Sebuah kisah cinta seorang gadis buta bernama Chaiya dan seorang pemuda yang selalu chaiya panggil dg sebutan Surya...
Hidup chaiya serasa mendapatkan sinar nya setelah ia bertemu surya. Namun saat surya berusaha mewujudkan impian chaiya untuk melihat dunia...surya menghilang entah kemana. Di saat mata chaiya mendapat cahaya untuk meliat dunia, dia justru kehilangan sinar Surya tercintanya...
Bagaimana kah akhir dari kisah chaiya? akan kah dia mendapatkan cahaya dalam hidup nya?...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian D'n jell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Harapan di mataku
"Walau kemungkinanya kecil, tetap akan kucoba. Apa pun akan ku lakukan untuk mu Chaiya" Surya berniat akan mengajak Chaiya ke rumah sakit itu dalam waktu dekat. Dan sekarang ia akan mengatakan informasi ini pada Chaiya.
💖💖💖
"Benarkah? apakah aku akan dapat melihat?" ucap Chaiya dengan wajah berbinar. Surya telah mengatakan tentang informasi transplantasi mata yang di dapat nya dari sebuah artikel. "Tapi...mataku sudah buta sejak lahir, bagaimana mungkin seorang dokter akan membuat ku dapat melihat?" ucap Chaiya dengan wajah sendu. Ya...semua itu terlihat mustahil bagi Chaiya.
Sejak ia bisa mengigat, Chaiya tidak pernah melihat cahaya sedikit pun. Kegelapan sudah menyelimuti nya sejak lama. Dia bahkan sudah terbiasa dan bersahabat dengan kegelapan. Kegelapan adalah sahabat nya, yang selalu mengiringi nya selama ini. Surya sadar akan hal itu, namun sekecil apa pun harapan untuk mata Chaiya, itu sangat berarti. Dia tidak ingin melewatkan kesempatan yang sangat berharga bagi nya.
Walau pun dalam hati kecil nya, Surya tau jika transplantasi ini tidak berhasil maka itu akan membuat hati Chaiya terluka. Namun tekat nya lebih kuat dari itu. Surya sudah bertekat apapun dan bagaimana pun cara nya, ia akan berusaha mewujud kan impian Chaiya. Bagi Surya hidup nya kini hanya untuk Chaiya. Chaiya adalah nafas nya, detak jantung nya dan cahaya hidup nya. Karna nya kebahagiaan dan keinginan Chaiya adalah segalanya bagi Surya.
Sebenar nya walaupun untuk dapat melihat dunia adalah impian dan harapan Chaiya. Namun Chaiya tidak pernah berniat bahwa semua itu harus terwujud menjadi nyata. Karna sedari awal ia sadar bahwa impian nya itu adalah hal yang mustahil. Ia sadar bahwa impian nya hanyalah sebuah mimpi. Yang walaupun tidak akan pernah terwujud, maka ia tidak akan merasa kecewa sedikit pun. Karna sejak kecil Srada selalu menanam kan pada diri Chaiya, bahwa apa pun kekurangan mu itu tidak akan membuat mu menjadi lebih lemah atau lebih rendah dari siapa pun.
*****
Hari ini Surya sudah mantap dengan tekat yang bulat, untuk pergi mengunjungi rumah sakit di kota. Ia sudah membujuk Chaiya berhari-hari untuk mau ikut dengan nya ke rumah sakit yang ada di kota. Awal nya Chaiya tidak mau pergi ke sana, menurut nya semua itu adalah hal yang sia-sia. Chaiya mensyukuri keadaanya dan tidak ingin memaksa kan bahwa Surya harus memenuhi semua impian nya. Namun karna Surya terus saja mendesak dan membujuk Chaiya, Chaiya akhir nya bersedia utuk pergi ke rumah sakit bersama Surya.
Mereka berangkat pagi-pagi sekali supaya tidak terlalu siang sampai di kota. Karna perjalanan menuju kota itu akan memakan waktu yang lama. Jarak antara srivan ke kota lumayan jauh, lebih jauh dari kota yang pernah Chaiya kunjungi sebelum nya. Kota yang mereka tuju sekarang adalah kota SUKAYA. Kota besar dengan kesibukan yang luar biasa. Kota metropolitan yang sangat megah, mewah dan glamor. Semua fasilitas dan kecanggihan ada di sana.
Karna nya tak heran jika rumah sakit yang menjadi harapan Surya itu terletak di sana. Kota Sukaya adalah kota multi kultural. Kota itu di huni oleh berbagai manusia dengan berbagai ras, suku dan agama. Karna nya kota Sukaya adalah kota yang memiliki keberagaman di dalam nya. Orang-orang di sana tidak terlalu mempermasalah perbedaan yang ada. Karna di sana mereka sudah terbiasa untuk menghargai dan ya...karna semua orang di sana sangat lah subuk. Sehingga tidak ada waktu untuk melakukan hal yang tidak perlu.
