NovelToon NovelToon
Cinta Dalam Genggaman Mafia

Cinta Dalam Genggaman Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / CEO / Pengasuh / Crazy Rich/Konglomerat / Beda Usia / Tamat
Popularitas:15.7k
Nilai: 5
Nama Author: adelita

Liburan seharusnya menjadi pelarian bagi Cassandra Evans setelah dipecat secara tidak adil dari pekerjaannya. Ia hanya ingin menjauh dari masalah, melupakan tuntutan keluarganya yang terus mendesaknya untuk segera menikah, dan menikmati sedikit kebebasan di Roma, Italia. Namun, siapa sangka? Satu kesalahan kecil justru menyeretnya ke dalam dunia yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan—dunia mafia. Rafael “Rafe” Montenegro bukan sekadar pria kaya dan berpengaruh. Di balik ketampanannya yang dingin, ia menyimpan rahasia gelap. Duda dengan seorang putra kecil ini menjalankan bisnisnya dengan tangan besi, menyingkirkan siapa pun yang menghalangi jalannya. Tidak ada tempat untuk kelemahan dalam hidupnya—terutama setelah dikhianati oleh istri dan sahabatnya sendiri. Ketika Cassandra tanpa sengaja masuk ke dalam kehidupannya, Rafe tidak punya pilihan selain menahannya di sisinya. Awalnya, hanya untuk mengasuh putranya. Namun, semakin lama, Cassandra bukan sekadar pengasuh biasa. Ia menantang, membangkang, dan menghadirkan sesuatu yang sudah lama hilang dalam hidup Rafe—kehangatan. Tapi dunia Rafe bukan dunia yang aman. Dan Cassandra? Ia terlalu polos untuk terjebak dalam kekacauan ini. Namun, semakin ia mencoba melepaskan diri, semakin dalam ia jatuh ke dalam genggaman sang mafia. Di antara bahaya, rahasia, dan batas-batas yang tak boleh dilanggar, Cassandra harus memilih: tetap berjuang untuk keluar, atau menyerahkan hati pada pria yang bisa menghancurkannya kapan saja. Karena ketika mafia menginginkan sesuatu, mereka tidak akan pernah melepaskannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adelita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10

Di balkon ruang kerjanya, Rafael Montenegro masih menatap ke bawah, memperhatikan Cassandra yang tengah bermain dengan Nathan dan Sean. Ia tidak tahu kenapa dirinya terus mengamati perempuan itu. Ada sesuatu yang terasa berbeda sejak kehadirannya.

Namun, lamunannya terhenti saat seorang anak buahnya, Franco, datang dengan wajah serius.

"Tuan, ada kabar buruk."

Rafael menoleh, ekspresinya langsung berubah tajam. "Bicara."

Franco mendekatkan diri, suaranya lebih rendah seolah tidak ingin ada yang mendengar. "Cymric kembali bergerak. Mereka mengincar aset Anda di bagian timur. Tadi malam, salah satu gudang senjata kita diserang."

Mata Rafael menyipit. Cymric—kelompok kriminal yang sudah lama menjadi musuh bisnisnya—memang terkenal licik. Mereka bukan sekadar saingan, tetapi musuh lama yang terus mencari celah untuk menjatuhkannya.

"Kerusakan?" tanyanya dengan nada dingin.

"Cukup parah, tetapi kami berhasil mempertahankan sebagian besar barang. Dua orang anak buah kita terluka, satu dalam kondisi kritis."

Rahang Rafael mengeras. Ia bukan tipe orang yang membiarkan dirinya diinjak begitu saja. Jika Emerick berani menyerang, maka mereka harus bersiap menerima balasan yang lebih buruk.

"Siapa yang memimpin serangan itu?"

"Kami menduga salah satu eksekutor mereka, Emerick Van Houten."

Rafael mendengar nama itu dengan tatapan penuh kebencian. Damian bukan orang sembarangan. Ia adalah tangan kanan pemimpin Cymric, seorang pria yang tak kenal ampun dan terkenal dengan metode brutalnya.

"Sialan." Rafael mengepalkan tangan. "Dia benar-benar cari mati."

