NovelToon NovelToon
Salah Menikah

Salah Menikah

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:117.8k
Nilai: 5
Nama Author: AsriNp

Sedang proses revisi.

***

Bagaimana jika kamu dihadapkan dengan kenyataan harus menjanda?

Dia harus gagal dalam ikatan pernikahan pertamanya.

Anak pertamanya menyandang status anak keponakan sang mantan suami. Tetapi ia menikah dengan pamannya.

Kadang dia merasa kotor akan tubuhnya sendiri, kejadian dimalam itu, membuatnya harus menelan pil pahit. Atas kebodohannya menolak pertanggung jawaban dari sang kakak angkatnya.

Setelah insiden kecelakaan yang membuat orang tuanya celaka, mereka berpisah bertahun-tahun. Hingga suatu hari merekapun bersama-sama kembali. Namun, El masih enggan mencurahkan isi hati yang berada dalam memory ingatannya.

Meskipun tanpa ia sadari sang papa telah mengetahui.

Mama El masih mendukung El dan Willy untuk bersatu. Tetapi sebelum ia tahu kenyataannya yang sebenarnya.

Lalu apakah Mama Ima akan memberikan restu setelah ia tahu segalanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AsriNp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 POV El-Suci / Dimabuk Kepayang

"Sudah jangan cemberut terus gara gara willy ya?"

"Dia jahat loh mas mesra-mesraan didepanku!" aduku dengan mengerucutkan bibirku.

"Memangnya kenapa apa kamu cemburu El?" tanya mas Tino padaku.

"Mungkin dia mencintai kita berdua om." jawabnya menimpali dengan kekehan geli dia bergidik.

"Apa sih kak illy geer deh, siapa Yang cinta sama kakak? Kak Putri doang Yang suka cowok rese kaya kamu.. Upss," Aku tertawa lepas karna berhasil membuatnya diam membatu.

Seketika hening, kami bertiga pun tanpa berbicara berucap sepatah katapun, kulirik sekilas kak illy hanya serius menatap kearah depan. Aku pun mulai memanggilnya.

"Mas Tino," Panggilku dengan lembut.

"Hmm, iya!"

"Kapan pulang?" tanyaku.

"Baru satu hari peri cantik ditinggal, udah nanya kapan pulang?!!" Dia menggelengkan kepala mungkin terheran dengan pertanyaanku. "Harusnya bertanya apakah mas sudah siap untuk menjadi imammu?!!" tanya mas Tino dengan tersenyum.

Aku hanya bisa memperlihatkan wajahku Yang merona karna ucapannya. Sungguh perkataannya mampu membuatku dimabuk kepayang hingga keawang-awang.

Jika saja dia sudah sah menjadi suamiku ingin kudekap ingin ku peluk dan menghujaninya dengan ciuman.

"Tunggu mas sampai kita berhasil menemukan musuh keluargamu ya!! Nanti mas minta restu sama kedua orang tuamu."

"Restu??!!" tanyaku dengan mengerutkan keningku.

"Iya Restu untuk menikahi gadis perempuannya Yang cantik jelita ini." Dengan mengedipkan matanya dia berhasil membuatku terpana.

Jika tidak ada kak illy disebelahku sungguh aku ingin sekali guling gulingan saking aku dibuat bahagia dengan kata kata mutiara menurutku Yang membuat hatiku semakin mengagumi nya.

"Sudah belajar menjadi istri solehah? bukan maksudnya mas sudah tau tentang apa saja menjadi istri solehah?" Aku hanya menggeleng-geleng kan kepala.

"Yaampun, belum belajar ya cantik? Yang pertama tutup aurat? Tapi mas tidak akan memaksamu jika kamu belun siap untuk berhijab, tapi setidaknya mulai sekarang kamu mencoba memakai pakaian sopan jangan kurang bahan lagi ya?" Aku hanya menganggukan kepala tanda aku mengiyakan.

Sungguh ketika didepannya mulutku terasa terkunci untuk berucap, aku hanya mampu mendengarkan ucapan-ucapannya.

"Sudah solat isya?" Dia pun bertanya kembali. Aku pun menggelengkan kepala tanpa aku menjawab.

"Nanti sudah sampai, solat isya ya? Jangan lupa sebut nama mas disetiap do'a-do'amu semoga dipermudah jalan takdir kita."

"Iya mas," Jawabku singkat.

"Yasudah, sudah dulu ya, mas tutup panggilannya ya, selamat beristirahat cantik dadah... Asalamu'alaikum."

