NovelToon NovelToon
Dear, Jodohku!!

Dear, Jodohku!!

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Lina Rahim

Dear, Jodohku!! PART 2

Kita yang dipertemukan oleh takdir dan dbersatukan dalam ikatan cinta yang suci..
Masih teringat jelas, bagaimana haru menyelimuti hatiku ketika seruan orang-orang terdengar riuh mengucap SAH, saat Ijab yang kau ucapkan dengan satu kali tarikan nafas..

Aku bahagia, dan berharap kehidupan rumah tangga ini akan selalu dipenuhi dengan cinta dan kasih sayang..

Sayangnya, Cinta dan kasih sayang tidaklah cukup untuk membuat kehidupan rumah tangga kita bahagia..

Sesuatu telah menggrogotiku..

Mohon Kritik dan Sarannya..😊😊
Terimakasih..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lina Rahim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Surprise yang buruk..

12

Matahari pagi, hangat dan menenangkan.. Tanggal merah sangat menyenangkan bagi kami para siswa siswi. Yah, hari ini adalah hari libur nasional yang memperingati hari lahir pancasila, dirangkaikan dengan beberapa lomba antar sekolah, salah satunya lomba pertandingan basket Fauzi.

Aku berencana memberinya kejutan, semalam ketika menelfon aku mengatakan bahwa hari ini aku memiliki jadwal latihan sehingga aku tidak sempat hadir. Aku ingin memberinya semangat yang tak terduga.

Smartphoneku sengaja ku non aktifkan agar Fauzi tidak bisa menghubungiku.

Selepas upacara memperingati hari lahir pancasila. Gedung olahraga sangat ramai, beberapa lalu lalang masih mengenakan seragam sekolah selepas upacara, ada juga yang mengenakan baju olahraga bagi mereka yang ada pertandingan hari ini dan beberapa mengenakan baju biasa.

Dari kejauhan kedengaran team cheerleader memberikan sorak-sorakan semangat.

Aku berhimpit-himpit dengan para penonton lainnya. Aku senang bisa memberikan Fauzi kejutan dengan kehadiranku. Handuk, air mineral dan beberapa cemilan tak lupa kusediakan.

Pertandingan basket dimulai, aku menunggu beberapa saat untuk bisa melihat perwakilan dari sekolahku. Arena basket semakin ramai, sorak-sorak penonton semakin riuh. Beberapa ada yang sampai histeris bila bola nyaris masuk ring.

Tiba perwakilan sekolahku.

"Ah Fauzii.." Seruku sambil bertepuk tangan.

Satu persatu anggota team basket sekolahku memasuki lapangan, tapi entah mengapa aku tidak melihat Fauzi disana, yang kukenal hanya Farhan dan selebihnya anggota team baru yang tidak kukenali.

"Apa Fauzi terlambat atau bagaimana?" Pikirku.

Aku terus memperhatikan, hingga permainan dimulai aku masih juga tidak melihat Fauzi. Semarak Supporter dari sekolahku makin riuh, teriakan dan dukungan terus menerus diserukan. Semua penonton menjadi ribut dan penuh semangat. Berbeda denganku, aku menjadi hilang semangat seketika melihat pertandingan dimulai tanpa Fauzi.

"Apa yang salah?" Pikirku.

Pertandingan selesai dengan kemenangan diraih oleh sekolahku. Aku berjalan menghampiri Farhan yang masih merayakan kemenangan bersama team basket lainnya dan beberapa teman perwakilan dari sekolah.

"Salwa..." Katanya seketika melihatku menghampirinya.

Aku tersenyum, sambil menyodorkan handuk dan air mineral kemasan. Farhan terlihat sedikit bingung ketika aku menyodorkannya handuk, tapi ia tetap mengambilnya.

"Makasih.."katanya tersenyum.

"Sama-sama" Jawabku..

Farhan berjalan menjauh dari kerumunan teman-teman basket dan teman-teman dari sekolah dan duduk disalah satu kursi disekitar gedung olahraga.

