NovelToon NovelToon
Dipaksa Tapi Tidak Terpaksa

Dipaksa Tapi Tidak Terpaksa

Status: tamat
Genre:Romantis / Suami Tak Berguna / Janda / Duda / Tamat
Popularitas:608.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: El Nurcahyani

Diperbarui 27 September 2020
_______________________________

Perjodohan dengan lancar tidak ada kebencian. Eliana dipaksa namun dengan rela hati menerima, sebab kesabaran Arsya merubah status mereka dari adik kakak menjadi sejoli penuh cinta.

Ujian menimpa selalu pada Arsya, sejak awal sabar dengan hubungannya, kemudian takdir membawanya pada penyakit yang tidak disangka.

Eliana tidak menyesali dengan kehidupan barunya. Gadis yang semula manja, menjadi sangat tegar, sebab ujian yang menimpa Arsya --suaminya-- menuntut dia untuk menerimanya juga dan seakan menjadi single parent.

Pesan moral dari cerita ini = tidak ada sesuatu yang berjalan sesuai keinginan kita, jika pun itu ada, ujian akan tetap ada untuk mengingatkan pada kita bahwa dalam hidup itu selalu ada dua sisi -- Hitam & Putih, Sedih & Bahagia, Ujian & Kedewasaan, DLL--

Selamat menikmati untuk teman-teman yang sudah mampir pada novel ini. Terima kasih sebelumnya. 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Nurcahyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eliana Salah Bicara

Hemm ... Baiklah, saku udah janji pada diriku sendiri. Aku ga boleh terlalu sensitif, ga boleh gampang marah, harus jadi wanita yang dewasa, harus bisa mengatasi masalah. Bukan lari dari masalah. Eliana

"Kak Ars ... Tadi memang aku tidak ada rencana untuk keluar. Tapi Puput mengajaku pergi. Ya, aku pikir ga ada salahnya kalau aku ikut dengan Puput. Lagian aku juga ga ada kerjaan ..."

"Nah itu ...." Arsya hanya jawab singkat, sambil melipat tangan di dadanya dan bersender ditembok.

"Nah itu, nah itu ... apa sih? Ga jelas banget."

"Iya ... Itu. Tadi aku ajak ga mau, banyak alasan. Sekarang Puput yang ngajak, langsung mau. Padahal waktu aku ngajak dan Puput yang ngajak beda dikit. Sekarang saja kita sama-sama akan berangkat."

"Nah terus, sekarang kakak mau nya apa?"

"Kamu ikut aku, terus nanti kita bisa janjian sama Puput. Kan bisa di undur kalau sama dia, kemarin juga Puput ada di sekolah."

"Huft .... Baiklah, terserah kakak aja. Dasar tukang maksa." El menghela nafas terpaksa.

Harusnya Ars kesal sih, karena El mengumpat dirinya tukang maksa. Tapi daripada buang-buang waktu untuk debat, lebih baik berangkat saja, karena ini sudah terlalu siang.

Eliana dan Arsya pergi setelah pamitan kepada orangtuanya El.

"Kenapa kita jalan sih?" Tanya El.

"Angkotnya kan ada di depan, dekat pertigaan itu. Kalau aku punya nomor Pak sopirnya, pasti sudah aku panggil dari tadi."

"Bukan itu maksudku, kenapa ga pake motor kak Arsya saja?"

"Motorku mogok, baru mau ke bengkel hari ini."

El jadi ingat, waktu kemarin malam melihat Arsya pulang diantar seorang wanita dengan motor lain.

"Owh, berarti malam itu kak Arsya baru dari sekolah mungkin, terus diantar temanya pulang. Tapi kenapa harus teman wanita sih? Kan teman pria juga banyak." El bergumam dalam hatinya.

"Heh, kok diam." Arsya menyikut lengan El.

"Enggak apa-apa, masa harus ngobrol terus. Capek."

Arsya berhenti dan tiba tiba bertepuk tangan di depan El, " Wah wah nona ... Aku merasa hari ini akan hujan besar. Seorang Eliana Putri Permana berkata capek mengoceh. Ini adalah sejarah baru yang aku alami ... Tidak ada lagi yang akan meropotkanku."

"Apaan sih, norak!"

"Tapi El, beneran. Aku bayangin kalau kamu berhenti sehari saja ga ngoceh gitu. Gimana ya rasanya? Secara itu hobi kamu dari sejak sekolah, enggak di perpus, di kantin dimana pun kamu pasti ngoceh ... Iya kan?"

"Ga usah dibayangin, entar jadi stress sendiri." El bernada kesal.

Arsya terkekeh sambil melirik pada gadis yang berada disampingnya itu, dia suka banget kalau godain El.

"Eh ada angkot tuh, ayo ..." Ajak Arsya.

Eliana setengah berlari karena tarikan tangan Arsya, angkotnya memang sudah mau pergi, untungnya belum telat.

Didalam angkot, mereka hanya diam tidak membahas apapun. El duduk begitu dekat dengan Arsya karena penumpang penuh, mereka berdesakan. Arsya meminta El duduk di belakang Pak sopir saja, agar dia tidak terlalu berdempetan dengan penumpang lain, kemudian Arsya di duduk di sebelah El, cari aman pikirnya.

