Terjerat akan pesona CEO tampan di kantor nya membuat Amel pusing sendiri menghadapi tingkah laku bos nya yang berubah -rubah
" BOS, sadarrrr kita hanya berdua di siniii, saya tidak mau ada karyawan lain yang melihat dan salah sangka."
" untuk malam ini, saya tidak akan membiarkan mu lepas Amel."
bulu kuduk Amel seketika berdiri dan mulai berjalan mundur, namun dia terhenti karena ada meja yang menghalangi nya.
" ayoo Amel, aku sudah tak sabar."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @cece riri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 12
Setelah dari, apartemen bintang, Amel langsung di antar pulang oleh bintang, walaupun dengan ke adaan kesal yah mau bagaimana lagi, cinta bisa merubah segalanya.
Amel, pun segera mandi dan bersiap-siap untuk masak karna hari sudah pukul 19.00 malam .
" Pak bintang, pak bintang kau semakin hari semakin manis saja." ucap Amel sambil melamun.
Amel, pun melihat handphone ny, dia pun tak mengehentikan tawa nya, melihat bintang yang tengah terduduk pasrah dengan coretan-coretan yang Amel, buat.
" Ah aku bisa gila karna mu, pak." ucap Amel, sambil terkekeh.
" Ya Allah telor nya gosong." rutuk Amel, karna dia lupa dia sedang memasak, karna terlalu banyak memikirkan bintang lihat lah, telor nya berwarna hitam.
" Ah lihat lah, gara-gara diri mu pak, kan gosong." Maki Amel, padahal memang dia yang salah.
Telor yang tengah gosong adalah telor terakhir dan Amel pun dengan berat hati harus makan di luar.
Namun, di saat dia mau pergi ada notifikasi pesan masuk, dari nomor yang tidak ia kenal.
0831xxxxxxxx
Cepat datang ke cafe xxx saya ada kejutan untuk mu.
Bos mu, bintang.
"Wah pak bintang " Girang Amel, tapi dia bingung perasaan bukan ini nomor bintang, tapi Mungkin gara-gara mau bikin kejutan dia mengganti nomor nya.
Amel pun segera ke sana dengan ke adaan senang, " aaa ternyata kau tau, telor ku hangus karna memikirkan mu dan sekarang kau mau mengganti nya." girang Amel dan langsung ke tempat itu.
Namun, dia tidak melihat bintang dan ada seorang pelayan mendekati nya.
" Apakah anda nona, Amel?" tanya pelayan itu.
" Iya saya Amel." jawab amel.
" Baiklah nona, tunggu di meja sana, karna sudah di pesan meja khusus." suruh pelayan itu ramah, Amel pun langsung duduk dengan hati yang gembira.
Sedangkan di sisi lain, ada seseorang yang tengah tertawa licik.
" Pasti kau akan di benci oleh bintang, kita lihat saja Amel sekuat apa kau bertahan."
Wanita itu, memberikan obat perangsang ke minuman Amel, dan menyuruh pelayan untuk membagi nya .
" Sebut saja ini, minuman khusus untuk orang yang sudah memesan meja khusus, dan katakan pada nya, bawa bintang sedang dalam perjalanan." Bisik perempuan itu, dan di anggukan oleh pelayan.
Pelayan pun, memberikan minuman itu, Amel pun mengambil nya dengan senang hati.
" selamat menikmati Amel." ucap nya tersenyum puas.
Sedangkan bintang mengepal tangan nya kuat, mendengar semua laporan dari anak buah nya, bintang memang sengaja menyuruh orang untuk mengawasi amel, karna dia tau Kania tidak akan menyerah untuk menyakiti nya.
" Ah aku lelah mengikuti permainan mu nyonya Kania, dan akan ku tunjukan permainan yang sebenarnya." Bintang pun segera menyusul Amel, sebelum obat itu bereaksi.
" cepat lah Riko, laju kan mobil nya dengan cepat." perintah bintang ketus, Riko pun melajukan dengan kecepatan tinggi.
" Ah dasar, wanita ular." maki bintang kesal.
Bintang pun, telah sampai di sana, namun dia belum masuk dia hanya mengamati dari luar, apa yang akan terjadi.
Amel, merasakan badan nya panas, dia pun segera pergi keluar, " aghhh panas, panas aaa panas papa, mama panas." ucap Amel entah apa yang tengah ia rasakan, rasa yang belum pernah ada.
Bintang pun mengikuti Amel, diam-diam, " Riko, kau pasti tau apa yang harus kau lakukan." tegas bintang, " baik pak, akan saya atur sesuai rencana." jawab Riko hormat.