Franco ragu sejenak sebelum menambahkan, "Ada satu hal lagi, Tuan."

"Apa?"

"Kami mendapat laporan bahwa mereka bukan hanya menyerang gudang. Ada indikasi mereka juga mengawasi rumah ini."

Rafael menegang.

"Mereka mengincar aku?"

Franco menggeleng. "Tidak, Tuan. Mereka tampaknya tertarik dengan seseorang yang ada di dalam rumah ini."

Rafael terdiam. Matanya kembali tertuju ke bawah, tepat ke arah Cassandra yang masih sibuk bercanda dengan kedua bocah itu.

Cassandra atau anak anaknya?

Jantungnya berdetak sedikit lebih cepat.

Kenapa musuhnya bisa tertarik pada perempuan itu? Atau anaknya? Apa mereka tahu tentang Cassandra? Atau anak anaknya? Atau ini hanya kebetulan?

"Perketat keamanan," perintah Rafael dingin. "Tak satu pun dari mereka boleh mendekati rumah ini."

Franco mengangguk. "Baik, Tuan. Kami akan menambah penjagaan di sekitar perbatasan rumah."

Rafael masih menatap Cassandra.

Jika Cymric memang mengincar perempuan itu, maka mereka benar-benar sudah membuat kesalahan besar. Tidak ada yang bisa menyentuh sesuatu yang sudah berada dalam genggamannya.

Jika mereka berani macam-macam... maka ia sendiri yang akan turun tangan untuk menghabisi mereka.

...➰➰➰➰...

" Nathan, jangan lari terlalu jauh," Cassandra memperingatkan sambil sesekali melirik ke arah bocah empat tahun itu yang berlari mengejar bola.

Sean yang lebih kecil hanya tertawa, ikut-ikutan berlari meskipun kakinya masih sedikit goyah. Cassandra tersenyum kecil. Entah kenapa, melihat anak-anak ini tertawa seperti ini memberinya sedikit ketenangan di tengah semua kekacauan yang ia alami.

Namun, di balik semua itu, pikirannya masih dipenuhi kegelisahan.

Ia masih belum menemukan cara untuk keluar dari tempat ini.

Bagaimana ia bisa kabur kalau ia bahkan tidak tahu dirinya sedang berada di mana?

Semua barang berharga miliknya—ponsel, paspor, dompet—sudah hilang dalam perampokan itu. Bahkan kalau pun ia berhasil keluar dari rumah ini, ia tidak bisa menghubungi siapa pun. Tanpa identitas dan uang, ia benar-benar tidak punya tempat tujuan.

"Persetan dengan perannya sebagai babysitter," gumam Cassandra pelan. Ia tidak bisa selamanya hanya mengurus anak-anak Rafael sambil berpura-pura baik-baik saja.

Ia harus mencari cara untuk keluar dari sini.

Dari atas balkon ruang kerjanya, Rafael Montenegro berdiri tegak, kedua tangannya bersedekap di dada. Tatapannya tajam mengamati Cassandra dan kedua anak itu di bawah sana.

Pria itu sudah memperkirakan Cassandra akan mencoba sesuatu.

Ia tahu perempuan itu bukan tipe yang akan diam begitu saja menerima nasib.

Namun, pagi ini, ada hal yang lebih mengganggu pikirannya.

Cymric.

Setelah laporan dari Franco beberapa menit berlalu, Rafael tidak bisa mengabaikan fakta bahwa musuhnya mungkin saja mengawasi rumah ini.

Dan lebih dari itu... mereka mungkin mengincar Cassandra. Jelas wanita itu karena sejak dulu kelemahan keluarga monrotenerge adalah perempuan sebab itulah Rafael lebih memilih menyendiri setelah perselingkuhan istrinya.

Kenapa?

mereka hanya ingin membuatnya kehilangan sesuatu untuk memancing kemarahannya?

Tangan Rafael mengepal di atas pagar balkon.

Cymric sudah bermain terlalu jauh.

Jika mereka berani menyentuh orang yang ada di bawah perlindungannya, maka ia akan memastikan mereka tidak akan pernah mendapat kesempatan kedua.