"Tumben kamu datang, padahal Fauzi gak ikut" Katanya sambil menyeka keringatnya dengan handuk yang kuberikan.

"Aku gak tau kalau Fauzi gak tanding hari ini" kataku menghela nafas.

"Loh, memangnya Fauzi gak bilang sama kamu?"

Aku hanya menggeleng.

"Lah, tumben Fauzi gak ngasih tau. Kamu gak ngehubungi Fauzi?"

"Gak" Jawabku singkat.

"Hemm.. Kalian ada masalah?"

"Gak, aku cuman mau ngasih surprise buat Fauzi, makanya aku gak bilang kalau aku mau datang"

"Lah, terus kenapa jadi gak tau kalau Fauzi gak tanding hari ini? Fauzi gak bilang?"

Aku mengeluarkan Smartphoneku yang ku non aktifkan.

"Hem.. Gimana Fauzi mau ngasih kabar kalau HPnya dimatiin mbak??"

Aku hanya tersenyum kecut.

Kuaktifkan Smartphoneku. Beberapa Chat masuk dari Fauzi.

"Sayang, hari ini aku gak jadi ikut tanding basket, digantiin sama Farhan.."

"Sayangg... Hari ini aku ikut motret lagi ya sama temen.."

"Sayang.. Hape kamu kok dimatiin?"

"Yangg..??"

"Kamu lagi latihan ya??"

"Hemm.. Kayaknya kamu lagi gak bisa diganggu, yaudah semangat latihannya sayang, hubungi aku kalau udah selesai"

Beberapa pesan Fauzi menyerbu kotak masuk pesanku.

"Itu Hape apa gak pusing notifnya masuk terus" kata Farhan mendengar notif Handphoneku yang berturut-turut masuk.

"Pesan dari Fauzi, dia udah bilang kalau gak tanding hari ini, tapi aku gak baca" Kataku lesu.

"Heemm... Jadi?"

Aku hanya menggeleng..

"Yaudah, ayo aku antar pulang.. Bentar aku ambil tas dulu" kata Farhan beranjak.

Aku berjalan beriringan dengan Farhan keluar dari gedung olahraga. Ah.. Rasanya aku lesu sekali..

"Mau es cream?" Tanya Farhan..

Mungkin karena melihatku sangat murung dan dalam keadaan mood yang buruk, sehingga Farhan berinisiatif untuk mengajakku makan es cream. Ah ya, beberapa orang mengatakan, Es cream sangat ampuh untuk mengembalikan mood yang sedang buruk. *Ini berlaku untuk yang suka sama Es cream ya gaess, kalau orangnya dari sononya gak suka sama es cream, bisa-bisa moodnya tambah ancur entar*

"Boleh.." Jawabku

Fauzi berlari kecil menuju Supermarket. Aku menunggunya di kursi taman dekat dengan gedung olahraga.

Tak lama, Fauzi kembali sambil menyodorkan Es cream rasa coklat.

"Aku gak tau kamu sukanya rasanya apa"

"Aku suka kok sama rasa coklat.."

Farhan duduk disampingku.

"Udah.. Gak usah lesu begitu.. Besok-besok Fauzi bakal ikut tanding lagi kok, kamu masih punya banyak kesempatan untuk ngeliat Fauzi main"

Aku tersenyum kecut.

"Iya sih, aku agak kesal aja ingatnya.."

"Ya kan Fauzi udah bilang.."

"Iya.."

Kami sama-sama terdiam sejenak. Entah apa yang aku fikirkan, pikiranku menjadi tak jelas dan hatiku menjadi tak nyaman. Perlahan airmataku mulai menggenang dipelupuk mataku dan terjatuh. Aku segera menyeka airmataku dan terisak.

"Loh Salwa.." kata Farhan kebingungan "Kamu kenapa?" Tanyanya.

"Aku gak papa kak" Jawabku

"Gak papa apanya.. Kamu kenapa?" Tanyanya khawatir.

