NovelToon NovelToon
Melintasi Waktu Untuk Membalaskan Dendam

Melintasi Waktu Untuk Membalaskan Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Transmigrasi
Popularitas:116.1k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

Pamela Anderson, ketua Mafia yang di hianati oleh adik tiri dan suaminyanya, ia dibunuh dengan keji bersama anak yang dikandungnya.

Tapi anehnya, setelah jasadnya dimakamkan, ia hidup kembali dalam tubuh seorang gadis gemuk bernasib malang.

Gadis itu seperti dirinya, dihianati saudara tiri dan tunangannya. Gadis itu tewas tenggalm disungai, sebab tunangannya lebih memilih menyelamatkan selingkuhannya.

"Beristirahatlah dalam damai Song Aran, aku akan membuat mereka menyesal karena sudah membautmu menderita."

Janji Pamela Anderson setelah ia mendapatkan harta karun berupa liontin giok yang didalamnya terdapat ruang dimensi.

Cerita ini cuma karangan fiksi semata. Lokasinya bukan negara tertentu, cuma khayalan penggabungan saja.

Jika ada yang kurang pas, harap dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28

Xiao Jian menjabarkan rencana yang ada dikepalanya agar bisa memisahkan diri dari keluarga secara detail. Tak ada yang ditutupi sama sekali.

"Ran'er, sebenarnya aku memiliki rahasia yang belum aku ceritakan padamu." wajah Xiao Jian berubah tegang.

Mata Song Aran memicing, terlihat jelas rona kegugupan bercampur cemas diwajah suaminya.

"Apa itu..?"

Xiao Jian menelan ludah pamit berulang kali, menarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskannya perlahan.

"Apa kau percaya jika kehidupan kedua itu ada..?"

Deg

Jantung Song Aran berdebar kencang, wajah berbinarnya seketika kehilangan darah.

"Meski itu mustahil, tapi aku percaya." jawab Aran setenang mungkin, sebelum menatap kedalaman netra sang suami.

"Apa kau-----

Xiao Jian mengangguk "ya, aku terlahir kembali kesatu tahun sebelum kematian.

Bola mata Song Aran meronta-ronta, ingin menggelinding keluar karena saking kagetnya.

"Ah, jadi soal kekeringan dan kelaparan itu kau mengalaminya dikehidupan sebelumnya kan..?"

Xiao Jian mengangguk.

"Kau tahu, dikehidupan sebelum aku melihatmu mati bersama bayi dalam kandunganmu."

"Apa..!" pekik Tercengan Aran.

"Kau tenggelam disungai, kejadiannya sama seperti kemarin. Tapi bedanya dikehidupan sebelumnya kau tetap memilih menikahi Kang Yance."

"Bukan hanya kau saja yang mati dibunuh oleh mereka, tapi ayah dan kakakmu juga."

Song Aran mendesis, buku kuduknya berdiri, punggungnya dingin bak ditimpa dinding es.

"Apa lagi..?" tanya bergetar Aran, dengan tinju mengepal erat.

"Tadinya aku ingin mencegahmu pergi kesungai, karena dari sana awal bencana itu. Tapi terlambat, dan hanya bisa menyelamatkanmu kembali."

Xiao Jian menelan ludah, dadanya seperti diremas.

"Tadinya kalau kau tetap memilih Kang Yance, aku akan melakukan segala cara agar pernikahan itu tidak terjadi. Walau setelahnya kau membenciku, itu lebih baik dari pada aku melihatmu mati ditangan mereka untuk kedua kalinya."

Aran menekan dadanya, matanya nanar bergerak liar.

"Pernikahan itu memang tidak terjadi Jian, Song Aran yang asli sudah mati."

"Tapi aku tidak menyangka kalau jalannya berubah, kau mau memutuskan hubungan dengan Yance dan memilihku."

"Apa ini alasan Tuhan membawaku keabad ini..? menggantikan jiwa Aran asli untuk merubah takdir, menyelamatkan ayah dan kakaknya juga membalas dendam.

"Sejak tahun lalu, dimana aku terlahir kembali, aku bekerja keras mencari uang, menimbun makanan, dan mencoba mendekatimu. Tapi kau hanya mencintai Yance, jadi cuma bisa mengawasimu dari jauh."

