NovelToon NovelToon
Dan Ofid

Dan Ofid

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Nyx Morrigan, gadis yang terbuang dari keluarga konglomerat Beckham, Di usia ke-19 tahun Pelariannya membawanya bertemu Knox Lambert Riccardo, mahasiswa teknik sekaligus petarung jalanan.

Di bawah atap apartemen mewah Knox, rahasia Nyx perlahan terkuak, mengubah hubungan menjadi ikatan emosional yang intens.

Saat identitas asli Nyx terungkap, Knox justru menjadi pelindung utama dari kekejaman Dari keluarga nya.
Ketegangan memuncak ketika nama "Morrigan" ternyata menyimpan rahasia darah yang lebih besar dari sekadar skandal keluarga Beckham.

Di tengah konflik identitas, pengkhianatan keluarga, dan dunia yang berbahaya, Nyx harus memilih antara terus bersembunyi atau menyerahkan hatinya sepenuhnya kepada Knox.

Sebuah kisah tentang pencarian rumah, Untuk Rasa Sakit, dan penyembuhan luka.
.
Happy reading dear 🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#12

Malam di Los Angeles selalu memiliki detak jantung yang lebih kencang, penuh dengan raungan mesin dan pantulan lampu neon yang memantul di aspal basah. Di dalam penthouse mewah itu, kesunyian pecah oleh suara bariton yang menggema dari arah ruang tamu.

"Cepatlah, Nyx! Kau lama sekali! Kita bisa kehabisan waktu sebelum tokonya tutup!" teriak Knox sambil melirik jam tangan Richard Mille di pergelangan tangannya. Pria itu sudah rapi dengan jaket kulit hitam dan celana denim gelap, kunci mobil Lamborghini-nya diputar-putar di telunjuk dengan tidak sabar.

Dari arah kamar, suara Nyx menyahut dengan nada sedikit frustrasi. "Aku sedang mencari pakaianmu yang cocok denganku! Aku tidak bisa keluar hanya dengan kaos oblong, Knox!"

Beberapa saat kemudian, pintu kamar terbuka. Nyx muncul dengan penampilan yang membuat napas Knox tertahan sejenak. Gadis itu memakai salah satu celana training milik Knox yang ia ikat kuat di pinggang dengan tali serut, dipadukan dengan kaos crop top putih yang sebenarnya adalah kaos dalam milik Knox yang ujungnya ia potong asal-asalan. Potongan itu memperlihatkan garis perutnya yang rata dan pinggang yang sangat ramping.

Nyx berjalan menghampiri Knox dengan ekspresi datar. "Ayo pergi... Berhenti berteriak seperti anak kecil."

Knox terdiam, matanya menyapu penampilan Nyx dari bawah ke atas. "Wah... Nyx," gumamnya dengan seringai nakal yang tidak bisa disembunyikan. "Kau seksi sekali. Lihat perutmu yang ramping itu, dan bokong mu... celana itu benar-benar menonjolkan—"

"Omong kosong! Berhenti menghinaku, Knox," potong Nyx cepat, wajahnya memanas namun ia tetap berusaha terlihat galak. Ia tahu Knox hanya mencoba menggodanya, tapi pujian itu terasa asing dan mendebarkan di telinganya.

"Aku tidak menghina, aku memuji aset yang akan aku selamatkan malam ini," kekeh Knox sambil membukakan pintu untuknya. "Ayo, kita harus membelikan mu pakaian wanita yang layak. Aku tidak mau 'kekasihku' terus-menerus mencuri celana dalamku karena tidak punya pilihan lain."

Lamborghini hitam itu melesat membelah jalanan Beverly Hills. Deru mesinnya terdengar seperti geraman singa yang lapar. Di dalam kabin yang kedap suara dan beraroma kulit mewah, suasana mendadak menjadi sedikit lebih serius. Nyx menyandarkan kepalanya di jendela, menatap deretan butik kelas atas yang mereka lewati.

"Nyx," panggil Knox pelan, matanya tetap fokus pada jalanan di depan. "Kau kuliah jalur beasiswa? Di jurusan sastra itu?"

Nyx terdiam sejenak, lalu mengangguk pelan. "Hmm." Ia tidak sepenuhnya berbohong; meskipun David Beckham yang membayar biaya awalnya, Nyx bertekad untuk mempertahankan nilainya agar bisa mendapatkan beasiswa penuh dan memutus aliran dana dari ayahnya.

