sebuah acara yang mempertemukan icha wirawan, dengan seorang ceo yang sangat narsis ya dia adalah alfaneo zegaz ( neo ).
apakah akan terjadi sebuah hubungan di antara mereka...?? ayo gaess baca karyaku 😄
perhatian!!
harap bijak dalam membaca ya, karya ini hanya sebuah khayalan autorr ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pesekcute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terpesona
malam pun tiba kini Icha dan Neo tengah sama-sama sibuk dengan ponselnya masing-masing. dan datanglah Arga dan Nadin memasuki ruangan tersebut. "kok pada sibuk sendiri-sendiri sih " goda Arga.
dan membuat Neo dan dan Icha menoleh ke sumber suara karena mereka masuk tanpa mengetuk pintu.
"temani aku ke cafe yuk " ajak Icha pada Nadin.
"ayo boleh deh " sambil berdiri bergegas untuk keluar dan meninggalkan Neo dan Arga yang sedang ngobrol serius masalah pekerjaan.
setelah sampai di cafe mereka memesan makanan dan juga minuman sambil asik bercengkrama dengan menikmati hidangan yang tersaji di depan mereka.
" gimana kamu sama Neo " tanya Nadin pasalnya Icha selalu cerita apapun pada sahabatnya.
" mungkin bisa di bilang makin dekat sih, dia juga mengutarakan perasaannya "
" terus kamu menerimanya " Iya tau betul pasalnya sahabatnya satu ini masih trauma dengan masalalunya yang pernah di hianati kekasihnya.
" aku masih belum siap untuk menjalin hubungan " karena takut sakit hati lagi ia belum bisa membuka hatinya.
" ya aku tau kamu masih trauma dengan masalalumu mulailah pelan-pelan " Nasehatnya pada Icha.
" kamu memang paling pengertian " dan mereka tertawa bersama.
saat mereka kembali masuk ke kamar dimana Neo dirawat mereka tertawa sendiri melihat dua orang yang sedang tidur begitu lelapnya.
" apa tadi kita terlalu lama ya hingga mereka tertidur begitu pulas nya " ucap Nadin sambil berjalan mendekati Arga yang tertidur di sofa.
" ya mungkin mereka lelah " sambil duduk di kursi sebelah ranjang Neo.
pagi harinya Icha pamit pulang pada Neo karena dia akan bekerja hari ini begitu pula dengan Arga dan Nadin, seolah tak mau jauh dari Icha, Neo berdiri karena Infus nya sudah di lepas oleh perawat dan Nanti siang sudah di perbolehkan pulang, ia memberanikan diri untuk memeluk Icha. dan yang di peluk melototkan matanya kaget dan merasa gugup sendiri, tapi Icha berusaha tenang untuk menutupi perasaan malunya karena disitu masih ada Nadin dan Arga yang memalingkan wajahnya.
" hati-hati yang sayang " ucapnya dan melepaskan pelukannya.
" baik lah aku pulang dulu sebentar lagi keluargamu datang kan " dan hanya di angguk i oleh Neo.
Icha pulang dengan Nadin sedangkan Arga masih menemani Neo di situ. tak berselang lama datanglah kedua orang tua Neo yang dengan paniknya masuk keruangan tempat anaknya berada dan mengomel pada Neo yang tidak memberinya kabar, " kenapa kamu baru kasih tau kita Neo " mamanya kesal dengan anak semata wayangnya.
" maaf ma, aku enggak apa-apa kok aku cuma enggak mau buat mama khawatir" sambil memeluk mamanya dan juga papanya.
tak berselang lama ponsel Neo terus bedering tanda telepon masuk, dengan malas ia mengangkatnya, " ada apa" tanya Neo tanpa basa-basi. " kamu enggak papa kan kata mama kamu sedang sakit, bangaimana keadaan mu saat ini " dengan penuh kekhawatiran.
" aku baik-baik saja, udah ya aku mau istirahat" dan langsung mematikan telponnya sepihak. dan menatap mamanya, seolah mengerti tatapan tersebut mamanya menjelaskan." iya mama yang kasih tau Lara kalo kamu dirawat ". dan Neo acuh dengan ucapan sang mama, papanya kini sedang mengurus administrasi selama Neo dirawat dan Arga menebus obatnya.
setelah beberapa hari istirahat di rumah karena mamanya tak membiarkan nya keluar kemanapun kini Neo mulai aktivitas nya ia mulai bekerja di perusahaan nya...
Neo memanggil Dion keruangannya..." keruangan saya sekarang " perintahnya. dan Dion langsung menemuinya
"bapak perlu sesuatu " tanyanya saat berada di dalam ruangan Bosnya.
" bagaimana keadaan perusahaan selama saya tidak ada Dion "
" sejauh ini masih setabil pak tidak ada yang perlu di khawatirkan" jelasnya.
"kamu memang selalu bisa di andalkan "
" bapak berlebihan, baiklah saya permisi pak" langsung keluar dari ruangan tersebut.
malam harinya Neo ingin menemui pujaan hatinya yang sangat dia rindukan, ia datang ke apartemen dimana Icha berada saat ini setelah Icha memberikan alamatnya.
"Tok...tok... pintu apartemen dibuka oleh Icha dengan gaya santainya dia tetap terlihat cantik dan seksi membuat Neo menatapnya dengan tatapan sulit di artikan..." masuk..." ucapnya membuyarkan lamunan Neo. ya Icha kini menggunakan hotpants warna hitam dan kaos putih ketat yang membuatnya menampakkan tubuh indahnya.
