Elvina Reyna Lion. Nona sulung dari keluarga kaya yang memilih mengabdikan dirinya di sebuah Rumah Sakit swasta tempat dimana dia akhirnya bertemu cinta pertamanya.
Rangga Abelard. Pengusaha muda yang sukses. Tidak hanya tampan tapi juga brilian dalam segala hal. Namun tidak dengan kehidupan pribadinya.
Arkana Wijaya, Pewaris tunggal Rumah Sakit tempat dimana Rena bekerja dan menjadi satu-satunya profesor termuda di Rumah Sakit tersebut.
Ketiganya akhirnya di pertemukan kembali setelah sekian lama. Dan akhirnya awal kisah mereka terulang kembali di Rumah sakit tersebut dan mengulang kembali kisah lama yang belum usai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khairiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Benci Rasa Cinta
Suara dering telepon.
Rangga yang masih terdiam memikirkan Rena meraih ponselnya dan membuka aplikasi pesan obrolan.
"Ntar sore Nonton yuk!!" Monica menyematkan tulisan di bawah foto yang baru saja di kirimnya memegang dua tiket.
"Malas Mon, ajak Dicky saja yah ?"
"Yah, padahal aku belinya untuk kita berdua. Lagipula, kemarin kamu sudah berjanji, kalau film ini sudah tayang perdana di Bioskop kita akan nonton bersama."
"Ya sudah ! ntar ku jemput !"
"Janji.. ?"
"Em.. !!"
"Ok, aku tunggu." Monica melopat kegirangan
Di sisi lain.
"Ren, balik yuk !" Ajak Anggi
Rena menganggukkan kepalanya " yuk !"
Mereka bertiga beranjak, meninggalkan area tersebut dan menuju parkiran mobil. Dengan canda tawa.
"Ren, sebentar sore kau ada acara tidak ?" Tanya Tika
Rena hanya mengangguk.
"Kalau Kamu Gi ?!" sambil menoleh ke arah Anggi
"Aku ada acara keluarga Tik, memangnya kenapa ?" Tanya Anggi kembali.
"Yaaah,sebenarnya aku ingin mengajak kalian menemaniku berbelanja, soalnya aku suka pusing kalau milih baju."
"Hmmp, kalau urusan stylish sih mending kau mengajak Rena !" Jawab Anggi sambil melirik ke arah Rena
"Yah, maaf ya Tik, kamu sedikit terlambat mengatakannya ! Arka sudah mengajakku lebih dulu !" Sahut Rena
"Hem ? Kemana ?!" Tanya Anggi kaget
"Nonton !!" Jawab Rena datar sambil membuka pintu mobil.
Anggi tertegun sejenak. Tapi tak ada yang menyadarinya. Sebenarnya Anggi sudah lama memendam rasa pada Arka, namun ia sangat malu untuk mengungkapkan isi hatinya dan belum lagi ia takut dengan siswi yang lain yang sangat terobsesi pada Arka.
"Ini sih fix ! tuh pangeran sepertinya sudah jatuh cinta dengan tuan pitri kita !" Tika menggoda Rena sambil mengerlingkan matanya.
"Apaan sih ! cepat naik ! panas tau !" Seru Rena
Anggi yang mendengar percakapan kedua sahabatnya, hanya bisa diam dan duduk di dalam mobil. Ia tidak bisa menyembunyikan sikap dan raut wajahnya yang cemburu pada Rena.
"Anggi, kamu kenapa ?" Tanya Rena mnatapnya melalui kaca spion.
"Ah,tidak apa apa Ren, kepalaku hanya sedikit pusing." Jawab Anggi berpura-pura memijat pelipisnya.
"Ya sudah, nih pakai ini dulu,biar enakan." Rena merogoh tasnya dan mengambil sebotol aroma terapi yang tidak pernah absen dari tasnya. Ia kemudian menyodorkannya pada Anggi.
"Makasih."
