Kisah ini menceritakan tentang seorang wanita yatim piatu bernama Viona yang dijodohkan dengan Farel yang menjadi penerus kakeknya pada sebuah perusahaan tambang Batu Bara.
Farel adalah seorang lelaki yang pada awalnya hanya berpura-pura mencintai Viona.
Menjalani pernikahan yang begitu menyiksa batin. Menguatkan hati melihat perselingkuhan suaminya.
Dan terjerumus dalam kenyataan pernikahan yang di atur oleh mertuanya.
Tapi, pada akhirnya Viona mendapatkan kembali cinta suaminya.
Namun, ia harus menghadapi penyakit Alzheimer-Demensia yang mengancam jiwanya saat sedang mengandung.
Perjuangan Viona melawan penyakit yang membuatnya melupakan suaminya.
Akhir kisah cinta Viona yang berada di ambang kematian.
Dibaca yah, mohon krisan membangun untuk author 🙏🤩
Semoga ngoni samua suka nehh 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MYH 12
"Maafkan aku Kak! Aku janji akan menjadi suami yang baik untuk Viona.", ungkap Farel
"Sudahlah Farel. Semua terserahmu. Aku serahkan semua keputusan runah tanggamu di tangan Viona. Dan kau, jangan berani kau merusak kebahagiaan Viona setelah ini. Aku mengawasimu Farel. Ingat itu." Ancam Vani kepada adiknya sendiri. Vani memilih menunggu kesadaran Viona di luar ruangan.
"Sudahlah Farel, kau makanlah dulu. Biar mama dan papa yang menjaga Viona. Kau harus menjaga kesehatanmu juga. Nanti kita pikirkan cara selanjutnya untuk menjelaskannya pada Viona."
Ke esokan harinya Viona belum juga sadar, Farel semakin panik. Dia takut keluarganya akan begitu marah padanya.
"Mah, Pah, lebih baik mama sama papa istirahat di rumah saja. Biar Farel yang menjaga Viona di sini. Nanti saat Viona siuman, Farel akan segera mengabari mama ppa dan ka Vani." pinta Farel
"Baiklah Farel. Papa dan mama akan kembali istirahat. Kamu jaga Viona.", Ucap Papa Farel
Farel ingin membersihkan tubuh Viona, namun ia sedikit ragu.
"Baiklah Viona, aku akan menjalankan tanggung jawab serta tugasku sebagai suamimu. Aku harap kau tidak marah aku menyentuhmu." ucap Farel di telinga Viona
Farel membersihkan tubuh Viona dengan kain hangat yang telah di sediakan oleh suster yang tadinya akan membersihkan tubuh Viona. Namun, Farel mengambil alih tugas suster tersebut. Bagi Farel, inilah waktunya untuk menjalankan tugasnya terhadap Viona.
Setelah membersihkan tubuh Viona dan mengganti pakaian Viona, Farel pun berniat membersihkan tubuhnya. Farel mengunci pintu ruangan tersebut. Dia takut jika nanti ada orang yang berniat jahat pada istrinya.
Di luar kamar rawat Viona, seorang laki laki sedang mengintip dari luar tubuh Viona yang masih terbaring belum sadarkan diri.
"Viona, aku di luar. Aku mohon cepatlah sadar. Aku belum jujur padamu tentang perasaanku. Aku akan membawamu menjauh dari suami jahatmu. Sadarlah Viona." batin Wisnu. Wisnu sudah sadar dan kini ia meminta ibunya mengantarkannya di depan kamar rawat Viona.
Wisnu menceritakan semuanya tentang Viona kepada ibunya. Sehingga ibunya ingin juga melihat bagaiman sosok Viona..
Saat Ibunya akan memutar kursi roda Wisnu, di ujung mata Wisnu melihat dari balik jendela bahwa Viona mulai bergerak dan perlahan lahan duduk.
"Syukurlah Viona. Ibu lihat, Viona sadar bu." ucap Wisnu
"Yah, syukurlah dia sudah sadar. Tapi, sekarang kita harus kembali ke kamarmu dulu Wisnu. Ibu tidak enak jika kita ketahuan ada di sini mengintip istri orang lain.", bujuk ibunya
"Bu, diakan karyawan di cafeku. Aku juga ingin menjenguknya." timpal Wisnu
"iya yaa... Tapi jangan sekarang yah. Kita biarkan dulu Viona istirahat biar dia cepat pulih.", bujuk ibunya lagi
...........
Selesai membersihkan diri dan mengganti pakaiannya, Farelpun keluar dari kamar ganti. Farel sedikit kaget saat melihat Viona sedang duduk dan membuka matanya seperti orang bingung. Farel kemudian mendekati Viona, dia ingin sekali memeluk Viona namun dia juga takut jika Viona akan memarahinya
"Viona, kau sudah bangun?" Namun Viona nampak diam seperti bingung
"Mungkinkah dia benar-benar lupa ingatan?" Farel membuka pintu yang dikuncinya tadi
"Maaf, kamu siapa? " tanya Viona
"Viona, kamu sudah sadar sayang?" mama dan papa Farel baru saja tiba
"Ma, temani Viona. Farel akan bertemu dokter dulu."
