NovelToon NovelToon
Asisten Magang TUAN MESUM

Asisten Magang TUAN MESUM

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Transmigrasi / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:26.8k
Nilai: 5
Nama Author: Elprasco

WARNING *** HARAP PILIH BACAAN SESUAI USIA!


Di pesta satu tahun pernikahan, Reta tewas dalam kecelakaan mobil yang diatur suami dan sahabatnya sendiri.

Beruntung Tuhan memberi Reta kesempatan kedua.

Kali ini, dia berjanji akan merebut semua yang pernah menjadi miliknya.

Berencana menghubungi satu-satunya keluarga yang dipercaya, malah berakhir dalam kesalahpahaman.

"Kubeli tubuhmu seharga tiga miliar." tegas Max menatap gadis bersetelan bikini di depannya,


Bisakah Reta membalas dendam sembari mengatur takdir yang membelenggu tubuh keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elprasco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari pertama

Mobil biru legam melaju memasuki rantai aspal, terlihat pria yang begitu khidmat mengemudi dengan kecepatan stabil.

"Apa kamu sudah menemukan sesuatu?" celetuk Max, menatap punggung pria yang menduduki bangku supir.

"Resepsionis hotel bilang, ada wanita yang mengaku sebagai keponakan anda dan meminta kunci kamar."

"Apa?!" Max menggertakkan gigi,

Rasa penasaran itu berubah menjadi kebencian. Dia hanya punya satu keponakan yang baru saja meninggal, lalu muncul wanita lancang mengaku dan meminjam identitas keponakannya.

"Ciri-cirinya sama. Dress merah, rambut pendek dengan riasan tebal..." imbuh Fero sambil terus menyetir,

"Aku ingin resepsionis itu dipecat! Bisa-bisanya tertipu dengan cerita tolol."

"Baik, Tuan." Fero mengangguk paham,

Merasakan aura pembunuh, menandakan kalau atasannya benar-benar mengamuk. Tatapan dingin serta raut geram tampak dari kaca mobil,

"Gawat!" batin Fero menelan saliva,

KEESOKAN HARI...

Bangunan besar yang begitu asing, gerbang serta pekarangan luas yang terlihat dari kaca mobil. Tiang bendera menjulang juga lorong yang terlihat,

Seketika membuat Ana sadar, bahwa ia harus beradaptasi dengan semua ini.

Akhirnya tubuh Ana bisa menjalani kehidupan normal meski dengan jiwa orang lain.

"Aku harus punya banyak teman! Tapi bukan teman palsu kayak si Syla," batin Ana dengan tangan mengepal kuat.

Mengingat sosok yang pernah dianggap sebagai sahabat, namun malah mengkhianatinya.

"Mau kakak anterin sampai ke dalam?" tawar Leo, menatap lembut.

"E-eh. Enggak-enggak, aku bisa sendiri." menggeleng pasti,

"Kakak pulang aja," tolak Ana, melepas seat belt yang melilit tubuh.

"Ya udah. Kakak udah bilang ke rektornya soal kondisi kamu---jadi jangan memaksakan diri. Kalau ngerasa capek, izin pulang aja."

"Iya, siap." angguk Ana tersenyum lebar,

Kakinya melangkah keluar, berdiam menunggu punggung kendaraan yang mulai menjauh.

Ana menghela nafas panjang sebelum berbalik, berjalan menaiki tangga.

Hentakan kaki saling bersaut, lalu lalang mahasiswa lain memenuhi jalan.

Tampak pekarangan luas, tiang bendera, serta sederet kelas bertingkat di sekelilingnya.

Detik berlalu, hampir 10 menit gadis itu habiskan guna melihat suasana dan beberapa tempat yang ada di universitasnya.

"Ternyata. Sekolah jaman sekarang lebih bagus dari jamanku dulu," pikir Ana mulai melirik ke arah ponsel yang ada dalam genggaman.

Menyadari waktu hampir menunjukkan pukul 8. Yang artinya ia harus segera mendatangi kantor rektorat,

"Yang mana ya, ruangannya?" gumam Ana sedikit tergesa gesa, sorot matanya menoleh ke segala tempat.

