Ayu dan Adi adalah sepasang suami istri yang hidup bahagia, walaupun belum di beri keturunan di usia pernikahan mereka yang sudah menginjak tahun kedua. namun, kebahagiaan itu sirna. ketika hadir nya wanita kedua di kehidupan mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon de'rini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ep.12 APA SALAH KU?
"Ayuuuuuu.... Lu kenapa Yuu..?"
Niken menghampiri Ayu yang sedang terbaring lemas dengan selang infus di lengannya. Sekilas ia melirik Adi yang sedang duduk di samping ranjang tempat Ayu terbaring. Seketika tatapan Niken berubah menjadi sinis saat melihat wajah Adi. Dirinya tidak bisa membendung perasaan benci kepada lelaki itu.
"Eh Nik.., Apa kabar?"
Adi menyapa Niken, Sahabat dari istrinya.
"Baik"
Sahut Niken ketus.
Lalu Niken memeluk Ayu dengan perasaan khawatir.
"Lu gak apa-apa kan?"
"Gak apa-apa kok, Sebentar lagi pasti pulang"
Suara Ayu terdengar lemah.
"Mumpung ada Niken aku ke kantor dulu ya... Ada meeting, Cepat sembuh ya sayang"
Adi mengecup kening Ayu sekali lagi lalu beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Niken dan Ayu berdua di kamar perawatan Ayu.
Setelah Adi pergi, Air mata Ayu tak terbendung lagi. Begitu juga dengan Niken yang sudah dari tadi mencoba menahan tangis melihat keadaan sahabatnya itu.
"Nik.., Salah gue apa ya? kok bisa-bisanya Adi selingkuh dari gue"
"Lu gak salah apa-apa kok Yu.. Yang salah Adi. Dia keterlaluan banget sih!"
Niken mendadak kesal saat mengingat Adi menggandeng tangan Luna dengan mesra.
"Gue sudah berusaha menjadi istri yang baik Nik.. Apa mungkin karena gue belum bisa memberikan anak ya?"
Tangisan Ayu semakin menjadi, Dirinya merasa gagal saat membayangkan bila ternyata penyebab perselingkuhan Adi karena dirinya yang tidak kunjung bisa memberikan Adi seorang anak.
"Gue yakin bukan itu Yu.. memang Adi aja yang brengsek"
Niken kembali memeluk Ayu dengan erat. Sedangkan Ayu semakin tidak bisa mengendalikan emosinya. dirinya menangis sepuasnya pada sore itu di pelukan Niken.
*
"Kita pulang ya"
Adi mencoba membujuk Luna. Luna menatap Adi lekat-lekat. Dirinya tidak yakin untuk kembali ke rumah itu. Hati Luna masih sakit saat membayangkan Adi dan Ayu tidur bersama.
"Aku tidak yakin"
Jawabnya dengan ketus.
"Ya sudah, Kalau begitu aku sewakan saja apartemen didekat kantorku, Bagaimana?"
Luna menatap Adi dengan sorot mata yang berbinar-binar.
"Kamu yakin?"
Tanyanya dengan tak percaya.
"Iya.. i do everything for you hon..."
Adi memeluk mesra Luna.
Luna tak mampu menyembunyikan perasaan bahagianya. Lalu membalas pelukan Adi dengan erat.
"thank you hon... thank you.."
bisiknya di telinga Adi dengan bahagia.
"Dan malam ini, Aku milikmu seutuhnya"
Luna melepaskan pelukannya lalu menatap Adi dengan tak percaya.
"really?"
"yup"
Jawab Adi dengan cepat, Yang membuat Luna melompat kegirangan.
"Y**eayyyy... thank you hon"
........
Ayu tersentak dari tidurnya, Mimpi buruk membuatnya terbangun dengan perasaan kacau. Baru saja dirinya bermimpi melihat Adi bercinta di rumahnya sendiri dengan wanita idaman lain Adi. Air matanya mengalir dengan deras. Ayu benar-benar merasa depresi. Dirinya tak mampu menahan perasaannya dan ingin segera membahasnya kepada Adi. Tetapi apa daya, Dirinya tidak ingin gegabah dan membuat dirinya tampak bodoh dimata Adi seperti biasanya.
