NovelToon NovelToon
Air Mata Pengantin Pengganti

Air Mata Pengantin Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:10.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: RahmaYesi.614

((REVISI))

Cinta Indira terpaksa harus menjadi pengantin pengganti untuk calon suami sepupunya yang menghilang dihari pernikahan. Keputusannya menyetujui untuk menggantikan pernikahan itu, membawanya dalam penderitaan yang tiada habisnya.

Rafa, pria yang menikahinya ternyata sangat kejam dan kasar. Berada di sisi Rafa membuat Cinta tidak bisa berhenti merasakan kesedihan. Namun, dibalik kasarnya Rafa, ada kelembutan yang kadang dia perlihatkan pada Cinta. Hal itu membuat Cinta jatuh hati pada Rafa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RahmaYesi.614, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Tepat pukul satu siang, Nyonya Elvina datang ke rumah Rafa. Sengaja kedatangannya untuk bertemu dengan Febi, wanita yang berani kabur dihari pernikahan putranya itu.

Para Maid membungkuk menyambut kedatangan Elvina. Begitu juga dengan Cinta. Hanya Febi satu-satunya yang tidak membungkuk.

"Kamu Febi?" Tanyanya saat berhadapan dengan Febi.

"Iya, Ma." Jawabnya tanpa beban.

Elvina tersenyum geli dan memalingkan pandangannya. "Beraninya kamu memanggilku Mama. Kamu pikir siapa kamu? Menantu saya? Cuih…" Meludah ke samping Febi.

Tatapannya begitu tajam menatap penuh kebencian pada Febi. "Beruntung kamu wanita berpendidikan. Beruntung karena orangtuamu sahabat suamiku." Melangkah menuju sofa. Dia duduk di sana. Sedangkan semua Maid kembali mengerjakan tugas mereka masing-masing.

"Duduklah, Febi." Sarannya kemudian.

Segera Febi duduk di sofa yang langsung berhadapan dengannya.

"Kamu tidak takut padaku?"

"Tidak, Ma. Aku tidak takut sama sekali. Karena Rafa menerimaku dan memberikan tempat istimewa dirumah ini." Jawabnya tegas, angkuh dan sedikit bangga.

Ditengah pembicaraan mereka, Cinta datang membawakan dua gelas orange jus.

"Apa Rafa menjadikan kamu Maid di rumah ini?" Tertawa lepas.

Elvina merasa geli mengingat kekocakan Rafa yang menjadikan wanita yang dinikahinya sebagai pelayan di rumahnya.

"Jika saya Rafa, saya akan jadikan kamu bukan hanya sekedar Maid." Mereguk jusnya.

Lalu, meraih hijab Cinta, hingga Cinta terduduk berlutut di lantai.

"Sekaligus pemuas nafsu." Bisiknya ditelinga Cinta.

Elvina kembali tertawa terbahak-bahak. Begitu juga dengan Febi, dia pun ikut menertawakan Cinta. Dan Cinta, matanya berkaca-kaca. Perlahan dia kembali berdiri dan melangkah menuju dapur.

Di perusahaan, Rafa baru saja selesai meeting. Saat ini dia sedang menyantap makan siangnya ditemani Jesika.

"Jesika, aku punya beberapa perusahaan bagus dan sangat coook untuk kamu. Memberikan beberapa kartu nama CEO perusahaan.

"Untuk apa, Tuan?" Tanya Jesika tidak mengerti.

"Bekerjalah dengan salah satu dari CEO perusahan-perusahaan itu. Aku harus mempekerjakan Sekretaris baru." Ucapnya santai sambil mengunyah makan siangnya.

"Tuan memecat saya?"

"Sebenarnya bukan memecat. Hanya aku transfer ke perusahaan yang lebih bagus lagi." Jawabnya tanpa ada rasa bersalah.

"Tuan, keterlaluan. Setiap hari saya melakukan tugas saya bahkan lebih dari seharusnya. Dan sekarang setelah bertemu perempuan kampungan itu Tuan membuang saya begitu saja." Maki Jesika sambil berteriak.

Beruntunglah mereka makan di ruang VIP. Jadi tidak ada yang mendengar makian Jesika.

"Cinta Indira." Teriak Rafa tidak kalah lantangnya.

"Namanya Cinta Indira. Panggil dia Nyonya." Tegas Rafa sambil menarik kuat dagu Jesika.

"Jangan pernah kamu sebut dengan ucapan tidak pantas seperti itu. Dia istriku." Sambung Rafa, lalu menghempaskan dagu Jesika kasar.

Jesika semakin murka. Dia melempar tasnya ke wajah Rafa. Lalu menjatuhkan semua piring ditas meja.