Neo tak henti-hentinya menatap Icha dari atas hingga bawah seperti terhipnotis olehnya.
Icha tak menyadari tatapan Neo dan dia pergi ke dapur untuk membuatkan minum untuk Neo. karena sofa yang di duduk i Neo langsung tembus dengan dapur dia bisa melihat Icha yang sedang sibuk di dapur dari belakang, tanpa ia sadari jiwanya meronta-ronta sebagai lelaki normal dan melihat orang yang ia cintai begitu mempesona. nalurinya mendong ia untuk menghampiri dan dia langsung memeluk Icha dari belakang dan mencium tengkuknya...seketika Icha di buat kaget dengan apa yang dilakukan Neo tapi ia tak mencoba untuk melepaskan diri tapi malah menikmati sentuhannya.
kini mereka masih sama-sama saling saling menikmati,tubuh Icha terasa memanas saat Neo membisikan sesuatu di telinganya" kamu sangat cantik sayang, maaf aku enggak bisa nahan" ucapnya sedikit berat karena nafsunya sudah tak terbendung lagi. dia melepaskan pelukannya dari Icha dan " maaf " ucapnya lagi. dan Icha tidak marah karena ia sendiri pun menikmatinya " sudah lah ayo duduk lagi " ucap Icha yang bejalan menuju sofa sambil membawa minuman untuk Neo.
mereka terlihat sedikit canggung dengan apa yang mereka lakukan tadi.
" ayo di minum" ucap Icha dan Neo langsung meminumnya.
" kamu tinggal sendirian di sini " tanyanya memecah kecanggungan.
" iya aku males kalo harus pulang kerumah jauh sama tempat kerjaku"
mereka ngobrol dengan sesekali bercanda hingga keduanya lupa, tanpa terasa waktu sudah semakin larut jam sudah menunjukan pukul 11.30 Neo begitu terkejut melihat arloji ditangannya..." udah malam banget nih aku pulang dulu ya " pamitnya pada Icha dan di angguk i olehnya.
setelah Neo pergi Icha membaringkan tubuhnya di kasur untuk tidur tapi dia malah terbayang dengan sentuhan dari Neo yang membuatnya tak bisa memejamkan matanya.
" tenyata aku sudah benar jatuh cinta padanya" guman nya sendiri sambil memegang dadanya yang merasakan jantungnya berdetak tak karuan.
sama halnya dengan Neo saat ini yang baru masuk ke kamarnya langsung menuju kamar mandi karena dia berusaha memendam hasratnya tadi dan ingin segera menuntaskan nya dengan solo karir.
hari demi hari berlalu kini hubungan antara Icha dan Neo sudah semakin dekat. dan mereka sering menyempatkan diri untuk sekedar makan siang bersama.
karena ini malam minggu dan kebetulan ada temannya yang merayakan ulang tahunnya ,Neo mengajak Icha untuk menjadi pasangan nya saat ini.., ya karena ini adalah pesta khusus yang wajibkan membawa pasangan.
sambil bersiul di depan kaca Neo merapikan rambutnya dan melihatnya pantulan dirinya di cermin. Ia menggunakan kemeja hitam lengan panjang yang digulung ke siku yang membuatnya terlihat begitu tampan.
dan ia bergegas menjemput Icha di apartemen nya.
iya begitu terpesona dengan Icha yang saat ini menggunakan dress berwarna hitam panjang dengan belahan sampai paha membuat kaki jenjangnya ter ekspos dengan jelas yang membuat Neo menelan Silviana dengan susah payah. "ayo" ucap Icha yang membuyarkan lamunan Neo dengan pikiran liarnya.
kini mereka telah tiba di salah satu bar terkenal di kota tersebut... Mereka masuk dengan bergandengan tangan layaknya sepasang kekasih. semua mata melihat ke arahnya teman-temannya pun yang belum tau ternganga dengan Neo yang datang menggandeng seorang wanita cantik. pasalnya mereka tau selama ini Neo tidak pernah menggandeng wanita manapun.
" selamat tambah umur bro" ucap Neo pada sahabatnya Samuel.
"terimakasih sob udah mau datang, dan dia melirik ke arah wanita di sebelahnya" Neo yang tau sahabatnya bertanya-tanya siapa gadis cantik yang sedang bersamanya saat ini. Neo langsung melingkarkan sebelah tanga nya di pinggang Icha posesif " kenalkan dia kekasihku " ucapnya. Icha dan Samuel berkenalan dan menyebutkan nama masing-masing.
mereka duduk bersama dengan teman-teman dan ternyata Nadin juga ikut ke pesta itu dengan Arga. jadi Icha tak perlu merasa sendiri mereka ber senda gurau bersama.
tiba-tiba ada seorang wanita yang juga tak kalah cantik dengan gaya busana yang sangat terbuka, bisa di bilang kurang bahan datang mendekat ke arah mereka dan menyapa mereka " hay apa kabar semua, boleh aku ikut bergabung "ucapnya membuat mereka semua diam dan terlihat tak suka.
" ayo duduklah" ucap Samuel pada Tere.
Tere adalah teman mereka waktu kuliah dulu dan dia adalah wanita yang dari dulu ter obsesi dengan Neo hingga segala cara dilakukannya.