Season 1
Sara Anjani Salim anak tunggal dari keluarga terpandang, namun nasibnya berubah ketika orang tuanya kecelakaan dan harus membuatnya "MENGHARGAI" dirinya untuk biaya pengobatan orang tuanya yang sedang koma.
Diawal perjuangannya ayahnya meninggal dunia, membuat Sara begitu sakit harus ditinggalkan ayahnya itu, tapi dia tidak bisa berhenti karena dia masih memiliki mamah yang harus dia perjuangan.
Setelah beberapa bulan mamahnya sadar dari Komanya, namun semua itu bukanlah apa-apa, bagaimana dia harus menutupi pekerjaannya agar mamahnya tidak mengetahui.
Namun serapat-rapatnya dia menyimpan itu semua, ada yang mengatakan pada mamahnya hingga membuat dia ketakutan.
Tiba-tiba seorang laki-laki yang memiliki "KELAINAN" menawari dia sebagai istrinya.
Season 2.
Gara-gara sering mengejar muridnya yang nakal. Rizal pun harus berakhir dipelaminan dengan Siswi nakalnya.
Sebuah kesalah paham mengharuskan Rizal menikahi Siswi yang terbilang sangat nakal.
Bagaimana jadinya rumah tangga mereka setelah menikah, langsung baca saja ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon henti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berita media
Setelah Acara tukar cincin selesai, semua tetangga dipersilahkan memakan hidangan yang sudah disiapa Sara.
Sara hanya duduk santai dengan kebaya yang melekatnya sebari memakan cemilan yang dia ambil.
"Selamat ya neng Sara" Tutur salah satu tetangga Sara.
"Iya makasih bu" Balasnya.
Ibu-ibu itu pun duduk didekat Sara sebari semakin mendekatkan duduknya, Sara yang risih pun hanya menyengir kuda.
"Neng ko bisa dapet bule sih" Sengolnya pada Sara. Sampai hampir membuat Sara tersungkur.
"Aduhh duhhh maaf neng" Sebari memegang tangan Sara.
"Iya gapapa bu" tuturnya sebari tersenyum " Menyebalkan" Batinnya.
Leon pun menghampiri Sara yang sedang ngobrol itu, seketika ibu-ibu itu pun pergi.
"Seperti kau sangat menikmati acara ini?"
"Tentu saja, kau tak lihat ibumu yang diserbu ibu-ibu itu untuk diminta foto" Kekehnya sebari melihat calon mertuannya yang terus saja dikerubutin karna banyak yang minta foto.
Leon pun ikut terkekeh melihat itu, apalagi melihat wajah sangar papahnya yang menahan marah karna terus disuruh mefoto maamahnya dan ibu-ibu itu.
"Ingat, kau harus bersikap seperti istriku yang semestinya, bayaran hari ini aku tranfer" Ucapnya sebari menghampiri orang tuanya yang akan meledak mau marah itu.
Leon pun berpamitan pada Mamahnya Sara untuk pulang.
"Kamu sangat cantik" Puji mamah Leon sebari memeluk Sara berpamitan untuk pulang itu.
"Terima kasih tante" Jawabnya.
Setelah kepergian Leon dan keluarganya, tetangga pun membantu membereskan sisa-sisa acara itu.
Sara langsung masuk kedalam kamarnya, dia juga langsung mendapat pesan kalau uang didalam atmnya bertambah. Sara tidak menyangka kalau Leon langsung membayarnya dengan jumlah yang cukup banyak.
"100juta?"
📱Dari Leon.
Sebagai uang untuk biaya hari ini.
Sara yang sudah mengerti pun tak membalas, dia langsung membersihkan make up dan membersihkan dirinya, meskipun sederhana tapi sangat melelahkan. Ia tak bisa berpikir bagaimana kalau nanti diacara menikah yang akan digelar mewah itu.
Setelah 20menit Sara selesai mandi, karna lelah dan harus bangun pagi-pagi sekali sekarang dia sangat mengantuk, mamahnya dan tetangga lain masih diluar membersihkan halaman.
"Terima kasih ya ibu-ibu sudah membantu" Ucap Rianti dengan ramah.
"sama-sama bu Rianti" Balasnya.
Rianti memasuki rumahnya saat dirasa sudah beres diluar, dia memasukki kamar anaknya, dan ternyata anaknya itu sudah tertidur. Rianti mengelus rambut anaknya yang sedikit masih basah itu, dan tak lupa mengecup kepalanya sebelum meninggalkan kamar itu.
