Menjadi leader mafia bukanlah keinginan Syeira Azka Falensia.Dia hanya merasa kesepian hingga akhirnya memutuskan untuk membuat organisasi mafia.Organisasi mafia yang berkembang hingga menjadi Mafia nomor satu.Mafia yang paling ditakuti.
Hidupnya penuh dengan tekanan.Dituduh sebagai pembunuh,kehilangan orang yang dia sayangi,dan dijauhi oleh keluarganya.Semua itu terjadi dalam satu waktu dan mengakibatkan hidupnya terasa hitam putih,tak berwarna.
Hingga datanglah Devan yang dengan senang hati memberikan warna baru dalam kehidupan Syeira.Namun itu hanya sementara,hingga Syeira mengetahui sebuah rahasia yang Devan sembunyikan.
Rahasia?
⚠ Jangan baca kalau gak suka!
⚠ Jangan berkomentar buruk!.Authornya baperan!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TyaRara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.12
Malam harinya Syeira sedang berada di perusahaannya.Tadi sepulang sekolah dia langsung ke perusahaan,tanpa pulang kerumah,dan pastinya masih menggunakan seragam sekolah.
Drt...drt...drt.
Telepon Syeira berbunyi tanda ada yang menelponnya dan setelah dilihat yang menelponnya adalah Rafa_tangan kanannya di dunia mafia.
"Hm" ucap Syeira ketika telepon tersambung.
"Queen markas kita diserang" ucap Rafa dari seberang telepon.
"Parah?"
"Iya Quuen banyak mafioso kita yang mati"
"Oke" Syeira langsung memutuskan panggilannya dan mulai beranjak dari ruangannya.
Syeira melajukan motornya dengan kecepatan tinggi sehingga membuat banyak pengendara lain yang mengumpat.
Setelah 10 menit perjalanan,akhirnya Syeira sampai di markasnya.Syeira segera turun dari motornya dan langsung memakai topeng yang selalu dia bawa kemana-mana.
"DIMANA LEADER KALIAN?" teriak Bima yang merupakan leader dari Black Shadow kill."Gua disini" jawab Syeira dari belakang.
Bima pun membalikan badan dan benar saja dia melihat seorang perempuan kurus dengan jubah hitam dan topeng mata,dia Syeira."Oh ini leadernya,hm wanita ternyata" ucap Bima meremehkan."Bacot" ucap Syeira
"SEMUANYA SERANG!" perintah Syeira pada mafioso nya.Semua mafioso pun saling menyerang begitu pun Syeira dan Bima.
"Cih dasar anak kecil" cibir Bima."Jangan banyak omong" ucap Syeira lalu segera menyerang Bima dengan tangan kosong.
Bugh
Bugh
Bugh
Bugh
Bugh.
Syeira menendang perut Bima dengan kuat hingga membuat Bima mundur beberapa langkah.
"Beraninya kau!" ucap Bima lalu segera mengeluarkan pisau lipatnya yang dia keluarkan dari dalam saku celananya."Cih ,bisanya pakai pisau lipat" ucap Syeira meremehkan.
"Jangan banyak omong kamu!" ucap Bima sambil mengarahkan pisau lipatnya pada leher Syeira.
"Semuanya berhenti" ucap Bima dengan suara yang lantang.
Semua pun mulai menghentikan pertarungannya dan menatap ke arah Bima dan Syeira.
"Haha leader kalian hampir mati" ucap Bima sambil tertawa."QUEEN" teriak Raihan dan Rafa dari kejauhan.
Syeira melihat Bima sedang tertawa penuh kemenangan pun tersenyum miring.
'terlalu lengah' batin Syeira tersenyum miring.Syeira segera menendang perut Bima sehingga membuat Bima terjatuh begitupun pisaunya."Shit" uumpat Syeira saat pisau yang dibawa Bima terkena pundaknya dan membuat pundak Syeira mengeluarkan cairan merah.
Syeira pun segera mengambil pistol yang terletak tepat di samping kaki kirinya.Dan....
Dor.
Syeira menembak perut Bima dengan pistol yang dia pegang.
"Akhhh..." jerit Bima kesakitan."Mundur!" perintah Tino yang merupakan tangan kanan Bima.Semua anak buah Bima pun segera mundur,sedangkan Tino membantu Bosnya.
"Tunggu pembalasan ku!" ucap Bima dengan lantangnya. "Kutunggu" jawab Syeira enteng.Bima dan anak buahnya pun segera keluar dari markas Syeira.
