Genre: Komedi Fantasy
Sinopsis:
Akibahara Yousuke seorang pemuda pemalas yang tidak sengaja menemukan sebuah aplikasi mencurigakan di ponselnya, ketika dia mencobanya ia menemukan dirinya telah berada di dunia lain dan di saat yang sama ia telah mengaktifkan sebuah sistem yang akan terus memberikannya misi gila yang tidak bisa dia hindari, kegagalan memberikannya hukuman dan tidak mencoba adalah kematian, itulah aturannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isekai Fantasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 12 : Dalam Perjalanan
"Terima kasih sudah mengizinkan kami ikut juga bos."
"Tidak masalah, aku beruntung bisa bepergian dengan seorang pahlawan meski begitu ngomong-ngomong siapa kau? Aku tidak pandai menghafal nama pria."
"Boleh aku tembak nih orang."
July yang sejak tadi mengawasi dari belakang Yousuke segera meletakkan tangannya di bahunya.
"Meski dia seperti itu, dia masih anggota asosiasi pedagang jika kita membunuhnya kita akan dapat masalah dari mereka, lebih dari itu aku memiliki pengalaman buruk dengan mereka saat punya hutang.. aku tidak ingin mengalaminya lagi."
Singkatnya July telah menjadi buronan pedagang beberapa waktu lalu, ia bahkan harus menjual beberapa harta benda miliknya hanya untuk melunasi hutangnya.
"Sebenarnya untuk apa uang itu?"
"Untuk keperluan sehari-hari termasuk hobiku dalam mengoleksi item bagus, ngomong-ngomong pedang ini harganya sangat mahal, ini pedang yang sama yang telah berhasil membunuh raja iblis."
Yousuke memperhatikannya dengan seksama dan ia langsung tahu tanpa perlu mengkonfirmasinya. Singkatnya orang ini mudah sekali ditipu dengan perkataan barang misterius atau sebagainya.
"Kita berangkat sebentar lagi pastikan untuk tidak terlewat apapun."
"Baik."
Emilia yang sudah mengemas barang-barangnya terlihat puas.
"Yos, aku sudah siap sekarang."
Dia terlalu banyak membawa barang di tas ranselnya hingga langkahnya agak lambat, Yousuke memberikan bantuan hanya untuk mendorongnya masuk ke dalam kereta sebelum Emilia jatuh tersungkur dan dibantu July.
"Kamu terlalu banyak membawa barang Emilia, mari tinggalkan beberapa?"
"Tidak, semua ini barang-barang yang aku butuhkan di kota Mariana, singkatnya semuanya barang yang berguna."
July mendesah pelan akan balasan tersebut.
Perlu dua hari ke kota Mariana jadi seharusnya barang-barang seperti ini tidak perlu disediakan.
Yousuke telah mengkonfirmasi semua barang sudah dinaikan dan akhirnya semua orang telah bergerak pergi, ia membantu para pedagang sebagai tenaga kasar karena itulah dia bisa naik secara gratis bersama rekannya.
July dan Emilia duduk bersebelahan sedangkan Yousuke duduk di paling belakang menatap kota yang semakin menjauh, dia mengeluarkan ponsel hanya untuk memeriksa video kedua yang telah di uploadnya, seperti yang dia duga jumlah penontonnya sudah dua kali lipat dari sebelumnya.
Bahkan ada beberapa email masuk yang menyatakan untuk menghadiri acara TV.
"Mau dijawab dengan iya? Masuk TV sama seperti sebuah promosi gratis yang cukup menguntungkan," kata sistem menyarankan.
"Aku hanya melakukan ini sebagai alibi saja, rasanya buruk jika aku dengan sengaja membuat kedua orang ini kerepotan."
"Kau benar, mereka memang ingin melihat dunia lain tapi jika membuat mereka tidak nyaman kasihan juga."
"Aku akan menyimpannya nanti dan bertanya apa mereka mau atau tidak?"
July dan Emilia mendekati Yousuke yang berbisik-bisik itu dengan hati-hati.
"Apa ada yang coba kau sembunyikan?"
"Aku hanya melihat video yang waktu itu."
"Ah benar, lihat itu July, video yang baru mendapatkan jumlah yang lebih banyak dari video sebelumnya."
"Hehe itu berkatku kan, aku adalah inkarnasi kekuatan serta kecantikan."
Yousuke tidak membantahnya namun tidak menyetujuinya juga, jika ia melakukannya orang ini akan jauh besar kepala lagi.
Beberapa waktu mereka bertiga beristirahat dan beberapa waktu kemudian mereka harus melihat pertarungan antara pengawal dan monster.
Mereka mengatakan bahwa jika itu monster yang kami bisa atasi maka kelompok Yousuke tidak perlu ikut serta, Yousuke sendiri merasa terbantu dengan hal itu, akan memalukan jika semua orang mengetahui bahwa dirinya tidak sekuat yang dirumorkan.
Perjalanan jauh lebih santai setelah mereka melewati hutan dan mulai memasuki kawasan rumput hijau yang terbentang luas dengan panorama langit biru indah.
Mereka beristirahat kembali di sana untuk menikmati makanan yang dibuat Yousuke.
Awalnya sedikit ragu walau demikian mereka menyukainya dengan tatapan puas.
"Jadi ini yang dinamakan nasi goreng spesial, benar-benar lezat," kata pemimpin rombongan yang mendapatkan persetujuan yang lainnya
Yousuke sedikit senang bahwa kemampuan memasaknya memang cukup tinggi untuk membuat seseorang memujinya.
July maupun Emilia sempat merencanakan untuk menjadikan Yousuke sebagai babu, namun mereka berhenti saat Yousuke sendiri memelototinya dengan tajam.
"Aku akan membuat kalian mengenakan pakaian maid suatu hari nanti."
"Hal seperti itu tidak akan terjadi," bantah July percaya diri dan keesokan paginya dia menangis di pojokan karena semua baju gantinya telah disembunyikan oleh Yousuke dan hanya ada pakaian maid saja yang digunakannya, Emilia juga mengalami hal sama tapi dia tidak mengeluh walaupun banyak kulit yang terekspos di sana di bawah roknya.
"Sialan, apanya yang suatu hari?"
"Hehe kalian cocok mengenakannya."
Yousuke mengalihkan pandangan ke arah Emilia yang tampak kesulitan karena pakaian atasnya sedikit sempit ketika dia menghembuskan nafas, kancing pakaiannya terbang menghantam wajah Yousuke hingga pingsan.
Emilia panik sementara July mengacungkan jempolnya dengan senang.
"Kerja bagus Emilia, yang barusan sangat super."
"Eh?"
"Bisa kau ajari aku juga."
"Jangan menjahiliku."
Keributan mereka tidak pernah ada habisnya.