[Trailer sudah tersedia di you tube author]
Mereka sama-sama mencintai, sama-sama tidak mengetahui, merasa kalau mereka hanya mencintai sepihak tanpa balasan.
Berani melanggar aturan Allah hingga akhirnya ditikam harap yang menyesakkan. Perpisahan, pertemuan, semua itu menyatu dalam sebuah kisah cinta mereka yang selalu mereka harapkan berakhir bahagia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aidahlia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter | 11
Tak pacaran tapi kasmaran. Ia adalah sesuatu yang sering disangka madu, padahal ia adalah racun yang sangat berbahaya. Kurangkan chat tidak penting dengan seseoran lawan jenis yang belum mahrammu.
__________
Hari berikutnya berwisata ke Pantai Selatan Yogyakarta. Ini adalah perjalanan terakhir di acara tour perpisahan sekolah.
"Kei, jangan pakai baju hijau nanti kamu diculik loh," celetuk Seira.
"Hus ... ngawur kamu."
"Ayo guys kita kumpul di depan," ucap Gita tiba-tiba seraya merangkul kedua sahabatnya.
Sebelum berangkat para siswa dan siswi diperintahkan untuk berkumpul di aula hotel untuk mengadakan istighosah dan makan sarapan bersama.
"Baik anak-anak, siapkan apa saja yang ingin kalian bawa, dan ingat jaga adab, jaga akhlak, contohkan kepada mereka suri tauladan yang baik, ya, silahkan kalian memasuki bis dan duduk di tempat yang kalian tempati sejak pertama berangkat ke sini," ucap Kepala Sekolah.
Seluruh siswa dan siswi langsung bergegas menuju ke bis dan duduk di tempatnya masing-masing.
Biasanya Al-Kahf yang akan datang lebih dulu, kali ini tidak, Keila datang lebih dulu sebelum Al-Kahf. Bagus lah.
Keila langsung mengatur posisi agar dia tidak sakit pinggang lagi. Nanti kalau sudah ada Al-Kahf dia akan sulit mengatur posisi duduk. Untuk bergerak rasanya benar-benar canggung.
"Kei aku duduk, ya?" Siapa lagi kalau bukan Al-Kahf.
"Ah? I ... iya duduk aja." Keila merutuki dirinya sendiri, kenapa mesti gugup.
Jantung Keila mulai berpacu dengan cepat kembali. Entah bagiamana awal mulanya jantung ini bisa men-setting dengan sendirinya, setiap melihat, mendengar, segala sesuatu yang bersangkutan dengan Al-Kahf secara otomatis jantung langsung berpacu dengan cepat.
Jantung Keila yang sebelumnya sudah mereda kini berpacu kembali saat indera pendengarannya mendengar suara alunan ayat suci Al-Qur'an dari lisan laki-laki yang ada di sebelahnya, Al-Kahf.
Keila terus-terusan beristighfar di dalam hati. Ia takut, Allah pasti murka kalau dia sampai jatuh hati dengan makhluk-Nya yang jelas-jelas belum mahramnya.
Padahal Al-Kahf mengulang hapalannya itu dengan suara lirih, tapi tetap saja, walaupun suara terdengar sangat pelan, pada intinya suara itu tetap terdengar.
"Kei, kok pucet?" Al-Kahf yang sebelumnya asyik menunduk sekarang menatap wajah Keila dengan tatapan bingung.
"Apanya pucet?" tanya Keila sambil menunduk.
"Wajah kamu pucet."
"Ah? Mu ... mungkin karena udara aja kali yang terlalu dingin, enggak, aku enggak apa-apa," alibi Keila.
"Oh kamu dingin, nih pakai jaket aku." Al-Kahf memberikan jaket berwarna navy kepada Keila.
"Enggak usah, Al, aku enggak dingin-dingin amat kok." Keila merasa terjebak dengan ucapannya sendiri saat ini.
"Udah enggak apa-apa nanti kamu malah sakit, nih!" Al-Kahf semakin mendekatkan jaket di tangan Keila.
"Em ... yaudah deh." Dengan berat hati akhirnya Keila mengambil jaket dari tangan Al-Kahf.
Keila hanya memasukan tangannya ke dalam lengan jaket itu, dan memposisikan jaketnya di depan bukan di belakang.
Aroma tubuh khas Al-Kahf kini tercuak di indera penciuman Keila. Harumnya sedap, sederhana, membuat tentram saat menciumnya.
***
"Kei sudah sampai, bangun."
Ternyata Keila ketiduran
"Ah? Iya ...." Keila mengusap pelan matanya seraya menatap ke arah jendela, pemandangan khas pantai selatan sudah nampak di penglihatannya.
"Masyaallah, sungguh indah ciptaan-Mu."
Al-Kahf langsung bangkit. "Duluan, ya," ucapnya sebelum berlalu meninggalkan Keila
Keila ikut bangkit, ia langsung berkumpul dengan teman-temannya yang lain.
Entah mengapa sedaritadi ada hal aneh, ia ingin mengatakan tapi bingung mau mengatakan apa. Keila terdiam sesaat tepat di samping pintu bis.
"Nah iya, jaket Al," desisnya pelan.
Keila langsung melipatnya, setelah pengumuman nanti ia akan mengembalikannya.
"Kei, perasaan tadi kamu enggak bawa jaket deh," celetuk Gita tiba-tiba tepat di hadapan Keila yang sedang berjalan menuju kerumunan.
Keila tersenyum getir. "In ... ni punya Al."
"CIE SO SWEET!"
"Apaan sih kalian ih," gerutu Keila seraya berjalan nyelonong melewati Gita dan Seira yang asik menertawakan Keila.
