menceritakan tentang seorang pemuda bernama royy yang tereinkarnasi menjadi entitas bayangan dan membangun peradaban serta menjadi raja iblis...
(Kage no Karada toshite Tensei Shita node, Saikyō no Danjon Ōkoku o Tsukurimashita!)
(reinkarnasi menjadi entitas bayangan, dan membangun kerajaan terkuat di dalam dungeon)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon royco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kebangkitan raja iblis baru, era baru kemenangan (bagian 3)
“Bagaimana ini... Sialan, apa yang harus kulakukan...?” Ucapku merutuk di dalam kegelapan batin, merasakan ritme detak jantung ragaku berdenyut tidak beraturan di tengah sunyinya ruang hampa udara luar angkasa (outer space).
Tekanan gelombang kejut dari pukulan bertubi-tubi berkecepatan cahaya milik Sang Raja Iblis luar bener-bener memaksaku berada di ambang batas kematian fisik. Jika polanya terus-menerus bertahan defensif zigzag seperti ini, pasokan energi di dalam inti jiwaku dipastikan bakal terkuras habis tanpa sisa.
“Aku bener-bener berada dalam bahaya mutlak saat ini. Jika situasi kritis ini terus dipaksakan berlanjut, maka akan semakin sedikit pelua—...”
Kalimat keluhanku di dalam hati mendadak terhenti seketika. Sepasang mataku unguku yang menyala bersembunyi di balik kepulan asap hitam pekat tiba-tiba membulat lebar.
Fokus pengamatan jeli Mataku yang tajam mendadak menangkap sebuah visual anomali dari ritme pergerakan aura hitam zirah tipis makhluk bertanduk di hadapanku.
“Enggakk... Tunggu dulu... Aku gak terpojok sama sekali! Aku belum kalah... Masih ada celah taktis yang bisa kumanfaatkan dari kesombongan makhluk jahanam ini...!” Ucapku membatin, dan di detik itu juga, sudut rongga mulut lebar taringku perlahan melengkung ke atas, memamerkan seulas seringai lebar yang teramat sangat dingin layaknya sesosok antagonis licik yang bersiap meluncurkan jebakan maut.
"Ngapain kau malah senyum-senyum sendirian seperti orang gila, hah, kroco dungeon?!" Tanya Sang Raja Iblis luar dengan nada suara bariton yang meninggi kesal, bener-bener merasa terhina menyaksikan ekspresi wajahku yang mendadak berubah santai di tengah gempuran mautnya.
WUSSSSSSSSSSSSS...!
Mengabaikan hardikan kasarnya, tangan kananku secara refleks langsung mengayunkan gagang bergerigi sabit besar Blood Scythe milikku memutar. Namun, bukannya meluncurkan tebasan sabit murni ke arah dada Sang Raja Iblis, aku justru melempar senjata raksasa berwarna merah darah itu lurus ke atas langit luar. Bilah sabit merah menyala itu melesat cepat, lalu mendadak berhenti mematung dan melayang bebas mengambang di udara akibat ketiadaan hukum gaya gravitasi angkasa luar.
"Membuang senjatamu sendiri di tengah duel hidup dan mati...? Hahaha! Apakah kau sudah bener-bener pasrah dan menyerah untuk menerima takdir kematianmu, kroco?!" Ucap Raja Iblis luar tertawa terbahak-bahak, meremehkan keputusanku yang dia anggap sebagai tindakan bunuh diri yang konyol.
"Kalau memang kau sudah tidak punya daya lagi, cepat kemari agar bisa segera kuhabisi dan kurobek kepalamu sekarang juga!!!" Teriak Sang Raja Iblis luar bergemuruh penuh dominasi aura Demon Lord.
Aku tidak membalas ucapannya secara lisan karena rasa sakit pisau panas yang membakar tenggorokanku tiap kali memaksakan suara. Sebagai gantinya, aku mengepalkan erat jari-jari tangan kanan zirahku yang kekar hingga menimbulkan bunyi derit logam yang pekat. Tanpa pikir panjang lagi, kaki raksasaku menghentak puing meteorit di dekatku, melesat maju meroket lurus menerjang ke arah posisinya dengan posisi berancang-ancang penuh untuk melayangkan sebilah pukulan tinju fisik manual murni!
Namun, sesuai dugaan taktis awal dari kalkulasi sistemku, mendaratkan pukulan tinju mentah ke tubuh monster sekelas Raja Iblis bukanlah hal yang mudah untuk dieksekusi secara instan.
BOOOOOOOOOOOMMMMM!!!
Benturan kepalan tangan kanan dua meter milikku menabrak telak lapisan tangan berbalut aura kegelapan milik Sang Raja Iblis luar. Benturan fisik murni tanpa sihir itu menciptakan riak gelombang kejut yang menggetarkan dimensi sekitar. Namun, dalam aspek adu ketahanan fisik kasat mata, struktur zirah tengkorak hitamku tetap saja kalah telak jika dipaksa beradu otot secara linier dengan kekuatan fisik mutlak mode Demon Lord miliknya. Lengan kananku bergetar hebat menahan rasa ngilu yang luar biasa panas.
Sadar posisiku mulai tidak seimbang, aku segera menarik kakiku mundur, melompat zigzag beberapa meter ke belakang menjauhi jangkauan serangannya guna memulihkan ritme napas pertahananku.
“Sial... Emang bener-bener gak ada cara lain lagi yang bisa kugunakan selain mengaktifkan wujud Nightmare Mode—wujud orisinil sesungguhnya dari takdir masa laluku... Namun, kapasitas pasokan energi mana di tubuhku saat ini belum mencukupi. Aku harus terus memeras otak mengulur waktu demi mengumpulkan pasokan energi sihir murni agar bisa mengaktifkannya...!” Ucapku membatin sembari berpikir keras, memutar otak taktis di tengah desingan angin kosmik.
