Rara Raina Sunjaya. seorang Nona besar di keluarga Sunjaya.
Rara tidak menyangka akan nasib hidup nya yang berakhir di sebuah pulau yang usia nya lebih dari ratusan tahun. pulau itu di kenal sebagai pulau vampier pada masa nya nanun setelahnya pulau itu di kenal sebagai pulau rindang dan sudah berabad-abad semua yang melewati pulau itu di larang mendekat atau memasuki pulau tersebut di karnakan setiap orang yang mendekati atau memasuki pulau, maka tidak akan bisa kembali lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shkira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 12
Afakar menghentikan Aidan saat ia ingin mendekati Rara yang tidak berkutik lagi.
"Yang mulia,tolong yang mulia mengampuni gadis ini! dia hanya manusia biasa tolong yang mulia memaklumi sikap nya ," afkar memohon pada Aidan agar tidak menghukum rara karna telah menyinggung seorang raja vampire terkuat di seluruh klan vampire di dunia.
Aidan berbalik menatap dingin afkar yang masih berlutut.
namun ia kembali melangkah dan tidak menanggapi ucapan afkar.
Rara semakin panik dan pucat ia pasrah saat Aidan mengulur kan tangan untuk membuka cadar yang menutupi wajah rara.
Aidan terpaku diam terpesona dengan kecantikan rara yang memiliki wajah bulat bibir tipis dan hidung mancung di tambah bulu mata nya yang lentik dengan warna bola mata coklat tua, dengan tinggi badan 160,ia yang sudah berumur 22 tahun terlihat seperti gadis usia 17 tahun, tidak heran Aidan menyebut nya gadis kecil karna postur tubuh mungil yang rara miliki.
Aidan tersenyum kecil menatap rara,ia berbalik dan kembali duduk di singgah nya.
"Apa maksud nya ini?melihat lalu pergi dan tidak melepas kan ku," oceh rara dalam hati.
"Pangeran Afkar kau biasa pergi dan bersiap untuk tugas menjemput putri muren dari kerajaan barat," ucap Aidan tegas memberi perintah pada afkar untuk mengeban tugas.
"Yang mulia bukankah tugas ini sudah di tugas kan pada paman ke tiga!?" jawab afkar dengan hati'hati.
"Kau benar, karena itu kau bisa menemani paman ke tiga untuk pergi menjemput putri muren, apa kau berani menentang perintah ku!" tegas Aidan menatap dingin afkar.
"Tidak berani yang mulia,hamba akan pergi bersama paman ke tiga untuk menjalan kan tugas.
hamba mohon undur diri," jawab afkar berlutut dan pergi menjalan kan tugas dari sang raja.
afkar menoleh pada rara yang terus mengedip kan mata nya,untuk memberi isyarat agar afkar tidak meninggal kan diri nya.
dengan sangat kecewa afkar tidak bernai menentang perintah dari sang raja.
ia terus berjalan tanpa menoleh lagi ke arah rara.
"Afkar,kau tega sekali,bukankah raja sialan ini kaka mu kenapa kau tidak melawan nya,ahhh sial sekarang aku harus bagai mana pasrah di hisap habis darah ku dengan raja sialan ini!? tuhan tolong aku," rara terus mengoceh dalam hati nya.
ia memejam kan mata saat ia melihat Aidan berjalan mendekat dengan senyum dingin.
Rara merasakan kalau Aidan sudah berada di hadapan nya,ia terus berdoa dalam hati untuk mendapat keselamatan,namun ia sangat terkejut saat ia merasakan nafas dingin di bibir nya dan seperti ada yang menjilati nya.
rara dengan cepat membuka mata ia terbelalak melihat Aidan menjilati bibir nya berkali'kali.
Rara sangat geram saat ia mendapat perlakuan tidak sopan dari Aidan,rara memakasa sekuat tenaga menggerakan kaki nya.
dengan terus berusaha perlahan kaki nya bisa bergerak, iajuga mulai terasa kalau anggota tubuh lain nya sudah kembali normal,rara mengayun kan kaki nya dan menendang Aidan, tapi apalah daya tendangan rara dengan cepat di tangkis oleh aidan,
"Hahahah,Gadis kecil yang unik padahal kau hanya manusia biasa tapi bisa mematah kan sihir ku," Aidan tertawa keras melihat expresi rara yang sangat marah.
"Dasar gila,berani nya kau menjilati bibir ku kau fikir aku permen,akan aku hajar kau sampai ******," rara terengah,engah memaki Aidan dan kembali menyerang aidan dengan kemampuan bela diri nya yang lumayan hebat.
Aidan meladeni rara yang menggila menyerang nya,ia terus menangkis serangan dari rara tanpa menggunakan sihir nya,Aidan sedikit kewalahan dengan serangan Rara,namun ia juga bisa dengan mudah menjatuh kan nya tapi ia tidak melakukan itu dan terus bersenang'senang menerima serangan dari rara.
tapi saat mata nya tertuju pada kalung liontin bulan sabit merah milik rara terlihat bersinar,Aidan menangkis serangan tangan rara dan menarik nya mengunci tangan rara ke belakang.
rara tidak bisa melawan lagi karena tangan tertahan oleh Aidan di punggung nya.
"Kalung mu ini cantik,dari mana kau mendapat kan nya," tanya aidan menyentuh liontin bulan sabit milik rara.
"Lepaskan tangan ku,maka akan ku beri tahu dari mana aku mendapat kan nya," jawab rara berusaha melepas kan diri dari aidan.
"Hahahah..negosiasi yang bagus,baiklah aku akan melepas kan mu tapi!?" aidan menggigit jari nya hingga mengeluar kan darah lalu memasukan darah yang ada di jari nya itu ke mulut rara.
"Hey..apa yang kau berikan pada? umm umm," mulut rara di dekap oleh Aidan dan memaksa nya meminum setetes darah milik nya.
rara mendorong Aidan dan berusaha memuntah kan darah yang ia telan itu.
BERSAMBUNG....
be like gw yang udah baca ni novel 3× 🗿