"Aduh, kalo gini bakal lama…"

"Mending aku tanya ke orang lain," lugasnya mengalihkan manik hingga tertuju pada gerombolan mahasiswi di depannya.

"Permisi..." celetuk Ana, membuat kelompok itu berhenti dan menoleh secara serempak.

"Mau tanya. Gedung rektorat ada dimana ya?" Ana bertanya dengan nada ramah serta senyuman, selayaknya gadis baik pada teman sebaya.

"Oh, dari koridor situ, kamu lurus sampai ada tangga 'nah nanti ketemu."

"Di sana gedung rektoratnya,"

"Terima kasih," pamit Ana, sedikit menunduk segera berjalan ke tempat yang telah ditunjukkan.

"Wah, lesung pipinya imut banget. Kayaknya baru kali ini aku lihat mahasiswi secantik dia," ujar yang lain, tak bisa menahan takjub.

"Iya. Lesung pipinya langsung muncul kalau dibuat ngomong,"

"Tapi kok kayaknya aku ga pernah lihat?" gumam Gea, seorang mahasiswi semester 6 yang baru saja berbincang dengan Ana.

"Sama aku juga." angguk Seli, teman sekelompok.

"Atau mungkin kita aja yang ga tau! emangnya kalian hafal satu persatu anak di sini," sahut Sofi mengangkat alis.

"Au dah. Mending buruan lari, dari pada telat masuk kelas!"

10 menit kemudian,

Ana berhasil sampai dan telah berdiri menghadap dekan.

"Jadi, kamu mahasiswi barunya?" celetuk pria paruh baya, dengan raut sinis.

Ana merasa terkejut dengan sikap yang didapat. Padahal ini pertemuan pertama mereka,

"Uhm, iya..."

Felix Hanle seorang dekan yang telah menjabat selama 15 tahun. Dia adalah pria serakah nan munafik, banyak sekali uang yang ia salah gunakan.

Namun itu semua hanya menjadi rahasia semata, karena Felix mendapat perlindungan dari Rektor kampus.

"Ayo. Percepat langkahmu," ajaknya beranjak pergi.

"Ini hari pertama. Tapi kamu datang telat," omel Felix tanpa menoleh,

"Apa apaan sih. Sensi banget! Kek punya dendam kesumat ," benak Ana mengerutkan alis, menatap punggung berbalut kemeja hitam di depannya.

Di tubuh sebelumnya, tidak akan ada yang berani mengeraskan suara padanya apalagi bersikap kasar.

Uang dan jabatan memang sangat berpengaruh.

Mereka berjalan melewati beberapa kelas, hingga sampai di depan ruang. Ana melangkah masuk, mengikuti pria tadi.

Di dalam telah begitu banyak mahasiswa, serta dosen wanita berpakaian formal yang tengah mengajar.

"Selamat pagi, Pak..." sapa murid dengan serentak.

"Hm, selamat pagi." angguknya, membenarkan posisi.

"..." Sesekali beberapa orang mencuri pandang ke arah gadis tadi, tampak penasaran.

"Saya ada pengumuman. Di samping saya, ada anak baru,"

"Ayo--perkenalkan dirimu," ucap Felix datar.

"Iya..." gadis itu mengangguk senyum, meski sedang menahan kesal.

"Selamat pagi semuanya. Nama saya Arana Fetari, kalian bisa panggil saya Ana." menyapa dengan ramah,

"Ini pertama kalinya dia kuliah offline. Sebelumnya dia cuma belajar di rumah karena penyakitan,"

"Jadi harap maklumi, kalau dia tiba-tiba pingsan." tambah Felix tersenyum remeh.

"Mia, bukankah dia sepupumu?"

DEP.

Suara lirih yang berhasil didengar seketika mampu membuat gadis itu geram. Kedua tangannya mengepal erat,

"Kenapa harus dia sih?!" Ana menggerutu dalam hati,

Tak mengira harus bertemu dengan musuhnya di hari pertama kuliah.

"Iya. Tapi jangan bilang ke yang lain, aku malu mengakui kalau dia sepupuku." sahut Mia, tersenyum licik.

"Ck! Kapan aku bisa hidup tenang?" benak Ana menekuk bibir,

"Ya sudah. Kamu bisa duduk di bangku kosong itu," menunjuk kursi paling belakang.