Detik itu juga, skenario pertempuran bergeser sepenuhnya menjadi permainan kecoh taktis yang berbahaya. Aku sengaja memaksakan sekujur otot tubuh raksasaku bergerak lincah melakukan manuver tipuan, murni menggunakan benturan fisik manual jarak dekat untuk menangkis dan menghindari terjangan Sang Raja Iblis luar. Aku bener-bener mengunci seluruh sirkulasi energi magis di dalam tubuhku, tidak menggunakan satu pun mantra sihir murni karena seluruh poros sirkulasiku sedang dialokasikan penuh untuk menyerap dan mengumpulkan energi sihir alam semesta demi memicu kebangkitan Nightmare Mode—yaitu esensi kekuatan sejati sang Dewa Kegelapan purba yang tersembunyi di dalam jiwaku!
DORRR...! BAMMM...! DUARRR...!
Konsekuensi dari strategi mengulur waktu ini bener-bener membuat tubuh dua meter milikku harus rela dihantam dan diserang habis-habisan secara membabi buta oleh hantaman tinju berlapis energi kegelapan Sang Raja Iblis luar. Lapisan baja hitam motif tengkorak di dadaku mulai retak-retak melepaskan riak kotak-kotak digital glitch yang rusak parah. Darah segar mulai merembes dari sela-sela zirahku, namun aku memaksakan seluruh urat sarafku untuk tetap bertahan tegak, berusaha mati-matian agar kesadaranku tidak tumbang bergulir jatuh menembus atmosfer bumi bawah tanah.
"Aku... gak... bakal... mati... di... tempat... sampah... ini... Ingat... itu... baik-baik... bajingan..." Ucapku dengan suara yang bergetar patah-patah parah, menghasilkan resonansi desis mekanis glitch digital yang bener-bener merusak frekuensi hampa udara luar angkasa. Tiap kata yang keluar membuat dadaku terasa seperti dibakar paksa.
"Busuk jahanam...! Gak peduli gw sama bacotan patah-patah milikmu itu!" Ucap Raja Iblis luar mengejek dengan ekspresi wajah yang teramat rasis dan sombong, kembali mengayunkan kaki besarnya menghempas pertahanan zigzag tubuhku. "Yang penting bagi faksi kami adalah kau mati mengenaskan di tempat ini sekarang juga! Begitu kepalamu lepas, seluruh sisa budak keluarga dan teman-teman tidak bergunamu di istana dungeon itu akan kulepaskan dengan sukarela! Nilai harga kepalamu jauh lebih berharga daripada nyawa ampas mereka semua!"
“Memangnya... aku bisa dengan bodohnya percaya pada sumpah palsu dari mulut busukmu itu, hah?! Setelah fakta taktis di lapangan memperlihatkan bagaimana kau secara licik hampir membawa Alpha untuk dijadikan budak pemuas nafsumu secara paksa di depan mataku sendiri...?!” Ucapku berteriak murka dipenuhi dengan luapan kesal yang membakar sirkulasi darahku.
Mengingat bayangan wajah trauma Alpha yang menangis histeris tadi, emosi kegelapanku mendadak meroket tajam ke tingkat tertinggi. Alih-alih membalas ancamannya dengan kemarahan kosong, aku justru kembali menarik sudut bibir rongga mulut asapku, menyunggingkan sebuah seringai licik yang teramat pekat menembus batas kesombongan makhluk bertanduk di hadapanku.
【TENGGGG...! Pemberitahuan Sistem Inti】
【Peringatan Fase Kritis Selesai...! Peringatan Batas Minimum Mana Terlampaui...! Energi sihir murni berskala makro telah berhasil dikumpulkan dan terserap sempurna ke dalam poros jiwa purba! Kapasitas kekuatan absolut dapat dikerahkan sepenuhnya secara instan...! Bangkitlah...! Saatnya memicu proses asimilasi terlarang: [NIGHTMARE MODE - THE GOD OF DARKNESS AWAKENING]!!!】
Suara lonceng mekanis dari sistem di dalam kepala kepulanku seketika bergema memutus seluruh keputusasaan yang sempat mengintai. Detik itu juga, hawa dingin yang teramat sunyi mendadak mengunci pergerakan ruang hampa udara di sekitar orbit planet mati.
Aku segera bangkit berdiri tegak lurus di antara rintik hujan meteorit kecil. Tangan kananku terangkat tinggi ke atas udara, secara refleks menarik kembali gagang hitam bergerigi sabit besar Blood Scythe milikku yang melayang bebas di atas tanpa gravitasi tadi. Senjata merah darah itu meluncur cepat jatuh tepat ke dalam cengkeraman telapak tanganku, memancarkan kilatan hawa korosi yang berkali-kali lipat jauh lebih pekat dan haus darah daripada sebelumnya.
Aku tidak mengeluarkan kata-kata makian lagi. Dari balik kepulan asap hitam yang bergejolak dahsyat di kepalaku, aku hanya melemparkan sebilah tatapan senyuman seringai licik yang mematikan ke arah wajah Sang Raja Iblis luar yang mendadak terdiam membeku menahan tekanan energi yang tak kasat mata.
"Mari... kita... mulai... babak... pembantaian... yang... sesungguhnya..." Ucapku lirih berbalut desis gema suara mekanis glitch patah-patah yang teramat dingin, sementara dari sekujur pori-pori zirah hitam tengkorak dua meter milikku mulai meledak melepaskan riak luapan kobaran aura kegelapan hitam pekat yang bener-bener menelan cahaya bintang-bintang di seluruh langit angkasa luar.