NovelToon NovelToon
Pengacara Tampan

Pengacara Tampan

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:86.2k
Nilai: 5
Nama Author: Arazy

Sequel "Dua Suami"

Hiatus

Mencintai seorang janda mungkin sudah menjadi sebuah kutukan untukku. Setelah ditinggal istri dan anaknya yang masih dalam kandungan membuatku menutup hatiku rapat-rapat.

Hingga pertemuan dengan wanita hamil tanpa suami membuatku teringat dengan mantan istriku yang sudah meninggal membuatku ingin sekali berada di sisinya untuk menjaganya.

Namun lambat laut bukan perasaan ingin melindungi, tapi mencintainya membuatku mampu membuka hatiku yang telah lama tertutup rapat.

Namun aku harus dengan rela melepaskan saat bayi yang ada di dalam kandungannya membuatku harus rela menyerahkan pada suaminya yang ternyata adalah sepupuku sendiri. Oh tidak, dunia itu ternyata begitu sempit.

Saat diriku ingin sekali menutup hatiku rapat-rapat lagi. Wajah yang sama namun orang yang berbeda membuat kami dekat. Apalagi dia juga seorang janda dengan satu putra.

Apakah aku bisa membuka hatiku untuknya? Meski sifat dan wataknya yang berbeda, namun wajahnya membuatku ingat dengannya?

Maaf semuanya, sementara Hiatus dulu. Aku sedang menyelesaikan karyaku yang lain. 🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arazy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Bram menghela nafas lelah. Mau tak mau Bram akan mengikuti keinginan sang papa sebagai imbal balik papanya memaafkannya. Namun sungguh sangat tidak masuk akal keinginan papanya itu. Dia masih sangat muda, dua puluh delapan tahun usianya saat ini.

Dan papa bilang beliau ingin menjodohkannya dengan seorang gadis putri dari rekan bisnisnya. Bram ingin menolak tapi sang papa mengancam akan menggulung tikar firma hukumnya dan harus lebih berkonsentrasi pada menjadi CEO di perusahaan sang papa.

Dan Bram tak mau mengubur impian dan cita-citanya yang sudah mulai diatas kariernya sebagai pengacara terkenal. Apalagi kasusnya kini sudah melampaui kasus luar biasa yang menyangkut kepentingan negara. Jika dia bisa memenangkan kasus ini, sedikit lagi firma hukumnya akan semakin terkenal dan dikenal banyak orang.

Lagi-lagi Bram menghela nafas panjang dan beratnya. Bram mengiyakan keinginan sang papa dengan syarat perjodohan dilakukan setelah kasusnya selesai. Namun sang papa langsung menolaknya mentah-mentah, pertemuan mereka sudah ditentukan seminggu lagi.

Awal tahap perkenalan kemudian pertunangan dan setelah itu pernikahan. Bram bukannya tak mau menikah, dia adalah tipe lelaki yang sulit jatuh cinta. Dia sulit untuk percaya dan mempercayai apa itu cinta. Hidupnya sejak kecil didedikasikan hanya untuk belajar, belajar dan belajar. Bahkan cita-citanya sudah ditentukan sebagai pewaris tahta perusahaan keluarga Pamungkas.

Namun karena melihat kondisi rakyat dan tak tegaan melihat orang lain diperlakukan tidak adil membuatnya membuka mata untuk menolong mereka. Namun uangnya tak selamanya mampu menolong orang-orang teraniaya tersebut. Hingga dia memutuskan untuk belajar tentang hukum dan menjadi pengacara untuk menolong orang yang sedang dalam kesulitan perihal kasus baik pidana ataupun perdata.

Namun Bram mempunyai prinsip hanya akan menolong dalam hal kebenaran. Kalaupun harus menolong orang bersalah, Bram akan menyadarkan kliennya itu.

"Pak, sidang akan dimulai sepuluh menit lagi." ujar asisten pengacaranya mendatanginya saat dirinya terlihat melamun.

Bram tersentak langsung menoleh menatap wanita muda asistennya itu.

"Ah, baik." Bram berdiri merapikan pakaiannya, menghela nafas panjang dan memejamkan matanya sejenak untuk merapalkan semacam doa entah apa.

"Ayo!"

"Baik pak." Keduanya pun memasuki ruang sidang dan duduk di tempat yang telah disediakan.

***

"Aku ingin kau menemuinya malam ini. Dia akan menunggu di restoran xx. Pukul tujuh malam. Jangan sampai terlambat!" titah Arya saat menghubungi ponsel Bram sore itu.

Tanpa basa-basi Arya langsung bicara pada intinya setelah mendengar salam dari sang putra. Tanpa menjawab Arya langsung bicara pada intinya. Dan tanpa menunggu jawabannya, Arya langsung menutup panggilan itu. Bram menghela nafas berat, menatap layar ponselnya yang sudah ditutup oleh papanya.

Dia tak habis pikir dengan semua itu. Dia masih ingin istirahat setelah melalui sidang panjang hari itu yang cukup menyita waktu dan membuatnya sedikit lelah. Bram mengendurkan dasinya untuk melepaskan lelahnya yang terasa mencekik lehernya. Dia harus datang malam ini karena tak mau papanya akan melakukan ancamannya.

