NovelToon NovelToon
Takdir Cinta

Takdir Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:651
Nilai: 5
Nama Author: BintangFRY

Nikah? itu adalah hal yang paling dihindari oleh Yiwa saat ini, nanti atau sampai kapanpun itu. Bahkan di kamus hidupnya pun kayaknya gak ada tuh yang namanya 'nikah'.

Tapi balik lagi, kalau takdir udah ditentukan, mau jungkir balik salto pun akan tetap gak bisa dihindari lagi.

Satu hal yang disesali Yiwa, harusnya dia gak usah ikut mbahnya lihat acara desa malam itu atau justru seharusnya ia gak usah pulang ke desa sekalian. Tapi kalau gitu malah kasihan mbahnya gak ketemu cucu satu-satunya ini.

namun setelah kejadian itu justru cucunya ini yang harus dikasihani.

Karena apa? karena Yiwa, cucu satu-satunya Mbah ini harus dinikahkan dengan pemuda desa yang cukup disegani disana.

Yiwa sampai bingung, gimana bisa orang sekaku ini bisa punya jabatan penting di desa. Dan sialnya, dialah yang akan jadi istrinya.

Tapi mau bagaimana lagi, Yiwa cuma bisa pasrah sambil misuh-misuh tentunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BintangFRY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

malam tenang jadi mencekam

Di dalam kamar, beberapa saat sebelumnya.

Setelah selesai makan dan cuci piring, Yiwa segera masuk ke kamarnya. Meninggalkan Nara yang masih duduk di ruang tengah.

Hal pertama yang ia lakukan adalah gosok gigi dan cuci muka. Setelah itu ia berdiri di depan cermin besar. Menyisir rambutnya, kemudian memakai masker wajah.

Setelah merapikan kembali barang-barangnya, Yiwa pun segera naik ke atas ranjang dan merebahkan tubuhnya.

Malam ini masih sama seperti malam-malam sebelumnya. Begitu tenang dan hening. Sebenarnya Yiwa agak bingung dengan kamar ini. Kenapa kamarnya yang letaknya dekat kebun, tapi tidak terdengar sama sekali suara-suara hewan liar dari luar. Padahal sewaktu tidur di rumah mbahnya, saat malam itu banyak sekali suara hewan-hewan, seperti jangkrik, burung hantu dan suara lainnya yang Yiwa tidak tahu itu hewan apa. Padahal jelas kamar ini bukan tipe ruangan kedap suara. Aneh.

Sebenarnya tidur dengan keheningan seperti ini sangat nyaman, tapi sekarang keadaannya berbeda.

Sejak kejadian di masa lalu itu, Yiwa tidak lagi menyukai keheningan. Karena keheningan itu membuat pikirannya menjadi lebih berisik.

Pikirannya seakan memaksa Yiwa untuk mengingat kenangan-kenangan yang menyakitkan. Membuatnya menangis sendirian dan berakhir dengan mimpi buruk lagi dan lagi.

Sewaktu di kota, ia akan pergi main bersama teman-temannya atau mengerjakan tugas sampai larut dan kelelahan. Jadi ketika pulang ke rumah, ia akan langsung tidur. Sehingga ia tidak perlu teringat kenangan buruk itu.

Dan sekarang, ditengah keheningan ini. Begitu Yiwa memejamkan matanya, bukan mimpi indah yang menyambutnya. Melainkan sebuah kilasan kejadian masa lalu yang membuat segalanya berubah. Membuatnya sempat ingin menyerah, tapi jika ia memilih menyerah, maka sama saja Yiwa mengecewakan pengorbanan seseorang.

Jadi hanya dengan tetap bertahan meski terluka inilah Yiwa bisa membalas pengorbanan orang itu.

Yiwa membuka matanya, menatap kosong langit-langit kamar. Ini terlalu hening untuknya.

"Sialan! gue nggak bisa kalau kaya gini!"

Yiwa menatap nanar ponselnya yang tergeletak di meja. Tidak ada sinyal. "Gak guna punya hape kalo nggak ada sinyal!"

Tok tok tok

tok tok tok

Yiwa langsung menoleh ke arah jendela. "Apaan lagi ini?"