"Iya mas, dadah... Wa'alaikumsalam." Aku pun melambaikan tanganku kelayar ponsel, sebelum akhirnya panggilan pun terputus.

Karna terlalu asyik berbicara ditelfon tanpa terasa akupun sudah sampai didepan rumah dengan masih memegang ponsel didada.

"El kau mulai tak waras." Gelak tawa menggelegar terdengar nyaring dipanca indra pendengaranku.

"Iishhh kak illy." Aku pun menutup telingaku dengan kedua telapak tanganku.

"Kurang ajar mau buat aku tuli ya?"

Dia berhasil lolos dari kejaranku, karna dia sudah memasuki kamarnya dan mengunci nya dari dalam.

"Hissshhh,, rese-rese benci ih aku sama kamu kak" umpatku dengan menghentakkan kakiku didepan kamarnya dan mengetuk pintu kamarnya dengan kasar.

Setelah aku lelah mengumpat habis-habisan karna prilakunya Yang menyebalkan, aku pun menuju kamarku untuk membersihkan diri dan mulai terlelap tidur menuju alam mimpi.

Tapi belum juga terlelap ponselku berbunyi, memaksaku untuk terbangun.

Kusibak dengan kasar selimut Yang sudah menempel ditubuhku, panggilan video lagi dari mas Tino. Aku pun mengangkatnya

"Ya Assalamu'alaikum mas Tino,"

"Wa'akaikumsalam, maaf mengganggu tidurmu ya? cuma ingin mengingatkan solat isya nya ya jangan ditinggal!"

Aku pun diam mematung mendengar nya, aku lupa juga belum menunaikan kewajibanku, aku tak menjawab semua ucapannya.

Sampai akhirnya panggilan pun diputuskan. Akupun melakukan kewajibanku. Setelah selesai akupun langsung tertidur kembali. Kupastikan kali ini pasti tidur nyenyak.

***

Sudah beberapa minggu berlalu namun mas Tino pun tak kunjung pulang paman Imam juga tidak berada dirumah karna pergi bersama kedua orang tuaku. Kehangatan itu telah memudar seiringnya waktu.

Suasana Yang tadinya selalu dengan guyonan hangat pergi hilang perlahan. Sekarang terasa Hampa seperti Yang kualami beberapa tahun Yang lalu waktu berumur delapan tahun.

Setelah makan malam kudapati kak illy telah bersiap dengan jaket Levi's dan dipadukan dengan kaos putih didalamnya.

"Kak mau kemana? Aku ditinggal lagi sendiri dirumah?" Cicitku dengan sendu.

"Iya tidak apa apa ya El? Ada acara diluar sama Putri!!" Jawabnya dengan menghampiriku.

"Oh gitu mau kencan?" tanyaku kepada nya dan hanya diberi anggukan olehnya.

"OK, hati hati ya kak,"

"Bawa kunci cadangan nya ya nanti aku males nungguan orang Yang lagi kencan." Aku berjalan kearah laci dengan membawakan kunci untuk kak illy.

"Iya El, kakak jalan dulu ya?" Aku pun menganggukan kepala dan kak illy berlalu pergi.

Aku menuju kamarku untuk merebahkan tubuhku tak berselang Lama aku terlelap tidur kedalam mimpi.

Tengah malam aku terbangun karna aku lapar kembali, kebiasaan malam-malam lapar, kalo tidak makan lagi tidak akan tertidur lagi.

Kulihat jam didinding sudah menunjukan pukul setengah satu, tapi sepertinya kak illy belum pulang, kencan sampai larut malam?

Terdengar suara gaduh dari arah depan akupun berjalan menuju titik asal kegaduhan itu, kudapati lelaki Yang sudah kuanggap sebagai seorang kakak ternyata mabuk? Apakah benar seperti itu?

"Kak Putri." Panggilku dengan menghampirinya.

"Kak illy mabuk?" pertanyaan pertama yang terlontar dari mulutku.

"Iya Nona, maafkan saya, saya tidak tahu dia minum apa sampai keadaannya seperti ini," Jawabnya dengan raut wajah bersalahnya.

Aku hanya tersenyum melihat gurat wajahnya yang berubah seperti menyesali keadaan kak illy yang tak lain kekasihnya.

"Aku tidak akan menyalahkan kakak tidak usah memasang wajah bersalah." Dengan tersenyum akupun membantu nya membopong kak illy menuju kamar.

Setelah sampai didalam kamar kami berdua pun merebahkan tubuhnya keatas ranjang. "Kakak boleh pulang, biar aku yang urus kak illy," ujarku seraya menyuruh nya pulang.