***
Setelah pengumuman berakhir Keila langsung menarik paksa kedua sahabatnya untuk menyingkir ke tempat yang agak sepi.
"Antar aku ke Al yuk, mau antar jaket," ucap Keila.
"EKHEM." Seira langsung cekikikan melihat perubahan ekspresi di wajah Keila.
"Udah-udah, Sei, nanti Momski marah bisa-bisa kita bisa enggak makan dua tahun," sambar Gita.
Keila berjalan di tengah-tengah antara Seira dan Gita. Mereka langsung berjalan ke arah kerumunan laki-laki. Tugas seperti ini Gita jagonya, dia orangnya anti jaim, banyak kenalan laki-laki pula, beda dengan Seira dan Keila yang malu-malu kalau berurusan dengan laki-laki karena tidak biasa.
"Nah tuh si Al-Kahf, Kei," ucap Gita.
"Ih aku malu, udah ah nanti aja di bis." Keila langsung memutar tubuhnya ke belakang. Namun terurungkan saat Gita membalikkan kembali posisi Keila.
"Udah sini biar aku aja yang kasih kamu mah payah ah," ucap Gita sambil mengambil alih jaket di tangan Keila.
"AL-KAHF!!" Teriakan Gita berhasil membuat banyak laki-laki menoleh ke arahnya. Eh yang dipanggil malah tidak menoleh.
Keila rasanya ingin menangis, benar-benar malu, sekarang mereka menjadi tatapan banyak laki-laki.
"Si Al-Kahf kena penyakit budek atau gimana sih?" gerutu Gita ketika panggilannya hanya menjadi angin lalu.
"BAR! KEMBAR!" teriak Gita saat matanya menangkap wajah anak kembar baru saja datang dan duduk di samping Al-Kahf.
Ahyar dan Ahnas langsung menoleh. "APAAN?"
"Tuh si kembar aja kedengeran coba," gerutu Gita.
"KE SINI SEBENTAR DEH, AJAK SI AL-KAHF!"
Akhirnya mereka pun menurut, terlihat dari kejauhan Ahyar berbicara lebih dulu kepada Al-Kahf hingga akhirnya laki-laki itu mau menghampiri Gita.
"Ada apaan sih, Git? Tetereakan aja kayak kenek angkot," celetuk Ahyar.
"Nih Keila mau ngembaliin jaketnya Al-Kahf tapi dia malu jadinya melalui aku deh," ucap Gita seraya menyonggel pelan lengan Keila yang wajanya sudah memerah bak kepiting rebus.
"Kalau kamu masih perlu pakai aja Kei," ucap Al-Kahf tanpa menoleh ke arah Keila.
"Em ... enggak aku udah enggak dingin, malah gerah," ucap Keila dengan nada gerogi.
"EKHEM," goda Seira.
"Apa sih, Sei!"
Gita langsung membekap mulut sahabatnya yang satu ini.
"Yaudah makasih ya, Al, kita permisi. Assalamu'alaikum." ucap Keila sambil menarik paksa tangan kedua sahabatnya yang super jail itu.
"Wa'alaikumussalam warrahmatullah."
Setelah mengembalikan jaket milik Al-Kahf, Keila dan sahabatnya memilih untuk bermain di sekitar pantai untuk menikmati keindahan pemandangan dan sejuknya udara.Tidak lupa mereka mengabadikan moment ini dengan berfoto selfie. Bukan berarti untuk di-upload di media sosial, mereka menghindari upload di media sosial wajah mereka full.
Karena dengan meng-upload foto kita di media sosial dapat membuat hati laki-laki yang melihat menjadi kagum dengan kecantikan kita. Tidak sedikit yang komentar:
“Ih cantik ya .…”
“Masyaallah, cantiknya .…”
Itu hanya gunung es, ada banyak laki-laki melihat yang hanya mengagumi di hati. Sudah di-setting para laki-laki senang melihat wanita cantik.
Allah berfirman dhalam Al Qur’an surat An-Nur ayat 30:
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُون
“Katakanlah kepada orang-orang yang beriman, agar mereka menundukkan pandangan dan menjaga ******** mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”
Rasulullah saw bersabda: “Wahai Ali, janganlah pandangan pertama kau ikuti dengan pandangan berikutnya. Untukmu pandangan pertama, tetapi bukan untuk berikutnya.” (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Al-Hakim sesuai dengan syarat Muslim).
Kalau laki-laki mengagumi kecantikan kita sampai tidak menjaga pandagannya maka berdosalah kita.
Dikalikan berapa jumlah laki-laki yang melihat, kita akan panen dosa, hanya gara-gara upload foto.
Belum lagi bila fotonya digunakan tidak semestinya. Diunduh dijadikan foto profil orang lain, bisa dijadikan pemuas napsu (maaf) onani orang yang maniak suka wanita berjilbab, atau bahkan diedit foto kita dengan tidak senonoh. Dan ini, tidak sedikit kejadian seperti ini.
Kalau sudah tanggung di-upload, maka hapuslah, akan lebih aman bagimu.
Simpanlah kecantikan wajahmu untuk orang yang kelak bakal menjadi imammu. Persembahkanlah yang terbaik dari dirimu untuk suamimu seorang.
kabuliin doa y sama authoor berjodoh dgn sang pujan hati al kahfi dan keila y. semoga pernikahan y samawa langgeng janah allah amin 🤗🤗🤗😇😍😘😘😘😘
jangan lupa mampir dinovel pertamaku judulnya Bidadari Bumi
semangat kaka....
Walupun udh tobat juga.
knpa ga Sama gita, atw serina sahabat y kie
Semangatt Al.
nagis2 tw org sadar GA koma
gatek y kebalik masuk air semua tuh🤣🤣🤣🤣bencandan mulu nih