"Ibu tidak apa-apa?"
Seseorang memegang pundak Ayu dan mencoba untuk menenangkan dirinya. Ayu menoleh ke sumber suara tersebut, Ayu melihat seorang lelaki tampan yang berdiri tepat di sampingnya.
"A.. a..aku baik-baik saja"
Ucap Ayu terbata-bata.
"Sepertinya tidak baik-baik saja, Bisa ibu ceritakan apa yang ibu rasakan? Oh iya.., Saya dokter jaga."
Lelaki itu tersenyum menatap Ayu. Ayu buru-buru menghapus air matanya. Lalu kembali menatap dokter tampan yang kini duduk di ranjangnya.
"Saya baik-baik saja, Cuma mimpi buruk"
"Oh begitu, Saya sedang berkeliling, Terus melihat ibu sedang menangis. Jadi saya hampiri dan ternyata terbangun gara-gara mimpi buruk ya"
Prakoso tersenyum kepada Ayu sambil mengecek selang infus di lengan Ayu dan mengatur tetesan cairan infus.
"Sekarang ibu bisa beristirahat kembali"
Dokter muda itu membetulkan letak bantal lalu membantu Ayu untuk merebahkan dirinya.
"Terimakasih dok"
Ucap Ayu.
Prakoso hanya mengangguk sambil tersenyum. Lalu berpamitan kepada Ayu untuk kembali berkeliling mengecek pasien yang lainnya.
Atas bantuan seorang teman, Akhirnya Adi dan Luna mendapatkan Apartemen yang sesuai dengan keinginan mereka. Setelah menyelesaikan Administrasi dan penyerahan kunci, Adi langsung merebahkan dirinya di atas ranjang.
"Arghhhhhhh... Kenapa tidak dari dulu begini ya.. aku baru kepikiran"
Ucap Adi yang di sambut senyum sumringah Luna.
"Honey, Kamu janji ya.. Sering-sering kesini. Kalau bisa sih, Kamu tinggal disini aja"
Luna memasang wajah cemberutnya.
"Pasti aku lebih sering kesini honey.. kamu tenang aja ya"
Adi memeluk Luna dari belakang. Lalu menciumi leher Luna.
"Ih.., Apa sih.. Geli honey"
Luna membalikan badannya dan menatap Adi dengan nakal. Tatapan Luna membuat Adi lebih bergairah. Dengan cepat Adi menggendong tubuh Luna, Lalu merebahkannya diatas ranjang.
"Pokoknya malam ini aku milikmu seutuhnya"
Bisik Adi di telinga Luna. Luna tersenyum bahagia lalu mencium lembut bibir Adi. Mereka pun bercinta, merayakan kebahagiaan mereka saat ini.
.......
"Selamat pagi"
Ayu berusaha membuka matanya yang masih mengantuk. Samar-samar ia melihat seseorang yang berdiri di samping ranjangnya.
"Hmmmm.. ya.. pagi"
Jawab Ayu dengan malas.
"Bagaimana keadaan ibu Ayudya?"
Ayu mengucek matanya lalu berusaha untuk duduk.
"Hmmm baik, dok....ter.... hah...?! kamu siapa!"
Ayu menatap dengan tatapan menyelidik kepada lelaki yang kini duduk di samping ranjangnya. Lelaki itu hanya tersenyum melihat Ayu yang sedang menatapnya.
"Perkenalkan, Saya Prakoso"
Lelaki itu mengulurkan tangannya.
Ayu terus memandang lelaki itu dengan tatapan menyelidik.
"Semalam kita belum sempat berkenalan, Lalu saya sempatkan untuk mengunjungi ibu Ayu sebelum saya pulang"
Ayu mencoba mengingat-ingat siapa lelaki itu.