"Berapa mafioso kita yang mati?" tanya Syeira dengan tangan yang sedang memegang pundaknya."Sekitar 27 orang Queen" jawab Raihan sambil mengamati sekitar.
"Hm,makamkan dengan layak,Jika mereka mempunyai keluarga berikan uang kompensasi yang cukup" perintah Syeira"Siap Queen" ucap Raihan dan Rafa kompak.
"Latih semua mafioso agar lebih kuat lagi dan perketat penjagaan" ucap Syeira."Iya Queen" jawab Rafa dan Raihan hanya mengangguk.
"Gua mau pulang" ucap Syeira."Itu lukanya di obati dulu Queen" ucap Rafa khawatir sambil memegang lengan Syeira."Gak" Syeira pun keluar dari dalam markasnya tanpa mengobati lukanya yang semakin perih.
Syeira melajukan motornya dengan kecepatan sedang ke kediaman keluarga Falensia.Selama diperjalanan Syeira merasakan kepalanya berdenyut sangat kencang.Tapi dengan sekuat tenaga dia menahan pusing yang ada dikepalanya agar tidak ambruk di tengah jalan.
Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya Syeira sampai di rumah,dia segera memarkirkan motornya di garasi dan segera masuk ke dalam rumah.
"Syeira" panggil David ketika Syeira melewati ruang keluarga.Di ruang keluarga mereka sedang berkumpul setelah makan malam."Dari mana kamu?" tanya David dengan nada dingin."Keluar" jawab Syeira singkat dan tak kalah dinginnya.
"Cih palingan balapan lagi" cibir Sisi."Apa benar kamu balapan?" tanya David."Gak"jawab Syeira jujur.
"Bohong tuh dad" ucap Sisi memanas-manasi David."Sudah berapa kali daddy bilang jangan ikutan balapan" ucap David memperingati.
"Hari ini saya gak balapan,tapi mungkin besok saya balapan" ucap Syeira tersenyum miring.
"Syeira!" bentak David."Apa?" jawab Syeira santai."Sudah dad,jangan marahi Syeira terus" ucap Revan mencoba menenangkan emosi daddy nya yang siap meledak kapan saja.
"Dia itu sudah banyak salah!,dari dulu selalu susah diatur" ucap David emosi."Memang pantas kamu disebut pembunuh" ucap David menghina.
"Ada yang mau hina saya?,silahkan hina saya dan saya akan menjadi pendengar yang baik" ucap Syeira sambil mendudukkan dirinya di sofa dan menyilangkan kakinya.
Semuanya pun terdiam ketika mendengar perkataan Syeira."Kenapa gak hina saya,hm?,ah saya tau sebaik apapun saya pasti akan tetap dihina kan" ucap Syeira lalu berdiri dan berjalan menaiki tangga.
"Syei tunggu" Syeira menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Revan yang berjalan ke arahnya.
"Ini kenapa?" tanya Revan sambil memegang pundak Syeira sehingga tangannya ikut terkena darah yang keluar dari pundak Syeira."Lepas!" Syeira menepis tangan Revan dengan kasar dari pundaknya.Syeira segera melanjutkan langkahnya menuju kamar tanpa melihat ke arah Revan.
Setelah sampai dikamar Syeira langsung menuju kamar mandi guna membersihkan badanya yang lengket dan bau.Dia melepaskan semua pakaiannya dan segera berendam di bathub yang sudah dia isi air sebelumnya.
"Sshh"Rintih Syeira ketika Pundaknya terasa perih karena terkena air.Air di bathub itu pun berubah warna menjadi merah karena bercampur dengan darah.
Drt...drt...drt.
ponsel Syeira yang dia letakkan di pinggiran bathub berbunyi,dia pun melihat siapa yang menelponnya,ternyata nomor tidak dikenal.
"Siapa?" tanya Syeira ketika panggilannya terhubung.
"Devan"
"Oh" jawab Syeira sambil menaruh ponselnya di samping bathub.
"I love you"
"Ga jelas" cibir Syeira dengan senyuman yang tertahan.
"Lo tadi kemana?"
"Keluar" jawab Syeira.
"Oh,lo dimana?"
"Kamar mandi" jawab Syeira keceplosan.
"Ke kamar mandi bawa HP?"
"Ya,kelupaan" jawab Syeira menggaruk alisnya.
"Dasar"
"Aw.." rintih Syeira ketika pundaknya terkena busa sabun.
"Kenapa?"
"GPP" jawab Syeira singkat.
"Syeira"
"Ya?" jawab Syeira.
"I Love You"
"Gak jelas"ucap Syeira lalu segera memutuskan sambungan telepon.
ditunggu up nya