NovelToon NovelToon
Perjuangan Cinta

Perjuangan Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:78.5k
Nilai: 5
Nama Author: Abil Rahma

NOVEL INI HIATUS YA. Kalau gak mau kecewa lebih baik skip aja, masalahnya ini gak tamat, terimaksih



Safira Aulia Putri adalah seorang gadis cantik dan baik hati. Dia harus memupuskah harapannya untuk berkuliah, karena kedua orang tuanya menyuruhnya melanjutkan belajar disebuah pesantren yang sudah ditentukan oleh ayahnya. Dia tidak menolak ketika ayahnya menyuruhnya masuk pesantren, karena dia memang anak yang penurut kepada kedua orang tua, selama itu dalam kebaikan. Walaupun sebenarnya dia merasa tidak siap meninggalkan pujaan hatinya untuk pergi ke pesantren.

Rama Adi Saputra adalah kekasih Safira, mereka menjalin cinta kurang lebih dua tahun, semenjak mereka masih di SMA yang sama. Sejak pertemuan pertama mereka, mereka pun tak pernah terpisahkan dan selalu di takdirkan bersama. Tetapi kini mereka harus terpisah jarak dan waktu, ketika Safira pergi ke pesantren. Menjalani cinta jarak jauh.

Dan dimulailah perjuangan cinta mereka.

Yuk baca karya pertmaku.
Mohon kritik da

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abil Rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 12 Pesantren 3 (Pengledahan)

.

.

.

.

Rama dan Safira sama-sama menikmati hari-hari baru mereka, dengan teman-teman baru juga, tempat baru dan kehidupan baru. Kini Safira di pesantren sudah genap 40 hari, dan esok adalah hari jum'at, dimana para orang tua boleh berkunjung ke pesantren untuk menemui anak-anak mereka. Safira pun merasa sangat bahagia, karena esok ia akan bertemu dengan orang tuanya, dan juga kedua kakaknya. Karena kemarin ia sudah menelfon ortunya dirumah untuk datang bersama kedua kakaknya.

"Ciee yang lagi bahagia, karena besok akan di jenguk ortunya. Jangan senyum-senyum sendiri gitu dong nanti dikira kesurupan," Ejek Aisyah pada Safira.

"Jangan gitu dong mbak, aku kan jadi merinding," Ucapnya dengan mengidikkan bahu karena merinding.

"Beneran besok jadi dijenguk ortu kamu mbak?" Itu Azizah yang bertanya.

"Insyaallah ia mbak, aku udah kangen banget sama bundaku," Jawabnya dengan nada sendu.

"Aku juga insyaallah besok di jengguk ortuku mbak, moga aja jadi ya,.biar barengan nanti kita keluarnya," Ucap Azizah lagi.

"Iya mbak, semoga aja jadi ya," Ucap Safira.

"Ayo mbak kita berangkat, nanti telat, lima menit lagi bel berbunyi lho," Ajak Dina pada teman-teman seangkatannya.

"Iya ayo mbak," Jawab Azizah. Lalu mereka semua berangkat ke aula bersama. Karena ini malam jum'at dan jadwal mereka malam ini setelah isyak adalah tekroran, jadi mereka bergabung dengan satu angkatan.

Di pesantren itu, setiap malam jum'at tetap ada kegiatan, walaupun tak sepadat hari-hari biasanya. Dan setiap jum'atnya kegiatan berbeda-beda. Kali ini adalah tekroran, bagi anak Al Ibtida' tekrorannya tidak terlalu banyak, karena nadhom-nadhom yang di pelajari belum sebanyak angkatan atasnya.

بسم اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اَلْحَمْدُ لِلهِ وَ صَلّٰى رَبُّنَا * عَلَى النَّبِيِّ الْمُصْطَفٰى حَبِيْبِنَا

وَاٰلِه وَصَحْبِه وَمَنْ قَرَا * وَهَاكَ فِى التَّجْوِيْدِ نَظْمًا حُرِّرَا

سَمَّيْتُهُ هِدَايَةَ الصِّبْيَانِ * أَرْجُو اِلٰهِى غاَيَةَ الرِّضْوَانِ

(أَحْكَامُ تَنْوِيْنٍ وَنُوْنٍ تَسْكُنُ * عِنْدَ الْهِجَاءِ خَمْسَةٌ تُبَيَّنُ)

