Descnya dibaca dulu ya sayang❤️
novel ini dalam masa penulisan ulang untuk mengganti keseluruhan nama tokoh, para pembaca harap maklum atas ketidaknyamanan ini.
Thank you ♥️
***
~Hilangkan perasaanmu, balas dendam akan berhasil ketika kamu tak berperasaan~
.
.
.
Ini karya pertama Author semoga kaka-kaka semua suka.. kalau gak suka skip aja nee🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atika.NA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter~12 Tentang Glen
1 bulan kemudian,
kediaman Hayden
Lisa telah menyetujui keinginan seidon, ia tentu saja bisa melawan tapi seidon tau cara apa yang mampu membuat Lisa patuh dengan ucapannya. Karena maju mundur jawaban Lisa membuat pernikahan di undur hingga 1 bulan lamanya baru semua siap.
1 bulan telah berlalu, semua persiapan pernikahan telah siap dan matang. Selama 1 bulan terakhir ini seidon juga sangat sibuk di kantor dan membuat Lisa bisa sedikit merasa bebas sejenak.
gadis cantik dengan rambut coklat bergelombang itu duduk di balkon kamar dan bergumam, menatap hamparan rumput dihalaman rumah yang sangat luas.
"Akhirnya aku tau alasan Glen berkata tidak bisa menolongku jika aku sampai tertangkap oleh Seidon" gumam Lisa.
"Karena dia sudah berjanji padanya untuk membantunya maka dia harus menepatinya" sambungnya.
"Selama yang aku tau Glen adalah orang yang tidak pernah ingkar janji sekalipun, aku tidak menyangka bahwa janji untuk membantu kejahatan pun dia tepati"
"Selama 12 tahun ini, dia bukan hanya selalu membantu dan menolongku tapi dia juga melindungiku demi tidak diketahui oleh Seidon"
"Tapi apa yang membuat Glen melakukannya? Hal itu bahkan terkesan dia telah mengkhianatinya" gumam Lisa.
"Sangat berani bukan? Sebenarnya orang terdekat lah yang menjadi musuh paling berbahaya"
Ucapan seseorang membuyarkan hati dan pikiran Lisa. Segera ia menoleh, ternyata Seidon sudah berdiri dibelakangnya, ia juga telah mendengar semua ucapan Lisa.
"Tuan.."
"Ku rasa Glen menyembunyikan sesuatu hingga harus melindungi mu, jika tidak bagaimana mungkin dia tidak menyerahkan mu padaku?" Seidon menatap Lisa.
"Apa kalian memiliki hubungan yang spesial? Hingga dia rela mengkhianati ku dan malah melindungi mu?"
Lisa terdiam, Glen adalah orang yang terpandang dan terkenal. Tidak mungkin akan jatuh hati pada Lisa apalagi memiliki hubungan spesial dengannya yang sekarang kondisi keluarganya berantakan.
"Apa menurutmu dia sedang mencintaimu?"
Seidon mendekatkan wajahnya pada daun telinga Lisa dan berbisik demikian. Lisa hanya bisa terdiam tak mampu menjawab.
Dalam hatinya, Lisa juga berfikir apakah Glen mencintai sehingga ia mengkhianati Seidon dan memilih untuk melindunginya.
Lisa bergerak menjauhi Seidon, "Itu tidak mungkin, sejauh ini akulah yang memiliki perasaan padanya. Kenapa dia harus mencintaiku? Di luar sana banyak wanita yang jauh lebih baik kan" kata Lisa tanpa sadar.
"Heum, kenapa kau berkata dengan jelas bahwa kau memiliki perasaan untuknya?"
Lisa tersadarkan, ia baru saja mengatakan tentang perasaanya untuk Glen pada Seidon. Ia menoleh menatap Seidon yang memandangnya juga.
"Apa yang aku katakan?" Tanya Lisa.
"Sejauh ini akulah yang memiliki perasaan padanya" ucap Seidon mengulangi kalimat Lisa sambil menatapnya.
Susah payah ia menelan Saliva dengan kasar saat Seidon mendekatinya.
*Kenapa, kenapa aku bicara seperti itu padanya.. orang yang ku sukai adalah Seidon Hayden, bukan Glen Davin* batin Lisa.
Tatapan yang Seidon berikan seakan mengintrogasi Lisa yang tengah berdiri kaku dihadapannya. Selama bertahun-tahun lamanya ia benar-benar menimbun perasaanya pada Seidon dan hanya mengaguminya, tapi hari ini ia justru mengatakannya pada Seidon dengan tidak sengaja bahwa ia menyukai Glen Davin untuk menutupi rasanya pada Seidon.