"Sudah larut malam juga, maaf ya kak laki-laki itu merepotkanmu." Dengan menunjuk kearah kak illy.

"Iya Nona saya pamit pulang." Pamitnya seraya berlalu meninggalkan kamar.

Geram melihat tingkahnya seperti ini, kok bisa tingkahnya begini? Disaat mas Tino pergi bukannya mengikuti jejaknya yang sangat bertanggung jawab.

Dan jauh dari kata nakal, mungkin. Mungkin kah lelaki yang kucintai prilakunya seperti kak illy?

Aku tidak bisa menyimpulkan, jika aku tidak melihatnya dengan mata kepalaku sendiri.

Aku berkacak pinggang didepan ranjang menatap lekat-lekat keadaan lelaki yang tengah terbaring diranjang dihadapanku.

Keadaan memang sepi kalo tengah malam, disini dirumah ini hanya ada dua art saja satu tukang kebun dan satu satpam didepan yang berjaga.

Otomatis akan selalu sepi sekali jika tuan rumah atau ketiga pria tampan itu pergi. Suasan rumah sepi, hening bahkan seperti tidak berpenghuni..

"Haduh dasar kak illy ini menyebalkan, menyusahkan aku saja, mas Tino tidak ada jadi aku yang harus mengurusnya." aku mengomel bagai emak emak dengan melepaskan sepatu yang dipakainya.

Tap

Dia memegang tanganku dengan mata memerah, dan tatapan Yang tak bisa diartikan.

"El." Panggilnya dengan mata misterius.

Kenapa kak illy menatapku seperti itu? Tatapannya seperti ingin...

Ingin sesuatu Yang tak kuketahui..

.

.

.

.

BERSAMBUNG

1
Agazzy Jun
siapa yg salah?tentu saja Antonio dan Aurelia
K3NAPA?antonio yg egois yg mminta menikahi EL.dia tahu El mengandung dan ank siapa.bhkn dia sndringatakan untuk menembus kesalahannya d masa lalu,apa yg terjadi sekarang justru dia goyah setelah kehadiran masa lalunya.

Aurelia yg tidak tau malunya masuk d kehidupan rmh tgga orang lain.meskipun dia bntu klurga El untuknjaganya,stdknya dia tdk main hati ketika mntan kekasihnya sdh berumah tangga.berciuman,berpelukan d rmh EL baik itu tnpa sengaja brtemu dgn Antonio.
Ria Ulandari
mim buat El nikah sama Wil dong 😬
Ahla Nayla
sdikit bgung bcanya tp sprty nya bgus..ok lah
Ruang Rindu: terimakasih untuk krisannya kak, nanti aku revisi ulang.. maklum cerita pertama hehe😊
total 1 replies
Senandung Melodi Cinta
Mff thor, liat visualnya aj dh mls baca🙏🏻
Ruang Rindu: tidak apa tidak usah dilanjutkan sja kak. terimakasih sudah berkenan mampir
total 1 replies
Kimie Meonk
klo suamiku bknx krg peka lgi Thor tpi EMG ga peka...
Kimie Meonk: he'em... tpi ya gmn lgi EMG orgnya sort itu... yg pntg tanggung jwb n pekerja keras.. satu lagi... yg paling penting SETIA..😊🥰🥰🥰👍👍🙏
total 2 replies
✰͜͡v᭄pit_hiats
yeayy komen nu kahiji💃💃💃
Ruang Rindu: komen tiap bab juga gpp kak 😁
total 1 replies
Hasni Usman
😭😭 aku kok merasa aku adalah Al
Hasni Usman
😭😭
Hasni Usman
cerita yg bagus ..semangat nulisnya
Hasni Usman
semangat dek
Mery hakim (Hiatus)
kangen Alwi
udah tamat aja😭
jangan lupa mampir ya kak ke Menanti Sang Restu.
mami jantuk
blm begitu fokus bacanya, lanjut thor
ଓεHiatus 🦅💰⋆⃟𝖋ᶻD³⋆ғ⃝ẓѧ☂
aku hadir kembali membawa like
TK
5 like yg tertinggal 👍
kok end j?
ditunggu karya selanjutnya 👍
Darah Biru (Bangsawan)
lanjut dukungan ❤️
Darah Biru (Bangsawan)
mantap ❤️
Darah Biru (Bangsawan)
like ❤️
Darah Biru (Bangsawan)
next like ❤️
Darah Biru (Bangsawan)
sambungan jejak boomlike
ଓεHiatus 🦅💰⋆⃟𝖋ᶻD³⋆ғ⃝ẓѧ☂
tiga like hadir 😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!