(اِظْهَارُ ادْغَامٌ مَعَ الْغُنَّةِ أَوْ * بِغَيْرِهَا وَالْقَلْبُ وَالْاِخْفَا رَوَوْا)

(فَاظْهِرْ لَدٰى هَمْزٍ وَهَاءٍ حَاءِ * وَالْعَيْنِ ثُمَّ الْغَيْنِ ثُمَّ الْخَاءِ)

(وَادْغِمْ بِغُنَّةٍ بِيَنْمُوْ لَا اِذَا * كَانَا بِكِلْمَةٍ كَدُ نْيَا فَانْبِذَا)

(وَادْغِمِ بِلَا غُنَّةٍ فِي لَامِ وَرَا  *وَالْقَلْبُ عِنْدَ الْبَاءِ مِيْمًا ذُ كِرَا)

(صِفْ ذَاثَنَاكَمْ جَادَ شَخْصٌ قَدْ سَمَا*دُمْ طَيِّبًازِدْفِى تُقًى ضَعْ ظَالِمَا)

 (وَغُنَّةٌ قَدْ أَوْجَبُوْهَا أَبَدَا* فِى الْمِيْمْ وَالنُّوْنِ اِذَامَاشُدِّدَا)

(وَالْمِيْمُ اِنْ تَسْكُنْ لَدَى الْبَاتُخْتَفِى *نَحْوُاعْتَصِمْ بِاللهِ تَلْقَ الشَّرَفَا)

(وَادْغِمْ مَعَ الْغُنَّةِ عِنْدَ مِثْلِهَا  *وَاظْهِرْ لَدٰى بَاقِى الْحُرُوْفِ كُلِّهَا)

(وَاحْرِصْ عَلَى الْاِظْهَارِعِنْدَالْفَاءِ *وَالْوَاوِ وَاحْذَرْدَاعِىَ الْاِخْفَاءِ)

Itulah beberapa nadhom yang mereka hafalkan dengan di buat lagu, dan di iringi oleh alat musik seadanya, yaitu alat musiknya dari sampah-sampah bekas, seperti kaleng, galon pecah, ember dan masih banyak lagi. Merka pun berpakaian seragam hitam putih dan ada yang membawa sepanduk bertulisan penyemangat untuk mereka sendiri. Ada juga yang membuat topi dari kertas karton, ada yang membuat hiasan rambut palsu dari kresek hitam dan lain-lain. Mereka melepas penat selama satu minggu belajar full dengan cara seperti itu. Melantunkan nadhoman dengan suara lantang, bahkan ada yang sampai kehabisa suara, karena teriak-teriak bernadhom ria.

Memang seperti itu di perbolehkan, asal tidak melampaui batas saja, boleh teriak-teriak di pesantren kapan lagi, jika tidak waktu sekarang ini. Karena kalau di selain seperti sekarang ini, itu adalah larangan yang keras.

Setelah satu jam mereka tekroran, kini mereka pun bubar dari aula tersebut, karena memang waktu yang di berikan sudah habis. Tapi di tengah jalan mereka berempat akan kembali ke kamar di hentikan oleh pengurus pondok.

"Mbak-mbak jangan masuk kamar dulu, karena kamar sedang di gledah, tunggu di luar kamar sampai semua pengurus pondok keluar," Pengurus pondok tersebut memperingati mereka, bukan hanya empat gadis itu yang tak boleh masuk, tapi semua santri, termasuk kamar sebelah mereka.

"Baik buk," Jawab mereka serempak.

"Penggledahan apa ya mbak?" Tanya Safira dengan berbisik di telinga Azizah, karena ini baru pertama untuknya ada acara penggledahan kamar.

"Gak tau mbak, mungkin pengurus itu ambil barang-barang yang dilarang dibawa kepondok," Jawab Azizah dengan berbisik di telinga Safira.

"Aduh gawat mbak, di dompet ku ada fotonya Rama," Safira merasa panik dan takut jika nanti disidang karena ketahuan bawa foto laki-laki. "Apa nanti aku bakalan di panggil ke keamanan ya mbak? Aku takut," Tambahnya merasa khawatir.

