NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Pengganti Putra Presdir

Menjadi Ibu Pengganti Putra Presdir

Status: tamat
Genre:Suami ideal / Ibu Pengganti / Keluarga & Kasih Sayang / Duda / Anak Genius / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Hernn Khrnsa

Dua kali gagal menikah, Davira Istari kerapkali digunjing sebagai perawan tua lantaran di usianya yang tak lagi muda, Davira belum kunjung menikah.

Berusaha untuk tidak memedulikannya, Davira tetap fokus pada karirnya sebagai guru dan penulis. Bertemu dengan anak-anak yang lucu nan menggemaskan membuatnya sedikit lupa akan masalah hidup yang menderanya. Sedangkan menulis adalah salah satu caranya mengobati traumanya akan pria dan pernikahan.

Namun, kesehariannya mendadak berubah saat bertemu Zein Al-Malik Danishwara — seorang anak didiknya yang tampan dan lucu. Suatu hari, Zein memintanya jadi Ibu. Dan kehidupannya berubah drastis saat Kavindra Al-Malik Danishwara — Ayah Zein meminangnya.

"Terimalah pinanganku! Kadang jodoh datang beserta anaknya."

•••

Mohon dengan sangat untuk tidak boomlike karya ini. Author lebih menghargai mereka yang membaca dibanding cuma kasih like tanpa baca. Sayangi jempolmu. 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hernn Khrnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MIPPP 12 — Meminang

"Miss Dav!" pekik Zein langsung menghambur ke pelukan Davira yang baru saja selesai berpakaian sehabis mandi.

Perempuan yang tiba-tiba mendapat pelukan itu benar-benar terkejut dengan kehadiran Zein di rumahnya. Keterkejutan itu harus ditambah lagi saat ia melihat eksistensi Kavindra dan Karina di ruang tamunya.

"Miss Dav, Zein kangen banget, lho." Anak kecil itu meraih jemari Davira dan menggenggamnya. "Miss Davira kenapa gak masuk sekolah?" tanya Zein dengan bibir yang sengaja dimajukan.

"Maaf, ya. Miss kemarin ada urusan penting di sini jadi gak bisa masuk sekolah, deh."

Zein mengangguk-angguk mengerti, "Zein kangen banget sama Miss tahu?"

"Miss juga. Selama di sekolah, Zein belajar dengan baik, kan?"

Zein menganggukkan kepalanya lagi beberapa kali. Memberi Davira senyuman khas yang selama tiga hari terakhir ia rindukan. Davira balas tersenyum, mengusap pucuk kepala anak laki-laki itu, mengajaknya untuk duduk di ruang tamu.

"Silakan duduk dulu, Pak, Bu. Saya ambilkan air minum dulu, ya." Rika mempersilakan tamunya itu untuk duduk, sedangkan ia bergegas ke dapur untuk membuatkan minum meskipun Karina berkata tidak perlu repot.

"Silakan duduk, Pak. Maaf, rumah kami sederhana sekali," kata Davira sedikit tak enak hati. Melihat penampilan Kavindra dan Karina, ia merasa rumahnya tak pantas untuk disinggahi.

"Hal-hal luar biasa justru biasanya datang dari kesederhanaan," ucap Karina penuh ketulusan. Sebelumnya ia tak percaya dengan ucapan anak bungsunya.

Tapi, ketika melihat sosok Davira secara langsung, ia sama sekali tak merasa heran jika cucunya bisa langsung merasa nyaman dengan perempuan itu. Selain cantik, Davira juga memiliki kharisma yang membuat orang-orang secara tak langsung merasa terpikat.

Tutur katanya yang lembut dan tatapan teduhnya seketika membuat Karina merasa bahwa Davira sangat cocok untuk menjadi ibu bagi Zein sekaligus istri yang penuh perhatian untuk Kavindra.

"Ini ibuku, Karina," kata Kavindra memperkenalkan sang ibu kepada Davira yang tampak bingung dengan kehadiran Karina.

"Sebelumnya maafkan kami, Miss. Jika datang tanpa memberi kabar lebih dulu. Saya mendapatkan alamat Miss dari komite sekolah, saya harap Miss tidak keberatan dengan kedatangan kami yang tiba-tiba ini," ujar Kavindra

"Selama tiga hari, Zein terus menanyakan Miss Davira sampai tidak mau makan. Karena itu, saya pikir bagaimana jika kami menemui Miss Davira saja di sini," tambah Karina lagi, menjelaskan alasan kenapa mereka ada di sana siang itu.

"Ah, kalau begitu, seharusnya menghubungi saya juga sudah cukup," kata Davira tertawa kecil. Menatap kedua orang yang duduk di hadapannya secara bergantian.

Di samping kanannya, Zein tampak duduk dengan aman, sesekali anak kecil itu memandang Davira dengan tatapan memuja. Dan entah mengapa, saat Kavindra melihat anaknya seperti itu, perasaan tak suka mulai merayapi hatinya.

