NovelToon NovelToon
Tumbal Perawan

Tumbal Perawan

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Spiritual / Tumbal
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Osiye

Cinta di tolak dukun bertindak itulah sebutan buat Ninis. Penolakan dari laki-laki yang bernama Tirta membuat dia nekat bersekutu dengan jin agar bisa menolongnya untuk mendapatkan Tirta.

Sebagai tunangan Tirta, Sena berjuang mati-matiam gar bisa menyelamatkan Tirta dari pengaruh sihir yang Ninis kirim.

Mampukah Sena menyelamatkanya?

Simak ceritanya di sini. Jangan lupa, Like, Coment, Vote, jangan lupa mawar dan kopinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Osiye, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Akhir Hidup Sakinah

"Ap-a tum-b-al? Enggak aku nggak mau! Tolong lepaskan aku! Lepaskan aku! Mba Ninis tolong aku mba! Aku takut." ujar Sakinah terbata-bata gadis itu menggeleng ketakutan meminta tolong sama Ninis berharap perempuan itu mau menolongnya.

Haha... Haha...

Mendengar Sakinah meminta tolong padanya, Ninis malah terbahak-bahak menertawakan Sakinah yang sedang ketakutan sungguh polos sekali gadis itu pikirnya, sebagai sesama perempuan bukannya merasa kasian melihat Sakinah ketakutan Ninis justru terlihat sangat bahagia melihat penderitaan Sakinah. Hati dan pikirnya bener-bener sudah di rasuki iblis tidak ada rasa belas kasian sedikitpun padahal Sakinah itu masih tetangganya.

"Apa menolong mu? Apa aku nggak salah dengar? Aku bersusah payah membawa mu kesini setelah aku mendapatkannya kau minta aku menolong mu? Sakinah, Sakinah ternyata kau bodoh apa gimana sih." sahut Ninis tersenyum smirk mencengkram dagu Sakinah.

"Ap-a maksud mba Ninis? Mba Ninis yang membawa aku kesini?" tanya Sakinah menangis ketakutan.

"Ya! Aku yang membawa kamu kesini! Aku susah paya mencari informasi soal gadis yang lahir di hari jumat kliwon untuk aku jadikan tumbal. Tidak aku sangka ternyata gadis itu kamu Sakinah! Demi mendapatkan Bang Tirta, maka aku harus menyerahkan kamu sama guruku yaitu kake Sobiyi." sahut Ninis terbahak.

"Kenapa mba Ninis melakukan ini sama aku mba? Apa salah ku? Enggak mba. Aku enggak mau. Tolong lepaskan aku!" teriak Sakinah meronta-ronta berusaha melepaskan diri.

"Gadis miskin kaya kamu nggak pantas hidup Sakinah, kalau kamu tetep hidup yang ada bakalan nyusahin aku dan keluarga ku." Ninis semakin kuat mencengkram dagu Sakinah sampai kuku panjangnya melukai dagunya.

"Dasar perempuan jahat! Setan betina! Iblis! Aku berdoa semoga kalian mendapatkan hukuman yang setimpal dari Allah. Ingat mba Ninis, Allah akan melaknat bagi manusia yang bersekutu dengan jin dan iblis!" Sakinah berteriak lantang di depan Ninis dan kake Sobiyi.

Mendengar ucapan Sakinah yang menurutnya terdengar menyakitkan wajah Ninis memerah. Ia menahan amarah rahangnya mengeras matanya melotot tangannya terkepal kuat tidak terima sama semua ucapan Sakinah, Ninis merasa ucapan Sakinah begitu menyakiti hatinya. Ninis menjambak rambut Sakinah yang tertutup hijab dan memberinya tamparan berkali-kali.

Plak!

Plak!

Akh!

Kepala Sakinah tertoleh ia menjerit kesakitan darah keluar dari kedua sudut bibirnya cap lima jari membekas di kedua pipinya, Sakinah merasakan nyeri di wajahnya kini penampilan gadis itu terlihat berantakan dan mengenaskan. Hijabnya merosot badanya terlihat gemetaran wajahnya sudah di penuhi luka lebam. Gadis itu sama sekali tidak memiliki tenaga untuk melawan Ninis mengingat dirinya lagi di ikat, Sakinah sudah pasrah kalau seandainya malam ini malam terakhir untuk dirinya hidup di dunia.

Kake Sobiyi tersenyum jahat tua bangka itu tidak percaya kalau perempuan yang kini sudah menjadi pengikutnya ternyata memiliki hati yang begitu kejam dan tidak berperasaan, tua bangka itu merasa beruntung bisa memiliki pengikut seperti Ninis, karena inilah yang selama ini dirinya cari-cari punya pengikut yang berhati iblis tidak mempunyai belas kasian sama sesama manusia.

"Gadis sialan berani kamu nyumpahin aku? Tidak ada alasan lagi untuk aku membiarkan gadis sialan sepertimu hidup lebih lama lagi. Bersiaplah karena sebentar lagi kau akan pergi ke neraka menyusul Bapak kamu yang sama-sama pembawa sial itu!" Ninis mendorong kasar tubu sakinah hingga membentur bebatuan yang ada di belakangnya.

"Bertobat lah sebelum Allah, melaknat kalian berdua!" teriak Sakinah dengan bibir bergetar menahan sakit dan juga takut.