Tanpa pikir panjang, Ana mengangguk sebelum berjalan pergi. Dengan kepala tegak mendekati tempat yang ditujukan untuknya,

"Lihatlah. Dia duduk dengan si bau," bisik yang lain.

Menunjuk pria gemuk berkacamata yang selalu jadi bahan ejekan mereka.

"Sepertinya mereka akan jadi pasangan serasi." sorak Mia terkekeh,

Di saat yang lain mengejek, ada seorang pria yang tampaknya terpesona oleh kecantikan Ana.

"Hey." panggil Van, berhasil membungkam mulut mereka.

Van adalah anak Rektor kampus yang disegani, tak ada satu pun mahasiswa berani menentangnya.

"Kamu bisa duduk denganku!"

Tawaran singkat itu berhasil mengejutkan semua orang, bahkan membuat Ana mendongak ke arah suara yang tengah mengajaknya bicara.

Mendapati pria berkaos dengan celana jeans robek, rambutnya sengaja diwarnai hijau neon, sekali pandang Ana langsung tahu tabiat pria itu.

"Bagaimana?" rayu Van tak henti tersenyum,

"Tapi, Van?! Bagaimana denganku?" sontak Mia antusias,

"Apa lagi? Ya kamu tinggal pindah dan duduk dengan si bau." sahutnya bersikap dingin,

"Hahaha..." gelak tawa segerombolan pria yang selalu menjilati Van.

Mia terdiam menahan malu. Tak henti menggertakkan gigi,

Entah hal menarik apa yang Van lihat dalam diri Ana, sampai tak bisa mengalihkan pandangan.

"Dasar, gadis sialan! Takkan aku biarkan, kamu merebut priaku!"

1
aku
go max go!!!! 🌹
wahyu
harusnya bilangin buat cuti silaturahminya🤭
Antoni
Suka sama ceritanya/Drool/banyak plottwist yang darderdor/Angry/
buyu
seru ceritanya thor. berharap bisa update setiap hari/Drool//Drool/
buyu
obses anjayyy/Awkward/
galksi
gen gila ayahnya nurun/Sob/astaga bocil udah kyk gitu. jgn-jgn ada bibit psikopatnya?/Angry/
aku
mentalnya sakit ayahe si syla 🙄
aku
kesian ana 😭
galksi
PLISSSSS JANGAN THOR!/Sob/PATAH HATI BANGET KALAU SI MAX TERNYATA ADA ANAK SAMA WANITA LAIN
wahyu
anak nakalnya udah pinter bikin anak maa🤣
wahyu
ceritanya tentang balas dendam di kehidupan kedua. tapi sesuai judul, fokus utamanya tetap kisah romantis Ana yang kena bucin sama om tirinya di kehidupan pertama. Rencana balas dendamnya tetap berjalan dan ada beberapaplottwist yang ga aku sangka. BAGUS! SUKA! LANJUT THORR/Drool//Determined/
YAM
itu syila katanya adeknya max itu silsilahnya gimana dri siapa🤔🤔
rupotu: iya, penasaran gmn ceritanya
total 1 replies
Na Nazar
karakter Ana yang awalnya gadis penyakitan berubah jd wanita kuat. mantap sih. lanjut thor/Determined/
Tamirah
Namanya aja cerita fiksi mau dibuat maksiat apa kata author saja gampangan banget raba sini raba sana celup sini celup sana tanpa ada ikatan gak perduli wanita nya hamil yg penting hasrat terpenuhi payah gak bermoral.
Tamirah
Awal cerita ini sdh tertebak suami dan sahabat nya mengkhianatinya dan baru Reta ketahui dlm kondisi kecelakaan bersama point nya merampas harta kekayaan.Gak didunia halu saja di dunia nyata pun ada suami dan sahabat model gitu cuma beda versi.Lanjut Thor.
wahyu
dapet benih om tiri /Angry/
sutimh
sumpah ini rill. aku juga punya sodara model gini/Puke/ingin rasanya nabok
gulali
cerita bagus, genre pindah tubuh yang kusukai, MC wanitanya top ga menye-menye/Drool/
mila
duh dijabanin nih sama om max😍
mila
apakah max memendam rasa ke ponakan tirinya?/Shy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!