Kavindra terlihat membenarkan posisi duduknya, berdeham pelan lalu memberanikan diri untuk mengangkat pandangan saat sang ibu menyikut lengannya. Memberi isyarat untuk mengatakan tujuan mereka datang ke rumahnya.

"Sebenarnya," kata Kavindra mengawali ucapannya. "Saya, ehm, maksudnya kami. Kami datang ke sini dengan alasan penting," lanjutnya lagi agak gugup.

Karina tersenyum ramah saat memandang Davira. Kemudian melirik Zein yang sepertinya sangat bahagia bisa bertemu dengan Davira.

"Alasan penting apa, ya, Pak?" tanya Davira mulai penasaran. Alasan penting apakah yang membuat mereka datang jauh-jauh ke desanya.

"Saya ingin … " ucapnya tertahan saat melihat kedatangan Rika yang membawa nampan berisi teh manis.

Rika mengangguk sopan, meletakkan teh manis itu di meja, menawarkannya dengan agak sungkan di atas meja. Dari pandangannya, Davira tahu bahwa ibunya pasti kebingungan, sama seperti dirinya.

"Ibu, perkenalkan ini Zein, anak didik Davira. Itu papanya Zein, Kavindra. Dan yang duduk di samping itu, Bu Karina, neneknya Zein," jelas Davira memperkenalkan ketiga orang yang menurut Rika terlihat seperti orang berada.

Rika tampak mengangguk mengerti, meski aslinya ia belum juga bisa memahami ada apa gerangan orang-orang kaya seperti mereka mendatangi rumahnya. Sangat tidak biasa bagi Rika menerima tamu seperti Kavindra.

Davira mengajak Rika untuk duduk di sebelahnya. "Duduk dulu, Bu."

Kavindra tersenyum simpul, melirik ke arah ibunya sendiri untuk melanjutkan ucapannya yang tertunda. Menurutnya, sesama ibu-lah yang pantas membicarakan hal itu.

Karina mengangguk mengerti, membenarkan posisi duduknya, ia lantas berkata. "Sebenarnya, Bu Rika. Kedatangan kami ke sini adalah untuk meminang putri Bu Rika untuk menjadi istri bagi putra saya sekaligus ibu untuk cucu saya."

Bagai disambar petir di siang hari, Rika dan Davira tak dapat menyembunyikan rasa terkejutnya. Davira tak dapat berkata-kata selama beberapa saat. Sementara Rika, lebih tak menyangka bahwa orang kaya yang duduk di depan mereka hendak meminang putrinya.

"Saya tahu ini agak terburu-buru, apalagi mereka baru bertemu selama beberapa hari. Tapi, Bu. Bukankah hal baik memang harus disegerakan?" tanya Karina memahami ekspresi terkejut Rika. Dilihatnya Davira tertunduk malu di samping Zein yang belum mengerti apapun.

"I-iya, Bu. Tapi, bagaimana ya? Ini terkesan terburu-buru, saya … saya jadi bingung mau bilang apa," kata Rika agak terbata.

"Dipikirkan saja dulu pinangan kami. Saya tidak berharap banyak, mengingat status saya adalah duda anak satu. Tapi, jika Davira bisa memikirkannya dengan baik dan menerima pinangan saya, tentu saja saya dan Zein akan sangat bersyukur," sela Kavindra, melirik Davira yang tampak malu secara sekilas.

"Bagaimana Davira? Apa pendapatmu?" bisik Rika pada putrinya. Sebenarnya, Rika cukup khawatir, apalagi ia belum pernah bertemu dengan Kavindra dan Karina. Ia belum tahu banyak tentang keluarga kaya yang meminang putrinya itu.

Tapi, sebagai seorang ibu, ia hanya ingin yang terbaik untuk putrinya. Mengingat dua kali sang putri gagal menikah, Rika tak ingin melewatkan kesempatan baik ini. Barangkali, Kavindra adalah jodoh yang terbaik untuk Davira.

Davira memberanikan diri untuk mengangkat pandangan. Sebelah tangannya menggenggam tangan sang ibu, sementara pandangannya menatap Kavindra dan Karina bergantian. Debaran jantungnya jadi tak menentu saat pandangannya bertemu dengan manik mata Kavindra.

Ya Allah, apa yang harus aku lakukan? Beri aku keyakinan, Ya Allah. Jika Pak Kavindra adalah jodoh yang kau pilihkan, maka hamba siap menerimanya. Tapi… apakah dia bisa menerima segala kekurangan dan masa laluku?

"Maaf," kata Davira kembali tertunduk. Rasa-rasanya ia malah jadi seperti gadis yang malu-malu saat ada orang yang melamarnya. Padahal, ini bukan yang pertama kali baginya berada dalam posisi seperti ini.