"Bangs*t!"

Plak! Plak!

Uhuk! Uhuk!

Ninis kembali terpancing emosi dia kembali memberi tamparan di pipi Sakinah dan mencekik lehernya membuat gadis itu terbatuk-batuk hampir kehilangan napas.

"Ninis hentikan! Kalau gadis itu mati kita tidak bisa mempersembahkan ke tuan kita!" tua bangka itu menarik kasar cengkraman Ninis dari leher Sakinah.

"Maafkan aku guru, guru lebih baik sekarang guru mulai ritualnya saja. Aku sudah tidak sabar melihat gadis sialan itu mati." ujar Ninis melihat kake Sobiyi si dukun mengerikan itu.

"Duduklah!" tua bangka itu menujuk tempat duduk di depannya menggunakan dagunya supaya Ninis mengikuti arahannya.

Air mata Sakinah semakin berhamburan melihat si tua bangka dan Ninis lagi melakukan ritual penyembahannya, Sakinah tersenyum getir sudah tidak ada harapan lagi untuk dirinya hidup karena sebentar lagi dirinya akan mati di jadikan tumbal oleh Ninis dan si tua bangka menyeramkan tersebut.

"Ya Allah, jika ini suda jalan hidupku yang sudah engkau tentukan dengan mati di tangan mereka, aku iklas ya Allah. Ibu, Ageng, maafkan aku." ucap Sakinah lirih.

Dukun tua itu mulai kembali menyalakan api dan menaburi kemenyan di atasnya, asap putih mulai menyebar di seluruh penjuru gua bau kemenyan mulai tercium di indra penciuman ketiganya, mulut si tua bangka mulai komat-kamit membaca mantra memanggil para dedemit dan setan merekayangan beserta mahkluk halus lainnya.

Ninis tersenyum penuh kemenangan karena sebentar lagi keinginannya memiliki Tirta akan segera tercapai, dia melirik ke arah Sakinah yang sudah tidak mempunyai daya dan upaya. Perempuan itu mulai memejamkan mata seperti yang di perintahkan si tua bangka tersebut.

Sakinah memejamkan matanya gadis itu terus berdoa dalam hati apapun yang terjadi pada dirinya hari ini dirinya sudah iklas, kalau memang malam ini akhir dari hidupnya ia sudah pasrah menyerahkan hidup matinya sama Allah tuan sang pemilik jagat.

"Wahai para dedemit, setan merekayangan dan arwah-arwah gentayangan terimalah persembahan kami! Wahai tuan ku terimalah sesembahan ini, hamba berikan sesembahan ini untuk tuanku dan terimalah murid hamba sebagai pengikut baru tuan." dengan mata terpejam dan bibir terus komat-kamit si tua bangka begitu fokus melakukan ritual.

Grhhhh!

Grhhhh!

Asap hitam pekat keluar dari dalam patung berhala, sosok hitam tinggi dengan mata merah menyala dan mulut lebarnya menampakan diri di hadapan si dukun tua bangka dan juga Ninis. Sosok makluk hitam itu menggerang mulutnya tebuka lebar mengeluarkan darah berwarna hitam pekat berbau amis yang begitu menyengat, mata mahkluk itu tertuju ke arah Sakinah yang masih terikat.

Ninis terhenyak perempuan itu hampir terjengkang kebelakang, dia kaget melihat sosok mahluk hitam di depannya. Ninis teringat kalau ternyata mahkluk itu pernah ada di mimpinya.

Sakinah mendongak mata gadis mendelik sempurna tubuhnya semakin gemetar melihat sosok mengerikan berdiri di hadapannya lagi membuka mulutnya lebar, Sakinah mulai menggerakan tubuhnya berusaha untuk melepaskan diri dari ikatannya tapi tidak bisa. Usahanya sia-sia ikatan tali yang menjerat tubuhnya bener-bener kuat.

Garrhhh! Garhhh!

Akh!!!!!

Akh!!!!

Akh!!!!

Sakinah menjerit kesakitan saat makhluk hitam itu mulai menghisap darah di dalam tubuhnya lewat ubun-ubun, kerongkongan dan kemaluannya. Dalam sekejap nyawa gadis itu melayang karena darahnya di sedot habis sama makhluk mengerikan itu.

"Gu-gu-ru," ucap Ninis terbata-bata perempuan itu ketakutan wajahnya terlihat pucat pasi keringat membajiri seluruh anggota tubuhnya.

"Diam dan tetep fokus." ucap dukun Sobiyi mengingatkan Ninis.

Ninis mengangguk patuh dia kembali memejamkan matanya dengan perasaan tidak karuan, sejujurnya ia takut sama sosok makhluk itu tetapi dirinya mencoba untuk tetap tenang.

Garhhhh!!!

"Aku mau dia." suara mengerikan itu membuat Ninis membuka matanya. Perempuan itu mendelikan matanya saat makhluk mengerikan itu menunjuk dirinya.

"Baik tuan. Semua sudah hamba siapkan." sahut si dukun tua mengatupkan kedua tangannya, dukun itu tersenyum ke arah Ninis.

Deg....

******

1
Rembulan menangis
critnya trlalu brtele² bnyak lompat buat pmbaca gk paham jln critanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!