Xiao Jian tersenyum "saat kau memilihku, aku sangat bahagia. Walau itu hanya sebuah keterpaksaan, aku tidak perduli, karena hal terpenting aku bisa menyelamatkan gadis yang aku cintai."

"Suamiku..!" seru Aran lirih, menggeleng pelan "aku tidak terpaksa, aku sungguh ingin bersamamu. Aku juga mulai menyukaimu, mencintaimu."

Senyum Xiao Jian mengembang sempurna, segaris airmata bahagia jatuh tanpa bisa dicegah.

"Ran'er..!" Xiao Jian memeluk erat tubuh bergetar Song Aran, melabuhkan ciuman mendalam kekening istrinya itu.

"Jian, maaf..! Aku tidak bisa jujur tentang siapa diriku, aku takut kau kecewa. Tapi aku bisa jujur soal liontin itu."

Tiba-tiba dalam benak Song Aran, sebuah suara menggema mengagetkannya.

"Lakukan seperti yang kau inginkan, dua kehidupan sudah bertemu, dari masa lalu dan masa depan. Biarkan dia bersumpah dengan darahnya, menyatu bersamamu dalam liontin giok itu."

Song Aran melerai ucapannya, menatap lurus kedalam netra elang Xiao Jian.

"Em, sebenarnya aku juga memiliki rahasia."

Gantian wajah Xiao Jian yang bingung, tegang dan sedikit cemas.

"Apa kau bersedia bersumpah dengan darahmu..? jika kau tidak tulus, kau akan mati mendadak dengan jasad busuk mengerikan." tanya Aran diselingi bualan.

"Tentu saja aku mau..! hidupku semua milikmu. Kalau pun kali ini harus mati karenamu, aku tidak akan menyesal." tegas Xiao Jian penuh keyakinan.

Song Aran mengeluarkan liontin giok, menyerahkannya pada sang suami.

Xiao Jian menggigit jarinya tanpa ragu, lalu menuangnya.

Darah jatuh menetes ke liontin giok, kilaunya mengalir ke semua bagian.

Dengan lantang Xiao Jian mengucap sumpah yang muncul dalam benak. Tegas, jelas dan tak sedikit pun penyesalan.

Song Aran merasakan ikatan baru antara Xiao Jian dan dirinya.

Sekarang Aran memegang kendali atas Xiao Jian. Jika pria itu memiliki niat jahat, berkhianat atau berbuat curang lainnya. Maka Xiao Jian akan menerima hukuman sesuai dengan janji darah yang telah di ikrarkan.

“Aku memiliki Ruang Saji yang bisa-----

Song Aran menjelaskan lebih spesifik lagi soal ruang dimensi yang diberikan liontin giok.

“Kau punya apa tadi..?” ​​tanya Xiao Jian denga kilat keterkejutan melintas dikorneanya.

Song Aran melambaikan tangan ke peti maharnya.

Xiao Jian tercengang karena kotak kamper itu menghilang.

Ketika Aran mengayunkan tangannya lagi, peti itu muncul ditempat semula.

"Ran'er, apa aku sedang bermimpi..? Ini nyatakan kan..?" ucap tergugu Xiao Jian.

"Sama seperti dirimu yang terlahir kembali, Ruang Saji ini benar adanya."

“Bagaimana kau bisa menceritakan hal seperti ini dengan begitu mudah..? seharusnya kau jangan mempercayaiku segampang itu." oceh Xiao Jian aneh sembari mengacak-acak rambutnya.

Tapi didasar hati, Xiao Jian amat bahagia. Sedikit keraguannya yang tertinggal pada Song Aran, akhirnya sirna seluruhnya. Istrinya itu sungguh mencintainya.

"Ini hanya rahasia kita berdua."

"Ya, ini rahasia kita berdua." jawab Aran "ayo tidur, besok kita harus pulang kerumah orangtuaku."

Keesokan paginya, Wang Lian kembali berteriak sembari menggedor pintu kamar.

Begitu membuka pintu, Aran melihat menantu perempuan yang kedua sedang diperintah-perintah.

"Ck, nenek sihir ini, apa dia tidak lelah setiap hari berteriak marah-marah..?"

"Kami akan pulang kerumah orangtua Ran'er, jadi tidak ikut sarapan."