Sepanjang jalan, Eliana melirik pada Arsya. Dia pikir Arsya sedang memanfaatkan situasi yang berdesakan ini. Sedangkan Arsya hanya balas melirik Eliana sambil tersenyum  dan mengangkat kedua halisnya.

***

Akhirnya sampai juga ditempat tujuan, "BENGKEL MOBIL DAN SPAREPART SANJAYA."  Ya, itu adalah bengkel milik ayahnya Arsya. Di dalam bengkel itu juga ada sebuah bangunan lumayan luas, itu adalah kantor management bengkel tersebut.

Bengkel Mobil dan Sparepart Sanjaya juga memiliki beberapa cabang di beberapa kota. Lumayan lancar usaha bengkel milik ayahnya Arsya ini. Dan kantor yang sekarang dikunjungi Eliana adalah kantor sekaligus bengkel pusatnya.

Para pekerja memberi senyum dan salam ketika Arsya dan Eliana berjalan melewati mereka yang sedang beraktivitas masing-masing.

"Mba Eliana, apa kabar. Pangling ya sekarang?" Sapa Winto, pegawai kepercayaan Pak Sanjaya.

"Eh mas Winto, kabar baik mas." Jawab Eliana, dia juga kembali menanyakan kabar Mas Winto beserta keluarganya. Selain lingkungan sekolah, lingkungan para tetangga, termasuk lingkungan bengkelnya Pak Sanjaya, sudah tidak asing lagi tentang keakraban keluarga Permana dan Sanjaya.

Keluarga mereka termasuk keluarga terpandang, terlebih karena keramahan dan sopan santun kepada orang lain. Eliana dan Arsya masuk ke kantor untuk bertemu Pak Sanjaya, pemandangan yang sama terlihat di dalam kantor. Para karyawan bukan hanya menyapa Arsya, tapi Eliana juga.

Kemudian Arsya dan Eliana masuk ke ruangan Pak Sanjaya untuk memeriksa beberapa pekerjaan. Eliana duduk di sofa yang ada di sana, sedangkan Arsya terlihat berunding dengan Ayahya dan beberapa membahas persoalan dengan sesekali melihat pada laptop yang berada di depan mereka.

"Yuk, udah beres!" Arsya mengajak Eliana yang sejak tadi membuka beberapa majalah disana.

"Kok cepat?"

"Entar kalau lama ada yang bete, terus ngambek, puasa ngomong deh berabe." Sindir Arsya untuk Eliana.

Eliana cuma bisa melotot pada Arsya, dia ga suka diledekin sepeti itu. Andai bukan di depan Pak Sanjaya, Eliana bisa membalas perlakuan Arsya, kemudian adu mulut akan berlangsung setelahnya. Itulah makanan sehari-hari mereka kalau bukan saling meledek, rasanya ada yang kurang.

Eliana pamit kepada Pak Sanjaya, kemudian pergi masih dengan menggunakan angkot. Kali ini tujuannya ke sekolah tempat mereka mengenyam pendidikan ketika SMA waktu dulu.

"Aku sebenarnya ga mau ke sekolah, ga tau harus ngapain di sana ...." Gerutu Eliana.

"Udah, ga usah dipikirin mau ngapain. Anggap aja kita hanya main."

"Lagian kenapa sih, bukanya kakak banyak tugas dari Om?"

"Tugas ini bisa aku kerjakan nanti malam atau bisa di sambil dengan aktivitas lain, makanya itu aku pergi ke kantor sebelum ke sekolah. Aku memindahkan beberapa file ke laptopku untuk dikerjakan, dan bisa dikerjakan ketika aku sempat membuka laptop dimanapun."

"Seenaknya aja sih, mentang-mentang bos nya Ayah sendiri!" respon Eliana sekenanya.

Kali ini ucapan Eliana agak menyinggung perasaan Arsya. Tapi Arsya hanya melirik dengan raut muka tidak suka dengan perkataan Eliana.

Eliana merasa takut dengan tatapan Arsya.

"Maaf ...." hanya itu yang keluar dari mulut Eliana. Dia tidak mau hal sepele menjadi besar.

Suasana menjadi hening, Eliana mengeluarkan ponselnya untuk menghilangkan ketegangan saat itu.

Beberapa pesan dari Puput baru di buka nya.

"Iya Put maaf, aku lupa ngabarin. Sekarang ketemuan di sekolah ya!" Balasan pesan Eliana pada Puput.

"Ok, kebetulan aku udah sampe nih. Tadi nunggu kamu lama, jadi aku ke sekolah aja. Lumayan banyak teman di sini."

"Ok, aku sudah hampir sampai." pungkas Eliana.

Setelah El menutup ponselnya, dia kembali diam dengan perasaan ga enak didalam hatinya.

Duh, sembrono banget sih aku. Kenapa juga keluar kalimat itu? Aku pikir kak Arsya ga bakal tersinggung seperti itu. Eliana bergumam dalam hatinya.