"Tuan aku, a-aku.."
"bukankah sebelumnya kau bilang suka padaku dan sangat mencintai ku? Kau membohongiku?",
Lisa mengulum bibirnya sambil tertunduk, ia sangat malu untuk memperlihatkan wajahnya pada Seidon. Apalagi saat melihat tatapan Seidon terhadapnya membuat Lisa semakin sadar bahwa dirinya tidak sepadan dengan Glen apalagi dengan Seidon.
Seidon mendekati Lisa dengan menghela nafas kecil, ia menelisik dan berbisik di telinga Lisa.
"kau berani berbohong padaku ya?",
Lisa mengangkat wajahnya "tidak.. Aku tidak mencintai Glen, aku benar-benar suka denganmu dan--"
"Kau harusnya sadar, kalau kau itu tidak akan pantas untuk berdiri disamping Glen apalagi sebagai pasangannya"
"Lalu, apakah menurutmu aku pantas berdiri di sampingmu? sampai Tuan memaksaku harus menikah denganmu!"
"ternyata kau masih tidak paham dengan tujuanku yang ingin menikahi mu" kata Seidon.
"Aku tau, aku tau dengan jelas apa tujuanmu. pernikahan ini hanya untuk mengikatku agar tidak ada satupun orang yang keberatan dengan apa yang akan kau lakukan padaku nantinya"
"Tuan ingin terus menyiksaku hingga aku sendiri yang menginginkan kematian ku, itu maksudnya kan?" Lisa berucap dengan mata berkaca-kaca, bibirnya gemetar dan tangan berkeringat dingin.
Smrik seketika muncul di bibir Seidon, ia berdecih dan menatap Lisa dengan rendah.
*Bagaimana aku bisa menghadapi kehidupan setelah menikah dengannya nanti. Hanya dengan melihat senyumannya yang seperti ini saja, sudah membuatku berkeinginan untuk mati.* batin Lisa.
"Kau tau itu lalu kenapa masih bertanya hal konyol seperti itu? Sudah jelas kau tidak pantas untuk berdiri di sampingku apalagi menjadi pasanganku," ucap Seidon menatap Lisa dengan tajam.
"Wanita sepertimu bahkan lebih rendah dari sampah, kau bahkan tidak cocok membawakan sepatu kotorku!" Sambungnya berbisik.
Tatapan Lisa yang sendu dan terlihat sayu bertemu dengan tatapan Seidon yang sangat rendah namun terkesan intens. Lisa menunduk dan air matanya berhasil lolos membasahi pipinya.
"Tuan.."
Seidon menoleh, melihat Alexi yang berdiri dibelakangnya.
"Tuan, ada yang mencari anda.. Tuan Andika datang ingin menemui anda" kata Alexi yang terdengar dari luar kamar.
"Untuk apa dia datang kemari"
"Tuan Andika datang mencari nona Lisa. Dia datang dari informasi Tuan Glen"
Seidon langsung pergi untuk menemui Andika. tinggallah Alexi dan Lisa yang saling bertatapan disana. Ia mendekati Lisa dan berbicara padanya.
"apa nona baik-baik saja?" tanyanya,
"iya, seperti yang kau lihat"
"nona, ada sedikit saran dariku agar Tuan bersikap baik padamu. Tuan adalah orang yang paling tidak suka dibantah, apapun yang dia katakan harus di lakukan. apalagi jika dia berkata saat sedang marah, sebaiknya langsung lakukan dan jangan berbicara lagi"
"apa maksudmu?" Lisa tampak tak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Alexi.
"kau hanya perlu menurut dan jangan membantah, turuti dia dan berinisiatif lah untuk menyenangkan hatinya. Tuan adalah orang baik, hanya saja sangat jarang untuk bisa melihat sisi baiknya" ujar Alexi pada Lisa.
"Tuan akan sangat senang jika kau menurut padanya, dia akan bersikap baik padamu nantinya. ku beritahu hal ini agar kau tidak tersiksa dengan keadaanmu yang sekarang ini"
"Cobalah berdamai dengan keadaan dan pahami keadaan di sekitarmu" tambahnya sebelum ia pergi meninggalkan Lisa sendirian.
gadis itu berjalan masuk kedalam kamar, terduduk ditepi kasur dan mencerna ucapan Alexi, mungkin benar karena selama 1 bulan ini ia selalu diam dan patuh dengan apa yang dikatakan oleh Seidon, dan itu berhasil membuat Seidon terlihat santai dan bersikap baik padanya.