.
.
Lain hal dengan Keluarga Leon, mereka yang masih dalam perjalanan kerumah pun terus saja mengerutu apalagi orang tuanya ini, Leon yang mendengarnya pun hanya terkekeh geli.
"Kenapa orang indonesia seperti itu, kita juga kan sama manusia tapi kenapa saat melihat kita seperti melihat tuhan saja, langsung antusias" Gerutu Monica didalam mobil.
Leon hanya melihat mamahnya didalam kaca spion depannya.
"Mamah kan cantik jadi mereka suka mah" Tuturnya sebari terkekeh.
"Tentu saja, kalau tidak papahmu yang galak ini mana mau" Jawabnya sebari ikut terkekeh.
Gordan yang sedari tadi menahan kesal hanya diam tak bersuara, wajahnya yang sudah sangat merah itu ditambah cuaca yang panas membuatnya bertambah merah.
Leon pun menatap papahnya dari kaca spion depan itu sebari tersenyum.
"Papah juga harus terbiasa nanti seperti itu" Tuturnya.
"Apanya yang harus terbiasa, menjadi tukang foto maksudmu" Amarah yang ditahan pun seketika meledak. Leon dan Mamahnya pun seketika tertawa.
"Apa yang kalian tertawakan" Marahnya, Gordan pun memalingkan wajahnya karna kesal. Monica pun seketika menghentikan tawanya dan membujuk suaminya yang sedang mode badmood itu.
"Sayang, lupakan itu. kau tidak lihat calon istri Leon sangat cantik" Bujuknya mengalihkan suasana.
Gordan pun seketika menatap anaknya.
"Oh iya bagaimana kau punya pacar secantik itu tak pernah memberitahu kami" Tuturnya pada anak laki-lakinya itu. Leon yang ditanya seperti itu oleh ayahnya pun hanya mengaruk tengkuk lehernya.
"itu..itu karna aku hanya mau memberi kejutan pada kalian" Jawabnya sedikit bohong.
"Terus kalau perusahan yang kolap itu bohongkan?" Tanyanya lagi namun dengan wajah datarnya.
"Heheh kalau itu beneran pah"
Gordan langsung menghajar kepala anaknya itu karna kesal.
"Dasar anak kurang ajar" Monica pun seketika menahan suaminya itu.
" Udah dong pah, Leon juga kan ngomong mau beresin" Tuturnya sebari memegang suaminya yang masih ingin menghajar anaknya itu.
"Iya pah" Timpal Leon yang memegang kepalanya itu.
"Awas kalau kau bohong!! Aku akan membawa istrimu ikut kami ke luar negri, biar kau jadi gembel sekalian disini!!"
Leon pun menatap mamahnya dengan wajah yang memohon, Monica pun hanya mengangkat bahunya.
Setelah drama didalam mobil mereka sampai dikediamannya itu. Monica langsung merebahkan tubuhnya disofa, dia yang baru mendarat diindonesia harus menghadiri acara lamaran anaknya dan sekarang dia benar-benar lelah.
Leon yang sudah memanggil terapis untuk orang tuannya pun, menyuruh Mamah dan papahnya itu untuk berganti pakaian dulu.
"Mamah dan papah nikmati dulu saja, aku ada urusan" Tuturnya pada orangtuanya yang sudah siap mau diterapis itu.
Leon pun meninggalkan kediamannya menuju kekantornya itu, wartawan sudah berjejer didepan kantornya itu. Dia pun menghubungi Assistennya untuk turun.
tok
tok
Mike pun mengetuk kaca mobil tuanya itu, Leon yang sedang memainkan hp pun langsung membuka kunci mobilnya.
"Bagaimana?" Tanyanya.
"Sudah lumayan membaik, banyak investor yang mau bergabung dengan perusahan kita setelah mendengar tuan bertunangan, bahkan wartawan yang ingin memastikan pun sudah berjejer didepan" Tutur Mike panjang lebar.
"Kau urus saja, aku tidak akan masuk dulu untuk beberapa hari, dan pastikan media terus memberitakan pertunanganku itu!!"
"Baik tuan"
"Oke, sekarang kau boleh kembali"
Mike pun keluar dari mobil tuanya itu, dia langsung menaiki lift yang ada dibasment itu.
Leon langsung meninggalkan basment kantornya itu, tujuannya sekarang kerumah sakit menemui Louis.