*

"Kiri Bang ....!" Arsya menghentikan angkot itu.

Eliana turun dari angkot menyusul Arsya yang sudah jalan terlebih dahulu setelah membayar ongkos.

Suasana sekolah sudah lebih ramai dari kemarin, karena hari ini adalah hari pertama acara pelantikan Bantara dimulai. Setelah beberapa hari sebelumnya hanya persiapan para panitia pelantikan.

1
Shifa Burhan
jangan kau pesan2 moral kalau novel masih jadi pemuja dan baperan lelaki lain (pebinor) dan selalu membenarkan kelakuan pemeran utama wanita (sudut pandangmu)
dimana letak moral novelmu jika tindakan2 tidak bermoral kau bela dan kau benarkan
ini tindakan2 tidak bermoral yang kau benarkan
*genta selalu sok baik dan mencari perhatian pada istri sahabatnya sendiri,
*eliana seorang istri yang selalu terbuka dan menerima kehadiran genta
*interaksi genta dan eliana, kontak fisik, perhatian, curhat, suap suapan, papah, bahkan ada yang pakai perasaan kau benarkan

dimana letak moralmu saat kelakuan pebinor dan istri yang mudah menerima kebaikan lelaki kau benarkan

miris sekali
Shifa Burhan
bawa2 pesan moral

*apakah interaksi eliana dan genta masih wajar thor

gini aja thor jika ada wanita lain kayak genta yang baik pada suamiku kayak kebaikan dan perhatian genta pada eliana, apakah kau anggap wanita itu wanita baik2

thor adil lihat pelakir dan pebinor

jangan pelakor kau laknat tapi pebinor dan sok baik pada istri orang kau muliakan

egois yang terkesan munafik
Laela Fathinah
Luar biasa
Indah Ponsel
penasaran 😍
Say Yang ,sama2
El KLO gak MW di jodohin ,,,aku siap kok jadi gantinya,,hehehehe,,,,canda el
Yuni Rahma
apa eliana hamil thor, kalo hamil Arsyad bener bener T.. O.. P
Yuni Rahma
Arsya terlalu baik sm cewek, jd pada baperan.
Yuni Rahma
kenapa g d omongin k arsya, jd berfikir yang tidak tidak.
mizuki
ini ceritanya apa sih gak jelas banget....
Rini Haryati
bagus
sukses
semangat
mksh
Myars
walau baca maraton,tapi boleh ya ka elnur komen😁😁"sebenarnya aku penasaran siapa wanita misterius itu?dan untuk puput ko aku kurang enak ya!,untuk eliana entah lah😴😴😴sampai baca d sini aku udah mulai kebawa emosi ini😤😤😤
El Nurcahyani: Boleh kok komentar, silakan. Terimakasih malah, sudah mau menyimak karya saya. 😊

Ini karya pertama saya yang tidak tahu pasaran di MT, seringnya CEO, Boss dan si miskin, perjodohan paksa, benci cinta. Jadi maaf, ini begitu sederhana banget. hanya sedang belajar, menulis sesuai kaidah, jadi serba masih seadanya. 😁
total 1 replies
Myars
jujur aku kenal sama ka elnur itu d novel LAS karya lasheira,yg isi suara nya,pertama aku suka aja pembawaan nya kalem,dan ini aku cap cus baca karya nya,walau telat tapi gak papa ya kak🤭
El Nurcahyani: Waah, thx ya sudah mau mampir di karya sederhana saya 😊🙏
total 1 replies
👑☘ɴͪᴏͦᴠᷤɪͭᴛͤᴀᷝ💣
aduh... pedihnya
👑☘ɴͪᴏͦᴠᷤɪͭᴛͤᴀᷝ💣
aduh elisa kpn dewasanya😚
👑☘ɴͪᴏͦᴠᷤɪͭᴛͤᴀᷝ💣
ya ampyun.. ini keren bgt, kak El.

Buat tmn2 yg baru/mau belajar nulis kudu bgt baca tulisannya kaka Author ini deh❤
👑☘ɴͪᴏͦᴠᷤɪͭᴛͤᴀᷝ💣: hihihi... CEO tsundre yahh, lmyn klo lg butuh yg manis2 🤭

btw, tulisannya kak El rapih. seneng bacanya 👍🏻
total 2 replies
ᴷᶜ Riska Febriani MangaTo͜on
semangat kk
El Nurcahyani: thx 🥳🥳
total 1 replies
Azzahra Putri
oxio
Lin Suarjana
kak El.. yang mau di jodohkan itu aku.. 🤫🙈🤭😁😅
maaf baru sempat mulai baca..
edisi, suka baca yg sudah the end biar ga pinisirin.. Tetap semangat berkarya 😘
El Nurcahyani: Eh, ada mbaknya 😅
thx udah mampir
total 1 replies
Si dhini
halo kak el... 👋👍👍👍
El Nurcahyani: Hehe iya, makasih ya sudah mau mampir. makasih juga supportnyanya 🥰🥳
total 3 replies
dewi
emaknya arsya gak di racun aja thor🤣🤣🤣
dewi: perlu bantuan gak thor🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!