"Bajingan… dasar bajingan." Teriaknya mengamuk.

Rafa hanya menatap penuh amarah. Pipinya berdarah terkena rantai tali tas Jesika. Sepatu dan celananya kotor terkena makanan yang sudah tumpah berserakan dilantai bersamaan dengan pecahan piring serta gelas.

"Aku tidak pernah memintamu melakukan itu, Jesika. Apa kamu lupa, kamu sendiri yang bermohon untuk melakukannya. Ingat itu." Ucap Rafa lebih santai.

Lalu dia melangkah meninggalkan ruangan itu. Jesika kembali berteriak dan mengamuk. Hingga membuat Waiter terdiam di depan pintu ruangan. Dia belum berani masuk, karena khawatir akan terkena amukan pelanggannya itu.

"Aku bersumpah, aku akan menghancurkan kamu Rafa." Teriaknya.

Tidak jauh berbeda dengan Jesika, di mobilnya Rafa juga sedang menahan emosi amukan yang meluap. Matanya fokus menatap layar tablet miliknya yang tersambung dengan cctv dirumah.

"Mmm, hah… Cinta kamu tu kenapa keras kepala." Makinya.

Lalu Rafa melajukan mobilnya menuju rumah. Sebelum itu Rafa menelpon Riko, kepala Admin perusahaan.

"Riko, sepertinya saya tidak akan kembali ke kantor. Semua pekerjaan yang berhubungan dengan saya, tolong kamu kirim lewat email saja." Jelasnya.

"Baik Tuan." Sahut Riko.

Rafa segera mengakhiri pembicaraannya, kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

Saat Rafa sedang berpacu dijalanan, di rumahnya sedang tegang. Elvina membicarakan tentang bayi yang ada dalam kandungan Febi.

"Siapa ayah dari bayi itu?" Menunjuk perut Febi.

"Mama tidak perlu tahu. Satu yang pasti, dia hanya pria biasa." Jawabnya tanpa ada rasa bersalah.

Elvina menatapnya tajam. Ada perasaan menggelitik yang ingin membuatnya tertawa. Semua itu karena ulah Febi yang tidak kenal takut dan tidak tahu malu.

"Yakinkan Rafa untuk menjadikan bayi itu pewarisnya. Karena, aku tidak akan pernah sudi, memiliki cucu dari rahim perempuan kampungan itu." Ucap Elvina.

"Tentu, Ma. Tapi, aku butuh bantuan mama. Karena aku tidak bisa bekerja sendiri."

"Baik. Apapun itu, katakan saja."

Keduanya saling bertatapan. Mencoba menelisik jauh kedalam pikiran masing-masing.

Sementara itu, Cinta yang mendengar ucapan Elvina merasakan sesak pada dadanya.

"Ya Allah, sehina itukah aku dimata Mama mertuaku?" Batinnya.

"Hei, perempuan kampung." Panggilnya setengah berteriak.

Cinta tidak mendengar panggilan itu. Dia masih terpaku diam hanyut dalam lamunannya.

"Cinta…" Teriak Febi.

Cinta kaget, hingga gelas yang tadi dipegangnya jatuh ke lantai. Pecahan gelas itu menancap diujung jari kakinya.

"Ya Allah, astaghfirullah…" Ucapnya kaget.

"Melamun apa sih? Tuh lihat gelasnya pecah." Maki Febi dari tempatnya.

"Maaf, saya akan membereskannya." Berjongkok mengambil pecahan gelas kaca itu.

"Biar saya saja Nyonya." Mengambil pecahan gelas di tangan Cinta.

"Bik Imah, biar saya saja Bik."

"Tidak Nyonya. Kalau Tuan sampai tahu, kami semua akan dimarahi Tuan Rafa." Jelas Imah sambil memungut beling-beling itu.

Elvina tersenyum sinis melihat kearah dapur. Sementara Febi sudah melangkah menghampiri Cinta.

"Bik Imah, biarkan Cinta membersihkan semuanya." Perintah Febi.

"Tidak Nyonya."

"Kamu tu ya, suka sekali membantah saya. Cepat pergi dari sini." Menarik rambut Imah dengan paksa.

"Sakit Nyonya." Teriaknya.

"Febi hentikan. Aku akan membersihkan ini. Tolong lepaskan bik Imah." Mencoba melepaskan tangan Febi dari rambut bik Imah.

Elvina geram melihat keributan itu. Dia pun memutuskan untuk turun tangan.

"Stop…" Bentaknya.

Semua menghentikan pertikaian itu. Mereka tegak lurus menundukkan kepala. Dan pada saat itulah Imah melihat ujung jemari kaki Cinta mengeluarkan darah. Tapi dia tidak bisa berkutik saat ini.