Knox mengetuk-ngetukkan jarinya di setir. "Kau dari keluarga mana, Nyx? Maksudku... apa hanya 'Nyx' saja? Tidak ada marga? Tidak ada orang tua?"

Pertanyaan itu menghantam Nyx tepat di ulu hati. Bayangan wajah David Beckham yang dingin dan wajah Agnesia yang histeris melintas seperti kilatan petir. Ia meremas jemarinya sendiri di atas pangkuan.

"Aku yatim piatu," jawab Nyx dengan suara parau. Suaranya begitu rendah dan bergetar, nyaris tidak terdengar jika saja Knox tidak mendengarkan dengan saksama. "Aku tidak memiliki siapa-siapa di dunia ini. Hanya aku."

Kebohongan itu terasa pahit di lidah Nyx, namun baginya, keluarga Beckham sudah mati sejak mereka menolak mengakuinya. Ia lebih memilih menjadi yatim piatu daripada menjadi sampah yang tidak diinginkan di sebuah mansion megah.

Knox tertegun. Ia tidak menyangka jawaban itu akan terdengar begitu menyakitkan. Ia melirik Nyx dari sudut matanya dan melihat kesedihan yang mendalam di balik wajah tangguh gadis itu. Tanpa berkata-kata, Knox melepaskan tangan kanannya dari setir dan meraih tangan Nyx yang dingin.

Cup. Cup. Cup.

Knox mengecup punggung tangan Nyx dua sampai tiga kali dengan sangat lembut. Sebuah tindakan yang sangat jauh dari kesan 'mesum' yang biasanya ia tunjukkan.

"Jangan khawatir, Nyx," ucap Knox, suaranya kini dalam dan penuh janji. "Aku keluargamu sekarang. Setelah malam ini... kau adalah keluargaku. Kau tidak akan pernah sendirian lagi selama kau berada di bawah atapku."

Nyx menatap Knox dengan mata yang sedikit berkaca-kaca. Ia tidak terbiasa dengan kelembutan seperti ini. Baginya, sentuhan pria biasanya berarti kekerasan atau penyamaran. Tapi sentuhan Knox terasa hangat, memberikan jenis perlindungan yang tidak menuntut apa pun sebagai balasannya.

"Terima kasih, Knox," bisik Nyx tulus.

Knox kembali menyeringai, mencoba mencairkan suasana yang sempat mendingin. "Nah, karena kau sudah jadi 'keluargaku', setelah kita belanja semua gaun dan pakaian dalam yang lucu itu, kita akan jalan-jalan ke markas, ya? Aku akan mengenalkan mu secara resmi pada teman-temanku. Zack dan Liam sudah tidak sabar ingin melihat 'malaikat maut' yang menghajar tujuh orang itu dalam versi wanita."

Nyx sedikit tegang. "Markas? Tempat para petarung gila itu?"

"Tentu saja. Markas The Outcasts," jawab Knox bangga. "Tempat di mana mesin, tinju, dan bir bertemu. Tapi tenang saja, kau akan aman bersamaku. Lagipula, mereka sudah menganggap mu sebagai ipar mereka sekarang."

Nyx hanya bisa menghela napas pasrah, namun ada sedikit rasa penasaran yang menggelitik di hatinya. Untuk pertama kalinya, ia merasa memiliki tempat untuk pulang, meskipun tempat itu adalah sebuah apartemen milik pria mesum dan sebuah markas penuh petarung liar.

Malam itu, di bawah langit Los Angeles, Nyx Morrigan mulai melepaskan jubah kesepiannya. Ia tidak tahu apa yang menantinya di markas Knox, namun ia tahu bahwa tangan yang baru saja mengecup jemarinya tidak akan membiarkannya jatuh sendirian lagi.

"Siap untuk belanja sampai bangkrut, Nyx?" goda Knox saat mereka sampai di depan butik mewah Rodeo Drive.

Nyx tersenyum, kali ini senyum yang benar-benar sampai ke matanya. "Tentu, Tuan Riccardo. Mari kita lihat seberapa tebal dompetmu malam ini."

1
ren_iren
lanjutkan.... 🤗
Ros🍂: okay kak🥰🙏
total 1 replies
ren_iren
dapatttt aja visual yg bening2 🤭😂
Ros🍂: biar halu kita lancar jaya kak 😍🤣🤣
total 1 replies
ren_iren
Nyx Knox....
gasss baca sampai habis.... 🤭😁😂
Ros🍂: Ma'aciww kak 🥰🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!