"Setau aku, kalo anak baru gak mbak, tapi kalo udah ketahuan untuk kedua kalinya, kyaknya iya deh. Ya moga aja gak lah mbak, di kamar juga ada mbak Alya, kan pasti di tanya itu punya siapa, berdoa aja semoga enggak ya," Jawab Azizah panjang lebar masih dengan berbisik pula.

"Iya mbak semoga aja," Ucap Safira lagi.

Selang beberapa menit, pengurus pondok pun keluar dari kamar mereka, dan mereka di persilahkan masuk kamar.

"Monggo mbak nek ajeng mlebet, niki sampun rampung (Silahkan kalo mau masuk mbak, ini sudah selesai)," Ucap pengurus pondok seraya meninggalkan kamar Safira.

Penghuni kamar itu pun masuk semua, dan mereka membom pertanyaan pada ketua kamar yaitu mbak Alya.

"Apa yang keambil mbak? Dan punya siapa?", Itulah kira-kira pertanyaan mereka, sereya mereka semua memeriksa lemari mereka masing-masing.

"Ada uang, punya Safira dan foto tadi, karena anak baru maka, uangnya dititipkan di saya, dan fotonya diambil, tapi tidak di sidang, cuman di peringati, jangan bawa foto laki-laki lagi, dan juga ada beberapa foto kamu yang gak pake kerudung juga di sensor, gak apa-apa mbak Fira, ini sebagai peringatan aja,lain kali jangan di ualngi lagi, kalau gak mau kena masalah, oke," Kata Alya panjang lebar.

Safira menjawab dengan menunduk karena malu, "iya mbak, maafkan aku,"

"Udah gak apa apa, tadi juga ada beberapa uang yang berlebihan yang dibawa keamanan, bagi yang bukan anak baru, yang merasa kehilangan uangnya, boleh ke ruang keamanan, sperti biasa nanti ditanya kenpa bawa uang lebih dari ketentuan. Mbak Safira belum tau ya, kalo disini bawa uang dibatasi mbak, hanya 200 rb saja, kalo lebih maka akan di sensor oleh keamanan, dan boleh diambil kalau ada alasan yang tepat mbak, seperti buat bayar syahriah dan lainnya. Mbak Safira bawanya banyak sekali, nanti di titip di saya aja ya, atau di bendahara kamar, biar aman," Kata Alya panjang lebar.

"Iya mbak," Jawab Safira masih dengan menunduk.

"Yaudah sekarang kalian boleh ke koperasi, beli makanan. Ini uang kamu, sisanya aku simpan oke," Tambah Alya lagi.

"Makasih ya mbak," Jawab Safira lagi.

Mereka pun melangkahkan kakinya ke koperasi untuk membeli makanan, untuk mengganjal perut mereka. Karena ini malam jum'at mereka pun tidak diwajibkan tidur jam 22.00 malam, tapi bebas mau tidur jam berapa pun.

Mereka berempat, memutuskan untuk membeli mie ayam, karena adanya memang di malam jum'at saja. Hari-hari biasanya, hanya ada makanan sederhana, seperti gorengan dan lainnya. Mereka membeli 5 porsi mie ayam dengan wadah nampan, karena mereka akan makan bersama.

Setelah mengantei sekitar lima belas menit akhirnya pesanan mereka jadi juga.

"Alhamdulillah udah dapet nich mie nya, untung tadi belum terlalu rame, jadi kita nunggunya gak kelamaan," Ujar Aisyah lalu meletakkan penampan yang di bawanya di depan keempat temannya.

"Iya, Alhamdulillah ya mbak, yok kita makan sekarang," Timpal Amira.

Mereka berlima pun memakan mie ayamnya dengan di selingi canda tawa, dan sesekali ada yang minum karena mie ayamnya masih panas dan juga pedas.

"Kamu emang bawa foto siapa mbak? kok tadi katanya di sensor?" Itu Dina yang bertanya, karena memang tidak ada yang tau selain Azizah dan Aisyah kalo Safira bawa foto Rama pacarnya.

"Ah itu foto kakakku mbak, dan juga beberapa foto ku yang gak pake jilbab, malah ada yang pake celana pendek," Jawabnya dengan sedikit berbohong, karena dia merasa malu mengakuinya, selain pada Azizah dan Aisyah yang memang sudah terbiasa.