Bintang pun, membawa mobil dan Riko tengah mengawasi Kania.
" hahah, pasti kau tengah memohon-mohon untuk di tiduri dengan orang yang kau temui di jalan rasakan itu Amel." Kania pun tersenyum sinis, entah apa yang membuat nya, sangat benci kepada amel, mungkin obsesi nya untuk memiliki bintang telah menutupi, rasa manusiawi nya.
" hiks hiks tolong panas, panas." Amel menangis, dan melihat ada pria di jalan di dekat nya.
" Tolong saya, badan saya panas ayolah tolong." Amel, meminta tolong kepada lelaki itu, lelaki itu mengerti apa yang Amel, maksud dan mendekati diri nya, kapada Amel, untuk mencium nya, mumpung ada kesempatan, girang lelaki itu dalam hati.
Saat dia, mendekati bibir nya kewajah Amel, dengan cepat bintang memukul lelaki itu.
Bugh.....
" Berani nya, kau jangan pernah sentuh milik saya, dan kau akan tau." Bintang pun mengeluarkan adik kecil nya, dan menyayat tangan lelaki itu.
Bintang pun, mendekati Amel, sedangkan lelaki itu, terdiam menahan rasa sakit di tangan nya.
" Pak, hiks hiks panas panas." ucap Amel, bintang yang gelagapan sendiri pun, langsung memasuki Amel ke mobil.
" Dan kau, selamat kali ini." ketus bintang kepada lelaki itu dan segera pergi.
" Pak cepat lah, saya tak sanggup lagi panas." omel Amel, sambil membuka baju nya.
" Aaa jangan, jangan bukan di sini." gugub bintang, bagaimana pun dia, dia tak pernah melihat lekuk tubuh wanita, karna dia tak brengsek seperti laki-laki di luar sana.
" Pak panas " amel, mengipas-ngipas tubuh nya.
Setelah tiba di apartemen, Amel pun tak henti-henti nya merutuki, betapa panas tubuh nya, namun panas yang aneh.
Amel, membuka kancing baju nya, dengan cepat bintang membawa Amel, ke kamar mandi , dan merendam Amel supaya epek obat itu, menghilang.
Karna bagaimana pun, bintang lelaki normal, yang mudah tergoda tapi prinsip nya, tak akan menyentuh Wanita sebelum ada ikatan sakral.
Bintang pun memandikan amel, layak nya bocah Amel tak henti-henti nya, mengomel ke dinginan, dan tertidur di dalam kamar mandi.
" akhirnya, efek nya obat itu hilang juga, lihat lah wanita ular aku akan membuat mu menderita." tegas bintang, karna bagi nya tak ada rasa kasihan kepada siapapun, kecuali orang yang di sayang nya.
Bintang pun mengangkat tubuh Amel, menuju sopa.
" Ah, ***** Lo gak punya pelayan perempuan bintang, dan tidak mungkin dia semalaman dengan baju yang basah." omel bintang kepada diri nya sendiri.
Dengan berat hati, bintang pun menggantikan baju Amel, dan menahan semua gejola melebihi obat perangsang, dan mungkin setelah ini bintang lah yang akan berendam malam-malam di dalam kamar mandi.
Bintang pun membuka pakaian Amel, dengan tangan yang di tutup ke mata nya setelah semua nya, bintang pun mencari baju kemeja nya untuk amel.
" ah tubuh mu, snagat menggoda ku Amel, kau selalu saja membuat ku seperti orang gila." omel bintang saat memasangkan baju ke Amel setelah itu, dengan cepat bintang berlari ke kamar mandi melaksanakan ritual nya.
Lihat lah, besok pagi pasti Amel akan mengomel tanpa henti, ah sudahlah aku lelah dan akan tidur bersama nya, " lihat lah Amel, kau akan menjadi milik ku, aku tak akan memberikan seorang pria pun menyentuh mu, karna kau hanya milik ku." ucap bintang dan mengecup kening Amel.
"*Ternyata betul kata orang, cinta merubah segalanya, cinta sejati adalah cinta yang selalu melengkapi kekurang mu dan menjadi kan kekurangan itu, sebagai kelebihan "
CEO DINGIN PEMIKAT HATI*
5/Rose/
biar lama bacanya/Facepalm/
hehe.
kembang 2 sama kopi buat sarapan
eh emang kuntu/Facepalm//Facepalm/
tapi ga bisa komentar banyak banyak ya/Sneer//Sneer/