Aku hanya menggeleng tapi airmataku terus saja mengalir.

Entah berapa lama aku menangis, Farhan hanya memberikan sapu tangannya sambil terus menungguiku, duduk disampingku tanpa sepatah kata. Dia seolah memberi ruang untukku untuk melepaskan semua sesak perasaanku lewat tangisanku.

Perlahan aku mulai bisa mengendalikan perasaanku. Airmataku mulai reda.

"Udah baikan?" Tanyanya.

Aku hanya mengangguk.

"Kenapa? Kalau ada sesuatu kamu bisa cerita ke aku"

Aku hanya menunduk.

"Perasaanmu gak akan lega kalau kamu simpan sendiri.. Cerita sama aku" bujuknya

Aku terdiam saja.

"Aku bisa jadi pendengar untuk semua yang ngejadiin perasaanmu buruk"

"Kak..."

"Yaa.. Kenapa?"

"Aku tau aku salah, tapi gak tau kenapa rasanya aku kesal sendiri"

"Tentang Fauzi yang gak tanding hari ini?" Tanyanya.

Aku mengangguk.

"Jadi kamu nangis karena itu?"

Aku mengangguk lagi.

"Hemm..." Ia menghela nafas panjang.

"Itu cuman bagian dari kekecewaanmu saja, kamu niatnya mau ngasih surprise tapi malah kamu yang terkejut"

"Aku gak tau, apa aku salah.. Aku tau, aku gak ada hak buat ngelarang Fauzi ngelakuin hobby barunya. Tapi gak tau juga aku seperti gak senang Fauzi jadi sering motret" Kataku menunduk.

"Kan Fauzi motretnya gak selalu Salwa, selesai itu kan Fauzi bisa nemenin kamu.."

"Iya aku tau kak, tapi aku udah terbiasa sama Fauzi yang ngasih waktu lebihnya buat aku. Aku jadi gak sesering dulu komunikasinya sama Fauzi"

"Ini gak akan terus-terusan kok, Fauzi bakal punya waktu yang cukup buat salwa nantinya"

"Tapi akhir-akhir ini gak gitu kak, belakangan ini kita jadi jarang ketemu karena Fauzi yang sibuk motret dan aku yang sibuk latihan nari.."

"Ya kan itu karena kalian sama-sama sibuk"

"Iya.. Cuman gak enak aja rasanya, mau kemana-mana tapi gak ada yang nemenin, aku jadi gak bisa leluasa ngajakin Fauzi keluar, jadi gak seperti dulu yang bisa nemenin aku kemana-mana"

"Emang akhir-akhir ini Fauzi sibuk banget sampai gak bisa nemenin kamu jalan?"

Aku hanya mengangguk.

"Udah berapa sering?"

"Semenjak hari itu yang Fauzi dikirimin map coklat, dia jadi lebih sibuk. Fauzi jadi sering ngebatalin janji, Fauzi jadi sering gak bisa nemenin aku jalan"

"Waah.. Fauzi udah benar-benar sibuk ternyata.."

Aku terdiam sejenak, Farhanpun jadi bingung dan hanya ikut terdiam.

"Kalau kamu mau kemana-kemana gak ada yang bisa temenin, kamu bisa kok ngajak aku" Kata Farhan.

Aku menoleh dan menatapnya. Dan kembali menunduk.

"Aku bisa nemenin kamu kalau emang kamu butuh teman jalan. Kamu bisa minta tolong seperti itu ke aku" Katanya.

Aku tersenyum

"Makasih kak.."

"Kalau ada hal yang kamu mau cerita, kamu bisa datang ke aku dan cerita semuanya, kamu bisa numpahin semua unek-unek kamu ke aku" Jelasnya.

"Ya asal kamu numpahin unek-uneknya gak sambil ngesalto aku" lanjutnya.

Aku tertawa kecil mendengar perkataan Farhan.

"Salwa manis kalau senyum begitu"

Aku menoleh dan sedikit terkejut.