Terdengar suara ketukan pada jendela kamarnya berulang kali dengan ritme pelan dan menggangu.

"Nara?!" panggil Yiwa. Siapa tahu kan yang mengetuk itu Nara.

Tapi tidak ada sahutan dari luar dan suara ketukan itu masih berlanjut.

"Sehari nggak ganggu apa nggak bisa sih?" kesal Yiwa.

tik... tik... tik...

Setelah tidak ada suara ketukan, kini justru terdengar suara tetesan air dari dalam kamar mandi.

"Apaan lagi itu?" Yiwa menghela napas kasar.

Ia segera pergi ke kamar mandi untuk mengeceknya. Siapa tahu saat Yiwa selesai cuci muka tadi memang tidak menutup krannya dengan benar.

Ceklek

Begitu pintu kamar mandi terbuka, tubuh Yiwa langsung menegang dan napasnya tercekat.

Disana, didepan wastafel. Ada seorang perempuan berambut panjang, sangat panjang hingga menjuntai di lantai. Tangan pucat dan berkuku hitam panjangnya memegang kran. Meski tubuhnya menghadap wastafel, tapi wajahnya menoleh sempurna ke arah Yiwa. Wajah pucat itu tersenyum lebar, sangat lebar hingga ke telinganya. Memperlihatkan gigi-gigi runcing yang sangat menyeramkan.

Yiwa langsung memaksakan tubuhnya untuk bergerak. Dengan jantung yang berdetak tak karuan, ia segera lari menuju pintu kamar.

Berulang kali Yiwa berusaha membukanya, tapi pintu itu seperti terkunci.

"sial sial sial!"

Yiwa menoleh ke belakang. Jantungnya seakan sudah jatuh ke lantai saking terkejutnya. Hantu perempuan itu sudah berada di depan kamar mandi.

"Jangan ganggu gue! pergi!"

Hantu itu justru menyeringai tajam dan mengeluarkan suara tawa yang tinggi dan melengking. Suara yang biasanya Yiwa dengar saat menonton film, kini terdengar langsung dan memenuhi pendengarnya.

Yiwa menutup telinganya rapat-rapat. "Nara! Nara!" Ia berteriak memanggil Nara berulang kali.

Hantu itu bergerak dengan cepat ke arah Yiwa. Yiwa sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi saat wajah hantu menyeramkan itu sudah berada telat di depan wajahnya. Dan kedua tangan hantu itu mencengkeram leher Yiwa dengan kencang.

"Narr- akhh!" Yiwa mulai kehabisan napas. Cengkeramannya begitu kuat dan tawa itu terus bergema di telinganya. Pandangannya mulai mengabur. Hingga matanya mulai terpejam dan tubuhnya jatuh terkulai.

"Pergi!" Sebuah bayangan putih langsung menerobos diantara Yiwa dan hantu perempuan itu. Bayangan itu mencekik hantu perempuan dengan kencang dan memaksanya mundur menjauh dari Yiwa.

"Jangan ganggu kekasihku!" geramnya marah.

Hantu itu justru tertawa dan bayangan putih menjadi semakin geram. Tangan bayangan putih itu langsung bergerak merobek mulut hantu perempuan itu.

"Kau pikir aku tidak berani berbuat gila?!" Bayangan putih itu benar-benar berniat menghancurkannya.

Merasa sudah kalah, hantu perempuan itu langsung berubah menjadi asap hitam dan menghilang melalui celah-celah jendela.

Setelah memastikan hantu tadi benar-benar pergi, barulah bayangan putih itu mendekati Yiwa.

Ia berjongkok di samping Yiwa. Tangannya yang tembus pandang mengelus rambut Yiwa dengan penuh kelembutan.

"Aku merindukanmu, Yiwa. Maaf tidak bisa menemui kamu secara langsung."

Di kecupnya kening Yiwa dengan pelan.

Lalu perlahan bayangan putih itu mulai memudar dan menghilang.

Brakkk

Pintu kamar terdobrak dengan kasar. Nara langsung masuk ke dalam kamar dengan tergesa-gesa. Mencari keberadaan Yiwa.

Ia sangat terkejut saat melihat tubuh Yiwa sudah tergeletak pingsan di lantai.

