Kisah seorang pasangan beda usia, yang sangat amburadul dan tak bisa di tebak maunya apa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nunuk pujiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 11
itu.
"Maaf tadi hilaf. Habis nya aku gemes melihat dua gunung mu ini, aku selalu ingin menggigitnya dengan keras." jawab Daniel.
"Tapi jangan di gigit juga, Daniel. Memangnya dadaku makanan yang bisa kamu gigit, dan bisa kamu makan sesukanya." ucap Vanya yang jengkel.
"Iya maaf, aku akan melakukan dengan lembut." ucap Daniel dengan mengecup bibir Vanya. Daniel akhirnya melanjutkan aksinya, mereka melakukan pemanasan kurang lebih 20menit setelah itu Daniel melanjutkan ke tahap ke-dua.
"Vanya aku akan melakukan nya apa kamu siap...?" tanya Daniel.
"Tapi jangan kasar-kasar. Aku masih takut Daniel, kamu tau kan aku belum pernah melakukan nya." jawab Vanya lirih.
"Iya aku akan melakukan nya dengan pelan." Daniel pun mengarahkan milik nya ke milik Vanya, Daniel mendorong pelan agar Vanya tidak kesakitan.
"Aduh,.. Pelan sedikit sakit Daniel, ini sangat sakit." ucap Vanya dengan memejamkan matanya.
"Ini sudah pelan Sayang, tahan lah sebentar nanti gak akan sakit lagi." jawab Daniel. Daniel pun melanjutkan kegiatan nya, Daniel terus mendorong hingga terasa ada yang sobek di dalam diri Vanya.
"Hiks...hiks.. Sakit Daniel." Daniel langsung mencium kening Vanya, dan menenangkan Vanya agar merasa rileks.
"Maafkan aku Vanya jika aku menyakitimu, apa aku hentikan saja. Aku tak bisa melihat kamu menangis." ucap Daniel yang tak tega melihat Vanya kesakitan hingga menangis.
"Lanjutkan saja gak apa-apa, berhenti pun nanggung kau sudah menjebol keperawanan ku." jawab Vanya dengan meringis kesakitan.
"Baiklah aku akan menunggumu sedikit rileks, baru aku akan melanjutkan nya." putus Daniel. Daniel kembali melakukan pemanasan pada Vanya, supaya dia merasa tenang dan baru itu Daniel akan melanjutkan aksinya.
Jujur Daniel merasa bingung, karena saat ini milik Daniel masih bersarang di tempatnya, karena saat daniel ingin menarik milik nya, Vanya melarang Daniel bergerak karena sakit.
Setelah melihat Vanya terhanyut oleh rangsangan, Daniel mulai memaju mundurkan miliknya dengan tempo yang sangat pelan. Terlihat jelas kerutan di kening Vanya saat Daniel melakukan aksinya, namun Vanya tak perotes dan Daniel semakin giat melanjutkan nya.
"Ahh,.. Daniel aku mencintaimu."
"Aku juga mencintaimu Vanya."
Mereka pun hanyut dalam permainan panas, Vanya yang tadinya kesakitan kini menikmati apa yang di lakukan Daniel, hingga melakukan pelepasan yang begitu indah.
****
Dua jam kemudian, Vanya yang tertidur di pelukan Daniel merasa terusik dengan ponsel yang selalu berdering. Karena merasa terusik akhirnya Vanya bangun dan merasakan nyeri di pangkal paha nya, tapi Vanya tak memperdulikan itu semua karena panggilan telepon itu.
"Siapa sih yang menelfon, ganggu orang tidur saja." gerutu Vanya. Vanya pun mengambil ponsel Daniel dan melihat nama yang tertera di layar ponsel Daniel.
"Era,. Siapa dia, tapi aku pernah dengar sekilas tapi di mana ya..?" gunam Vanya. Karena merasa penasaran,akhirnya Vanya mengangkat panggilan tersebut.
"Hallo Sayang, kamu di mana aku merindukan mu." ucap Era di sebrang sana. Sedangkan Vanya langsung kaget dengan ucapan Era.
"Kalau tak percaya tanya sendiri sama Daniel, dan kamu akan percaya dengan perkataan ku. Kalau gitu aku tutup saja panggilan ini karena kekasih ku tak ada, melainkan orang gila yang mengangkat." ucap Era dengan nada tak bersahabat.
"Apa kamu bilang...?" Vanya merasa kesal dan marah, baru saja dia melepaskan keperawanannya. Tapi tiba-tiba ada pengganggu yang tak jelas, dan berhasil membuat emosi Vanya naik.
tdi ny lg berntem d rumah
komen SM ceritanya agk beda
sabar daniel.orang sabar pantatnya lebar