Kini Surya dan Chaiya sudah sampai di rumah sakit yang di tuju. Rumah sakit yang berdiri megah dan mewah. Rumah sakit itu berada pusat kota Sukaya. Banyak sekali pasien di sana yang berasal dari luar kota, karna rumah sakit itu sangat terkenal. "Surya...tunggu dulu...apa..kau yakin dengan ini?" ucap Chaiya dengan cemas. "Tentu saja. Aku sudah bilang kan, akan ku lakukan apa pun untuk mu sayang." jawab Surya dengan mantap. "Tapi Surya..biaya di sini pasti sangat mahal kan?" ucap Chaiya dengan polos nya. Mendengar ucapan Chaiya membuat Surya tertawa karna gemas. Pujaan hati nya itu memang sangat polos dan lugu. Surya pun mencubit hidung Chaiya karna gemas dengan kelakuan wanita nya itu.
Mereka mulai memasuki loby rumah sakit dan menuju meja receptionis. "Selamat siang, ada yang bisa saya bantu tuan?" sapa ramah seorang receptionis yang terlihat masih muda dan cantik. "Ya nona, saya ingin menemui Dr Jhon untuk konsultasi tentang transplantasi mata." jawab Surya. "Apakah anda sudah membuat janji sebelum nya tuan? karna saat ini Dr Jhon sedang berada di London." jelas sang receptionis. "Belum..saya belum membuat janji dengan Dr Jhon" ucap Surya dengan kecewa. "Sebaik nya anda buat janji dulu tuan, kemungkian satu minggu lagi Dr Jhon akan kembali dari London." ucap sang receptionis sambil memberi kartu nama yang tertera nomor pribadi Dr Jhon.
Dengan berat hati Surya harus menunda konsultasi nya. Mau bagaimana lagi, ia terpaksa harus bersabar dan menunggu sampai Dr Jhon tiba. Surya memutus kan untuk sementara ia dan Chaiya akan tinggal di kota Sukaya. Surya menyewa satu unit apartemen untuk mereka tinggali sementara sambil menunggu kedatangan Dr Jhon. Chaiya tidak bisa menolak keputusan Surya, walau sebenar nya dia lebih suka tinggal di srivan. Di kota ini dia begitu asing, dan tidak mengenal apa pun.
Alasan sebenar nya dari keputusan Surya untuk tinggal sementara di kota Sukaya adalah, karna jarak tempuh yang cukup jauh dari Srivan. Surya takut perjalanan bolak balik akan membuat Chaiya kelelahan. Surya berpikir dia akan sekalian mengajak Chaiya jalan-jalan di kota Sukaya. Lagipula Chaiya memang belum pernah menikmati suasana kota metropolitan seperti kota Sukaya. Kini mereka tengah menikmati makan siang di sebuah resto yang ada di apartemen. Rencana nya mereka akan jalan-jalan di kota tua yang ada di kota Sukaya. Kota tua adalah salah satu tempat iconik di sana.
Sebenar nya ada beberapa tempat iconik yang terdapat di sana. Surya akan mengawali nya dari kota tua terlebih dulu. Sebisa mungkin dia ingin membuat Chaiya senang dan nyaman untuk tinggal sementara di kota Sukaya. Dia tau kalau Chaiya lebih suka dan nyaman tinggal di Srivan. Keesokan hari nya mereka akan pergi ke kota tua seperti yang sudah di rencanakan. Tak lupa mereka menyempat kan untuk sarapan sebelum pergi jalan-jalan. Surya memilih menu makanan nasi yang di beri sayuran rebus dan di siram saos kacang kental dengan rasa sedikit pedas, namun bercita rasa gurih manis yang sangat lezat. Tak lupa sajian tambahan yaitu keripik yang terbuat dari tepung beras dengan toping kacang kacangan yang renyah. Surya dan Chaiya sangat menikmati sarapan mereka hari ini, dan mereka pun siap untuk jalan-jalan.
dukung juga novelku cinta adalah sebuah perjalanan yang indah 🙏
feedback ya...😀😀
sudah mampir boom like
sukses iya untuk karyanya
jangan lupa mampir di karya pertamaku yang menceritakan cowok letoy yang selalu di tolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY
Terimakasih 🙏
Maaf baru bisa mampir
Jangan lupa mampir dikaryaku
Aisyah Aqila ya
Jika ada waktu mampir lagi ya, kekaryaku sudah up lagi :)
salam dari RINDUKU DI UJUNG SURGA
😄😄
"Istri yang Terabaikan telah UP!"
Jangan lupa mampir dan berikan like dan komentar nya ya. Terimakasih.
semangat selalu.. Jangan dlu end dong..
mari saling mendukung
salam Mengintip Jodohku ❤️