ☺
total 2 replies
Iqlima Al Jazira
Aamiin Yaa Allah🤲
Iqlima Al Jazira
ya thor..
di tunggu lho thor up@😊
list_tyo: in shaa Allah kak 😁
total 3 replies
Iqlima Al Jazira
yeeeyy.. kak Rissa bakal dapat dede kembar..
moga sepasang ya thor
list_tyo: semoga kak 🙏😊
total 1 replies
Iqlima Al Jazira
selamat dean & nayna
ciee Rissa bakal jadi kakak🙃
SamandTi Mom
gagal mening,gara gara datang bulan
list_tyo: apanya yang gagal kak? 🤭
total 1 replies
Kieraeh Biemanyue
semangat thor....
ditunggu kelanjutan'y...
Iqlima Al Jazira
di tunggu peresmian mereka thor
list_tyo: oke kak, sabar ya 😉
total 1 replies
Iqlima Al Jazira
berbahagialah Rissa bersama daddy & mommy mu..
semoga kelak Rissa d ijin kn author punya dedek kembar😊
Iqlima Al Jazira
thanks thor..
may them get happiness
Iqlima Al Jazira
makin nggak sabar thor,,
nunggu naina menikah dgn dean.
Iqlima Al Jazira: he.. he..
nggak sabar nunggu mereka bahagia thor..
total 2 replies
Iqlima Al Jazira
akhirnya,,, 😊
selamat Rissa,,,
makasih thor..
Kieraeh Biemanyue
naina yg lari" aq ikut ngos"n ...
ketemukan thor kasihan udh terlalu lama...
list_tyo: istirahat dulu kak biar nggak ngos"an 🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!