Di halaman belakang, Cassandra masih sibuk bermain dengan Sean dan Nathan ketika tiba-tiba ia merasa sesuatu aneh.

Sebuah perasaan tak nyaman menyelinap di tengkuknya.

Seperti ada seseorang yang memperhatikannya.

Ia menoleh cepat ke sekeliling, tapi hanya ada para bodyguard yang berdiri di titik-titik strategis.

Dan di balkon atas sana...

Rafael.

Tatapan pria itu begitu tajam dan penuh pengamatan.

Cassandra menelan ludah. Apa pria itu menyadari kalau ia sedang merencanakan sesuatu?

Tidak.

Ia harus tetap berpura-pura seolah semuanya baik-baik saja.

Namun, satu hal yang pasti...

Apa pun yang terjadi, ia harus keluar dari tempat ini sebelum terlambat.

...➰➰➰➰...

Rafael kembali menghubungi Franco dan berselang beberapa menit Franco kembali masuk

"Pasang pengawasan lebih ketat di gerbang dan area belakang. Siapkan tim cadangan kalau terjadi sesuatu."

Franco mengangguk. "Saya mengerti. Tapi, Tuan, apa Anda mencurigai sesuatu?"

Rafael mengalihkan pandangannya kembali ke halaman. Cassandra masih bersama anak-anak, tertawa kecil saat Sean mencoba menangkap bola tapi malah jatuh terduduk di rumput.

"Cymric," ucap Rafael datar. "Mereka tidak akan diam saja setelah yang terjadi kemarin. Aku tidak mau mengambil risiko."

Franco menyipitkan mata. "Apakah menurut Anda mereka akan menyerang langsung?"

Rafael tersenyum tipis, tapi bukan senyuman yang menyenangkan. "Mereka tahu aku bukan orang yang bisa didekati dengan negosiasi. Kalau mereka punya nyali, mereka akan mencoba sesuatu. Dan aku tidak mau menunggu sampai mereka melakukannya."

Franco memahami maksud perintah itu. "Saya akan segera mengatur pergerakan tim keamanan."

Rafael mengangguk, lalu menambahkan, "Dan satu lagi. Aku ingin Cassandra tetap diawasi. Jika ada yang mencoba mendekatinya, habisi di tempat."

Franco menatap Rafael dengan penuh tanya. "Anda berpikir mereka akan mencoba menyentuh gadis itu?"

Rafael menoleh padanya, ekspresinya sulit dibaca. "Aku tidak tahu apa yang mereka rencanakan. Tapi aku tidak akan membiarkan ada orang lain yang menyentuhnya."

Franco mengangguk sekali lagi sebelum pergi untuk menjalankan perintah.

Sementara itu, Rafael kembali menatap Cassandra.

Matanya menyipit.

Jika Cymric memang menargetkan perempuan itu...

Mereka sudah mencari masalah dengan orang yang salah.

1
Elizabeth Zoe
sekolah minggu? tadi di bab 1 ada kalimat "jangan lupa solat di negara orang". kocak🤣
Fara Rasta
ceritanya bagus banget
Irabiya
kelamaan baru ad lanjutan x,,lelah nunggu x/Facepalm/
merry jen
jhtt bgtt rafe ngejerat Casandra bgtuu ,,ngmgyy Casandra bhongg pdhll diabyg culik paksa sekpp casandraa tgll drmhh dia ,,skrg jlkinn Casandra ddpn orgtua y lgg ,,
merry jen
kshh Casandra jdii twnnn ,,pdhll sstss bukn pekerjaan Isti atauu pun budakk ,,aneh mafia satu inn
merry jen
apa nntii Casandra gk truma ya atas kjdian yg menimpa yy🤔🤔
merry jen
si amorr itu sapa yaa pnsrann ygg sm ed
merry jen
kshnn sandraa jdii tahannn pdhll dia ajj di culikk dr fareal
Tara
kuberikan secangkir coffee hangat kak. Semangat!!!
Mari kita berdoa berjamaah semoga dapat suami yg kaya, gagah, setia dan mencintai kita selamanya. Amin🤔🤗🥰👏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!