Tanpa menunggu jawaban ibunya, Xiao Jian menarik tangan Aran, lalu bergegas pergi.

Pria itu mengambil hadiah yang telah disiapkan ibunya untuk kunjungan balasan. Tapi bingkisan itu sangat sedikit. Xiao Jian pun berniat untuk menambakan beberapa barang lagi.

Song Aran juga tidak mau sarapan kuah encer lagi.

“Kita ke rumah lama dulu untuk sarapan, sekalian memindahkan semua barang di sana ke tempatmu. Aku selalu khawatir meninggalkannya di sana." ajak Xiao Jian.

Kali ini, mereka tidak membuka toples daging, tapi mengiris sepotong ham kering yang tergantung di balok ruang bawah tanah.

Terakhir kali, cahayanya terlalu redup. Song Aran tidak melihat kalau ada daging yang diawetkan.

Setelah memindahkan semua barang dari ruang bawah tanah, mereka pergi kedapur guna memasak bubur daging, sayur liar, dan millet.

Bubur kental berwarna keemasan itu dihiasi tetesan minyak lemak dengan aroma gurih yang ringan. Jika ada makanan seenak ini, untuk apa lagi makan bubur kuah encer dengan dua potong acar akar.

Setelah sarapan, mereka menuju ketempat dimana Lin Yei sudah menunggu.

"Aku harus menjemput penyewa gerobak, aku pergi duluan ya..?"

Lin Yei menyodorkan bungkusan dan daging segar pada Xiao Jian.

"Coba kulihat apa isi tas ini.?" Song Aran yang penasaran membuka karung kain katun yang tadi dibawa Lin Yei.

Isinya ternyata beras ketan dan sebungkus ragi.

"Apa ini untukku..?"