"Permisi dok. Bisa bantu saya, jelaskan bagaimana kondisi istri saya?" Tanya Farel ketika memasuki ruangan dokter ahli
"Baiklah, nyonya Viona mengalami amnesia akibat benturan kecelakaan lalu. Hal ini karena ketika kepala terbentur sesuatu dengan sangat keras, maka ada kemungkinan dinding otak mengalami cedera berupa retak. Bila pembuluh darah di sekitar otak mengalami kelainan, misalnya otak kecil cedera dan terhimpit akibat tekanan saat benturan keras terjadi, maka seseorang akan mengalami amnesia sementara dengan jangka waktu yang berbeda-beda. Bila benturan hanya mencederai dinding otak, maka amnesia yang terjadi mudah disembuhkan. Namun, bila cedera sudah cukup parah sampai mengenai bagian otak besar, kecil, dan tengah, maka pengidap amnesia akan membutuhkan waktu lama untuk sembuh." jelas Sang Dokter
"Kita berdoa saja. Dan lebih memberikan perhatian kepada Nyonya Viona. Berikan Nyonya Viona waktu lebih, agar ia mudah mengingat orang orang di sekitarnya dan kegiatan kegiatan yang biasa dilakukannya. Dan, karna nyonya Viona sudah siuman, bapak sudah bisa membawa pulang nyonya untuk rawat jalan di rumah sehingga lebih cepat membantu nyonya Viona dalam mengingat"
"Iya dok. Terimakasih dok. Saya permisi dulu." Farelpun kembali
Farel kembali dan menjelaskan tentang kondisi Viona kepada mama dan papa.
"Viona, aku mama mertuamu. Ini Papa mertuamu. Dan ini, dia adalah suamimu." mama Farel membantu menjelaskan
"Suami? Jadi aku sudah menikah? Aku Viona?" Viona terlihat linglung
"Iya sayang. Namamu Viona. Aku suamimu Farel." Farel mendekat dan menggenggam tangan Viona namun Viona masih tetap tanpa ekpresi lebih untuk terlihat bahagia
"Ma, Pa. Hari ini Viona sudah bisa dibawa pulang ke rumah. Aku akan mengurus administrasinya dulu di loket."
"Ah, iya. Biar mama yang menyiapkan barang barang untuk di bawa pulang."
. ........
Mereka pun tiba di rumah Farel. Farel sengaja membawa Viona pulang di rumahnya, sehingga Viona bisa belajar mengingat dan beradaptasi dengan rumah yang mereka tempati.
"Mama dan Papa bisa kembali. Biar Farel saja yang merawat Viona. Farel ingin menebus kesalahan Farel. Nanti, Farel akan membawa Viona berkunjung ke rumah mama dan papa." jelas Farel
"Ya sudah, jika itu memang yang terbaik untuk kalian berdua. Viona, mama dan papa akan segera kembali. Jaga diri yah, bilang sama mama dan papa kalau Farel menyakitimu. Oke" Mama Farel memeluk dan mencium Viona
"Iya ma..Pa. Terimakasih sudah mengantarkan Viona pulang." jawaban Viona masih terasa kaku. Mereka mengantarkan mama dan papa Farel di depan pintu rumah kemudian masuk
"Sayang, di atas itu kamar kita. Kamu naik saja, aku akan membawa barang barang ini." pinta Farel
"Bisa aku bantu?"
"Tidak sayang. Biar aku saja. Ayo, naiklah ke atas." pinta Farel
"Ini kamarku dan suamiku? Tapi, sedikit terasa asing dibandingkan ruangan di bawah tadi." Viona mengitari ruangan kamar Farel, ia membuka lemari namun ia tidak menemukan pakaian perempuan
"Aneh, jika ini kamarku juga, namun mengapa tidak ada sehelai pakaian wanita di sini."
"Sayang,,, sebelum kau kecelakaan pakaianmu semuanya di cuci. Jadi, ini.. aku bawakan semua pakaianmu. Biar ku tata ya."
"Ah tidak tidak. Biar aku saja. Ini kan pakaian perempuan. hehehe" senyum Viona mampu menghangatkan hati Farel seketika
"Aku harap kau lupa akan semua perbuatan jahatku padamu Viona!" batin Farel
Viona merapihkan pakaiannya dan menata kembali kamar Farel seperti yang di inginkannya.
ting tong ting tong ting tong
Farel turun mengambil sesuatu yang baru saja sampai dan segera ke kamarnya
"Makanan tiba" Farel tersenyum bahagia membawakan makanannya yang di sambut hangat oleh Viona
"Biar aku suapi yahh.."
"Aku kan bukan anak kecil lagi Farel." gerutu Viona yang di sambungnya dengan senyuman manisnya
"Aku mohon Viona. Yahh....", bujuk Farel
"Ya sudah.", Viona membuka mulutnya dan menerima suapan dari Farel, namun seketika jantungnya berdetak cepat membuat Viona segera menelan makanannya
"Kenapa Viona? Apa ada yang sakit?"
"Hmm... tidak. Hanya saja, jantungku terasa lebih cepat berdetak."
"Apa kamu mau istirahat dulu?" Biar makanan ini aku simpan dulu
"Boleh."
Farel menemani Viona istirahat, Farel mendekatkan tubuh Viona dalam dekapannya. Farel sangat senang karna tidak ada penolakan dari Viona.
"Farel.."
"Yaa..", dengan tetap memeluk Viona
"Apakah kita sering berpelukan seperti ini?" tanya Viona
______________
-bersambung
hi hii readersss
author mohon dukungan like dan vote terus yahhh
🙏🙏😇
udah aku kasi like juga
berarti tamat wes.
kl ganti istri wes gk seru neh