hai,,,readers author datang lagi dengan cerita yang baru sequel dari "Wanita Pilihan Untuk Ayah"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roslaniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 12. Party (1)
selamat menikmati 💐💐💐
Malam pun tiba, pesta ulang tahun dua perusahaan besar digelar disalah satu hotel mewah, tamu-tamu berdatangan. Semua sahabat, keluarga besar, karyawan kedua perusahaan dan rekan-rekan bisnis pun diundang.
Pesta yang sangat meriah pun berlangsung dan kemewahan pesta itu sendiri sangat terasa ditambah dengan para tamu yang juga dari kalangan atas.
Malika datang dengan memakai dress warna putih yang sederhana tapi tetap terkesan mewah, dengan rambut panjang yang dibiarkan terurai bebas dengan memakai giwang berlian yang menghiasi telinganya serta tak lupa merias wajahnya dengan make up yang tipis, membuatnya tampil sangat cantik sehingga siapapun yang memandangnya akan berdecak kagum.
Ketika akan masuk diarea pesta, Malika bertemu dengan Saldy yang juga baru tiba sehingga mereka masuk beriringan.
Saldy dan Malika kemudian menghampiri Davis yang sedang berbicara dengan kedua orang tuanya.
"Selamat malam om, Tante dan bos,,,"sapa Saldy
"Selamat malam nyonya, tuan besar, dan tuan,,," Malika ikut menyapa
"Hay,,,siapa gadis cantik ini Saldy????apakah dia kekasihmu???" tanya Vita sambil menatap dengan takjub pada Malika
"Hehehe,,,kalo dia mau Tante,,,," jawab Saldy cengar_cengir melihat kearah Davis
"Maksudnya????" Adam ikut menimpali
"Kenalkan ma, pa,,,dia ini Malika sekretarisku". kata Davis memperkenalkan Malika
Malika hanya tersenyum manis sampai kemudian Alda menghampiri mereka dan melihat Malika dengan takjub
"Hai kakak Malika,,,tambah cantik aja,,," sapa Alda sambil memeluk Malika
Vita yang melihat Malika dan Davis secara bergantian sambil tersenyum. Malika yang merasa risih dipandangi oleh ibu bosnya kemudian segera pamit karena melihat kakaknya juga datang.
"Maaf tuan besar, nyonya, tuan Davis,,,saya pamit bergabung dengan yang lain ". kata Malika kemudian buru-buru meninggalkan tempat setelah mendapat ijin dari tuan besar.
Malika kemudian menghampiri kakaknya yang tanpa sepengetahuan Malika ada seorang gadis yang menatapnya tak suka sejak Malika menghampiri keluarga Dirgantara.
"Princess,,,,apa kabar???" kata Malika memeluk erat kakaknya
"Adik nakal, kamu datang juga???" balas Shadika memeluk adiknya
"Iya princess, kan aku karyawan pada perusahaan Diamond grup". kata Malika tersenyum manis.
Gadis yang sejak tadi memandang sinis pada Malika kemudian menghampiri Shadika setelah mendengar bahwa ternyata gadis yang tidak disukainya hanyalah karyawan pada perusahaan pujaan hatinya.
"Shadika,,,,kamu kenal dimana gadis miskin ini???" tanyanya sambil melirik sinis pada Malika.
"Sherly???dia ini adalah,,,," Shadika tidak menyelesaikan ucapannya karena melihat Malika menggelengkan kepalanya seperti biasa jika ada yang bertanya tentangnya, meskipun Shadika tidak ingin menyembunyikan keberadaan adiknya akan tetapi Shadika bisa apa daripada adiknya mengamuk.
"Shadika,,,jika ingin berteman, carilah orang yang sederajat denganmu, bukannya dengan gadis miskin seperti dia". kata Sherly sambil menunjuk Malika persis di depan hidungnya.
Malika yang sangat tidak suka jika seseorang mengangkat telunjuk didepannya tidak mampu menahan emosinya, sehingga mengundang para tamu untuk melihat kearah mereka termasuk tuan Wijaya dan istrinya begitu juga dengan keluarga Dirgantara.
Davis dan Saldy yang sudah mengetahui siapa Malika sebenarnya kemudian mendekati mereka dengan maksud ingin menghentikan pertengkaran itu. Akan tetapi ketika Davis melihat bahwa Sherly yang bertengkar dengan Malika memilih menjadi penonton.
"Nona,,,,jangan pernah menganggap rendah seseorang dengan hanya melihat pekerjaannya ". balas Malika dengan santai namun suaranya terdengar dingin
"Kalo miskin ya miskin aja, itulah takdirmu menjadi orang miskin, kami yang terlahir kaya dan bergelimang harta tidak harus memikirkan untuk mencari uang ". kata Sherly dengan nada angkuhnya.
"Maaf nona Sherly, kalo boleh tau perusahaan apa orang tua anda punya sehingga anda begitu sombongnya,,,". tanya Malika memancing namun tetap dengan suara dingin
"Bos,,,jangan bilang kalo Malika akan membuat perhitungan dengan perusahaan ayahnya Sherly ". kata Saldy menatap curiga pada Malika.
"Biarkan saja, aku yakin Malika bisa menanganinya dan membuat Sherly sadar dengan kesombongannya ". balas Davis acuh
...💐💐💐💐💐...
maaf ya kemarin gak sempat up,,,soalnya urus anak yang ikut lomba virtual
jangan lupa tinggalkan vote, like dan komen seperti biasa, ya😁😁😁
salam hangat dari author