Bram yakin papanya tak main-main dengan ancamannya. Sejak kecil papanya selalu melakukan apapun untuk membuatnya tak bisa apa-apa selain menurutinya. Selain karena rasa hormat pada orang tuanya. Bram melakukannya karena tak mau menjadi anak durhaka, yang lebih parahnya dia akan dipaksa untuk membuang impiannya itu.

***

"Selamat malam, maaf saya sedikit terlambat." sapa Bram sambil menundukkan kepalanya merasa bersalah karena gadis yang diatur untuk perjodohannya sudah datang.

Padahal waktu belum menunjukkan pukul tujuh tepat, masih lima menit lagi. Bram melirik jam tangannya untuk memastikan bahwa dirinya benar-benar tepat waktu.

"Ah, tidak. Saya yang datang terlalu cepat. Orang tua saya memaksa saya untuk segera berangkat sebelum waktunya karena tak mau membuat anda terlalu lama menunggu." jawab gadis itu ramah, tersenyum lembut.

Bram mendongak menatap wajah gadis itu lamat.

"Perkenalkan nama saya Bramantyo. Panggil saja Bram." ucap Bram mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan perkenalan.

"Ah, saya Delia. Panggil saja Lia." gadis bernama Delia itu membalas uluran tangan Bram dan mereka pun saling berkenalan.

Percakapan itu didominasi oleh Lia, Bram memang tipe pendiam. Dia bukan pria yang pandai bicara, apalagi tentang kebohongan, basa-basi dan rayuan gombalan pada seorang gadis. Bram hanya menjawab iya dan tidak pada pertemuan itu. Dia juga bingung akan mengatakan apa pada gadis ini. Dia terbiasa bicara fakta di persidangan.

Namun tentu saja Bram tahu, dia tidak bisa bicara blak-blakan di depan gadis yang dijodohkan dengannya demi menyinggung perasaan gadis itu.

"Saya dengar anda sedang menangani kasus yang berhubungan dengan korupsi negara?" tanya Lia untuk kesekian kalinya memulai berbasa-basi.

Bram menatap Lia, dia tahu gadis di hadapannya ini bukan gadis kolot yang tak tahu apa-apa. Bahkan gadis ini terlalu modis dan fashionable. Namun tutur kata dan ucapannya sangat sopan dan lemah lembut. Sungguh wanita idaman, begitulah menurut pendapat Bram setelah berbincang dengannya.

"Benar." jawab Bram singkat membuat Lia tak habis pikir dengan jawaban pria yang dijodohkan dengannya ini.

Dia bingung akan berbincang apalagi karena hampir semua topik sudah ditanyakannya dan hanya mendapat jawaban iya dan tidak atau benar dan ah tidak, dia akan diam jika pernyataan itu salah. Keduanya pun kini saling diam karena topiknya sudah tak ada yang dibincangkan.

Hingga seorang pelayan datang menginterupsinya bahwa makan malam mereka sudah datang. Keduanya menoleh bersamaan menatap pelayan itu dengan wajah kebingungan. Mereka merasa tak memesan makanan tapi...

"Maaf, menurut reservasi ruangan privat ini sudah memesan makanan tepat jam delapan untuk mengantarkan makanan pada meja ini." jelas pelayan itu melihat pasangan itu terlihat bertanya-tanya padanya.

"Siapa yang reservasi?" tiga kata lebih panjang yang dikeluarkan Bram sejak tadi.

Dia sudah menebak siapa yang melakukan semua ini. Dia hanya ingin memastikan saja.

"Tuan Arya Wiguna Pamungkas." jawab pelayan itu. Tebakan Bram benar tentang yang dipikirkannya.

"Kita nikmati saja, beliau akan sedih jika kita menolaknya. Setidaknya hargai keinginan mereka." ucap Lia ramah dan Bram pun terdiam tak mampu untuk bicara apa-apa lagi. Demi cita-citanya, batin Bram sejak tadi.

Sebenarnya dia ingin segera pergi dari restoran dan pertemuan itu. Namun karena makanan tiba dan mendengar ucapan Lia membuatnya mengurungkan niatnya untuk pamit dan menikmati makan malam itu meski tak berselera.

TBC

1
Randa kencana
ceritanya sangat menarik
Fitria Fitri
Prolognya bikin lieur😵 diprolog si cewe mantan istri kliennya. Di deskripsi, si cewe mantan istri sepupunya. Lhaa? Klo emg sepupuan knapa gak kenal satu sama lain?
binar syairazy
karina y thor...thor upnya lma tumbn sehatkh thor
AyviQaziii
next thor
binar syairazy
ko g bsa,kbuka yg sbelahnya thor
Nanik Normaidah
lanjuut
Nanik Normaidah
semangaaat
lanjuuut
Nanik Normaidah
lanjuuut
Sri Setiawati
hhhmmm
Tika Fabrina Mustika Ekawati
cieeee babang bram cembokur cieeee
IG: Saya_Muchu
Semangat thor, selalu datang mendukung mu
binar syairazy
crazy up y thor ilike bram cool2 gmna gtuhh
Sri Setiawati
semangat ya.. aku tgg lanjutnya
Brina
,aq mw tw gmn bs bram nikah sm katrina lm ni alurnya
Putri Wahyu
lgs aja thor. kehidupan bram setelah menyerhkan karina pada jo
Sri Setiawati
ayo dong thorr semangat
Sri Setiawati
semangat
Sri Setiawati
lho kok abis😥
Mitz Mit
moga maya dan Bram jodoh ya thourr
Masiah Firman
lanjut thour
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!