"Oh..., Dokter yang semalam?"
Prakoso tersenyum manis, Lalu memegang pergelangan tangan Ayu.
"Saya cek tekanan darahnya dulu ya.."
Sambil memegang pergelangan tangan Ayu, Prakoso terus memandangi paras cantik Ayu. Ayu pun menjadi salah tingkah.
"Semua sudah baik, Tinggal menunggu dokter yang bertanggung jawab, Setelah itu ibu boleh pulang"
"I..iya.. Terimakasih"
Ucap Ayu.
"Oh iya, Tidak ada yang menjaga? Keluarga? Suami? Pacar?"
Pertanyaan Prakoso membuat Ayu tertunduk lesu.
"Nanti teman saya kesini untuk membantu saya, Atau saya sendiri juga bisa"
Ayu mengalihkan pandangannya keluar jendela.
"Oh begitu, Baik lah, Kalau begitu bolehkah saya minta nomor yang bisa di hubungi?"
"Untuk apa?"
Ayu menatap Prakoso dengan tatapan menyelidik.
"Hmmm.. Untuk survey kepuasan pelanggan atas rumah sakit kami"
"Oh begitu.."
Tanpa curiga Ayu menyebutkan nomor ponselnya.
"Ok.. Baik terimakasih ya... Selamat beristirahat"
Prakoso tersenyum lalu berpamitan dan meninggalkan Ayu.
Prakoso, lelaki tampan yang berperawakan Tinggi dan berkulit bersih. Berusia sekitar dua puluh sembilan tahun adalah dokter umum yang sedang menyambi kuliah untuk mengambil gelar dokter spesialisnya.
Dirinya baru saja lima bulan bekerja dirumah sakit ini. penampilannya yang cuek, Membuat rekan dan para perawat menjulukinya dokter rock n' roll. Semalam, Saat berkeliling, Dirinya mendengar teriakan dari kamar yang baru saja dilewatinya. Dengan sigap dokter Prakoso mencoba mengecek keadaan pasien tersebut. Saat dirinya menghampiri pasien tersebut jantungnya mendadak berdegup kencang.
"Isabel?"
Ia mencoba meyakinkan dirinya dengan apa yang sedang ia lihat. Apakah wanita yang sedang histeris itu adalah Isabel, Dengan cepat Prakoso mengecek papan nama pasien. Lalu ia tertegun menatap wanita di hadapan nya.
"Tidak mungkin...! Wanita ini mirip sekali dengan Isabel"
gumamnya.
Dengan mata yang mulai memerah menahan gejolak di hatinya, Ia mendekati wanita yang sedang menangis pilu itu. Lalu mencoba untuk menenangkan wanita itu dengan menyentuh pundaknya.
"Ibu tidak apa-apa?"
Dokter Prakoso bertanya penuh dengan rasa khawatir terhadap wanita itu.
semoga semakin banyak para suami yg sadar ya Thor, bahwa pernikahan itu hal yg sangat sakral, hal yg harus dijaga itu adalah kesetiaan dalam berumah tangga ♥️
ditunggu novel berikutnya Thor 🤩🤩🤩
membalas perbuatan menjijikkan suami beserta selingkuhan dengan cara yang elegant.
cerita yang gak terlalu banyak konflik serta gak berlarut-larut, episode nya gak banyak jadi enak bacanya gak bosen, yang paling penting pasangan selingkuhan itu dapetin karmanya masing-masing. itu yang paling ditunggu para readers🥰
makasih untuk cerita yang bagus ini, tetap semangat nulisnya Thor... dinanti karya-karya selanjutnya🙏😘
si Adi lgsg metong ya Thor 😃
udah tau istrimu yang lebih kaya, berani-beraninya selingkuh sampai 3x, sekali dua kali dimaafkan malah keenakan, yang ketiga kalinya auto didepaklah anda...
makanya bersyukur Pak... udah tuir juga masih doyan cabe-cabean 🙄🙄🤦♀