1
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
wajah Xiao Jian kok belum disembuhkan sama Aran, kan ada air spiritual nya
Datu Zahra
Laosan ini aslinya baik, tapi terlalu takut dan pasrah sama ibunya
Fauziah Daud
lanjuttt
Sribundanya Gifran
lanjut
chataleya
wah jangan2 anak tuan besar tuh
Memyr 67
𝖽𝖾𝗁. 𝗐𝖺𝗇𝗀 𝗁𝗎𝖺. 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗅𝗂 𝗅𝖺𝗀𝗂, 𝖺𝖽𝖺 𝗍𝗒𝗉𝗈 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁𝗇𝗒𝖺, 𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒
Memyr 67
𝗅𝖺? 𝖺𝖽𝖺 𝗅𝖺𝗀𝗂 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝖺𝗇𝖾𝗁
Memyr 67
𝗍𝖺𝗆𝖻𝖺𝗁 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗃𝖾𝗅𝖺𝗌. 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝖻𝖾𝗋𝗂𝗄𝗎𝗍𝗇𝗒𝖺 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁 𝖺𝗇𝖾𝗁 𝖻𝗂𝗇 𝖺𝗃𝖺𝗂𝖻, 𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒
Memyr 67
𝗅𝖺? 𝗂𝗍𝗎 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝗃𝖾𝗅𝗆𝖺𝖺𝗇 𝗂𝖻𝗅𝗂𝗌 𝗒𝗀 𝗌𝖾𝗅𝖺𝗅𝗎 𝖽𝗂𝖻𝖾𝗅𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀. 𝖽𝖺𝗌𝖺𝗋 𝗌𝗎𝖺𝗆𝗂 𝗀𝗈𝖻𝗅𝗈𝗀
Memyr 67
𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝖻𝖾𝗋𝗆𝗎𝗅𝗎𝗍 𝗍𝖺𝗃𝖺𝗆, 𝗌𝗈𝗆𝖻𝗈𝗇𝗀 𝗉𝖾𝗅𝗂𝗍, 𝖽𝗂𝖻𝖾𝗅𝖺 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀. 𝖺𝗉𝖺 𝗌𝗂𝗁 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝗅𝗂𝗁𝖺𝗍 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗂𝖻𝗅𝗂𝗌 𝖻𝖾𝗍𝗂𝗇𝖺 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂𝗇𝗒𝖺?
Memyr 67
𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗄𝗈𝖼𝖺𝗄 𝗀𝗂𝗇𝗂 𝖼𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺
Andira Rahmawati
thorr knp blm up...dr kemarin kutunggu2 ..
Memyr 67
𝗒𝖺𝖺𝗁, 𝗆𝖾𝗇𝖺𝗇𝗍𝗎 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗆𝖺𝗌𝗎𝗄 𝗅𝗂𝗇𝗀𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇 𝗇𝖾𝗋𝖺𝗄𝖺, 𝗆𝖾𝗇𝗂𝗄𝖺𝗁𝗂 𝗉𝗎𝗍𝗋𝖺 𝗉𝗎𝗍𝗋𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗐𝖺𝗇𝗀 𝗅𝗂𝗇 𝗒𝗀 𝗍𝖺𝗆𝖺𝗄 𝗌𝖾𝗋𝖺𝗄𝖺𝗁 𝖽𝖺𝗇 𝗌𝗎𝗉𝖾𝗋 𝗉𝖾𝗅𝗂𝗍
Memyr 67
𝗁𝖺𝖽𝗈𝗈𝗁. 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗂𝗇𝗂, 𝗉𝗎𝗇𝗒𝖺 𝗄𝖾𝗉𝖺𝗅𝖺 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗌𝖾𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗁𝖾𝗇𝗀
Memyr 67
𝖺𝗉𝖾𝗌 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝗌𝗈𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗎𝗁𝗈𝗇𝗀. 𝗆𝖾𝗇𝗂𝗄𝖺𝗁𝗂 𝗐𝖺𝗇𝗂𝗍𝖺 𝗒𝗀 𝗁𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗂𝗇𝗀𝗂𝗇 𝗌𝖾𝗆𝗎𝖺 𝗁𝖺𝗋𝗍𝖺 𝗌𝗈𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗎𝗁𝗈𝗇𝗀 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝗄𝖺𝗇𝖽𝗎𝗇𝗀𝗇𝗒𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝗆𝖾𝗇𝗒𝗂𝗌𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗌𝖾𝖽𝗂𝗄𝗂𝗍𝗉𝗎𝗇 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝗄𝖺𝗇𝖽𝗎𝗇𝗀 𝗌𝗈𝗇𝗀 𝖽𝖺𝗎𝗁𝗈𝗇𝗀.
Memyr 67
𝗌𝗂𝖺𝗉𝖺 𝗇𝗂? 𝖽𝖺𝖽𝖺𝗄 𝖽𝖺𝖽𝖺𝗄 𝖺𝖽𝖺 𝗊𝗂𝗇𝗀 𝗌𝗁𝖺𝗇?
Memyr 67
𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗌𝗎𝖽𝖺𝗁 𝗉𝖾𝗋𝗇𝖺𝗁 𝗄𝖾 𝗀𝗎𝖺 𝗁𝗂𝗋𝖺 𝗒𝖺? 𝗅𝗂𝖺𝗍 𝗌𝗍𝖺𝗅𝖺𝗄𝗍𝗂𝗍 𝗒𝗀 𝗍𝖺𝗃𝖺𝗆?
Memyr 67
𝖺𝗒𝖺𝗁 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗃𝗂𝖺𝗇 𝗇𝗀𝖺𝗉𝖺𝗂𝗇 𝖺𝗃𝖺? 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗒𝗀 𝗆𝖾𝗇𝗀𝗁𝖺𝗌𝗂𝗅𝗄𝖺𝗇 𝗎𝖺𝗇𝗀 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗇𝗃𝗎𝖺𝗅 𝗁𝖾𝗐𝖺𝗇 𝖻𝗎𝗋𝗎𝖺𝗇, 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺, 𝗑𝗂𝖺𝗈 𝗃𝗂𝖺𝗇, 𝗒𝗀 𝗉𝖺𝗅𝗂𝗇𝗀 𝗆𝗂𝗌𝗄𝗂𝗇? 𝗍𝗎 𝗎𝖺𝗇𝗀 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗆𝖾𝗇𝗃𝗎𝖺𝗅 𝗁𝖾𝗐𝖺𝗇 𝗄𝖾 𝗆𝖺𝗇𝖺? 𝖻𝖾𝗀𝗈 𝗇𝗂 𝖺𝗒𝖺𝗁𝗇𝗒𝖺.
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
dari awal praduga itu ternyata benar, kalo Xiao Jian bukan anak kandung mereka
miss blue 💙💙💙
curga lian keturunan pedagang chen. 🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!