Kavindra dan Karina menunggu dengan sabar apa yang akan dikatakan Davira. Pria itu meremas jarinya cemas, sesekali menatap Zein yang lugu kemudian kembali melirik Davira.

Apakah dia akan menolaknya? Kuharap tidak, ayolah Davira. Terima saja.

"Saya … saya harus memikirkannya. Tolong beri saya waktu," ucap Davira pada akhirnya.

Kavindra menghela napas lega, setidaknya perempuan itu tidak langsung menolak. Pun dengan Karina yang merasa harapan untuk putranya terbuka lebar. Keduanya lalu saling menatap dan mengalihkan pandangannya pada Zein yang sedari tadi hanya diam.

Usai berbincang-bincang mengenai beberapa hal, Kavindra dan Karina pamit pulang. Zein sedikit merengek saat ia harus kembali berpisah dengan Davira. Tapi, setelah perempuan itu memberinya pengertian, akhirnya Zein takluk dan ikut naik ke mobil.

"Terimalah pinanganku, jodoh kadang datang bersama anaknya," kata Kavindra sebelum meninggalkan rumah itu. Besar harapannya untuk mempersunting Davira menjadi istrinya.

Tapi, semua itu ia lakukan demi putra tercintanya. Agar Zein mendapatkan ibu yang tulus menyayanginya. Semata agar putranya bisa tumbuh dalam limpahan kasih sayang orang tua yang utuh.

1
Hardinik Akbari
bingung sama ceritanya.....tiba2 papanya muncul, tp pas lamaran, nikahan gak ada......apa papa mama kavindea pisah ya.....
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
End juga, nih cerita santai banget... konfliknya ga berat jadi buat yang suka baca cerita yang ga bikin darting coba baca dibsini.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kailash ini perlu dapet teguran sakit dari Author nih biar ga terus merendahkan Orang lain dan berpikir bahwa harta gavselalu jadi tolak ukur kebahagiaan seperti yang dia katakan.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
jangan sampe di masukan ke rsj tar kabur lagi Dia, mending di ajak main saja sama penghuni penjara yang lain kan lumayan Lauren anggota baru perlu pengenalan.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Pengen nyekek tuh pak tua Kailash deh rasanya, sudah tua ga sadar².😡🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
syukurlah Zein ketemu.
tuh si Lauren jangan dibpenjarakan dulu, se engganya siksa dulu sama dengan sakitnya Davira yang kritis karna Dia.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
sudah tau Lauren merencanakan sesuatu terus kenapa Kamu ga bertindak gercep Kavindra... bener² aneh , kalau sudah kejadian baru marah².
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Lah kecolongan lagi, padahan Kavindra sudah tau Lauren merencanakan sesuatu tapi masih lengah saja.🤦‍♀️🤦‍♀️
harusnya kan pake pengawal, masa orang kaya ga bisa buat ngamanin keluarga dari seseorang.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kasih tau saja Suaminya biar si Lauren di kasih pelajaran Kav, kalau ga bisa juga langsung saja bikin dia jera.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ya gimana menantu dan calon mantu ga takut coba punya mertua kayak pak Kailash yang se enaknya saja kalau ngomong tanpa melihat kebenarannya karna menurutnya yang ga dia sukai meskipun mereka benar di matanya tetaplah S A L A H.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Tinggalin saja Bu Karin, ngadem.dulu yang jauh biar Pak Kailash sadar.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Iklan Kav.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
mending ikut saja Bu Rika biar Davira tenang terus urusan rumah biar tar di pikirkan lagi atau di konyrakin.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
duuhh bu Rika, semoga ga sakit parah dan baik² saja.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
perasaan waktu selesai pernikahan dan balik lagi ke jakarta Kavindra bawa Davira ke rumahnya tapi sekarang kok tinggal bareng lagi dengan Ortunya, apa karna sejak penculikan itu ya mereka bawa Zein pulang ke situ jadi tinggal bareng lagi.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Wkwkwkk Kavindra Kavindra... bilang saja kalau kamu pengen berduaan sama Divira dan ga mau di ganggu Zein.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Owh Zara mantan calon mertua Davira, kelakuannya sebelas dua belas dengan si Lauren...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Siapa lagi tuh, jangan sampe si Penghuni Rsj lagi atau si Selena.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kasihan Davira, Kavindra kurang tegas sama Orang Tuanya... terlalu ikut campur urusan rt anaknya, harusnya Pak Khailas dan bu Karina tau menempatkan diri dan ga sepenuhnya nyalahin Davira karna musibah ga ada yang tau apa lagi pelakunya mantan menantu kalian sendiri yang pasti kalian tau wataknya gimana.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Perlu di suntik Metong saja sekalian tubsi Lauren.🤣🤣🤣
Untungnya Kavindra Ravindra datang tepat waktu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!