"Aku kira foto pacarnya, hehehe. Dulu aku juga bawa foto pacarku mbak, tapi aku buang karena takut ketahuan," Ucap Dina lagi.

Emang foto pacarku mbak. Eh aku berbohong malah dia mengakuinya, jadi merasa bersalah aku. Gumam Safira dalam hati.

"Ada juga foto cowokku mbak, hehe," Akhirnya Safira jujur juga.

"Untung aja, tadi kamu gak di panggil keruang keamanan," Kata Dina lagi.

"Iya mbak, besok-besok lagi aku kapok mbak, takut masuk keamanan," Ucap Safira lagi.

"Iya, lebih baik kita menghindari untuk berbuat masalah, kalau masih mau mondok disini," Itu Azizah yang berkometar. Karena memang diantara berlima, Azizah lah yang sedikit lebih dewasa di banding yang lainnya.

"Bener banget itu mbak," Timpal Aisyah.

Setelah mereka menyelesaikan makannya yang diselani obrolan ringan, mereka pun ke kamar mandi untuk bersih-bersih dan mencuci nampan yang di baut makan tadi. Lalu mereka kembali ke kamar lagi.

Setelah sampai di kamar, mereka melanjutkan obrolannya dengan kakak tingkat mereka, karena kalau malam jum'at dilarang belajar, dan memegang kitab atau nadhoman, kecuali buat santri Alfiyyah yang malam sabtu akan setoran hafalannya.

Setelah asyik mengobrol, mereka berlima pun memutuskan untuk tidur saja, karena waktu sudah menunjukkan pukul 22.30, tadinya mereka ingin mengikuti kegiatan tengah malam yaitu mujahadah bersama, tapi mereka tunda karena sudah merasa ngantuk.

Kebiasaan sebelum tidur, mereka bercerita tentang kehidupan sebelum ke pesantren dan saling curhat. Tentunya itu berlaku bagi tiga orang, yaitu Safira, Azizah dan Aisyah sedangkan Dina dan Amira, mereka kadang ikut menimpali, dan jadi pendengar. Karena mereka orangnya lebih pendiam dan tertutup.

Selang beberapa menit, mereka semua pun tertidur dan akan melakukan kegiatan di esok hari lagi, tentunya dengan bangun sebelum subuh seperti biasanya.

1
Nur Adam
lnjut
Pipit Yumae Amiratus
asik bacanya berasa ikutan mondok gitu
Najwa Aulia putri
thor, kapan ngelanjutin ceritanya lagi... nanggung nih, udah gak sabar buat membacanya...
Lia
mana kelanjutan nya da lama nih
♍🅰RDI🅱EaR🅰SYah, 🈵💯🚹
terbayang masa lalu
♍🅰RDI🅱EaR🅰SYah, 🈵💯🚹
belajar jadi solekah
♍🅰RDI🅱EaR🅰SYah, 🈵💯🚹
like kak
Wantik Wantik
ayo Thor jgn d gantung niw hati pas lagi sakit baca ceritany ehh
jgn lama2 Thor lanjutannya ,,, penasaran ini
♍🅰RDI🅱EaR🅰SYah, 🈵💯🚹
aku mampir salam kenal kak
Nabil Hidayat
lanjut thor
Nabil Hidayat
serasa ikut ngaji d pondok aq
Aneuk Dara Mak
ayok lanjutin cerita nya, masih penasaran kisah mereka
Choesmia Exo
kok gk lanjut kak thor,keren loh padahal...up lg dong thor 🙏🙏🙏
Choesmia Exo: semangat Kaka thor 💪💪💪
total 2 replies
Rose Lodarmase Sumual-van Hemert
thor kapan up lg
xi xiao nian
kuliah sambil mondok kan bisa... kenapa harus pupus cita''?...
buat orang tua yg berniat memondokan anak biasanya dari lulus sd, jadi pas sekolah smp dia sekalian mondok sampai sma, nah... pas lulus sma mau lanjut kuliah di mana gitu kalo jauh dari pondok biasanya di transfer ke pondok yg masih 1 madzab, setahu ku sih gitu...
yoongi
kakak masih ad lanjutannya ga?
Rosmiati Wirapraja
kok hiatus ya padahal cerita nya bagus nanggung
Nazhila Baidha Rahma
lanjut
Alsya Alif
lanjut donk
Umi Kalsum
ok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!