"Yiwa? hei?" Nara menepuk dengan pelan pipi Yiwa, bahkan sangat pelan.

Dengan hati-hati, ia mengangkat Yiwa dan menidurkannya di ranjang. Setelah itu ia berniat pergi untuk memeriksa sekitar.

"Aksa!! Kembali!"

Nara yang sudah berada di dekat pintu langsung terdiam saat mendengar Yiwa yang tiba-tiba bangun dan memanggil satu nama. Aksa.

Nara langsung kembali mendekati ranjang dan duduk di samping Yiwa. Tangannya terangkat untuk mengelus punggung Yiwa. Berusaha menenangkan Yiwa yang terengah-engah seperti telah kehabisan napas.

Matanya tak sengaja menangkap bekas kemerahan di sekitar leher Yiwa.

"Maaf, Yiwa. Saya terlambat menolong kamu." lirih Nara. Tangannya tak berhenti mengelus punggungnya dan Yiwa juga tidak menolak. Karena saat ini ia memang membutuhkan seorang penenang.

Yiwa hanya menggelengkan kepalanya. Ia mengusap wajahnya dengan kasar dan menarik napas dalam-dalam.

"Tolong temenin gue tidur malam ini." lirih Yiwa.

Nara tersenyum dan mengangguk. "Iya. Saya ambilkan minum dulu, ya?"

Yiwa menggelengkan kepalanya. "Gue nggak mau sendirian."

Nara kembali tersenyum, dan senyuman inilah yang membuat perasaan Yiwa jauh lebih tenang.

"Baiklah," Nara ikut naik ke atas ranjang. Ia merebahkan tubuhnya di samping Yiwa. Kemudian menaikkan selimutnya untuk menutupi tubuh mereka berdua.

Nara menjadikan lengannya sebagai bantalan Yiwa dan tangannya yang satu lagi mengelus punggung Yiwa dengan lembut.

Yiwa hanya diam di pelukan Nara dan mulai menenangkan pikirannya.

"Maaf, Yiwa. Saya benar-benar minta maaf karena terlambat menyelamatkan kamu." bisik Nara.

Yiwa hanya diam.

Nara pun juga tidak menuntut jawaban.

Hanya keheningan menyelimuti, sampai Nara merasakan tubuh Yiwa yang gemetar pelan dan lengannya terasa basah.

"Yiwa?"

Nara mengangkat wajah Yiwa dengan lembut. Nara tertegun melihat wajah Yiwa yang sudah dipenuhi air mata.

Ia tidak bertanya apa-apa lagi. Di bawanya tubuh Yiwa kembali ke dalam pelukan hangatnya.

Yiwa juga mengeratkan cengkeraman tangannya pada baju Nara untuk melampiaskan sedihnya. Napasnya benar-benar sesak dan jantungnya berdebar tak karuan.

Setelah sekian lama, akhirnya Yiwa kembali mendengar suara itu. Suara orang yang paling ia rindukan. Suara yang hanya mampu ia dengar lewat mimpi.

...♡Bersambung♡...

1
Ana Dww
maaf yiwa, aku adalah Nara yang setiap pulang dari pergi agak jauh harus mandi
Ana Dww
Lanjuttt kakk
Ana Dww
Aku suka karena emang ada horor, romantis dan komedinyaaa
Ana Dww
🤣🤣🤣
Ana Dww
🤣🤣🤣🤣
Ana Dww
heeeyy siapa lagi ini
Ana Dww
Woy, kram kamar mandi kosku sering bocir dikit malam hari 😭😭😭😭
seren_dpty: positif thinking aja, mungkin lagi di buat mainan🤭
total 1 replies
Ana Dww
Yiwa, kita sama tidur terlalu hening bikin pikiran berisik
Ana Dww: 🤣 biar nanti tidurnya sambil mimpi kicau mania
total 2 replies
Ana Dww
waittt
Ana Dww
Kak, ini cerita horor romantiskah?
seren_dpty: iyaps betull
total 1 replies
Ana Dww
Waaahhh , suka sama ceritanya
seren_dpty: makasih ya kakkk
total 1 replies
Ana Dww
Waaah keren kak 😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!