Anggi tidak pernah mengatakan perasaannya pada Arka ke siapapun, termasuk Rena maupun Tika. Apalagi dia sangat tahu bahwa Arka menyukai Rena, dia tidak ingin Rena merasa bersalah atas dirinya.
Tika segera menyalakan mesin mobilnya dan melaju meninggalkan area parkiran.
•••
Sesampainya di kediaman Atmajaya.
"Pekan depan aku janji akan menemanimu berbelanja sepuasnya!" Rena berjanji sambil mengangkat jari kelingkingnya ke arah Tika.
"Janji ya ?!"
"Oke 👌"
"Ya sudah, aku pergi. Bay !" Sambil menutup kaca mobil dan melaju pergi.
Rena segera masuk kedalam rumah dan menuju dapur menemui Ibunya.
"Masak apa bun ?" Tanya Rena yang mencuci tangannya di whastafel.
"Eh, sudah pulang ?" Rani sedikit terkejut dengan kedatangan Rena.
Rena mengangguk.
"Teman kamu mana ?"
"Sudah pergi !" Jawab Rena sambil menggigit apel yang sudah berada di tangannya.
"Loh, mengapa tidak mengajaknya masuk ?!
"Mereka buru-buru, katanya titip salam saja sama bunda."
"Em.." Rani mengangguk mengerti.
"Oh ya bun, sebentar sore aku keluar ya ?"Izin Rena.
"Kemana ?"
"Nonton !"
"Sama siapa ?"
"Arka !" Jawab Rena yang masih terus menguyah apelnya
"Arka ?" Rani menoleh ke arah Rena dengan wajah penasaran.
"Itu loh bun, yang terakhir kali bunda ketemu dia pas Rena pingsan di sekolah !" Jelas Rena
"Oh, iya, bunda ingat ! ngomong-ngomong kamu ada hubungan apa sama dia ?" Tanya Rani ingin lebih tahu.
Melihat tatapan Ibunya, Rena sudah tahu apa yang ada di fikiran Rani,ia kemudian tertawa.
"Apaan sih bun, kita hanya sebatas teman biasa, tidak lebih." Jelas Rena.
"Yang benar ?"
"Iya bund ! Ya sudah, Rena mau mandi dulu."
Ia beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju kamar pribadinya. Rani hanya memperhatikan Rena dari belakang dan kemudian tersadar kalau Rena memakai kaos pria.
"( Rena pakai kaos siapa ? )" Sambil mengangkat sebelah alisnya.
Rani terdiam sejenak dan kembali melanjutkan aktivitasnya.
Rena yang sudah berada dikamarnya melempar tasnya ke kasur dan menuju kamar mandi,ia menyalakan air dan mengisi bathtup.
Sementara air mengisi, ia pergi menuju cermin,sejenak ia berdiri menatap wajahnya di cermin dan teringat momen saat Arka ingin menciumnya.Ia segera memejamkan matanya.
"(Apa dia benar mencintaiku ?)" Sambil memegang dadanya
(tapi.. kenapa hatiku biasa saja ? seharusnya aku merasa bahagia kalau dia memang benar mencintaiku !)"
Ia tersadar saat bak mandinya yang sudah terisi penuh dengan air. Rena cepat-cepat mematikan kerannya lalu menyalakan air dari keran washtafel, kemudian segera memebasuh wajahnya. Selanjutnya melepas semua pakainnya dan masuk ke dalam bathtup.
Rena bersandar di ujung bathtup dan memejamkan matanya.
Suara dering telepon berbunyi.
Ia segera meraih ponselnya yang letaknya tak jauh darinya. Ia melihat nama yang naik di layar ponsel
"What !! Arka ?" Ia sedikit panik.
Awalnya ia sengaja tak menjawab voice Arka, namun Arka yang tak kenal lelah terus menghubunginya.
Ia kemudian teringat akan janjinya
"(Apa dia menunggu jawabanku ?)"
Rena kemudian menulis pesan
"Maaf, aku sedang mandi, sebentar lagi aku akan menelfonmu !"
Arka yang melihat pesan Rena hanya tersenyum tanpa membalas kembali.