"Makanya jangan yang seperti tadi lagi. Jangan sedih dan jangan nangis lagi kayak tadi, kamu kan bisa berbagi ke aku, bisa cerita ke aku" Katanya.

Aku menoleh dan menatapnya.

"Makasih kak.."

"Iya.." Jawabnya sambil tersenyum, aku hanya balas tersenyum.

"Gimana? udah enakan perasaannya?"

Aku mengangguk sambil tersenyum.

"Yaudah, ayo aku antar pulang.."

Aku hanyan mengangguk menyetujui.

Farhan mengantarku pulang. Sepanjang perjalanan ia membuat lelucon-lelucon yang membuatku jadi tertawa. Perasaan burukku menjadi hilang, dan mulai membaik..

1
Nola
keren
Nunung Nung
hay salwa
Salasiah MamaNa CaLya
nangis mmbacanya. pdhl ini sdh yg kedua kli lho membaca novel ini /Cry//Cry/
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
A. Yan U.
wah fauzi hebat banget ngendaliin emosinya. andai dia juga bisa gitu
mamayot
RANJANG BASAH SANG PERAWAN..

Mampir ya ke novel ku
Fransiska Siba
itu tidak seberapa Salwa saat kau menyakiti Fauci dlu. para pembaca blg kaishan Salwa, hello gimana Fauci yg berjuang yg terbaik buat Salwa, menjaga cinta nya, mengala demi Salwa, semua yg dia lakukan tp apa balasannya yaitu perselingkuhan Salwa dan Farhan apalagi sahabatnya sendiri itu lebih menyakitkan org yg kita percayai, dan parahnya lagi Salwa dlu egois sekali hanya ingin dia yg mau dimengertikan sedangkan Fauci dia tidak mengertikan.
Fransiska Siba
kalau aku dukung Fauci sama yg lain, dia berhak mendapat yg lebih baik dari Salwa yg egois, emosian dan tukang selingkuh dan plin plan
Fransiska Siba
paling benci sama Salwa, perempuan tp hatinya munafik dan murahan. cowok sebaik Fauci bisa dia sakiti apalagi Farhan.
kalau ditulis thor semoga Salwa dapat lebih baik dari Fauci yg bisa menjaga Salwa menurutku terbalik dehh, malah doa itu harusnya ke Fauci. krn Salwa tidak pantas untuk Fauci. cewek sepeti gampang selingkuh, dia gampang bosan dan gampang bawa perasaan, setiap masalah tidak diselesaikn dgn baik2 tp dia menghindar dan egoissss sekali jadi cewek
Sayang ibu
lanjutttt thor✌️
Muyas Muyas
lanjut donk
Rina Fachyuliani
akhirnyaaa setelah sekian lama maaf aku baru mampir thor, semoga cerita anaknya ga sedramatis orang tuanya
Irsan
Privasi adalah hak menyimpan informasi pribadi.. privasi pemerintahan negara,privasi agama,privasi adat budaya suku, privasi hubungan pasangan dan terkecil privasi pribadi ,semua ada porsinya. Privasi pemerintahan negara +62 tdk boleh di ganggu/di ketahui oleh pemerintahan +123 tetapi kalau sesama pejabat pemerintahan negara +62 menyimpan privasi negara yang hubungannya berkaitan dengan kelangsungan hidup negara itu artinya ada potensi penyimpangan pemerintahan.. Fauzi sepertinya menyama ratakan tingkat privasi, Fauzi tdk membedakan privasi hubungan 2 orang atau sebuah pasangan dengan privasi tingkat terkecil yaitu diri sendiri.
sri susanti
di tunggu upny kk,,
sri susanti
cerita baru,, coba baca
bunda dad
Semangat kak lina...🤩
Sayang ibu
😭😭author berhasil bwt aq mewek😤
bunda dad
mikayla ada rasa lebih dr sahabat sama fariz. jodohin ja thor 😍
bunda dad
akhir nya ber sua kembali sama awa oji 🥰
bunda dad
lanjut kaka...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!