Benua timur telah hancur.
Menyisakan sisa-sisa pertempuran yang memilukan.
Semua orang bergantung harapan kepada Liu Feng. Mereka semua mengakuinya sebagai penguasa alam manusia.
Liu Feng telah membulatkan tekadnya untuk naik ke alam dewa, demi menyelamatkan Dewi Yun Xian dan juga Dewi Ning Yudie.
Ini adalah kisah seorang penguasa alam manusia yang mengalahkan segala rintangan. Melawan dewa, melawan iblis surgawi kuno.
Ini adalah lanjutan karya Liu Feng - Penguasa Dunia.
Special Bab pertempuran para dewa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Battle of Gods - Chapter 12
Liu Feng bersama Sun Jian pun tiba di satu kota yang teramat megah.
Kota yang berada di Pulau Naga, Pulau yang berada di dasar lautan.
Pohon-pohon kelapa menjulang tinggi ke langit, rumah-rumah penduduk tidak kurang dari dua tingkat, bahkan setiap tembok rumah terkecil pun mempunyai lapisan Murmer bercampur emas.
Tetapi, suasana di Pulau Naga sedikit sunyi, hanya ada beberapa orang yang tengah melakukan aktivitasnya.
Saat itu, Liu Feng berjalan di jalan tembok, namun itu sangat membuat Liu Feng terpukau. Lantai tembok itu terbuat dari lapisan batu giok hijau jamrud, bahkan memancarkan vitalitas energi spiritual yang sangatlah melimpah.
Di sisi barat daya, seorang wanita tengah duduk di kursi, di sebuah taman. Wanita itu terlihat masih gadis berusia 17 tahun, tetapi usia manusia di Alam Dewa tidak bisa di tafsirkan hanya dengan melihat penampilannya saja.
Wanita yang penuh dengan kharisma, pesona kecantikan yang sangat menawan, pupil matanya hitam, namun terdapat tiga bintik hijau di dalam pupil matanya.
Wanita itu mengenakan pakaian ketat berwarna hijau, rambut hitam panjangnya di sanggul di belakang, di bahu tangannya, sisik itu terlihat sangat begitu menawan.
"Pupil tiga kelopak!" seru Liu Feng dengan sangat begitu terkejut.
Sun Jian mengangguk dan berkata, "Anda benar, tuan Liu. Itu adalah garis keturunan yang mulia Pangeran Naga Xiao Xuan yang menikah dengan gadis ular mystic, di kenal juga dengan sosok Dewi Qing Lin pada saat itu."
Langkah kaki Liu Feng seketika terhenti dalam diam, ia pun segera kembali melirik ke arah gadis itu, "Ternyata, masih ada keturunan seperti ini, istimewa!" ujar Liu Feng dengan nada yang rendah.
"Saudara Liu Feng harus tahu, bahwa di pulau naga ini hanya di huni oleh mereka para keturunan yang mulia Pangeran Naga Xiao Xuan, di mana saat itu ia memiliki empat orang istri yaitu, Ratu Es Xuan Yuki, Dewi Ular Mystic Qing Lin, Nona Qing Luwan, dan Ratu Naga Lin Zhi." ucap Sun Jian.
"Hmmm ... berarti, mereka semua bertahan di Pulau ini?" tanya Liu Feng.
"Itu benar, tetapi ini hanyalah garis darah keturunan saja, bukan keturunan yang mulia Pangeran secara langsung!" jawab Sun Jian.
"Hmmm, kalau begitu kita lanjutkan pada tujuan kita yang sebenarnya." ucap Liu Feng.
Mereka pun kembali melanjutkan perjalanannya, melewati kemegahan kota di dalam pulau, hingga mereka pun tiba di sebuah istana. Istana yang sangat besar, 70% bangunan terbuat dari emas, marmer mengkilat, di atasnya, ada kepala naga emas yang cukup besar menjulang tinggi ke langit.
'Leluhur, akhirnya aku tiba di Kediaman anda.' gumam Liu Feng di dalam hatinya.
"Siapa yang datang?" seseorang berbicara, suaranya menggema di langit.
"Sun Jian, hormat kepada Tetua Klan Naga!" ucap Sun Jian sembari membungkuk sebagai tanda hormatnya.
Lalu, dua orang pria tua pun muncul, keduanya mempunyai rambut panjang putih yang terikat di belakang oleh pita-pita emas.
"Ternyata Klan Dewa Matahari, Junior Sun Jian!" seorang kakek tua itu berbicara dengan ramah, tetapi suaranya sedikit serak-serak basah.
"Aisshhh, sayang sekali Klan Dewa Matahari hanya menyisakan Junior Sun Jian!" seorang pria tua di sebelahnya menghela nafas.
"Saudara Liu Feng, mereka adalah tetua tertinggi di Klan Naga saat ini, Tetua Xuan Tian dan Tetua Lin Qiu." ujar Sun Jian.
Liu Feng pun tersenyum, dan membungkuk memberi salam hormat, "Liu Feng, hormat kepada dua Tetua." ucap Liu Feng dengan sangat ramah.
Tetapi, dua tetua itu hanya terdiam, bahkan tidak melirik Liu Feng.
"Hmmm, mohon ijin kepada kedua Tetua, aku membawa seseorang untuk mengambil peninggalan yang mulia Pangeran Naga Xiao Xuan." ucap Sun Jian kembali membungkukkan tubuhnya.
Kedua tetua itu segera merubah ekspresi wajahnya, memalingkan pandangannya mengarah kepada Liu Feng.
"Liu Feng, Peninggalan yang mulia, cih, apakah kau layak?" Tetua Xuan Tian berbicara dengan sangat begitu sinis.
"Pergilah, kau ... tidak memenuhi syarat!" ucap tetua Lin Qiu sembari mengibaskan jubah emasnya.
Melihat sikap kedua Tetua, Liu Feng pun tersenyum sinis. Liu Feng segera memutar badan dan berjalan santai, "Sun Jian, kembali!" dua kata itu keluar dari mulut Liu Feng dengan sangat dingin.
Tetapi, itu membuat kedua tetua sangat begitu marah atas sikap Liu Feng yang sama sekali menunjukan ke tidak hormatnya kepada Tetua Klan Naga.
"Berhenti, atau aku akan membunuhmu!" tetua Xuan Tian berkata dengan nada yang tinggi.
Liu Feng yang tengah berjalan pun menghentikan langkahnya, ia pun memalingkan wajahnya, menoleh ke arah tetua Xuan Tian. Seketika tekanan gravitasi menekan tetua Xuan Tian dengan sangat begitu dahsyat, membuat Tetua Xuan Tian pun terkapar di tanah.
"Kau, tidak mempunyai kualifikasi untuk membunuhku!" ucap Liu Feng dengan sangat dingin, tatapannya tajam dengan niat membunuh yang sangat begitu menakutkan.