"tapi Seidon menahanku agar aku menderita, bagaimana mungkin dia membiarkan aku seperti yang kau katakan Alexi " gumam Lisa.
ia menatap frame foto dimana foto Seidon sedang bermain judi, dia terlihat sangat tampan mempesona saat memegang beberapa buah kartu Joker ditangannya. Lisa sedikit mengulas senyum dan meraih frame tersebut.
"Tuan, aku minta maaf karena keluargaku kau menjadi seperti ini. Jika saja keluargaku tidak melakukan kejahatan itu, bisakah kita hidup bersama dengan damai?" gumam Lisa menatap foto Seidon.
"sejak kecil aku sangat mengagumimu dan berharap kita menikah.."
"aku sudah ada bersamamu, kita juga akan segera menikah, tapi, bukan kehidupan seperti ini yang aku harapkan"
*
Ruang tamu
dua pria tengah duduk bersama.
"Glen yang memberitahumu?"
"yaa begitulah, aku sudah tau penculikanmj sebulan lalu hanya saja aku memastikan kembali apakah kau berniat mengizinkannya bekerja?, jika kau tidak mengijinkannya ya aku akan mencari penggantinya saja. Sebulan ku tunggu tapi Glen baru bicara sekarang"
"aku dan Lisa akan segera menikah, dia akan bekerja setelah menikah nanti. Lagipula dia tak mungkin kabur" ucap Seidon.
"menikah?! apa kau sudah tidak waras? itu sebuah ikatan yang sakral. Apa yang ingin kau lakukan? " kata Andhika kaget.
"aku tau dia anak dari pembunuh orang tuamu, tapi apakah harus kau nikahi?" tambahnya.
"dan lagi, kau ijinkan dia bekerja? Aku masih tidak habis pikir kau bisa membiarkan tawananmu keluar dari rumahmu" Andhika menggeleng heran.
"Seperti yang kau bilang, pernikahan adalah ikatan. Aku hanya mengikatnya agar tetap berada di sisiku, dia tak akan kabur dan melawan karena nyawa ayahnya ada di tanganku"
"Dengan menikahinya, tidak akan ada orang yang mengusikku jika aku menyiksanya" kata Seidon.
"Aku hidup sampai saat ini hanya untuk balas dendam, dan sampai mati aku akan membalaskan dendam padanya"
"Seidon, caramu ini cukup ekstrim. Jika media tau bukankah sama saja memberitahu publik bahwa kau telah menikah? Dan dengan begitu kau sama saja mengangkat derajat dan martabat keluarga Xavier kan?"
"Memang itu tujuannya, biar seluruh dunia tau bahwa dia adalah istriku. Dengan begitu tidak akan ada yang berani mengusiknya karena tau dia adalah milikku"
"Yang boleh menyiksa keluarga Xavier hanya aku, selamanya akan ku buat mereka seperti di neraka. orang lain tidak akan ku biarkan mendekati apalagi menyentuh mainanku" kata Seidon.
"G1la, kau benar-benar g1la Seidon" Andika menggeleng kecil.
"Yang perlu kalian lakukan hanyalah menyaksikan pernikahan kami" ucap Seidon malas berdebat.
Andika menghela nafas panjang "Kau benar-benar mengambil tindakan terlalu jauh!" Andika menepuk jidat dengan semua tingkah Seidon yang cukup membuatnya stress dan gila.
"tanggal 10 bulan depan, beritahu pada Minho, Mike, Leon, dan juga Calvin untuk hadir. aku tidak menerima ocehan kalian semua jadi diam lah dan saksikan saja pernikahan kami"
Ucapan Seidon sudah mulai malas tau dan tekadnya untuk menikahi Lisa sudah bulat dan tidak bisa dirubah oleh siapapun sekalipun oleh Andika.
"bagaimana jika kedepannya kau mencintainya dan malah obsesi padanya?" tanya Andhika,
"lihat saja nanti, mana mungkin juga aku mencintainya" jawab Seidon yakin.
Orang-orang yang namanya di sebut oleh Seidon adalah sekelompok mafia. Andika, Mike, Leon dan juga Calvin adalah anggota mafia yang di ketuai oleh Minho Jian.