kisah ini menceritakan empat remaja cowok yang dipertemukan dalam sebuah sekolahan bergengsi yang kemudian pertemuan mereka membuat mata batin mereka terbuka dan dapat melihat mahluk tak kasat mata, mereka sebenarnya adalah sekelompok anak yang terpisah selama belasan tahun lamanya namun mereka tak saling mengenal hinga pada akhirnya kejadian pada perkemahan membawa mereka kepada sosok leluhurnya yang kemudian mencari tau jati diri mereka.
kisah ini diambil dari kisah nyata namun diberikan sedikit unsur fantasinya agar terkesan menarik.
dapat kah keempat remaja tersebut mengetahui jati diri mereka sebenarnya? dapat kah mereka mengunakan kekuatan Yang dimikinya dengan baik? dan siapa sebenarnya mereka? temukan jawabnya dengan membaca novel ini jika membaca jangan lupa berikan jejak ya kasih vote dan dukungan buat author biar bisa lanjutkan terus ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Doni Doni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
terungkapnya kematian dewi
" byaarrrr huaaaaaaaa"
tiba tiba berdiri sosok hitam berbulu lebat serta memiliki mata merah dan gigi taring yang panjang
kami sanggat terkejut saat menyaksikan sosok yang paling menakutkan yaitu mariban si sosok yang haus akan darah dan terkenal dengan bulu perindu yang dimilikinya yang mampu memikat lawan jenis dan menyukseskan segala pekerjaan an. kami hanya mampu berdiri mematung tak mampu bergerak sosok tersebut berjalan mendekati kami, rasa takut mulai menhantui kami hingga pada akhirnya aku inggat bahwa ada sebuah doa yang ampuh mengusir roh jahat maka aku mulai melantunkan doa doa tersebut hingga sosok tersebut mengamuk dan melemparkan barang kesana kemari masing masing dari kami berempat memegang erat salib yang bergantung di leher kami sambil berdoa meminta pertolongan tuhan.
tubuh kami kemudian melayang diudara saat sosok tersebut menghempaskan kami dengan tangan nya yang panjang aku terpelating di pojok ruangan, kak perki tersandar di papan tulis dan kak toloi pingsan di atas meja sedangkan kak dewa dibawa masuk oleh tiga sosok jahat yang melihat kami, kak perki dengan bersusah payah berjalan mendekati kak toloi yang tak sadarkan diri karena kena benturan keras tepat di dadanya sedangkan aku mencoba berdiri dan mengalihkan perhatian mariban si hantu berbulu lebat, saat mariban hendak menyerang ku kak perki lalu memegang erat tengan mariban hingga kak perki terhempas didinding pojok hingga tanganya mengenai kaca dan berdarah, hal tersebut semakin membuat mariban inggin memburu kak perki untuk meminum darahnya, aku kemudian mengambil kaca dan mengoreskannya di tangan hingga berdarah aku mencoba mengalihkan si mariban agar tak menyerang kak perki yang sudah tak berdaya.
saat mariban mendekati ku aku mencoba lari menghindar dan sampailah aku dipaling pojok dan tak bisa bergerak lagi saat mariban hendak meraih ku tiba tiba saja sosok dewi datang menyerang mariban dan dewi menyuruhku untuk menyelematkan kak dewa yang ada dalam lemari, aku tak pikir panjang lagi aku mendekati lemari dan membukanya disana bukanlah lemari biasa dalam lemari itu seperti ada ritual aku pun masuk dalam lemari dan menyaksikan berbagai mahluk mengerikan mereka menetapku tajam mahluk mahluk itu bukanlah mahluk biasa mereka adalah mahluk persugihan seseorang aku lalu mengambil sesuatu. dalam saku celana ku dan melemparkanya tepat di tenggah perkumpulan mahluk tersebut mahluk tersebut kepanasan dan berhamburan keluar aku lalu mendekati kak dewa dan menompangnya dan pada saat itu juga ada sebuah kamera yang tersimpan di pojok aku lalu mengambilnya dan menyimpanya dalam saku dan aku pun memopong tubuh kak dewa keluar dari dalam lemari saat keluar aku masih melihat kak perki dan kak toloi masih lemas dan kini si mariban itu sudah hilang dan dewi pun sudah tudak ada lagi aku lalu mendudukan kak dewa disamping kak perki aku kemudian mencari jalan keluar tanpa harus membuang tenaga lagi.
bersamaan dengan itu pintu kelas tiba tiba terbuka sendiri dan tidak ada satu orang pun yang ada di depan ruangan, aku lalu mengajak kak perki dan yang lainya keluar dari rungan saat sudah ada diluar ruangan kami melihat hari sudah gelap jam sudah menunjukan pukul 18:44 WIB setelah itu kami pun berjalan menuju gerbang sekolah.........
god bless you too...
top ceritanya thor... i like it.../Good//Good//Good/
maaf, untuk yang ini agak membingungkan...