"Febi, kamu lebih baik kembali ke kamarmu. Jaga kandunganmu dengan baik." Pintanya.

"Baik, Ma."

Febi melangkah menuju kamarnya. Dia menatap Cinta dengan tatapan mengejek.

"Dan kamu, perempuan kampung…" Menarik dagu Cinta kasar.

"Sakit, Ma." Mencoba melepaskan diri.

"Sakit? Ma? Beraninya kamu memanggilku Mama." Melepas kasar dagu Cinta. Lalu dia mengangkat tangannya hendak menampar Cinta.

Plakk…

pukulan itu tepat mengenai pipi kiri Imah. Dan Cinta terdorong kebelakang, hingga kakinya menginjak sisa pecahan gelas kaca itu.

"Berani sekali kamu melindunginya." Teriak Mama kesal.

Dan saat dia hendak memukul lagi, Rafa datang.

"Mama, apa yang Mama lakukan di rumahku?" Teriak Rafa setengah berlari.

Semua mata tertuju padanya, begitu juga dengan Febi yang menghentikan langkahnya menaiki anak tangga menuju kamar.

"Sayang, kamu sudah pulang?" Melangkah mendekati Rafa.

Pada saat itulah Rafa melihat Cinta terduduk dilantai dengan kaki yang mengeluarkan darah.

"Apa yang Mama lakukan?" Menatap tajam pada Mamanya.

"Hanya sedikit memberi pelajaran."

Mendengar jawaban Mamanya, Rafa terdiam. Lalu melangkah mendekati Cinta. Ditatapnya mata sendu Cinta. Dia tahu saat ini Cinta menangis dan air mata sudah menetes dibalik kain cadarnya.

"Kenapa kamu keras kepala, Cinta?" Gertak Rafa tertahan.

"Maafkan saya Tuan." Ucapnya gugup.

Sebentar Rafa menoleh pada Mamanya. Lalu melirik Febi yang tersenyum padanya.

"Lebih baik Mama pulang sekarang. Pulang, Ma!" teriaknya murka.

Elvina mengangkat kedua bahunya kesal, lalu meninggalkan rumah itu dengan senyum getir dan perasaan kecewa.

1
reti
apa rafa gak tahu gitu, reyhan berkhianat.
knp seorg mafia bisa kalah sm joy ya
kshan rafa.
74 Jameela
Luar biasa
74 Jameela
ibarat film genre action misteri horor sdkit romantis dikiiiiiitttt ajja novel ini koyoke gt yaa
74 Jameela
asli sy cm sekedar bc bahkn cenderung scroll cepat krn msh blm mudheng smpai di bab ini..jln ceritae gmn..tp tetap penasaran
RahmaYesi: gak apa apa kak. Terimakasih sudah mampir 😄
total 1 replies
reti
uda dr kecil joy kejam n pembunuh
reti
ada hub saat masih kecil antara rafa n cinta.
skrg rafa berusaha melindungi cinta n membuat cinta menjadi wanita tangguh tdk cengeng dg cara menikahinya
yang aq pahami dr awal baca smpe bab ini
reti
pembunuhnya ya joy itu. uda kriminal dr kecil. biar warisan jatuh ketangan joy smua.
ini analisa aq dr awal baca smpe bab ini..
maaf kak author...😁🫶
reti
kak, disini karakter cinta itu cengeng,lemah ya.
jadi gemes aq
RahmaYesi: Halo kak, salam kenal. Selamat membaca semoga suka
total 1 replies
reti
ortu aneh. dpt menantu baik ditolak hnya krn kampungan. smntara yg pendidikan n murahan diterima
pngn tak pites aja mamanya rafa n febi 😀
Irene
oke ceritanya
RINA ASTUTI
waduh????
RINA ASTUTI
🤮🤮🤮🤮🤮🤮
RINA ASTUTI
lah ini para pembantu berani ngatai istri Tuannya. aneh semua ni orang orangnya Rafa
RINA ASTUTI
Cinta sama Rafa sama sama aneh. wajar sih mereka jodoh 👏🤭
RINA ASTUTI
nih si Rafa gimane yee. au dah serah lu Rafa.
RINA ASTUTI
Rafa ini rada aneh yeee
RINA ASTUTI
buset dah si Rafa ternyata...
RINA ASTUTI
suka suka, makin penasaran
RINA ASTUTI
Menarik
SicantikKinyisKinyis
Cinta ini kok kayak ngga mencerminkan seorang muslimah sih? Biasanya muslimah tuh taat pada suami, terleoas dari kenapa mereka bisa menikah. Maaf ya, aku ngehujat tokohnya, bukan authornya🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!