Beberapa detik kemudian, ponsel Rena kembali berdering.
Kali ini Rena agak sedikit kesal karna Arka yang tidak pengertian, ia menjawab voice yang sebenarnya adalah Rangga.
Rena masih memejamkan matanya mengarahkan wajahnya ke ponsel tak sadar dan berkata
"Sudah ku katakan aku sedang mandi, dan sebentar lagi akan menelfonmu kembali"
Ia berencana ingin mematikan ponselnya,namun tiba-tiba suara Rangga mengejutkannya.
"Sejak kapan kau mengatakannya ? aku baru saja menelfonmu !" Sahut Rangga yang masih memperhatikan Rena di balik layar.
Rena yang tersadar dengan suara Rangga segera bangun dan menatap layar ponselnya
"What ?! apa yang kamu lakukan ?"
"Aku menelfonmu !" Jawab Rangga datar.
"Dasar otak mesum !!" Rena segera mematikan ponselnya
Rena menyimpan kembali ponselnya dan segera menyelesaikan mandinya.
"(Bodoh ! betapa teledornya aku !?)" Ia mengumpat dirinya sendiri
Di sisi lain
"(siapa yang menelfonnya ? hingga saat mandi saja dia mengangkat telfonnya ?)" Gumam Rangga yang masih menatap layar ponselnya.
•••
Setelah mandi, Rena segera berpakaian dan duduk di sofa dengan rambut yang masih terurai acak, ia ingin menelfon kembali Arka, namun Rangga kembali menelfonnya, entah kenapa dia tidak bisa menolak telfon Rangga walau ia merasa benci dengannya.
"Ada yang bisa aku bantu ? mengapa kau terus menelfonku ?" Tanya Rena dengan nada jutek.
"Siapa yang dari tadi menelfonmu ? bahkan kau mengangkat telfonnya di saat kau mandi ?" Protes Rangga.
"Apa urusanmu dan apa hakmu ?"
"Tentu saja itu hakku, kau sudah menjadi calon istriku, dan aku tidak suka dengan kelakuanmu seperti itu !" Ucap Rangga yang tidak sadar dengan ucapannya sendiri.
Ia sudah terlanjur terbakar api cemburu dan merasa tidak rela kalau Rena voice dengan lelaki lain, apalagi pada saat dia mandi.
"Apa ? Calon Istri ?! aku belum menyetujuinya !" Jawab Rena yang memang belum menyetujui perjodohannya tersebut.
Rena segera memutus telfonnya dengan sepihak. membuat Rangga semakin kesal.
Rena yang masih terdiam mengingat ucapan Rangga di kejutkan kembali karna sekali lagi ponselnya berdering.
"Sebenarnya apa maumu, aku sudah mengatakan kalau aku belum menyetujuinya !! " Tegas Rena kesal.
"Halo ? apa kamu tidak igin pergi denganku ?!" Tanya Arka kebingungan.
Rena segera tersadar dengan suara Arka lalu memukul dahinya pelan.
"Maaf Arka, bukan maksudku seperti itu,aku pikir tadi kamu--" Rena menggantung ucapannya.
"Siapa ?" Tanya Arka lebih penasaran
"Bukan siapa-siapa."
"Oh ya, kita jadi perginya kan ?" Tanya Rena cepat mengubah topik pembicaraan
"Seharusnya aku yang bertanya, apa kamu di izinkan pergi denganku ?" Arka balik bertanya.
Rena tertawa malu"Iya."
"Iya apa ?"
"Aku diizinkan pergi denganmu !"
"Baiklah. Kalau begitu, sebentar lagi aku akan menjemputmu. Oke ! "
"Oke !"
Telfon mereka terputus.
Ikuti terus setiap episodenya karna mungkin ini akan menjadi empat dari sepuluh episode terakhir. ☺️😉
See you all.. 😘🥰
Jadi mohon pengertiannya.. 🤗😊
padahal aku rindu.bodo" bikin kangen😑🤣